Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 107


__ADS_3

"Awalnya papa menyuruhku untuk masuk ke dalam Sebastian Groups... Tapi Kak Sam yang menyuruhku masuk ke Asco," jawab Lee.


"Lalu apa alasannya Sam menyuruhmu masuk ke Asco?" tanya Caroline belum paham.


"Aku tidak tahu ma," jawab Lee.


Lee memang tidak paham kenapa dirinya masuk ke Asco. Sampai detik ini Lee belum tahu jawabannya. Begitu juga dengan Erra, Erra sama dengan Lee yang tidak tahu apa alasannya.


"Jika belum tahu apa alasannya ya sudah... Enggak usah dipikirin... Cepat atau lambat kamu akan mendapatkan jawabannya," ucap Caroline.


Tak lama datang Garda yang memakai baju casual. Garda segera mendekati Lee dan menghempaskan bokongnya di samping Lee. Erra yang melihat Garda duduk di samping Lee memutar bolanya dengan jengah. Ingin rasanya Erra melemparkan Garda ke antah berantah.


"Bisakah kamu tidak mendekati istriku?" tanya Lee.


Garda tidak memperdulikan apa yang dikatakan oleh Erra. Garda memandang wajah Lee dan melihat Lee sambil bertanya, "Apakah kamu mau ikut aku?"


"Ikut ke mana?" tanya Lee.


"Ikut aja. Nanti kamu akan tahu," jawab Garda.


"Lalu bagaimana dengan kakak tampanku?" tanya Lee.


"Biarkan saja. Kakak tampanmu mencak-mencak. Jadi orang kok ngeselin banget!" kesal Garda.


"Aku harus ijin dulu sama kakak tampan," ucap Lee.


"Enggak perlu," sahut Garda. "Ayo berangkat."


Terpaksa Lee ikut dengan Garda. Lee juga tidak pamit sama Erra. Hingga membuat Erra semakin kesal. Sebelum berangkat Garda tersenyum devil ke arah Erra. Dengan wajah geramnya Erra ingin menghajar Garda saat ini juga.


"Rasanya aku ingin melemparkan Garda ke planet lain saja!" geram Erra yang melihat kepergian sang istri dan kakak iparnya itu.


"Kalian ini tidak pernah capek ya kalau merebutkan Lee," ledek Caroline.


Beberapa saat kemudian datang Andi yang melihat Erra kesal. Andi paham kenapa Erra sangat kesal. Saat masuk ke dalam mansion Andi berpapasan dengan Garda bersama Lee. Jujur saja Andi ingin menertawakan wajah sang menantu namun dibatalkan.


"Kok papa sudah pulang?" tanya Erra.


"Enggak ada kesibukan di kantor sama sekali," jawab Andi dengan jujur. "Semenjak Brucce menjadi asistenku. Brucce sangat pandai menghandle seluruh pekerjaanku."


"Itu benar pa. Awal-awal pertama aku bersama Brucce. Aku merasa dia sangat jenius. Sangkin jeniusnya Brucce bisa menghandle dua pekerjaan sekaligus. Brucce tipe pekerja keras dan menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu," ucap Erra yang mengakui pekerjaan Garda.

__ADS_1


"Papa sangat berterima kasih kepadamu yang telah menampung Brucce. Selama ini anakku tidak hilang dan berada di sekelilingku," ucap Andi.


"Tak apa pa. Mungkin ini cara Tuhan untuk memberikan suatu tanda bahwa keluarga Sebastian bisa bersama lagi," balas Erra.


"Kamu kesal sama Brucce mengajak Lee?" tanya Caroline.


"Tidak. Aku tidak kesal. Aku malah tenang jika Lee bersama Brucce," jawab Erra.


"Apakah Brucce bisa beladiri?" tanya Andi.


Erra menganggukan kepalanya sambil menjawab, "Iya. Brucce memang jago beladiri. Bahkan jago main pedang."


"Syukurlah," ucap Caroline dengan mengucapkan rasa syukur.


"Kalau begitu aku boleh menjajal kemampuannya," celetuk Andi.


"Papa yakin ingin mencobanya?" tanya Caroline yang ragu.


"Janganlah mama ragu. Bukankah papa mengakui kalau papa hebat main pedang. Bahkan Joko pun lewat," jawab Andi.


Yang dikatakan Andi memang benar apa adanya. Selain jago menembak Andi jago bermain pedang. Bahkan Andi memiliki teknik khusus ketika menyerang musuh memakai pedang. Kalau Joko tidak tahu aturannya. Ketika menyerang musuh Joko sering sekali memakai kebrutalan. Namun dibalik itu semua mata Joko sangat teliti dan bisa membedakan mana musuh dan mana kawan.


"Kalau papa ingin mengajak Brucce berperang. Papa harus menyerangya secara diam-diam," ucap Erra.


"Brucce akan menolaknya dan tidak mau," jawab Erra.


"Kalau begitu?" tanya Caroline.


"Ya... Papa memang harus menyerangnya lebih dahulu," jawab Erra.


"Apakah tidak bahaya?" tanya Andi.


"Tidak. Asal bisa menghindar. Dahulu Lee yang sering menyerangnya dengan kasar. Brucce langsung menanggapinya dan menghajar Lee. Tapi Lee sangat lincah ketika menghindar serangan dari Brucce," jawab Erra.


"Boleh dicoba itu," celetuk Caroline. "Pa... Mama ingin tanya. Kenapa papa saat itu tidak menarik Lee masuk ke dalam perusahaan Sebastian? Malahan Lee masuk ke dalam Asco."


"Kalau begitu tanyakan saja pada Sam kenapa. Yang pasti ini berhubungan dengan Erra," jawab Andi yang tersenyum bahagia.


"Aish... Papa kok malah ikut-ikutan pakai rahasia segala," kesal Caroline.


Beberapa saat kemudian datang Bayu dan Rani dari kejauhan. Mereka segera mendekati ke arah Andi dan Caroline. Mata Rani mencari keberadaan Lee tapi tidak menemukannya. Lalu Rani bertanya, "Dimana Lee?"

__ADS_1


Erra memutar bolanya dengan malas. Kenapa akhir-akhir ini kedua orang tuanya sering mencari keberadaan Lee. Erra tidak habis pikir dengan kedua orang tuanya itu. Lagian Erra anaknya, kenapa juga kedua orang tuanya mencari keberadaan Lee?


"Mama... Mama tahu enggak sih kalau aku putra mama?" kesal Erra.


"Memang kita punya putra ya?" tanya Rani yang sengaja meledek Erra.


"Entahlah," jawab Bayu yang malas sekali melihat wajah putranya jika bertemu selalu memasang memakai wajah tengil.


Sementara Andi dan Caroline menahan tawa. Bagaimana bisa Rani dan Bayu tidak mengakui Erra. Hari ini mereka berhasil membuat wajah Erra memelas. Namun Erra masih menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Bisakah papa mengakuiku?" tanya Erra yang kesal.


"Ternyata kamu cemburu ya," ucap Rani yang berhasil membuat sang putra kesal.


"Sangat ma," ucap Erra. "Lebih baik mama membuat anak lagi dech yang berjenis kelamin perempuan. Jika anak mama sudah lahir jangan cari Lee lagi."


Tawa Caroline dan Andi pecah seketika. Ternyata Erra tidak cemburu dengan Lee melainkan kesal. Setiap kesini mereka selalu mencari Lee dan mengajaknya bermain. Sedangkan dirinya sering diabaikan.


"Sepertinya aku bukan anakmu," kesal Erra.


Bayu yang berhasil membuat Erra ngambek akhirnya tertawa terbahak-bahak. Entah hari ini sepasang suami istri itu ingin membuat sang putra kesal. Sedangkan Erra hanya bisa menghela nafasnya sambil berkata, "Sabar... Jangan marah."


"Kamu tahu mamamu memang ingin sekali memiliki anak perempuan. Berhubung mamamu sudah tidak mau hamil lagi. Mamamu menganggap Lee adalah putri kandungnya," ucap Bayu.


"Untung saja Lee tidak menjadi adikku," ujar Bayu.


"Ya tidaklah. Kalau Lee benar-benar adikmu. Bisa dipastikan kamu tidak akan bisa menikahinya," sahut Rani. "Lee kemana?"


"Lagi sama Garda," jawab Erra.


"Bagaimana dengan kamu?" tanya Rani.


"Ah... Tidak apa-apa. Aku hanya bisa memandang mereka berdua," kesal Erra.


"Bilang saja kamu cemburu sama Garda," sindir Bayu.


"Ternyata kalian berdua tidak pernah akur ya?" seru Andi yang sedari tadi memperhatikan mereka berantem.


"Benarkah itu?" tanya Caroline.


"Ya itu benar. Hingga kami Berencana ingin melemparkan mereka ke daerah konflik," jawab Andi dengan wajah datar.

__ADS_1


"Sialan lu!" kesal Bayu.


__ADS_2