
Joko menatap tajam ke arah sang putra. Bisa-bisanya sang putra mengatakan seperti itu. Ingin rasanya Joko menendang Nanda ke daerah konflik saja.
"Kamu enak ya ngomong seperti itu. Nggak ada beban sama sekali," kesal Joko.
"Bebannya ada pa. Bebannya sekarang aku tidak bisa berlatih lagi. Harus menunggu Angela. Terus salahnya gimana? Apakah aku harus berlatih sendirian? Bagaimana dengan Angela? Setiap ada latihan mereka selalu ikut," ucap Nanda panjang lebar.
Selang beberapa detik kemudian datang Mama Yi datang membawa makanan. Lalu Mama Yi menatap Joko yang sedang kesal.
"Ada apa papa kesal seperti itu?" tanya Mama Yi.
Nanda sedari tadi hanya bisa menahan tawanya. Memang Nanda sengaja menjebak sang papa. Agar bisa melihat wajah kesalnya Joko.
"Putramu itu sangat kurang ajar sekali pada orang tua. Masa yang namanya pasukan khusus disuruh hamil semua dalam waktu bersamaan. Papa kan jadi bingung," jawab Joko yang membuat tawa Nanda meledak.
"Bener juga sih. Tapi mereka belum memiliki pasangan. Nggak usah dipikir soal itu. Nenda itu ingin mengerjai papa saja," ucap Mama Yi sambil memberikan paper bag ke Nanda.
Joko menghembuskan nafasnya secara kasar. Ia benar-benar dikerjai oleh Nanda. Ingin membalasnya namun tidak memiliki materi. Mau tidak mau Joko memilih untuk diam saja. Sementara sang istri diam-diam menahan tawanya. Ia tidak sengaja melihat Joko sedang kesal.
"Sudah siang. Pergilah ke rumah Angela. Berikan nasi goreng ini kepada Angela. Angela sedang ngidam nasi goreng buatan Mama!" titah Mama ye yang memberikan paper bag ke arah Nanda.
Nanda segera meraih paper bag itu dan memasukkannya ke dalam tas. Ia berdiri dan meninggalkan mereka. Sebelum melangkah lebih jauh Nanda berpamitan kepada mereka.
Bandara Soetta.
__ADS_1
Jet pribadi milik Jake mendarat sempurna. Untung saja hari ini cuacanya sangat cerah. Mereka sangat bersyukur ketika sampai di Jakarta. Setelah itu mereka turun dari jet pribadi langsung dikawal oleh beberapa orang. Mereka melihat landasan pesawat itu masih sepi. Dengan cepat mereka melangkah dan memasuki jalur VIP untuk melesat ke mansion Jake.
Di dalam perjalanan menuju rumah Jake, Sheva dan Leony sambil menatap. Di kota inilah mereka bertemu lalu menikah. Mereka mulai mengingat kenangan manis. Sesekali kenangan buruk pun datang. Leony yang mengingat kenangan itu merasakan sesak di dada. Bayangkan saja dirinya ditinggalkan begitu saja saat mengandung Greg. Setelah itu Sheva tidak akan pernah kembali lagi. Ia mendapatkan mimpi buruk itu seperti kejadian yang mengerikan.
Sheva yang menatap wajah Leony langsung berkata, "Maafkan Aku yang telah membuatmu menderita di kota ini. Sekarang kamu berhak bahagia untuk menjalani hidup kedepan. Yang berlalu biarlah berlalu. Aku akan selalu di sampingmu selamanya."
Greg yang mendengar sang papa berbicara hatinya sedih. Ia sangat marah namun tidak bisa diungkapkan. Setelah itu tangan Jake memukul pelan pundak Greg sambil mengemudi dengan pelan. Jake memberikan sebuah kode agar Greg tetap tenang.
Sebelum terbang ke Jakarta Greg menceritakan perasaannya ke Jake. Namun Jake memintanya untuk tidak membalaskan dendam. Greg harus bersikap tenang dan tidak gegabah melakukannya. Ia juga meminta agar melupakan masa lalu itu.
Meskipun saat itu tidak memiliki keluarga yang utuh, Greg sangat bahagia sekali. Hidupnya dibiayai oleh Irwan hingga menjadi orang sukses. Kesuksesan itu membuatnya menjadi berkah sendiri. Diam-diam Greg memiliki anak asuh yang banyak. Greg mendirikan sebuah panti asuhan kecil. Greg ingin berbagi kepada mereka. Meskipun ia memiliki jiwa iblis. Akan tetapi dirinya tetap berusaha menjadi orang baik.
Greg tersenyum menatap Jake dan mengucapkan terima kasih. Jaket adalah orang yang tepat ketika bersama di satu fakultas yang sama. Untung saja saat itu Jake bisa melindungi Greg dari orang-orang jahat. Bahkan diam-diam Jake memiliki jiwa yang tidak bisa ditebak.
Naomi tiba-tiba saja merasakan perutnya sangat sakit sekali. Naomi meminta March untuk pergi ke rumah sakit. Pria paruh baya itu pun merasakan kalau Naomi akan segera melahirkan. Ia memanggil pengawalnya untuk menyiapkan mobil.
March sangat panik sekali melihat Naomi kesakitan. Baru pertama kali dirinya melihat sang istri yang akan segera melahirkan itu. Untung saja Naomi sudah mempersiapkan perlengkapan dan peralatan bayi kembarnya itu. Siang itu juga mereka berangkat ke rumah sakit.
Setelah berangkat ke rumah sakit, mobil Jake datang dan parkir di depan kolam ikan. Ia melihat tidak ada orang satupun. Matanya mencari keberadaan pengawal. Namun tidak menemukannya sama sekali.
"Tumben saja mansion ini kok sepi sekali? Biasanya Mama dan papa memberikan makan ikan di kolam itu," ucap Jake.
"Kamu benar. Aku juga merasakan hal yang sama. Ke mana mereka semua? Ke mana para pengawal yang mengawal rumah ini?" tanya Greg bertubi-tubi.
__ADS_1
"Memangnya ke mana March?" tanya Sheva.
"Entahlah. Setiap minggu mereka selalu memberikan makan ikan di kolam itu. Kemungkinan besar Mama kecapean lalu memutuskan untuk istirahat. Tapi ini sangat aneh sekali. Biasanya para pengawal menjaga mansion ini dengan sangat ketat," jawab Jake. "Kalau begitu kita keluar saja. Aku akan mencari pengawal dan menanyakan keberadaan mereka. Padahal mereka sedang menunggu kedatangan kita. Sempat Mama ngomong kalau ingin menyambut kedatangan paman."
"Tidak apa-apa. Bukankah mamamu sedang mengandung kedua adik kembar kamu itu?" tanya Sheva.
"Atau jangan-jangan Mama melahirkan?" tanya Jake balik.
"Dari mana papa tahu kalau bibi Naomi sedang mengandung?" tanya Greg.
"Papa sering mengintip sosial media milik pamanmu itu. Ada rasa bahagia ketika bibi kamu mengandung. Sepertinya papa akan membuat mama kamu mengandung lagi. Papa ingin memiliki seorang bayi agar kamu tidak sendirian," jawab Sheva dengan jujur lalu diberi pukulan oleh Leony.
Plakkk.
Melihat Leony memukul Sheva, mereka tertawa. Karena Sheva berbicaranya tidak disaring. Apalagi usia grab sekarang sudah memasuki dua puluh delapan tahun. Bagaimana dirinya jika memiliki adik bayi dengan usia seperti itu?
"Papa nggak boleh memiliki adik bayi. Papa tahu kalau usiaku itu sudah tua? Jika aku memiliki adik bayi. Bagaimana adik bayiku tumbuh menjadi dewasa dan aku sudah tua? Lebih baik papa mendoakan aku biar mendapatkan jodoh. Setelah mendapatkan jodoh kami akan menikah dan memberikan papa seorang cucu. Jangankan cucu satu... Lima langsung aku kasih," kesal Greg.
"Itu ide yang bagus. Kalau begitu papa akan menarik ucapan tadi. Papa nggak akan membuat mamamu mengandung. Rasanya kamu harus mencari seorang gadis untuk dinikahinya," sahut Sheva.
"Ya itu benar pa. Mama juga setuju. Tapi awas saja buat papa. Kalau mama sampai mengandung lagi. Mama tidak akan memaafkan papa," kesal Leony.
"Sebentar... Memang siapa sih yang mau sama kamu Greg? Kok aku nggak pernah lihat seorang perempuan di sampingmu? Padahal kamu itu digandrungi banyak perempuan di kantor," tanya Jake secara bertubi-tubi.
__ADS_1