
Mereka hanya mengangguk serempak. Lee dengan semangatnya mendekati Jake.
"Kak Jake... cepatlah menikah. Berikan aku keponakan yang lucu," mohon Lee.
"Baiklah. Aku harap kamu sama Feli hamil bersama dan melahirkan bersama-sama," senyum Jake yang merekah.
"Aku tunggu," ujar Lee dengan semangat.
"Siapa saja yang belum datang?" tanya Jake.
"Imam dan Sam," ucap Nanda.
Jake yang melihat Garda dengan bingung. "Kok Garda disini?"
"Garda adalah Brucce Sebastian," ucap Erra.
Mata Jake membulat sempurna. Jake tak percaya asisten bawah tanah Erra yang slengekan ternyata Brucce Sebastian.
"Kamu enggak bercanda kan?" tanya Jake.
"Aku tidak bercanda. Garda adalah Brucce Sebastian. Garda adalah kakak kandung Lee dan juga putra Andi Sebastian bersama Kartika Putri alias Caroline Riu pemilik BL company," jawab Erra.
"BL Company?" sahut Imam yang baru saja datang. "Sepertinya aku pernah mengenal nama itu?"
"Nama BL terinspirasi dari inisial Brucce dan Lee. Bunda Caroline memakai nama itu agar ingat kepada Brucce dan juga Lee," jelas Nanda.
"Jadi kamu sudah tau?" tanya Erra ke Nanda.
"Bahkan aku juga sudah tau sebelum Nanda," sahut Sam yang berjalan bersama Pita ke arah mereka.
"Aish... Kenapa enggak cerita kalau kamu tau tentang BL Company?" tanya Erra yang kesal.
"Lu baru tau sekarang?" tanya Sam balik.
"Iya," jawab Erra yang datar sedatar triplek.
"Dan lu enggak tau selama Lee tinggal di Helsinki. Lee hidup bersama Bunda Caroline," ucap Sam.
Dengan geramnya, Erra ingin melemparkan mereka berdua ke Sungai Brantas.
"Kenapa baru kali ini jujur dengan keadaan Lee yang sebenarnya? Kalian kan tau kalau aku mencari Lee seperti orang gila muter-muter enggak karuan. Bahkan aku hampir membakar mansion Ayah Fendi!" kesal Erra.
"Ketimbang debat terus tentang keberadaanku yang entah dimana saat dulu lebih baik kita meeting," potong Lee.
"Di manakah Imam?" tanya Erra.
“Hey... Big Boss aku disini!” seru Imam.
“Ayo kita meeting,” ajak Lee dengan tenang.
Kemudian mereka menuju ke ruangan meeting yang berada di lantai bawah. Sesampainya di ruangan meeting mereka melihat Greg yang sedang asyik bermain game. Dengan cepat Lee mengambil ponselnya lalu melirik Greg.
__ADS_1
“Silahkan duduk semua,” pinta Feli.
Mereka serempak duduk. Sedangkan Lee mengajak squad White Eragon untuk bermain game online.
“Sebelum acara dimulai,” ucap Feli.
“Sebentar,” potong Lee.
“Ada apa adik kecil?” tanya Jake.
“Sebentarlah,” jawab Lee dengan lembut.
Mereka akhirnya diam dan melihat tingkah Lee yang serius sambil memegang ponsel. Mereka tau apa yang di maksud oleh Lee dan Greg. Erra mengeluarkan kunci mobil sport mewah lalu di taruh di meja.
“Aku mendukung istriku,” ucap Erra.
“Aku juga,” sahut Jake.
Kemudian mereka menaruh kunci mobil mewah di atas meja. Lee mendapat dukungan enam orang. Sisanya mendukung Greg. Hanya butuh waktu lima menit Lee bersama skuad White Eragon mengalahkan Greg dengan tertawa puas dan melihat kunci mobil mewah.
“Apakah ini semuanya milikku?” tanya Lee.
“Terimalah hadiah kami karena sudah memenangkan pertandingan game terepic di hari ini,” ucap Jake.
Sedangkan Greg hanya tertunduk lesu melihat gamenya yang tewas mengenaskan. “Nasrib... Nasrib! Kenapa aku tidak bisa mengalahkan adik kecil ya? Padahal aku adalah sang pencipta bahkan sang pemilik game ini kalah telak dari adik kecil.”
“Ketimbang Kak Greg sedih, ini aku berikan kunci mobil milik Kak Nanda saja buat kamu,” ucap Lee dengan tersenyum manis.
“Apakah adik kecil serius memberikan mobil sport?” tanya Greg.
Sebelum mengambil kunci itu, Greg melihat Nanda dengan perasaan yang tidak enak. Nanda hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
“Ambilah,” pinta Lee.
Kemudian Greg tersenyum melihat Lee. “Terima kasih adik kecil.”
Setelah itu Feli mulai membuka meeting bersama. Lee mengambil tempat duduk di samping Erra dan bersebelahan bersama Garda.
Di lobi gedung Anders Corporation Group International ada seorang kurir sedang membawa paket mendekati Resepsionis.
“Pagi mbak,” sapa si Kurir.
“Pagi. Ada yang bisa saya bantu?” tanya Bella.
“Ada kiriman paket dari seseorang untuk Tuan Jake,” jawab si Kurir.
“Oh... Tuan Jake sedang meeting,” ucap Bella.
“Paket ini sangat penting buat Tuan Jake. Karena yang mengirimkan paket tersebut teman sekelasnya dulu,” ujar Kurir yang meyakinkan Bella.
“Baiklah. Mari saya antar kesana,” ajak Bella.
__ADS_1
Kemudian Bella mengantarkan kurir itu ke ruangan meeting yang berlantai dua puluh lima. Sesampainya di sana Bella mengetuk pintu. Peserta rapat yang berada di dalam menghentikan meetingnya. Feli membukakan pintu lalu melihat Bella dan orang yang tidak dikenal.
“Ada apa Bella?” tanya Feli.
“Ada kiriman paket dari seseorang katanya teman sekolahnya dulu,” jawab Bella.
“Berikan padaku,” ucap Feli.
Kemudian kurir itu memberikan paket ke Feli. “Terima kasih kak.”
"Sama-sama," jawab Feli yang ramah.
Setelah itu Bella bersama kurir meninggalkan ruangan meeting. Feli yang keberatan membawa paket itu menaruhnya di atas nakas. Entah kenapa ponsel Lee tiba-tiba saja berbunyi menandakan ada bom berada disekitarnya. Begitu juga seluruh ponsel enam pilar utama bersama sekretarisnya berbunyi. Lee berdiri dan melihat kardus itu kemudian membukanya.
“Shit!!!!” umpat Lee.
“Adik kecil!” seru Imam.
Nanda yang melihat bom rakitan yang mempunyai waktu hanya 25 detik langsung memegangnya dan melemparkannya ke luar gedung. “Awas!!!!!!!!”
Seluruh enam pilar utama keluar dari ruangan meeting dengan cepat.
JEDERRRRRRRRRRRRRRRRRR!!!!!
Lee yang dipeluk oleh Erra merasakan hal yang lega karena sang istri selamat. Keenam pilar utama dunia melihat gedung Anders Corporation Group International hancur berantakan di bagian ruangan meeting dan ruangan kosong yang belum ditempati.
“Apa-apaan ini?” tanya Jake yang geram.
Kemudian ponsel Imam berdering. Imam melihat nomor tanpa nama lalu mengusap lambang berwarna hijau.
“Hallo,” sapa Imam.
“Apakah kalian telah menerima paketku? Jika kalian sudah menerima paketku selamat bersenang-senang. Aku pastikan akan hancur satu persatu. Terutama singa betina!” ancam si penelpon misterius.
Sambungan terputus.
Setelah itu Imam melihat Lee dengan wajah yang tidak bisa diartikan.
“Mam,” panggil Jake.
“Musuh sudah bergerak,” ucap Imam.
“Segera ke markas White Eragon! Hubungi para petinggi White Eragon!” titah Lee yang dingin.
Kemudian mereka meninggalkan Anders Corporation Group International. Seluruh pengawal Black Dragon dikerahkan untuk menyusuri tempat kejadian itu. Sementara di pinggir jalan seorang perempuan yang bernama Gissel tersenyum manis. “Baguslah. Setelah ini menjalankan rencana selanjutnya yaitu membunuh singa betina.”
Setelah melihat gedung Anders Corporation Group International hancur. Gissel melajukan mobilnya ke apartemennya dengan hati yang bahagia. Sepanjang perjalanan, Gissel mempunyai rencana jahat untuk membunuh singa betina.
Sesampainya di apartemen, Gissel masuk kedalam apartemennya lalu melihat Alicia yang sedang diam. Lalu Gissel mendekati Alicia. “Besok giliran kamu.”
“Baiklah,” jawab Alicia.
__ADS_1
“Aku ingin kamu bekerja dengan bersih. Jangan sampai ada yang tau rencana ini. Kalau ada yang tau akan kupastikan hidupmu akan aku habisi,” bisik Gissel yang penuh dengan penekanan.