Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 93


__ADS_3

"Ah... Biarkan saja. Aku tidak memikirkan tentang Black Dragon. Rencananya aku mau menggabungkan Black Dragon dan White Eragon," jawab Lee.


"Jadi?" tanya Lee.


"Ya... Kamu harus menerimanya. Karena kamu adalah tawananku," jawab Erra. "Sudah malam ayo kita tidur!"


"Ah... Baiklah kalau begitu," balas Lee. "Apakah kamu ingin menggendongku?"


"Kalau kamu menginginkannya," jawab Erra.


"Apakah kamu tidak merasakan berat tubuhku sepertinya semakin berat?" tanya Lee.


"Kamu itu banyak tanya segala. Kamu tahu," jawab Erra yang menggantung sambil melepaskan Lee. "Sepertinya kamu harus melihat kekuatan tubuhku."


"Apa yang akan kamu lakukan?" tanya Lee sambil menoleh ke arah Erra.


Erra membuka kancingnya satu persatu. Lalu Erra mebiarkan kemejanya terbuka. Hingga membuat roti sobeknya kelihatan. Kemudian Lee menelan salivanya dengan susah payah, "Kenapa kamu membuka kemejamu?"


"Apakah kamu tidak percaya jika aku kuat menggendongmu?" tanya Erra.


"Ah... Rasanya aku meragukan kamu," jawab Lee dengan wajah memerah.


"Kenapa kamu ragu? Lihatlah perut six packku ini?" tanya Alexa.


"Mungkin saja," jawab Lee yang membuang wajahnya ke sembarang arah.


"Lalu, kenapa kamu ragu dengan kekuatanku?" tanya Erra tersenyum smirk.


Lee merasa bingung dan tidak bisa menjawab apa-apa. Lee terdiam sambil mengusap wajahnya secara kasar. Lee mencari cara untuk kabur dari sini. Tetapi Lee tidak bisa melakukannya. Lee merutuki kebodohannya sambil berkata dalam hati, "Argh... Sial... Kenapa tubuh kakak tampan semakin menawan. Sangking menawannya aku tidak bisa mengatakan apa-apa. Rasanya aku ingin memeluknya."


"Aku tahu apa yang ada di dalam hatimu. Pliss dech sayangku jangan berbicara dalam hati. Suami kamu ini bisa membaca apa isi hatimu itu," kesal Erra.


Sebegitu kesalnya Erra terkadap Lee. Iya... Erra memang kesal. Terkadang kesalnya berubah menjadi singa jantan sangat buas. Yang seakan memangsa korbannya. Apakah Lee akan dimangsa sekarang? I don't know.

__ADS_1


Erra mendekati Lee dan mengangkat tubuh mungilnya milik sang istri. Erra membawanya ke kamar utama. Yang di mana kamar utama itu yang nantinya dibuat olahraga pada waktu malam. Ah... Erra memang begitu. Sejak memiliki istri Erra ingin berolahraga tiap malam.


"Mau kamu bawa aku ke mana?" tanya Lee yang mengalungkan kedua tangannya di leher Erra.


"Kamar utama," jawab Erra.


"Ngapain di kamar utama?" tanya Lee yang tidak paham apa maksudnya.


Erra menahan tawanya sambil mencium pipi Lee. Setelah menaiki tangga mereka akhirnya sampai di depan kamar. Erra akhirnya membuka pintu itu hanya memakai sensor matanya. Lalu Erra masuk ke dalam dan melihat kamarnya yang selalu bersih. Erra akhirnya membaringkan tubuh mungil Lee. Kemudian Erra menutup pintunya.


Lee terkejut dengan kamar utama milik Erra. Matanya menyelidik setiap inchie. Ruangan itu sangat luas sekali dengan ukuran 5x5m². Di kamar utama ada ranjang king size. Lalu Erra sengaja menaruh kursi dan meja. Karena di tempat itulah Erra maupun Lee bisa menuangkan ide gagasan perusahaan.


Untuk catnya Erra sengaja memilih warna biru muda. Biru adalah melambangkan kedamaian. Serta warna biru adalah warna favorit sang istri. Erra mengisi kamarnya tidak terlalu banyak barang. Menurut Lee itu sangat bagus sekali. Lee bukan tipe wanita yang ribet.


Di luar kamar Erra memang sengaja memasang sensor mata untuk keamanannya. Erra sangat ketat tentang keamanan Lee. Erra bekerja sama dengan Jake agar keamanannya terjaga. Mata Lee yang sedari tadi menatap ruangan itu beralih ke Erra. Matanya membulat sempurna dan menutup wajahnya. Lee melihat sang suami hanya memakai boxer.


"Argh.... Apa yang kamu lakukan?" tanya Lee.


"Astaga... Apa-apaan ini," kesal Lee yang bebaring menghadap dinding.


Erra tidak memperdulikan sang istri sedang kesal. Lalu Erra menghempaskan tubuhnya di atas ranjang sambil mendekati Lee, "Aku rindu kamu."


Seketika airmata Lee menetes. Lee akhirnya membalikan badannya sambil memegang pipi Erra, "Aku juga rindu sama kamu."


"Apakah itu benar?" tanya Erra.


"Ya... Benar," jawab Lee. "Apakah aku boleh merindukan suamiku?"


"Boleh. Malah itu bagus. Kamu tahu setiap pasangan harus merindukannya bahkan mencintainya," jawab Erra dengan bijak.


Lee tersenyum mendengar jawaban yang bijak dari Erra. Lee memegang dada Erra yang keras. Lee menggelengkan kepalanya sambil tersenyum manis. Kemudian Erra melihat Lee sedang tersenyum sambil berkata, "Sentuhlah jika kamu ingin menyentuhnya. Semuanya ini milikmu."


"Iya itu benar," ucap Lee.

__ADS_1


"Setelah bed rest aku ingin mengulang pernikahan kita kembali. Aku ingin menikahimu di depan altar dan mengucapkan janji suci," ujar Erra.


"Terserah kamu.. aku mah menurut apa katamu," kata Lee yang menyerahkan keputusan Erra sendiri.


Erra mengangkat kepalanya sambil berkata, " Tidurlah... Hari sudah malam."


"Aku sudah sangat mengantuk sekali," balas Lee.


Lee memejamkan matanya dan menempelkan kepalanya ke dada Erra. Erra yang melihat Lee tidur seperti anak kecil tersenyum manis. Bahkan hampir seminggu Erra merindukan posisi seperti ini.


Mansion Sebastian.


Garda yang duduk sambil menikmati bir hanya bisa menghembuskan nafasnya. Ingin rasanya Garda menyerang Black Lotus namun sang papa menahannya. Dengan penuh kekecewaan Garda malam ini mengganti dengan minum bir.


Selesai menghabiskan bir satu botol Andi datang lalu duduk berhadapan langsung dengan Garda. Andi bisa merasakan kalau sang putra memendam kekecewaannya. Kemudian Andi mengambil bir dan meminumnya. Setelah meminum bir itu Andi menatap wajah sang putra, "Kamu tahu apa yang membuatmu kecewa?"


"Papa melarangku untuk menyerang Black Lotus," jawab Garda.


"Papa enggak ingin kamu mati konyol. Seluruh papa sekarang sedang membuat strategi. Yang di mana kita tidak boleh kalah," ucap Andi.


"Tapi pa... Gara-gara si tua bangka itu keluarga kita terpecah," kata Garda.


Rasa sesak di dalam dada Andi ternyata bangkit lagi. Yang dikatakan oleh Andi benar apa adanya. Rasa ingin menghabisi Candra adalah keinginannya. Hampir 23 tahun Andi kehilangan keluarganya. Lalu bagaimana dengan Garda?


"Enggak semudah itu. Kamu tahu Candra memiliki cara yang licik. Kalau kita menyerang satu persatu bisa dipastikan kita kalah telak. Jika kita bersatu padu melawan si Candra sialan itu. Bisa dipastikan kita menang," jawab Andi.


Garda menganggukkan kepalanya karena paham setelah mendapatkan penjelasan dari Andi. Lalu Garda juga tidak ingin gegabah menyerangnya begitu saja. Butuh waktu yang tepat dan tidak ingin salah langkah. Lalu bagaimana dengan yang lainnya? Apakah mereka akan tinggal diam? Mereka juga masih memikirkan langkah selanjutnya apa. Mereka mendapat komando dari para ketuanya agar beristirahat sejenak hingga dua bulan ke depan.


Imam yang selesai mengajak Suci dan Raka berjalan-jalan memutuskan untuk menginap di rumah Suci. Ketika Suci ingin menolaknya, Raka menangis kencang dan ingin tidur bersama Imam. Namun Suci tidak bisa menolaknya. Karena jika menolaknya Raka akan demam tinggi. Hingga membuat Suci drop.


"Aku ingin tidur di sini," ucap Imam.


"Apakah tuan gila ingin tidur di sini?" tanya Suci sambil menggendong Raka.

__ADS_1


__ADS_2