Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 433


__ADS_3

"Kamu tetap saja tenang di rumah. Biarkanlah kami yang mengurusnya," jawab Garda.


"Kalau aku nggak mau?" tanya Lee yang sudah mulai berbuat nekat.


"Nggak usah nekat seperti itu. Baiklah... Ketimbang Kamu nekat. Papa akan memberikan kamu satu pekerjaan," jawab Bayu sambil menatap sang menantu.


"Pekerjaan apa pa?" tanya Lee yang curiga.


Bayu paham apa yang membuat sang menantu curiga. Lalu Bayu hanya tersenyum sambil memandang wajahnya. Ia tidak akan memberikan suatu tugas yang berat. Karena tugas ini hanya ada di dalam Mansion sambil rebahan.


"Kamu jangan curiga seperti itu. Papa nggak akan memberikan tugas yang berat buat kamu. Tugasnya adalah rebahan di atas ranjang bersama laptopmu itu," ucap Bayu yang membuat Lee bingung.


"Aku bingung pa. Kok Papa memberikan aku tugas seperti itu? Bisa-bisa Kakak tampan akan menjadi betah di rumah.kayak tampan tidak akan pergi ke kantor lagi sambil menjagaku," ujar Lee.


"Ya nggak gitu konsepnya. Meskipun Erra tidak masuk kantor. Nanti kan Erra bisa meminta laporan seluruh divisi diantar ke rumah. Biarkan Erra yang bekerja di rumah. Kamu tugasnya memantau kegiatan mereka. Sampai mana sih mereka itu? Itu juga namanya pekerjaan. Soal upah nanti papa yang atur deh," sahut Bayu yang mengerti akan Lee.


"Aku nggak masalah upah pa. Kalau begitu baiklah. Yang penting aku tidak menganggur di rumah. Masak di rumah hanya makan tidur saja. Bisa-bisa aku nanti salto di halaman belakang," kata Lee.


What?


Seluruh para penghuni di ruangan itu sangat terkejut sekali dengan tingkah Lee. Bayu memandang wajah Andi seakan melemparkan pertanyaan. Pertanyaannya itu adalah ngidam apa sih lo ketika bini lu hamil. Anak lu bisa kayak gini?


Andi pun paham dengan tatapan Bayu. Andi hanya tersenyum lucu dan mengetikkan bahunya. Memang Lee adalah anak perempuan satu-satunya di anggota enam pilar utama. Namun kelakuannya malah seperti laki-laki. Bisa jadi dahulu gaulnya sama mereka.


"Gue sudah bilang sama lu. Kalau putriku ini lu rawat dengan cara ekstrem. Jadi jangan protes kalau anak gue kayak gitu," ucap Andi sambil terkekeh.

__ADS_1


"Apakah itu benar pa?" tanya Garda yang baru tahu bahwa yang merawat Lee selama ini adalah Bayu.


"Ya itu benar. Makanya jangan salahkan kalau Lee sering berbuat nekat," jawab Andi.


"Kan sudah aku bilang Sedari dulu sama Kak Garda. Kalau aku hidupnya di markas. Pagi-pagi berangkat sekolah itu hal yang lumrah buat aku. Pulang-pulang langsung dilemparin bom kecil tapi mematikan. Mau nggak mau aku harus menghindari serangan bom itu.mana ada anak kecil mendapatkan perlakuan seperti itu ketika pulang sekolah?" ucap Lee.


"Buktinya ada. Ya Kamu sendiri," ledek Bayu yang membuat Garda tertawa.


"Tapi aku sangat bersyukur sekali. Di usia sekecil itu sudah mengenal hal-hal militer dengan sangat keras sekali. Latihan fisik sudah aku lakukan. Setelah itu giziku dijaga. Selain itu aku sendiri sudah mulai berbisnis kecil-kecilan. Aku sudah mulai menjual bom untuk para mafia. Aku sengaja memakai nama papa Irwan agar tidak mendapatkan masalah besar. Atau juga Papa Andi. Kedua orang itulah yang aku ambil namanya. Jika aku memakai namaku sendiri. Mereka tidak akan pernah percaya. Kalau yang menjual itu adalah bocah kecil. Bisa dibayangkan di usia segitu sudah menjual bom," ucap Lee secara blak-blakan.


Garda hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Bagaimana bisa sang adik kecilnya itu menjual bom dengan memakai nama orang? Namun dirinya sangat bangga kepada adiknya itu. Bagaimana sang adik melalui kesedihannya selama ditinggalkannya itu?


"Kakak nggak akan pernah nyalahin kamu. Kakak juga tidak akan pernah memarahi kamu. Selama kita tidak bersama hidupmu sangat menderita sekali," ucap Garda.


"Aku tidak menderita. Tapi aku sekarang menjadi wanita tangguh. Kemungkinan besar aku akan memberikan inspirasi kepada setiap wanita. Jangan pernah sedih untuk menjalani hidup selanjutnya," jelas Lee.


"Tidak perlu pa. Nggak perlu untuk menjadi content creator. Aku sering menulis quotes di sosial media. Di bawahnya aku kasih caption untuk seluruh wanita di dunia ini agar semangat selalu untuk menjalani hidup," sahut Lee.


"Itu sangat bagus sekali. Lanjutkanlah. Kelak kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang sempurna," tutur Andi.


Sementara di mansion, Erra bangun dari tidurnya. Ia memegang sebelah ranjangnya kosong. Lalu dirinya bangun dan mencari keberadaan Lee. Namun apa daya dirinya tidak menemukannya sama sekali. Beberapa saat kemudian datang Rani sambil membawa baju bersih. Rani menatap wajah Erra yang kebingungan.


"Kamu kenapa?" tanya Rani.


"Di mana istriku Ma?" tanya Erra balik.

__ADS_1


"Memangnya kamu punya istri ya?" tanya Rani sambil meledek Erra.


Erra hanya bisa menghembuskan nafasnya. Ia tidak akan lupa dengan istrinya itu. Apalagi istrinya akan memberikan tiga kurcaci lucu buat dirinya. Namun siapa sangka sang Mama tercintanya itu lupa akan Lee.


"Masa mama lupa sih. Aku kan sudah menikah," jawab Erra yang mengusap wajahnya secara kasar.


"Berarti kamu ingat ya. Istrimu berada di kantor Sebastian. Ada satu kasus tentang penggelapan dana di perusahaannya itu. Makanya Lee berangkat sama papamu untuk menuju ke sana," ucap Rani.


"Kapan dia pulang Ma?" tanya Erra.


"Paling sebentar lagi pulang. Mereka tidak akan lama di sana. Karena mereka sedang membicarakan kasus tersebut. Sepertinya kasus itu mirip dengan apa yang dialami oleh Nanda. Cepat atau lambat Lee akan mendapatkan tugas besar untuk mengungkap kejadian itu," jawab Rani.


"Tapi dia sedang hamil ma," ucap Erra yang khawatir dengan keadaan Lee.


"Tidak masalah soal itu. Memangnya orang hamil harus diam di rumah dan tiduran. Nggak bagus juga kali. Meskipun hamil muda pun wanita itu kudu terus bergerak. Mama saja yang hamil kamu gerak terus. Masak Mama tiduran sampai lahiran kamu. Kamu itu lama-lama aneh sekali," ujar Rani.


"Takutnya pekerjaan yang diberikan Papa berat," celetuk Erra.


"Nggak akan berat. Masih istrimu diam di rumah sambil diberikan laptop. Yah kemungkinan besar istrimu bekerja di bidang cyber crime," ucap Rani yang paham akan kegelisahan Erra.


"Takutnya nanti istriku dikasih tugas untuk mengarungi sungai," sahut Erra.


"Ya nggaklah. Papamu nggak akan sekejam itu. Apalagi bayi yang dikandungnya adalah cucunya sendiri. Nggak akan mungkin papamu membunuh cucunya sendiri," kesal Rani.


"Ya bukannya begitu ma. Dahulu saat aku jauh. Aku sering mendengar kalau Li mendapatkan tugas yang sangat berat sekali. Itulah pikiranku sekarang ma," ucap Erra.

__ADS_1


"Tenanglah. Nggak apa-apa. Kamu jangan terlalu posesif seperti itu. Biarkanlah istrimu itu bergerak kemanapun dia suka. Jangan terlalu mengekangnya. Karena istrimu itu menganut kebebasan. Yang artinya hidupnya sangat bebas sekali. Tapi kamu harus mengawasinya," saran Rani.


"Mama oke banget. Semoga saja Lee baik-baik saja hingga melahirkan nanti," ucap Erra dengan tulus.


__ADS_2