
Pengawal itu segera pergi dari hadapan Elizabeth. Pengawal itu hanya bisa menelan salivanya berkali-kali sambil mendekati teman-temannya.
"Bagaimana bro?" tanya temannya itu.
"Kita disuruh menangkap singa betina itu,'' kesal sang pengawal itu.
Mereka terkejut karena perintah dari Elizabeth. Mereka bergidik ngeri jika bertemu dengan singa betina. Jujur saja mereka lebih baik disuruh mengedarkan obat-obatan terlarang ke penjuru dunia ketimbang disuruh menangkap Lee.
Di seluruh penjuru bumi dikejutkan oleh video pembunuhan Elizabeth terhadap Lala. Mereka mengecam atas tindakan tersebut. Mereka berbondong-bondong menyerang akun sosial media milik Elizabeth. Bahkan seluruh borok yang dimiliki Elizabeth dilempar secara serempak oleh Greg dan Jake.
Setelah memberi perintah Elizabeth duduk kembali melihat jantung Lala. Namun tidak disangka seluruh ponsel Elizabeth berdering. Elizabeth segera mengangkat ponselnya. Elizabeth sangat terkejut sekali. Salah satu klien bisnisnya menghubungi dengan penuh amarah. Setelah puas melemparkan amarah, sang klien mencabut semua kontrak kerjasamanya. Setelah mengangkat ponsel pertamanya Elizabeth mengangkat ponsel keduanya. Elizabeth mendapatkan perlakuan hal yang sama. Hingga membuat Elizabeth naik pitam.
Elizabeth memutuskan segera mencari informasi yang membuat kliennya marah. Elizabeth membuka seluruh sosial medianya dan sangat terkejut untuk kedua kalinya. Bagaimana bisa aksi pembunuhan kepada Lala bisa bocor ke publik. Bahkan yang lebih mengenaskan lagi Elizabeth memutilasi Lala dengan tertawa terbahak-bahak.
"Ini tidak mungkin! Ini tidak mungkin! Kenapa videoku bocor?" tanya Elizabeth.
Elizabeth berteriak histeris dan mulai kebingungan. Elizabeth dikenal di masyarakat sebagai sosok yang lembut keibuan. Namun itu hanya kedok belaka. Belum lagi seluruh video yang dimiliki oleh Elizabeth bocor di tangan Greg. Ah… bakalan seru!
Di ruangan lab komputer Greg, Jake dan Garda tersenyum puas. Mereka mengacungkan jempolnya secara bersamaan. Mereka tidak akan membiarkan Elizabeth hidup dengan tenang.
"Skakmat lu! Suruh siapa lu main-main sama salah satu anggota enam pilar utama,'' kesal Garda.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Bayu segera mendekatinya dan memeluk Garda. Jake dan Greg yang melihat mereka berpelukan segera berdiri. Setelah itu Bayu segera melepaskan pelukannya lalu bergantian memeluk Greg kemudian Jake.
"Terima kasih telah menyelamatkan Erra. Aku tahu Erra sering membunuh orang. Tapi Erra tidak sekejam kepada anak kecil yang tidak berdosa. Demi mencapai ambisi untuk mendapatkan Erra. Elizabeth melakukan berbagai cara agar Erra takluk. Tapi Tuhan mengikatnya dengan Lee," ucap Bayu.
__ADS_1
"Sebentar lagi Elizabeth akan berakhir. Lee sudah memperingatkan kepada Elizabeth jangan pernah mengusik Erra. Karena Erra adalah miliknya. Elizabeth tidak pernah menggubris itu semua. Bahkan dengan berani Elizabeth mengancam Lee yang notabennya adalah istri sahnya,'' ucap Garda yang sering dijadikan tempat curhat Lee.
"Yang namanya pelakor tetap saja pelakor. Biar bagaimanapun juga akan ngegas untuk merusak rumah tangga orang. Tapi Lee adalah wanita tangguh yang tidak pernah gentar mengusir pelakor. Aku yakin Lee akan mempertahankan pernikahannya sampai Tuhan memanggilnya untuk pulang,'' ucap Jake dengan tulus hingga membuat semua orang bahagia.
"Syukurlah badai pertama telah berlalu. Sebentar lagi akan ada badai lagi yang siap menerjang di depan mata,'' ucap Garda yang menatap langit-langit.
"Badai apa itu?" tanya Greg.
"Putrinya Pak Dwi yang namanya Brenda. Dia sangat terobsesi sekali dengan Erra. Sedari dulu Erra sering dijebak olehnya. tapi aku sering menggagalkannya,'' jawab Garda yang tersenyum smirk.
"Maksudku Brenda Susanto anak divisi pemasaran,'' jawab Bayu.
"Iya. Brenda Susanto. Papa tahu kenapa Brenda bisa masuk ke dalam sana?" tanya Garda.
"Papa enggak terlalu mikirin itu. Papa hanya berpikir kalau Brenda bekerja di Asco sah-sah saja,'' jawab Bayu.
"Setelah rapat kemarin aku sudah mendapatkan jawabannya. Pak Dwi memang sengaja memasukkan Brenda untuk bisa dekat dengan Erra," ucap Garda.
"Ya iyalah pa. Itu lagu lama yang sering dijadikan patokan untuk politik setiap perusahaan," ujar Garda yang tersenyum sumringah.
"Jadi?" tanya Jake.
"Ya itu benar. Setelah papa menolak perjodohan Pak Dwi. Pak Dwi sengaja memasukkan Brenda setelah Erra diangkat menjadi CEO. Dua tahun sebelum Lee masuk ke dalam. Brenda sering sekali mendekati Erra. Tapi aku menghadangnya hingga akhirnya Brenda sangat membenciku. Kemudian Lee masuk Brenda sudah berkurang frekuensinya mengganggu Erra. bahkan Erra meminta tolong kepada Lee untuk mengusir Brenda," jelas Garda yang mendetail.
"Apakah Pak Dwi mempengaruhinya?" tanya Jake.
"Sudah pasti," jawab Garda.
Istanbul Turki.
__ADS_1
Yoona yang selesai membereskan berkas-berkasnya mendapat laporan salah satu pengawalnya. Melalui pesan singkat dari what's up mata Yoona membulat sempurna. Beberapa pengawal terbaik miliknya untuk dipinjamkan ke Elizabeth hampir habis. Yonna menggelengkan kepalanya sambil menggigit jempolnya yang berjalan kesana kemari seperti setrikaan.
"Kalau habis begini, bagaimana aku?" gerutu Yoona yang bingung. "Aku tidak akan mendapatkan tiket lagi dari Candra untuk memiliki pengawal-pengawal terlatih."
Beberapa saat kemudian ponsel milik Yoona berdering. Yoona segera mendekati meja kerjanya lalu meraih ponselnya. Yoona melihat layar ponselnya hanya tertera nomor saja. Yoona mengangkat ponsel itu sambil menyapa orang berada di seberang sana.
"Halo," sapa Yoona.
"Halo nyonya Yoona yang cintanya bertepuk sebelah tangan karena sering ditolak oleh Candra," sapa seseorang perempuan dengan suara kruncynya seperti keripik singkong yang sangat tipis dicampur bumbu tabur balado pedas manis itu.
"Siapa kamu?" tanya Yoona sedang menahan emosinya karena yang menelepon adalah seorang perempuan.
"Apakah kamu lupa denganku Yoona?" tanya sang perempuan itu.
"Iya… siapa kamu? Kok kamu berani meneleponku?" bentak Yoona.
"Tenanglah Tante Yoona yang baik hati yang tidak sombong," ledek perempuan itu sambil tertawa terbahak-bahak. "Masa sih kamu enggak kenal aku? Aku ini terkenal loh. Sangking terkenalnya aku bisa membuat dunia mafia bergetar."
"Dunia mafia bergetar," kesal Yoona. "Memangnya kamu gempa bumi apa?"
"Aku bukan gempa bumi. Aku kasih clue lagi ya… Aku sering banget bakar membakar markas mafia yang menurutku tidak menguntungkan itu. Bahkan aku sangat tidak menyukai mereka. Seperti Candra yang sekarang sudah tua, mana lagi pipinya peyot. Terus giginya tinggal dua. Ups… kok aku keceplosan sih ngasih informasi secara mendetail. Argh… kamu harus membayarku dengan saham YN sebesar lima puluh delapan persen."
Jederrrrrr!
Bagai petir di siang bolong, Yoona sungguh terkejut. Perempuan yang sedang meneleponnya adalah singa betina. Bagaimana bisa singa betina tahu nomor pribadi Yoona?
"Hey… perempuan gatal… bisa-bisanya kamu mengatakan Candra sudah tua giginya tinggal dua!" bentak Yoona.
"Eh… sabar donk! Gue kan ngasih fakta sebenarnya. Lu enggak usah repot-repot nyarinya. Oh ya satu lagi aku bilangin sama kamu lagi. Beberapa pengawal yang diterjunkan oleh Elizabeth yang kamu anggap putrimu sendiri sudah hancur bersama mobilnya."
__ADS_1
Yoona terkejut untuk kedua kalinya. Ingin rasanya Yoona menangis karena ulah singa betina itu. Kemudian Yoona mulai mengancam singa betina, "Kamu! Aku akan memburumu sampai dapat!"