Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 354


__ADS_3

"Sepertinya Adam tidak menuju ke markas," ucap Garda yang sedari tadi menunggu.


"Sepertinya kamu. merasa bosan dengan menunggu?" tanya Irwan.


"Jujur... ketimbang aku menunggu mending main game dan membuat turnamen," jawab Garda.


"Kalau begitu ledakkan sekarang!" perintah Erra.


"Apakah kamu serius?" tanya Garda.


"Iya... lagian juga ada enggak ada kita masih bahagia menghancurkan markas itu," jawab Erra.


"Yang kakak bicarakan. Setelah itu kita harus bersih-bersih. Siang ini pesawat akan tiba," ucap Lee dengan mata berbinar.


"Kalau begitu ayo kita lakukan," sahut Andi yang mulai menekan tombol di layar tabnya.


"Apakah papa yakin melakukannya?" tanya Lee yang melihat Andi dengan mantap.


"Yakin enggak yakin harus yakin pada kenyataan yang ada," jawab Andi tersenyum sumringah kepada sang putri.


Melihat Andi yang tersenyum sumringah, Erra langsung menatap Andi dengan tajam. Dirinya tidak suka kalau sang istri sedang ditatap seperti itu. Lalu, Andi malah membisiki Bayu yang berada di sampingnya. Seketika Bayu tergelak tawanya. Jujur Bayu tidak sengaja melihat keberadaan Erra yang sedang cemburu. Menurutnya Erra kalau cemburu sangat lucu sekali.


"Lihatlah Erra. Kalau cemburu tidak tanggung-tanggung. Bahkan papa mertuanya juga kena," ejek Bayu hingga membuat Erra malas berdebat.


"Lee adalah istriku," kesal Erra.


"Memang dia adalah istrimu. Tapi tahu enggak? Kalau Lee adalah putri dari papa Andi?" tanya Imam.


"Aku enggak peduli soal itu," jawab Erra yang membuat Lee memutar bola matanya dengan malas.


"Mulai lagi dech," kesal Lee yang menatap nyalang.


Tidak sengaja Erra menatap sang istri sedang mengibarkan bendera peperangan. ia tersenyum dan memegang tangan Lee sambil berkata, "Jangan marah lagi ya."

__ADS_1


Semua orang berada di sana langsung tertawa melihat Erra yang ketakutan. Jujur saja Erra pusing tujuh keliling jika singa betinanya sedang marah. Bisa-bisa Lee mengambil keputusan untuk tidur di luar sambil ditemani oleh nyamuk.


"Kamu sangat tepat sekali sayang. Sekali-sekali kamu boleh menghukumnya dengan cara kejam. Papa sangat ikhlas sekali melihat Erra menderita," tutur Bayu yang diiringi gelak tawa lagi oleh para penghuni di sana.


"Apa itu pa?' tanya Lee yang sangat penasaran sekali.


"Suruh tidur di luar sana!" saran Bayu yang membuat Erra seketika horor.


"Baiklah kalau begitu," balas Lee yang menjadi semangat menghukum Erra.


Jederrrrrrr!


Bagai petir di siang bolong. Erra sangat terkejut sekali ketika sang istri menyetujui saran dari papanya itu. Bagaimana tidak dirinya tidur di luar. Wajahnya seakan memelas dan meminta kasihan kakak tampan kamu ini.


Lee hanya tersenyum manis dan memandangi wajah Erra sambil berkata, "Semuanya tergantung saya."


"Lakukanlah sayang. Papa juga menyetujui apa yang dikatakan oleh papa mertuamu itu," ujar Andi yang mendukung saran Bayu.


"Janganlah kalian seperti ini! Kasihanilah kami yang jomblo sedari lahir," ucap Greg dengan wajah memelas.


"Aish... kamu itu. Aku rindu pada Feli. Aku ingin cepat-cepat bertemu dengannya," kesal Jake yang sedari tadi sibuk berkirim pesan bersama Feli.


"Kalau begitu mari kita ledakkan markas milik Black Lotus," seru Lee dengan semangat.


Andi akhirnya menyentuh icon merah sambil tertawa iblis. Sementara itu Garda yang melihat ledakkan dari dalam tanah terkejut. Bom yang telah diciptakan bersama sang adik dan Erra bisa merobohkan markas itu dalam waktu sekejap.


Begitu juga dengan Irwan. Irwan yang jago merakit bom tercengang melihat kekonyolan mereka. Bagaimana bisa mereka membuat bom seperti itu?


"Apakah kalian gila menciptakan bom seperti ini?" tanya Irwan.


"Aku tidak gila pa. Tapi merekalah yang gila," ucap Lee yang menunjuk Erra dan Garda.


"Jangan menuduhku gila! Aku enggak gila dan tingkat kegilaanku hanya sedikit," sahut Erra yang mendapat pukulan dari Garda.

__ADS_1


"Syukurlah... ada pengganti diriku dalam pembuatan bom di White Eragon," ucap Irwan yang tersenyum puas.


"Kalau begitu mari kita berkemas," ajak Lee yang beranjak dari duduknya.


Mereka akhirnya berkemas dan segera meninggalkan Turki saat ini juga. Mereka sangat bahagia bisa membumihanguskan markas musuh sialan itu. Menurut mereka tinggal selangkah lagi menghancurkan Adam. Namun bagi Lee tidak. Karena firasat Lee tidak enak. Meskipun dari bawah sudah lenyap tapi Adam akan menyerang dari atas. Lee akan memikirkan cara selanjutnya. Bagaimana caranya dirinya akan melindungi cinta pertamanya?


Di apartemen mewah setelah melakukan kegiatan malamnya, Adam bangun dan merasakan tubuhnya sangat segar kembali. Ia tidak menyangka kalau dirinya sangat bahagia sekali.


Lalu Adam memutuskan untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu ia pergi ke markas. Siang ini Adam akan melakukan meeting penting bersama para pengawalnya.


Perjalanan menuju ke markas membutuhkan waktu satu jam. Ia memutuskan memacu kendaraannya hingga mencapai batas maksimal. Ia tersenyum sambil membayangkan acara perhelatan itu akan sukses. Ia berharap kalau acara itu bisa membawanya ke kasta tertinggi.


Akan tetapi dirinya tidak sadar kalau enam pilar utama sudah melakukannya terlebih dahulu. Mereka sudah menempati kasta tertinggi. Ditambah lagi dengan kekayaan yang dimilikinya pada tahun ini. Mereka juga menerima pendapatan gila-gilaan.


Sesampainya di dalam hutan, Adam melihat asap hitam yang menutupi pandangannya. Lantas otaknya mulai berpikir, kenapa di sini ada asap pekat seperti ini? Bukankah bulan ini Istanbul sudah memasuki musim dingin? Lalu bagaimana para pengawalnya membuat api unggun?


Empat pertanyaan sedang berputar di dalam otaknya. Jika para pengawalnya membuat api unggun di area bersalju, mereka berarti sangat canggih sekali. Adam akan bangga atas pertemuan mereka. Akhirnya Adam menghentikan mobilnya dan keluar dari sana.


Adam melangkahkan kakinya dan melihat markas terbakar. Jantung berdetak kencang bagaikan musik disko yang sedang menggema di klub malam.


"Rasanya aku ingin menangis saja melihat markas peninggalan kakakku habis terbakar," ucap Adam yang hatinya meringis.


Sebelum kepergian sang kakak, Candra berpesan agar menjaga markas ini dengan baik. Namun apa yang telah terjadi? Markas yang dijaganya sudah hancur berantakan dilalap si jago merah.


Adam berlari kesana kemari mencari para pengawalnya. Tapi Adam tidak menemukannya. Area itu sangat sepi dari siapapun. Karena sebelum terjadi peledakan Bayu dan lainnya segera meminta meninggalkan mereka. Bayu sengaja membebaskan mereka agar hidup normal dan bisa berkumpul dengan keluarganya. Mereka berterima kasih kepada Bayu lalu pergi dari sana.


Adam menangisi markas itu dan meminta maaf ke Candra sambil berteriak. Selesai berteriak, Adam meninggalkan area tersebut.


Ketika masuk ke dalam mobil Adam mendengar suara ponselnya yang berdering. Ia segera merogoh ponselnya dan melihat hanya nomor telepon yang tertera di ponselnya sambil mengerutkan keningnya, "Siapa yang menghubungiku?"


Adam langsung menggeser ikon hijau itu dan menyapa seseorang yang berada di sana dengan ramah.


"Halo," sapa Adam dengan ramah.

__ADS_1


"Halo Adam," sapa seseorang suara perempuan yang sangat krunchy.


"Siapa ya ini?" tanya Adam.


__ADS_2