Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 289


__ADS_3

"Sepertinya papa lupa soal itu," jawab Bayu.


"Terserahlah apa kata papa," ucap Sam yang lemah.


Sungguh terlalu dengan Bayu. Bayu tidak ingat sama sekali dengan tugas yang diberikan ke Sam. Ya.. memang karena Bayu benar-benar lupa. Sepertinya Bayu akan menulis setiap tugas di buku.


"Terus rencana apa selanjutnya?" tanya Sam.


"Tunggu Lee datang. Kemungkinan besar adik kecilmu itu akan membakar gudang itu,'' jawab Andi.


"Memangnya ada ya di sini gudangnya?" tanya Sam.


"Ada. Kevin sudah memberikan alamatnya. Dan gudang itu letaknya berada di dalam hutan belantara,'' jawab Bayu. "Aku melihat bakalan seru kasusnya.''


"Bukan seru. Kamu tahukan kehidupan Candra berada di tumpukan uang. Jika kita membakar tumpukan uang itu. Candra akan merasakan sesak nafas, tubuh bergetar, keluar keringat dingin, mata berkunang-kunang, jantung berdetak kencang seperti hentakan musik disko tahun delapan puluhan. Setelah itu Candra akan jatuh pingsan. Kemudian opname di rumah sakit selama beberapa hari. Syukur-syukur Candra hidup... Bagaimana kalau lewat dan hidupnya berakhir di kuburan. Lee tidak susah memburunya apalagi membunuhnya,'' jelas Irwan yang membuat Sam matanya membelalak.


"Apa maksud papa?" tanya Sam yang tidak tahu apa maksudnya.


"Kamu masa tidak tahu kalau Candra memiliki penyakit riwayat jantung?" tanya Irwan dengan serius.


"Apakah itu benar?" tanya Sam yang tidak percaya.


"Ya... itu benar. Bahkan Candra sering terkena serangan jantung mendadak ketika kalau tender,'' jawab Irwan.


"Berarti,'' ucap Sam yang tersenyum devil. "Jika dia terkena serangan jantung mendadak. Lalu tidak ada yang menolong bisa dipastikan hidupnya akan lewat begitu saja.''


"Beberapa saat kemudian Irwan mendapat email dari seseorang. Orang itu adalah mata-mata yang ditugaskan untuk mengintai kehidupan Candra sehari-sehari. Kemudian Irwan membaca email itu dengan mata berbinar. Kalau sekarang Candra terkulai lemas di atas brangkar rumah sakit.


"Wah... berita pagi ini sangat keren sekali. Sekeren aku yang rindu pada Widya,'' celetuk Irwan.


""Ada apa?" tanya Bayu.


''Candra terkulai lemah di rumah sakit. tubuhnya dipenuhi alat-alat rumah sakit. Katanya sih Candra terkena serangan jantung,'' jawab Irwan yang membuat Bayu tersenyum devil. "Baguslah, Kita tidak perlu susah-susah lagi memburunya hingga ke ujung dunia.


"Tapi jangan lupakan sesuatu,'' ujar Andi yang memperingatkan mereka.


"Apa itu?'' tanya Irwan.

__ADS_1


"Masih ada Adam. Adam adalah pria terkenal di dunia,'' jawab Andi yang melemparkan ponselnya ke meja.


"Yamng dikatakan Andi benar,'' sahut Christian yang baru saja datang dari dapur. "Adam sangat licik dan penu jebakan."


"Kalau begitu Lee dalam bahaya,'' sahut Irwan.


"Bukannya Lee memiliki otak licik dari kamu?" tanya Christian.


"Ah... kita harus mempengaruhinya. Aku yang akan mendolktrin Lee. Agar Lee bisa membuat banyak ide untuk memburu Adam,'' celetuk Andi yang memiliki jie\=wa iblis.


Selama ini Andi adalah pria kalem yang sangat menyejukkan. Akan tetapi Andi memiliki jiwa iblis yang tertidur pulas. Sewaktu-waktu bisa iblis itu terbangun dan mulai menghajar para musuh. Semenjak Andi menikah dengan Caroline lalu memiliki anak, maka jiwa iblis itupun tertidur. Seluruh teman-temannya berharap bisa iblis milik Andi tidak bangun.


"Apakah jiwa iblis kamu bangun?" tanya Bayu.


"Aku tidak tahu. Sepertinya jiwa itu terbangun lagi. Kemungkinan aku tidak akan bisa melenyapkannya lagi,'' jawab Andi.


"Apakah kamu perlu bantuan?" tanya Bayu.


"Tidak perlu. Biarkan aku sama Lee yang akan membalas dendam leluhur kita yang pernah tersakiti,'' jawab Andi.


"Kemana Lee?" tanya Sam.


"Lee peri ke kantor polisi untuk menculik kepala kepolisian,'' jawab Andi.


"Apa?" tanya Sam dan Irwan terkejut.


"Apa yang kamu bilang kini serius atau bercanda?' tanya Irwan secara serius.


"Ya... itu benar. AKu tahu ini kedengaran konyol. Tapi Lee akan melakukannya. Nanti malam akan ada pengiriman barang milik Candra yang melibatkan para anggota polisi,'' jawab Sam.


''Wow... Candra memnag hebat. Bisa-bisanya Candra melibatkan pihak kepolisian untuk mengawal obat-obatan terlarang,''puji Sam yang menggelengkan kepalanya.


"Ya... itu benar. Aku juga terkejut soal itu. Sepertinya aku ikut turun tangan agar bisa memburu Nicky,'' celetuk Bayu.


"Apakah kamu serius? Apakah kamu tidak mengajakku?" tanya Andi.


"Apakah kamu mau?" tanya Bayu.

__ADS_1


"Aku sudah lama tidak memenuhi orang. Aku rindu akan hal itu,'' jawab Andi.


"Kalau b segitu kita bisa melakukannya secara bersama. Bukannya kita akan bermain gila malam ini?" tanya Irwan ke Sam.


"Kenapa papa menatapku seperti itu?" tanya Sam curiga.


"Apakah kamu tidak ikut? Aku rindu akan serangan konyol kamu itu. Kamu tahukan kalau dirimu semangat diperlukan?" tanya Irwan yang mencoba merayu Sam.


Sam bangga tertawa melihat Irwan yang merayunya. Bahkan Sam hampir meneteskan air matanya. Menurut Sam, papa Irwan itu sangat lucu sekali. Setiap ada tugas Irwan selalu melibatkan Sam.


"Baik... baik... aku juga rindu akan kegilaan papa,'' celetuk Sam yang suka gaya Irwan yang diam-diam sering membawa bom yang tidak berbentuk.


"Kamu tidak mengajakku?" tanya Christian.


"Tunggu keputusan dari Erra. Karena tugas unjuk berada di tangannya!" perintah Andi.


Sebenarnya Andi tidak ingin mengajak sang kakak. Mengingat misi ini sangat berat dan bahaya. Kemungkinan besar Christian nyawanya terancam bahaya. Mengingat kejadian pagi tadi ketiak Nicky datang bersama Black Lotus untuk menghabisi nyawa Christian. Sungguh kasus ini sangat lucu bagi Andi. Bisa-bisanya seorang polisi bekerjasama dengan mafia untuk menghabisi seseorang. Bukannya seorang polisi melindungi rakyatnya? Ah... memang Nicky adalah orang aneh. Belum pernah kasalau dirinya diburu oleh singa betina.


Lee, Erra dan Garda datang lagi ke kantor polisi. Mereka segera menemui Simon untuk diajak ke suatu tempat. Namun saat ini Simon menolak karena banyak tugas. Terpaksa Le harus melakukan hal yang tidak wajar.


"Simon,'' seru Lee.


"Ada apa kamu kembali lagi?' tanya Simon.


"Apakah kamu mau ikut dengan kami?" tanya Lee.


"Kamu gila ya! Ya!" bentak Simon yang mulai frustasi.


"Aku belum gila Simon,'' jawab Lee dengan lembut tapi mengeluarkan aura yang dinginm mematikan.


Erra dan Garda langsung menelan salivanya dengan susah payah. Bagaimana bisa Lee mengeluarkan jiwa menakutkan? Garda hanya menunduk dan melihat layar ponselnya itu. Sedangkan Erra hanya tersenyum lucu melihat istri kecilnya beraksi.


"Hey... Simon... aku belum gila. Aku ingin kamu mengikuti saranku. Bagaimana jika kamu ikut denganku?" tanya Lee.


"Jika tidak aku akan menyuruh Lee menyekap seluruh anggota disini agar kamu mau ikut dengan kami!" tegas Erra yang tersenyum iblis.


"Apa maksud kamu?" tanya Simon.

__ADS_1


__ADS_2