
"Aku pikir-pikir dulu ya.... Aku enggak bisa mengambil keputusan dengan cepat. Aku ingin membicarakan kepada Kak Bayu terlebih dahulu," ucap Rani.
"Jika kamu membicarakan ini kepada Kak Bayu sepertinya itu tidak mungkin. Pasti Kak Bayu akan marah soal ini. Apakah kita akan merayu Erra saja? Kamu tahukan cepat atau lambat Kak Bayu akan menyerahkan semua tahta ke Erra," usul Caroline.
"Aku tidak mau sama dia. Anak sama bapak sama saja. Mereka juga sama kerasnya. Kamu tahukan kalau Erra itu sangat mirip sekali sama Bayu. Jika aku meminta izin sama dia bakalan ditanya buat apa mama membangun Queen Star lagi? Bukannya White Eragon sama saja? Sama-sama kuat. Kalau mama mau nyari pengawal khusus perempuan ada tuh dipegang sama Lee," jelas Rani.
Caroline hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Entah kenapa rencana membangun Queen Star tidak sesuai rencana. Jujur saja Caroline ingin membentuk organisasi itu untuk saling melindungi keluarga besarnya.
"Kita lihat saja nanti," ucap Rani.
Los Angeles USA.
Siangpun tiba, mereka yang tadinya istirahat sekarang sudah bangun. Untung saja mereka sangat nyaman ketika tidur di lantai. Beberapa saat kemudian mereka duduk melingkar dan saling memandang. Mereka teringat pada orang yang berada di mansion. Kemudian mereka menghubunginya agar tidak terlalu khawatir.
"Apakah kita akan pergi ke rumah kakek?" tanya Lee.
"Hmmp... Bagaimana kabar Los Angeles hari ini? Apakah masih ada badai?" tanya March.
"Badai sudah reda tadi pagi. Kita bisa kesana siang ini. Tapi jangan lupa memakai baju hangat," jawab Nanda.
"Apakah ada badai susulan?" tanya Lee.
"Entahlah. Katanya nanti sore. Mumpung masih siang jam segini lebih baik kita segera meninggalkan tempat ini ketimbang terdampar di sini lagi," jawab Nanda.
Mereka akhirnya sepakat untuk keluar dari bandara hari ini. Jujur saja mereka sangat membenci badai salju yang menerpa secara tiba-tiba. Mereka lebih senang jika terjebak di rumah. Karena di rumah adalah tempat yang nyaman.
"Oke... Kita akan ke sana!" titah Bayu.
"Kenapa kita tidak memanggil pengawal?" tanya Jake.
__ADS_1
"Aku tidak membangun markas di Los Angeles. Jika aku membangun markas di sini buat apa? White Eragon tidak memiliki musuh sama sekali," jawab Bayu.
"Janganlah berdebat di sini. Ayo kita pulang!" ajak Andi.
Sementara markas besar milik White Eragon langsung dihancurkan oleh anggota Black Dragon. Namun sebelum dihancurkan anggota Black Dragon sudah mengkoordinasi sama anggota White Eragon. Mereka akhirnya sepakat untuk penghancuran tersebut.
Seluruh anggota White Eragon langsung memasang bom di sekeliling markas. Lalu mereka menghancurkan markas itu hanya dalam sekejap. Mereka akan menunggu perintah dari Erra ketika terjadi pembangunan. Setelah itu mereka pergi meninggalkan markas.
Selang satu jam pihak musuh dari Adam yaitu si kembar Lu dan Tung datang dengan membawa pasukan. Mereka dibantu dengan para pengawal Tiagio Alpavhile dan beberapa anggota mafia kartel obat-obatan terlarang dari Meksiko.
Ketika sampai di sana Lu dan Tung terkejut melihat markas yang hancur. Mata mereka membulat sempurna dan mencari keberadaan Lee. Lu dan Tung menyebar mereka untuk mencari keberadaan mereka di seluruh hutan. Namun semuanya tidak menemukannya.
"Sial! Mereka telah pergi!" geram Lu.
"Kok cepat sekali dia pergi!" geram Tung.
"Tung! Lacak keberadaan singa betina itu!" hardik Lu.
Tung akhirnya membobol data bandara. Namun Tung mendapatkan serangan virus bertubi-tubi hingga membuat ponselnya meledak dan terbakar. Di tempat lain Jake tersenyum puas karena keusilannya. Jake sengaja melaporkan kejadian pembobolan data ke pihak bandara. Jake menceritakan kalau adiknya itu datang ke New York dan diikuti sejumlah orang yang tidak dikenal. Disisi lain Jake mengancam pihak bandara jika tidak dibereskan dengan cara tidak menghormati privasi para penumpang. Mau tidak mau pihak bandara akhirnya menyetujuinya. Mereka meminta melacak siapa yang telah melakukannya.
Kemudian Jake meminta mengambil ahli sementara sistem keamanan bandara. Jake langsung melacak siapa yang telah melakukannya. Dengan senyumnya yang merekah Jake langsung menghajarnya dengan cara mengirimkan virus ke surel orang itu. Ketika dia akan membuka surelnya, beberapa detik setelah membuka surel tersebut. Ponselnya atau gadget lainnya akan meledak dan terbakar. Jake memang sengaja melakukannya karena untuk membuat kapok mereka.
"Kamu kenapa senyum-senyum begitu?" tanya March.
"Aku sekarang tahu, siapa yang melacak keberadaan Lee ketika tiba di bandara," jawab Jake.
"Siapa dia?" tanya Erra yang kebetulan sedang lewat.
"Lu dan Tung. Si kembar yang ternyata anak kesayangan Adam," jawab Jake. "Mereka sengaja membobol data keamanan milik bandara."
__ADS_1
"Apa?" pekik Erra.
"Iya memang. Mereka sengaja ditugaskan untuk melacak kedatangan Lee dan membunuhnya," jawab Jake yang mengusap wajahnya dengan kasar.
"Ternyata mereka bodoh ya! Dikira White Eragon adalah organisasi bawah tanah yang ecek-ecek. Seluruh anggota White Eragon memiliki bakat di bidang teknologi. Ada juga mahagurunya disini," celetuk Erra yang kesal sembari mengejek Adam.
"Seperti itulah. Aku sekarang masih bingung sama mereka. Mengapa mereka melakukannya? Jika mendirikan bisnis dirikanlah. Kami tidak menjadi masalah. Jika ingin curang dan berbuat masalah jangan ke enam pilar utama. Kami juga tidak ada masalah. Jika mereka sudah menyenggol kami... Maka mereka harus merasakan akibatnya!" geram Erra.
"Menurut papa selama ini yang membuat masalah adalah mereka. Papa enggak tahu apa yang diinginkan oleh mereka. Sedari dulu semenjak berdirinya enam pilar utama mereka selalu membuat gesekan demi gesekan hingga seperti ini," sahut Bayu.
"Sebenarnya aku masih penasaran dengan dendam kesumat ini. Jujur saja aku memang sudah muak lihat mereka yang mematik api perperangan terlebih dahulu. Yang lebih parahnya lagi mereka membunuh korban lalu menuduh kita yang melakukannya. Apakah mereka sehat secara pisik dan akal pikiran?" tanya Lee dengan memasang wajah ingin perang.
"Secara akal mereka tidak sehat. Mereka gila dan sakit mental. Dan akhir-akhir ini mereka melakukan pembantaian sadis orang tanpa bersalah," jawab Erra yang memang paham dengan ilmu psikologi walau itu sedikit.
Perkataan Erra memang benar apa adanya. Adam dan Candra memiliki gangguan jiwa akut. Mereka terlalu ambisius ingin menguasai dunia. Gara-gara ambisinya itu mereka melakukan berbagai cara agar mendapatkan apapun dengan cara kotor.
"Oh ya pa... Aku minta maaf karena telah menghancurkan markas besar White Eragon," ucap Erra.
"Apa?" pekik Bayu yang menatap wajah Erra. "Kenapa kamu melakukannya? Kamu tahukan markas itu banyak kenangan semenjak aku kecil!"
"Papa," panggil Jake.
"Ada apa Jake?" tanya Bayu dengan lemah.
"Untung saja Erra menghancurkan markas besar milik White Eragon setelah berangkat. Pagi ini di sana ada dua orang wanita yang bisa dikatakan wajahnya kembar datang ke markas dengan membawa beberapa mafia kartel obat-obatan terlarang. Mereka sepertinya marah kepada kita karena tidak bisa menangkap Lee," jawab Jake yang sedari tadi melihat pergerakan mereka.
"Apakah itu benar?" tanya Bayu yang teringat akan Lee.
"Ya itu benar. Sekarang aku masih mencari identitas si kembar," jawab Jake dengan lemah.
__ADS_1
"Aku tahu mereka," sahut Lee sambil meraih ponselnya.
"Siapa mereka?" tanya Jake.