Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 56


__ADS_3

Mereka akhirnya pergi ke markas White Eragon. Di dalam perjalanan, Jake yang sedang menyetir berbicara kepada March.


''Pa... Aku tadi pagi dapat kode dari Paman Irwan,'' ungkap Jake.


''Maksudnya?'' tanya March.


''Emilia sedang berada di Bekasi. Bahkan bertemu langsung dengan Alicia,'' jawab March.


March mengernyitkan keningnya. March tampak berpikir sesuatu.


''Apakah kamu sudah meretas data diri mereka? Aku takut Alicia ada sangkut pautnya dengan musuh bebuyutan kita,'' ujar March.


''Aku belum meretas data diri mereka. Aku hanya meretas CCTV restoran milik Alicia saja,'' sahut Jake. ''Aku akan pinjam laptop milik Paman Andi di sana.''


''Baiklah,'' ucap March.


Bayu yang masih berada di kota New York, langsung mendapatkan informasi Emilia berada di Bekasi sangat geram.


''Semoga Emilia tidak menyentuh apapun tentang 6 pilar utama,'' gumam Bayu.


Kemudian Andi datang menghampiri Bayu dengan membawa 2 coklat panas dan menaruhnya di meja.


''Lu kenapa?'' tanya Andi.


''Emilia berada di Bekasi. Menurut informasi dari Irwan, Emilia hanya makan di restorannya Alicia,'' jawab Bayu.


''Hmmp... kecurigaan gue benar. Beberapa tahun terakhir Emilia dering sekali mengunjungi Alicia. Bahkan mereka berbicara layaknya orang sudah berkenalan,'' ujar Andi.


''Maksud lu?'' tanya Bayu.


''Ya gue sudah tau. Selama ini gue berpikiran positif,'' jawab Andi. ''Tapi gue punya firasat yang tidak enak.''


''Gue juga begitu,'' ujar Bayu.


Setelah itu Andi langsung meretas CCTV di restoran milik Alicia. Tak selang berapa lama, Andi menemukan percakapan Emilia dan Alicia.


''Bayu, coba lu dengar ini,'' seru Andi.


Setelah itu Bayu dan Andi serius mendengarkan percakapan mereka. Mereka langsung tersentak kaget.


''Apakah Alicia mempunyai hubungan darah dengan Emilia?'' tanya Bayu.


''Aku sendiri juga tidak tahu. Di saat Lee menemukan Alicia tidur di emperan toko saat itu, Alicia bercerita kalau dia tidak punya keluarga,'' jawab Andi.


''Andi!! Lebih baik kamu telusuri siapa Alicia yang sebenarnya?'' sela Bayu.


''Ah.. kau benar. Baiklah aku akan mencari informasi tentang mereka,'' sahut Andi.


Dengan cekatan, Andi langsung mencari informasi mereka. Tanpa di sadari, mata Andi membelalak sempurna.


''Bayu, lihatlah ini!!!'' seru Andi.


''Ada apa?'' tanya Bayu.


Kemudian Bayu mendekati Andi lalu melihat seluruh informasi tentang Alicia, Emilia dan Chandra.


''Emilia adalah kakak kembarnya Alicia. Chandra adalah tunangan Alicia. Emilia mempunyai suami namanya Bima Wardhana dan memiliki seorang putri yang bernama Novia Wardhana. Hmmp... sepertinya aku sedikit tau tentang Bima,'' ucap Bayu.


''Bukannya Bima sudah menikah dengan Wati Ramdhani?'' tanya Andi.

__ADS_1


''Setauku, ada apa dengan Emilia, Wati dan juga Bima?'' tanya Bayu balik.


''Kalau masalah pribadi aku tidak begitu paham. Bukannya dulu Wati sering mendekati Joko?'' tanya Andi balik.


''Iya... Ah... kita harus pulang ke Jakarta. Aku rindu sekali Rani. Tapi aku tidak berani melangkah masuk ke dalam rumah. Mobilku masih di perbaiki Sam di bengkel temannya yang berada di Medan,'' jawab Bayu.


''Gue sangka lu lupa sama kejadian naas itu?'' tanya Bayu.


''Gimana gue bisa lupa? Gue selalu merawat mobil itu dengan penuh kasih sayang,'' geram Bayu.


''Apakah Nanda sudah menemukan mereka?'' tanya Andi.


''Belum. Kalau ketemu akan aku hukum mereka,'' jawab Bayu.


Di Helsinki, sepasang suami istri yang selesai latihan tembak saling memandang.


''Kamu semakin hebat,'' puji Erra.


''Aku tidak sehebat kakak. Sepertinya aku harus belajar banyak dari kakak,'' ucap Lee.


''Baiklah... Kamu sepertinya sudah lelah. Lebih baik kamu istirahat. Kita akan lanjutkan besok,'' ujar Erra.


Kemudian Erra menggandeng Lee dan meninggalkan ruangan khusus latihan tembak.


''Kak, apakah aku merasa ada yang aneh sama Kak Garda ya?'' tanya Lee.


''Aneh!! Maksud kamu?'' tanya Erra balik.


''Akhir-akhir ini aku merasa de javu. Jika Kak Erra berdekatan dengan aku, kak Garda marah sekali,'' jawab Lee.


''Hey... Bukannya saat itu kamu masih berusia 3 atau 4 tahun. Kamu masih ingat peristiwa itu ternyata?'' tanya Erra.


Kemudian mereka tertawa karena mengingat kejadian masa lalu. Dimana Erra dan Brucce berantem memperebutkan Lee.


Garda yang memperhatikan kemesraan Lee dan Erra sangat geram.


''Berhenti!!!'' geram Garda.


Kemudian mereka berhenti. Garda langsung mendekati Lee dan menggandeng Lee.


''Adik kecil, temani aku jalan-jalan ke pusat kota,'' ucap Garda lembut.


Di saat Garda berkata lembut kepada Lee, Erra seakan tak percaya apa yang di dengarkan olehnya. Ingin rasanya Erra bersembunyi di balik pintu. Erra yang tau kalau Garda suka berteriak-teriak terhadap pengawalnya berubah menjadi lembut.


''Lee... aku suamimu. Kamu tidak boleh ikut dengan Garda!" perintah Erra.


''Adik kecil. Apakah kamu membiarkan kakakmu ini berjalan-jalan sendirian? Kamu kan tau kalau kakak tak punya ponsel,'' ucap Garda yang lembut.


''Lee... turuti perintah suamimu!'' seru Erra.


''Adik kecil, ikutlah jalan-jalan dengan kakak,'' ucap Garda.


''Lee... turuti perintah suami kamu!'' perintah Erra.


''Adik kecil... Ayolah ikut kakak. Kakak sangat rindu sekali,'' rayu Garda.


Erra yang kesal kepada Garda langsung mendekatinya dan menghajar Garda. Lee langsung menghempaskan bokongnya di sofa dengan santai sambil menikmati mereka berantem.


Kemudian ada pelayan yang lewat lalu melihat dua pria yang sedang berantem. Pelayan itu mendekati Lee.

__ADS_1


''Nona,'' sapa pelayan yang ketakutan.


''Ah... Iya... kebetulan kamu lewat sini. Bagaimana kamu membuatkan aku teh hangat? Kamu jangan khawatir tentang mereka berdua. Biar aku urus mereka,'' ucap Lee.


Pelayan itu hanya mengangguk dan langsung pergi ke dapur untuk membuatkan teh hangat. Setelah selesai membuat teh, pelayan itu kembali ke halaman belakang dan menghidangkan teh.


''Duduklah di sini,'' ujar Lee sambil menunjuk sampingnya.


''Tapi nona,'' sela pelayan itu dengan ketakutan.


''Jangan membantah. Duduklah di samping sini!!'' perintah Lee.


Kemudian pelayan itu duduk di samping Lee.


''Abaikan mereka sedang bergulat!!'' titah Lee.


''Baik nona,'' jawab pelayan itu.


''Nama kamu siapa?'' tanya Lee.


''Namaku Dira.


''Dira... sepertinya kamu orang Indonesia ya?''


''Iya saya orang Indonesia,''


''Kenapa kamu ada sini?''


''Saya di buang oleh kedua orang tua 5 tahun yang lalu. Saya di temukan oleh Tuan Fendi di Bandung ketika saya hampir di perkosa oleh preman di sana.''


''Hmmp... memangnya kenapa kamu di buang?''


''Karena saya di tuduh membuat adik tiri saya terluka,''


''Siapa keluarga kamu?''


''Bima Wardana dan Sani ibu saya,''


''Apakah kamu ingin pulang ke Indonesia?''


''Tidak nona. Lebih baik saya di sini. Karena Tuan Fendi orangnya sangat baik sekali,''


''Baiklah aku tidak akan memaksamu,''


Setelah semuanya terkapar di lantai, Lee melihat Garda dan Erra dengan wajah yang malas. Lalu Lee meninggalkan mereka.


''Istriku!!!'' teriak Erra kesakitan.


Lee akhirnya berhenti lalu membalikan badannya dan memutar bolanya malas.


''Sudah selesai berantemnya?'' tanya Lee jengah.


''Sudah,'' jawab mereka serempak.


''Sudah aku bilangin, kalian itu jangan berantem. Kenapa sih kalian berantem? Kenapa juga kalian memperebutkan aku!!!!'' seru Lee berapi-api.


Erra yang kesakitan langsung merasakan hawa panas di sekitarnya. Erra akhirnya mengangkat kedua tangannya. Begitu juga dengan Garda.


''Ku peringatkan sekali lagi jika kalian berantem seperti ini. Kalian akan mendapatkan hukuman dari aku!!!!'' titah Lee dalam mode singa betina.

__ADS_1


Kedua pria itu saling menatap. Mereka seakan tak percaya, Lee sudah memancarkan aura singa betina. Mereka akhirnya bergidik ngeri melihat Lee. Kemudian mereka langsung pergi meninggalkan Lee dengan wajah babak belur.


__ADS_2