Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 163


__ADS_3

"Kita harus pergi ke Tottenham. Lee berada di sana. Papa Bayu yang menyuruh kita ke sana," jawab Nanda. 


"Ada apa sebenarnya?" tanya Sam yang bingung. 


"Candra akan mengejar Lee dan membunuhnya melalui tangannya Emila," jawab Nanda yang sedang membaca informasi dari Bayu. 


"Apakah itu benar?" tanya Sam.


"Ya… Garda dan Erra menyusul malam ini," jawab Nanda. 


"Kenapa kita enggak satu pesawat sama Garda?" tanya Sam. 


"Makanya itu papa menyuruh kita berangkat bareng," jawab Nanda. 


Mereka akhirnya berangkat untuk menemui Garda. Mereka sangat khawatir dengan keadaan Lee. Sementara di dalam mansion Garda dan Erra mendekati Andi. 


"Pa… aku sama Garda akan menyusul Lee di Tottenham," ucap Erra. 


"Buat apa kamu menyusulnya?" tanya Andi. 


"Lee dalam bahaya. Cepat atau lambat Emilia akan membalas dendam atas kematian Alicia," jawab Garda. "Yang lebih parahnya lagi Emilia menjadi tangan Candra untuk menghabisinya."


Sontak saja Andi terkejut dan merasakan tubuhnya lemas. Entah kenapa dadanya sangat sesak sekali. Baru lepas dari maut. Akhirnya Lee harus menghadapi maut tersebut. 


"Pergilah… lindungi adikmu Garda. Dan Erra lindungi putriku. Aku tidak mau kejadian yang lalu terulang lagi," ujar Andi yang meminta bantuan kepada Garda dan Erra. 


Beberapa saat kemudian datang Sam dan Nanda. Mereka mendekati Garda. Lalu Garda mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Kenapa kamu kesini?" 


"Papa yang menyuruhnya kesini. Papa ingin mereka ikut untuk memburu Emilia sebelum wanita ular itu menemukan Lee," jawab Bayu yang baru saja datang dengan suara lantang. Hingga terdengar oleh Caroline dan Rani. 


"Apakah itu benar?" tanya Rani dan Caroline yang baru saja datang. 


"Ya… itu benar. Garda yang mendapatkan informasi itu," jawab Bayu. "Makanya aku suruh Garda dan Erra berada di sekitaran Lee. Sedangkan Nanda dan Sam akan berjaga. Aku tahu cepat atau lambat Candra akan menyerang Lee."


"Kalau begitu aku akan menghubungi Maura untuk bersiap menghadapi mereka," ucap Caroline. 


"Sepertinya itu tidak perlu. Aku sudah menyuruh Nanda dan Sam berjaga. Jika mereka perang aku meminta Fendy meminjam Pengawalnya untuk menambah kekuatan," imbuh Bayu. 


Caroline terpaksa mengurungkan niatnya untuk melindungi Lee. Caroline percaya kalau White Eragon adalah organisasi bawah tanah cukup mumpuni. 


"Tolong lindungi putriku!" pinta Caroline. 


"Tenanglah. Kami akan melindunginya," balas Bayu. "Berangkatlah sekarang. Pakai jet papa sekarang."


"Baik pa," seru mereka serempak. 


Mereka memutuskan untuk bersiap-siap terlebih dahulu. Erra segera masuk ke kamar dan mengambil senjata api di laci. Erra tersenyum manis ketika melihat senjata api sepasang. Erra membayangkan kalau senjata api itu digunakan Lee dan juga dirinya. 

__ADS_1


"Singa betinaku… tunggulah aku. Kakak tampanmu akan segera datang," gumam Erra. 


Erra hanya mengganti bajunya dengan t-shirt hitam polos, celana jeans robek-robek dan jaket kulit. Erra sengaja tidak menutup resleting jaket kulit itu. Bahkan penampilan Erra sekarang menjadi rocker. 


Lalu bagaimana dengan Garda? Garda juga memakai baju yang sama. Garda juga jarang sekali memakai baju casual ketika berada di dunia mafia. Bahkan Garda terlihat lebih urakan dari Erra. Rambutnya yang coklat sengaja tidak disisirnya. Namun begitu Garda sangat tampan sekali hingga membuat para perempuan terlena. Oh… Garda… jangankan perempuan-perempuan yang diluar sana. Aku juga sebagai author suka sama kamu. 


"Kamu menyukaiku Thor?" tanya Garda. 


"Iyalah. Kamu sangat seksei," jawab Author yang blak-blakan. 


"Kalau begitu mari kita pacaran!" ajak Garda yang menembak Author. 


"Huaha… Garda kamu sangat tampan sekali," puji Author dengan mata berbinar. 


Garda tidak memperdulikan pujian dari Author. Tanpa banyak bicara Garda pergi. Hingga membuat Author memaki Garda, "DASAR ES BALOK! GUE PUJI ABIS-ABISAN LU MALAH PERGI!"


Lalu Garda dan Erra keluar secara bersamaan. Setelah itu mereka pergi meninggalkan mansion untuk menuju ke bandara.


Aders Corporation Groups International. 


Greg yang selesai membereskan pekerjaannya langsung pergi ke ruangan Jake sambil membawa berkas tentang Elizabeth. Dengan senyum sumringahnya Greg masuk ke dalam dan melihat Jake dan Feli berpegangan tangan sambil duduk berhadapan. 


Dengan terpaksa Greg berdeham hingga membuat konsentrasi mereka buyar seketika, "Ehem."


Seketika Feli terkejut dan menatap wajah Jake. Dengan cepat Feli menarik tangannya dari genggamannya. Namun Jake masih menggenggamnya dengan erat sehingga Feli tidak bisa melepaskannya. 


"Ada yang harus aku bicarakan. Tapi aku enggak mau ada Feli disini," jawab Greg. 


"Baiklah. Aku mau pergi," ucap Feli yang berusaha melepaskan tangannya. 


"Apakah ini berkaitan dengan Lee?" tanya Jake. 


"Ya… itu benar," jawab Greg. 


"Kalau begitu biarkan Feli di sini. Feli berhak tahu tentang kakak besarnya itu," pinta Jake. 


"Aku harap Feli tidak akan menyerang si tersangka itu. Biarkan Lee yang akan bereskan sendiri. Karena kabar ini ada sangkut pautnya dengan rumah tangganya bersama Erra," saran Greg buat Feli.


"Baiklah," ucap Feli. 


Greg melemparkan berkas itu ke arah Jake. Lalu Jake mengerutkan keningnya sambil melepaskan tangan Feli. 


"Apa ini?" tanya Jake. 


"Aku menemukan beberapa informasi tentang Elizabeth. Yang dimana informasi itu bisa menjatuhkan Elizabeth ke jurang neraka," jawab Greg. 


Jake membuka berkas itu dan membaca semua tentang Elizabeth, Rio dan Lala. Greg sengaja merangkumnya di map itu. 

__ADS_1


"Apakah kamu tahu tentang Rio Febrian seorang pengusaha batu bara yang cukup terkenal sepuluh tahun yang lalu?" tanya Greg. 


"Maksudnya kak Greg Rio Waskita?" tanya Feli balik. 


"Ya… itu maksudnya. Rio adalah pengusaha yang menikahi Rini Wulandari. Pernikahan itu digelar di beberapa tempat mewah di Indonesia. Selain itu juga pernikahan mereka diliput oleh media massa, media elektronik dan media sosial. Sangking mewahnya enam pilar utama kalah telak. Tapi dibalik itu semuanya Rio ditipu oleh Rini. Seluruh aset berharga yang dimiliki Rio sudah berganti nama menjadi Rini Wulandari," jelas Greg. 


"Oh… ya… aku baru ingat. Pernikahan itu disiarkan di televisi swasta selama beberapa hari yang menghabiskan dana empat milyar. Gara-gara acara pernikahan itu kakak besar ngamuk dan melemparkan televisi kami ke kolam," ucap Feli yang sedih. 


"Apakah itu benar?" tanya Jake. 


"Ya… kakak besar sampai muak melihat itu," jawab Feli. 


Mereka tidak bisa membayangkan apa yang dilakukan oleh Lee saat itu. Entah kenapa mereka bergidik ngeri jika Lee melakukan hal itu. 


"Apakah kamu sudah memberikan laporan itu ke Lee?" tanya Jake. 


"Sudah. Malah ini sangat akurat," jawab Greg. 


 "Kalau begitu kita bisa tenang. Cepat atau lambat Lee akan mengamuk kepada Rini," kata Jake yang dibarengi anggukan Greg. 


"Kalau begitu aku mau lembur dulu," sahut Greg. 


"Ngapain kamu lembur?" tanya Jake. 


"Biasa mau ngamanin sistem keamanan jaringan enam pilar utama. Aku sedang membuat virus yang menghalau musuh bisa membobol kemanan enam pilar utama," jawab Greg. 


"Kalau begitu aku juga. Aku juga sudah lama tidak membuat virus yang mematikan," ujar Jake yang tersenyum devil. 


"Lalu, bagaimana dengan Feli?" tanya Greg. 


"Aku akan pulang ke rumah sendirian. Lagian aku juga membawa mobil sendiri," jawab Feli yang berdiri. 


"Baiklah," balas Jake. "Hati-hati di jalan."


Feli tersenyum manis ke arah Jake. Jake yang tidak sengaja melihat senyumannya Feli langsung menelan salivanya berkali-kali. Jake mengagumi keindahan makhluk yang berada di depannya. Jujur saja Jake mulai merasakan jatuh cinta kepada Feli. Namun Jake masih menepisnya. Jake tidak mau gegabah mengatakan cinta ke Feli. 


Sedangkan Feli yang notabenenya tidak pernah jatuh cinta juga merasakan hal yang sama. Feli sangat mengagumi Jake secara diam-diam. Namun Feli belum berani jujur terhadap perasaannya. 


"Oh… Tuhan… makhluk yang berada di depanku sangat indah sekali. Bolehkah aku memiliki gadis itu untuk dijadikan istri dan ibu dari anak-anakku?" tanya Jake kepada Tuhan. 


"Ya… Tuhan… ternyata Tuan Jake sangat tampan. Meskipun dingin tapi membuat hati ini hangat. Tuhan kalau dia jodohku dekatkanlah aku sama dia. Kalau dia tidak berjodoh aku mengikhlaskan semuanya," ucap Feli dalam hati. 


Greg yang sedari tadi melihat mereka berdua saling memandang menjadi jengah. Greg melangkahkan kakinya dan keluar dari ruangan itu lalu membanting pintu itu dengan kencang. 


Blooommmm!


Kedua insan yang berada di sana sangat terkejut mendengar pintu dibanting. Jake hanya bisa menghembuskan nafasnya dan berkata, "Pulanglah… lebih baik kamu istirahat."

__ADS_1


"Terima kasih tuan," balas Feli.


__ADS_2