
"kita pulang jam berapa?" tanya Lee.
"Apakah pesawat sudah siap?" tanya Erra lagi.
"Sudah. kita berangkat sekarang aja. rasanya aku sudah lama tidak pulang ke Jakarta," Jawab Lee.
"Ya sudah ma... lebih baik aku pulang dulu ya. kantor nggak ada yang nunggu. besok waktunya kerja lagi," pamit Erra.
"Baiklah. jadi ke Surabaya?" tanya Bayu.
Tiba-tiba saja Erra menjadi bimbang dan tidak ingin pergi ke Surabaya. Ia teringat akan rapat pemegang saham yang segera diadakan lagi. Kali ini mereka akan membahas tentang harga saham gabungan.
"Kamu benar. Bentar lagi akan ada rapat pemegang saham yang membahas tentang harga saham dan akhir tahun. Apakah kalian ada acara?" tanya Bayu.
__ADS_1
"Sepertinya belum. Aku nggak tahu liburan akhir tahun ke mana," Erra memegang ponselnya sambil diputar-putar.
"Bolehkah Mama usul?" tanya Rani.
"Usul apa ma?" tanya Lee balik.
"Kita ngadain liburan akhir tahun bersama karyawan. Aku ingin mereka bisa menikmati fasilitas liburan yang kita miliki. Bisa disebut mereka akan menginap di villa," jawab Rani.
"Jujur saja Ini ide sangat bagus sekali. kita nggak pernah mengadakan liburan seperti ini. Kita bisa mendekatkan diri ke karyawan. Siapa tahu nanti ada keluh kesah dari mereka dan Kita bisa memperbaiki para atasan. Itulah yang aku inginkan Ma," celetuk Lee.
"Terserah mama. semuanya bisa diatur. Aku hanya ikut-ikutan saja sambil menikmati liburan ala rakyat jelata," ucap Bayu yang membuat Rani mengangguk paham.
"Kalau aku menuruti kalian saja. yang penting di sampingku ada istriku. Pokoknya liburan tahun ini aku serahkan saja pada mama. Enaknya bagaimana? aku akan mengikuti alur kalian saja," jelas Erra.
__ADS_1
"Ya sudah deh. Nanti mama atur semuanya enaknya bagaimana," sahut Rani.
"Oke... aku tunggu kabar selanjutnya," balas Erra sambil beranjak berdiri dan menunggu sang istri berdiri.
Kemudian mereka akhirnya meninggalkan Rani dan Bayu. Mereka mencari kamar Caroline. Baru saja keluar dari kamar Bayu, Caroline langsung menarik tangan Lee sambil menatap wajah sang putri, "Kamu mau ke mana Kok sudah rapi begitu?"
"Aku mau pulang Ma. Tapi sebelum sampai ke Jakarta, aku sama Kak erta pergi ke Surabaya terlebih dahulu. pesawat sudah disiapkan. di mana papa?" tanya Lee.
"Papa sedang bermain game dengan Garda. Jiwa mudanya kembali lagi seperti zaman dahulu. Kalau sudah kumpul sama Garda, papamu sering melakukan hal gila. Untung saja Garda bisa diajak gila juga. Jika tidak kemungkinan besar Nanda atau imam yang akan menjadi pendampingnya. Jika mereka tidak ada bisa dipastikan para pengawal lah yang mau bermain sama bapakmu itu," jelas Caroline
"Aku sudah lama tidak bermain game sama mereka. Bahkan kami sering bermain bersama-sama. Yang lebih parahnya lagi kami taruhan memakai mobil sport keluaran terbaru. Tapi mereka sengaja berbuat curang agar aku jatuh dan tidak mendapatkan mobil itu," jelas Lee yang membuat sang Mama tertawa terbahak-bahak.
"Bagaimana mereka bisa berbuat curang? Bukankah mereka sudah mengeluarkan hadiah tersebut untuk diraih?" tanya Erra yang pura-pura tidak tahu karena dirinya lah orang yang memprovokasi agar mereka menjatuhkan sang istri.
__ADS_1
"Sepertinya aku merasakan ada sesuatu yang aneh?" ucap Lee sambil merasakan bulu kuduk berdiri.
"Apa itu?" bisik Erra hingga tidak kedengaran oleh Caroline.