
"Ya... Enggak lalu-lalulah. Lagian juga kamu enggak mau istirahat," jawab Erra.
"Lalu apa hubungannya jika aku enggak istirahat?" tanya Lee.
"Ya... Ada sih. Jika kamu enggak istirahat juga aku akan melahapmu," jawab Erra.
"Ish... Kakak ini... Baiklah aku akan tidur," kesal Lee yang masih betah berada di pelukan hangat Erra.
"Aku akan menunggumu sembuh. Setelah itu aku akan menanam benih di dalam perutmu itu," batin Erra.
Tak lama Lee menatap wajah Erra lalu bertanya, "Bukannya Asco besok ada rapat pemegang saham?"
"Ya... Kamu benar. Kamu adalah pemegang saham terbesar di Asco. Jadi kamulah yang akan berkuasa," jawab Erra.
"Bagaimana bisa aku memiliki saham besar. Bukannya sahamku hanya sepuluh persen?" tanya Lee.
"Ya... Papa telah memberikanmu saham sebesar lima persen. Aku menyerahkan sahamku semuanya. Jadi aku tidak memiliki saham di Asco," jawab Erra.
"Kenapa kamu memberikan sahammu kepadaku semuanya?" tanya Lee.
"Katanya kamu ingin berhadapan dengan Candra?" tanya Erra.
"Oh... Iya sih kok aku lupa," ucap Lee yang hampir melupakan sesuatu.
"Aku sengaja memberikan saham kepadamu agar kamu bisa melawan Candra," ujar Erra yang memiliki firasat jika Candra akan menyerang.
Flashback On.
Setelah membumihanguskan Malikz Groups Erra menatap wajah Garda. Erra melipat kedua tangannya dan gelisah. Erra mengambil air mineral yang berada di depannya itu, "Aku rasa tidak akan lama lagi Candra akan menyerang Asco."
"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Jake.
"Besok siang akan ada rapat pemegang saham. Aku akan memberikan sahamku kepada Lee semuanya," jawab Erra.
"Apakah kamu yakin? Lee sudah memiliki saham di sini sebesar sepuluh persen?" tanya Garda.
__ADS_1
"Siapa yang memegang saham selain kamu, papa Andi, papa Bayu dan mama?" tanya Erra.
"Sisanya Joe, Elizabeth, Jarot dan Choi. Mereka memiliki saham dibawah sepuluh persen," jawab Garda sambil mengingat siapa saja yang memegang saham Asco di luar.
"Ok... Fix... Aku akan memberikan sahamku untuk Lee. Aku yakin salah satu dari mereka akan menyerangku," ujar Erra.
"Lalu jika kamu memberikan sahammu kepada Lee, apakah kamu yakin bisa berkutik?" tanya Garda kepada Erra yang mulai serius.
"Aku akan bersembunyi dibelakang Lee," jawab Erra. "Lee akan melakukan yang terbaik buat perusahaan ini kelak."
"Yang dikatakan Erra benar. Aku mulai menganalisis keadaan. Setelah kita menghancurkan Malikz Groups Candra akan menyerang Erra. Candra akan melakukan berbagai cara untuk menghabisi Erra. Kalian tahukan kalau Erra itu mempunyai segudang prestasi di dunia bisnis. Semenjak Erra masuk ke Asco dan bersama kita. Seluruh perusahaan yang kita naungi berkembang pesat. Disinilah Candra tidak mau dikalahkan oleh siapapun," jawab Jake yang sedari tadi berpikir. "Jika salah satu dari kalian yang memegang saham terbesar. Maka salah satu dari kalian bisa melindungi Asco."
Garda dan Greg paham akan analisis Jake. Mereka juga berpikir keras agar tidak kecolongan. Karena Candra akan memiliki segudang cara untuk membumihanguskan enam pilar utama. Lalu kenapa Erra memberikan sahamnya kepada Lee? Pertanyaan itu seakan aneh dijawab. Kemungkinan besar Erra akan mendikte Lee agar bisa mengetahui salah satu dari mereka ingin menggulingkannya.
Flashback Off.
"Apakah kamu tahu salah dari mereka ingin menggulingkan aku?" tanya Erra.
Lee baru paham apa yang dikatakan oleh Erra. Lee teringat akan kejadian di mana beberapa bulan lalu sebelum menikah. Salah satu dari para pemegang saham itu ingin Erra mundur. Saat itu Lee hanya memiliki saham sebesar lima persen. Lee mati-matian membela Erra karena prestasinya. Kemudian Andi, Bayu dan Garda membelanya. Akhirnya pemegang saham itu mundur alon-alon.
"Ya... Aku paham. Aku enggak tahu siapa namanya. Yang pasti dia perempuan dengan wajah juteknya," jawab Lee.
"Kehidupan kita kok kaya gini ya? Rasanya aku ingin hidup tanpa ada musuh. Aku ingin hidup normal seperti orang-orang biasa. Tanpa ada permusuhan," ucap Lee dengan sendu.
"Inilah takdir yang harus kita jalani. Kita ditakdirkan untuk menjadi ahli waris dari perusahaan yang terkenal. Cepat atau lambat kita akan menduduki sebuah jabatan. Yang dimana jabatan itu bisa membuat orang-orang sejahtera dan juga keluarganya," jawab Erra. "Kamu tahu kenapa aku mempertahankan Asco Groups?"
"Aku mengerti," jawab Lee.
"Jika kamu sudah mengerti jangan pernah menyesali akan kehidupan kamu yang sekarang. Semakin tinggi jabatan yang kamu punya... Semakin banyak musuh yang menginginkan kematian kita. Jika aku disuruh menjadi memilih menjadi orang biasa atau ahli waris... Aku akan memilih jadi orang biasa. Hidup dengan kesederhanaan tanpa harus memiliki musuh," ucap Erra dengan bijak.
"Jika kamu menjadi orang biasa, pekerjaan apa yang kamu miliki?" tanya Lee.
"Hmmp... Menjadi kuli bangunan atau menjadi peternak kambing, petani atau juga mekanik," jawab Erra yang memikirkan pekerjaan apa yang cocok.
"Kalau begitu aku akan menjadi istri yang baik buat kamu dan ibu yang baik buat anak-anakmu," ujar Lee yang bersemangat.
__ADS_1
Istanbul Turki.
Setelah membangun kembali perusahaan yang hancur lebur Candra tersenyum puas. Candra sekarang akan membuat rencana yang akan menghabisi nyawa para pemegang pilar utama perekonomian dunia. Target utama adalah Erra. Namun Candra masih berpikir bagaimana caranya menghabisi Erra dengan mudah. Disisi lain kekuatan Erra semakin bertambah karena adanya Lee si singa betina.
Beberapa saat kemudian datang Yoona dan Seva. Mereka duduk bersama dan menatap wajah Candra. Tak lama Yoona bertanya, "Apakah Malikz bangkrut?"
"Hanya sebentar. Enggak lama... Aku tahu pelaku sebenarnya," jawab Candra.
"Apakah singa betina?" tanya Seva.
"Erra," jawab Candra.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?" tanya Seva.
"Aku akan menyuruh orang untuk menghabisi Erra," jawab Candra.
"Apakah kamu yakin bisa menghabisi Erra?" tanya Yoona.
"Aku akan melakukannya," jawab Candra.
"Perlu yang kamu tahu kalau di samping Erra ada singa betina. Kamu menyentuh seujung rambutnya singa betina akan mengaum. Satu lagi singa betina adalah seorang dukun yang di mana bisa mengetahui kapan kamu menyerang," tambah Yoona.
"Apa?" pekik Seva dan Candra secara bersamaan.
"Apa benar singa betina adalah seorang dukun?" tanya Candra yang serius.
"Ya itu benar," jawab Yoona. "Coba saja kamu membuat rencana menghabisi Erra... Dalam hitungan detik singa betina akan mengetahui seluruh rencanamu."
"Aish... Kamu ini... Serem dong... Bisa-bisanya aku disantet," kesal Candra.
"Apakah bisa singa betina menyantet orang?" tanya Seva.
"Namanya dukun bisalah. Kenapa enggak bisa. Kamu ini aneh sekali. Bahkan sangat aneh sekali," kesal Yoona.
"Kalau begitu hubungi singa betina. Biar singa betina yang menyantet suaminya sendiri!" titah Candra.
__ADS_1
"Setuju. Jadi kita enggak susah-susah menghabisinya," ujar Yoona.
Seva menggelengkan kepalanya sambil kebingungan. Seva bingung dengan pembicaraan kedua sahabatnya itu. Menurutnya apa benar di jaman modern ada santet. Ah... Rasanya Seva bingung dan bertanya, "Apakah di jaman modern ada santet?"