
Sesampainya di apartemen Nanda mempersilahkan Bayu masuk ke dalam.
"Paman... apa Paman tidak makan?" tanya Nanda.
"Apakah ada mie instan?" tanya Bayu.
"Tidak ada. Semenjak Lee sudah di pindah ke Jakarta aku jarang kesini. Kecuali aku sedang berlibur bersama Angela," jawab Nanda yang tidak sadar.
"Liburan bersama Angela!!!" seru Bayu
Setelah tersadar, mata sipit Nanda membulat sempurna.
"Ah... Tidak paman. Aku liburan sama kucingku yang bernama Angela," ucap Nanda yang berbohong.
Bayu melihat mata sipit Nanda dan menemukan sebuah kebohongan besar. Bayu berdiri dan menarik Nanda lalu membantingnya. Sementara itu Nanda belum siap mengumpulkan kekuatannya langsung jatuh terlentang. Bayu langsung mengunci pergerakan Nanda.
"Kamu coba berbohong sama saya! Kamu tau apa akibatnya jika kamu berbohong sama saya!!!" geram Bayu lalu berdiri.
"Gila umur sudah tua juga tenaganya masih strong... Bagaimana di ranjang?? Kasian Bibi Rani," umpat Nanda dalam hati.
Bayu yang masih kesal terhadap Nanda. Kemudian Bayu mendengar apa isi hati Nanda.
"Kamu tidak jujur denganku. Sekarang malah mengumpatiku!!!" geram Bayu.
"Ah... tidak paman," ucap Nanda.
"Jujurlah padaku kisah cintamu itu. Angela anak mana? Paman juga berhak tau supaya kamu tidak sembarangan menikahi orang. Jangan sampai kamu menikahi musuh yang nantinya berimbas pada dirimu dan juga sekitarmu," ucap Bayu. "Paman senang kamu bisa move on dari Jessica."
Hati Nanda berdesir hebat ketika mendengar nama Jessica. Nanda ingin menangis sekuat tenaga. Gadis yang di cintai semenjak SMP telah meninggalkannya.
"Jangan bersedih. Paman tau kamu masih perih jika mengingat kejadian itu. Kamu tau yang lebih menyesal lagi adalah Lee. Sampai hari ini Lee masih menyalahkan dirinya," ucap Bayu. "Apakah kamu menyalahkan Lee?"
Nanda hanya menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak pernah menyalahkan singa betina. Mereka sama-sama di serang orang yang tak di kenal. Lee sudah sekuat tenaga untuk melindungi Jessica saat itu. Tapi apalah daya paman. Lee melawan 50 orang yang berbadan kekar. Bantuan baru datang ketika keadaan Lee yang melemah karena kelelahan bertarung,'' sesal Nanda sambil mengingat kejadian masa lalu.
''Syukurlah,'' ucap Bayu.
''Saat itu Jessica juga belum bisa bertarung. Lee menyuruh menghubungiku dan juga Papa. Kami datang membawa pasukan bersama tapi naas Jessica tertembak,'' ujar Nanda yang mulai meneteskan air matanya.
''Nda. Jika kamu pacaran sama Angela kaki tangannya Lee Paman merestui kamu. Cepatlah menikah.. Papamu sudah kepengen gendong cucu,'' ucap Bayu yang tulus.
''Paman jangan beritahu sama Pak Joko dulu ya,''
''Kenapa?''
''Pak Joko masih mencari menantu yang mempunyai bibit bebet bobot,''
__ADS_1
''Aish... kamu ini. Kami itu sama. Kami tidak perlu mencari calon mantu yang harus dari kalangan atas. Meski dari kalangan bawah yang penting asal usulnya jelas. Satu lagi jangan kamu remehkan kekuatan paman. Meskipun Paman berusia 55 tahun, Paman masih sanggup bertarung,''
''Paman, sepertinya Erra bucin dech sama Lee,''
Bayu hanya tersenyum lucu mengingat kejadian sebelum Tika melahirkan. Saat itu Erra merengek pada Bayu. Erra bilang adik bayinya Brucce perempuan. Erra sudah berjanji pada Bayu nanti kalau sudah dewasa akan menikah dengan adik bayinya Brucce.
Nanda melihat Bayu yang tersenyum lucu lalu membuyarkan pikirannya. Nanda masih bingung kenapa Bayu tersenyum seperti itu.
''Paman, kenapa paman tersenyum begitu?'' tanya Nanda.
''Kamu tau kenapa Erra sangat menginginkan Lee menjadi istrinya? Di dalam kandungan Tika, Erra sudah meminta haknya untuk menjadikan Lee menjadi istrinya,'' jawab Bayu.
''Apakah?'' tanya Nanda sambil mengangah tak percaya.
''Erra sendiri yang sudah mengikat tali pertunangan itu,'' jawab Bayu tersenyum lucu.
''Makanya selama ini kenapa ular pitonnya tidak bereaksi ketika dekat dengan perempuan,'' ujar Nanda kesal.
''Setelah di sunat, Erra sudah membuat sumpah kepada dirinya. Ular pitonnya akan beraksi ketika Lee mendekat,'' jelas Bayu.
''Tapi kenapa ya saat itu Erra tidak mencari Lee di sini?'' tanya Nanda.
''Semenjak Andi kehilangan Brucce dan Tika. Andi sangat posesif sekali terhadap Lee. Lee di kirim ke negara ini untuk menuntut ilmu. Di sisi lain, Andi menitipkan Lee ke Fendi untuk belajar bisnis yang sesungguhnya. Fendi memang benar-benar menyembunyikan Lee dari jangkauan siapapun. Erra juga tidak akan bisa mencarinya. Fendi berinisiatif mengganti identitas Lee agar tidak di lacak oleh musuh. Selama itu Lee bisa tenang belajar tentang bisnis, hukum dan ilmu bela diri,'' jelas Bayu. ''Aish... lapar sekali perutku.. Aku ingin makan.''
Kemudian Bayu beranjak dari tempat duduknya lalu pergi ke dapur dan melihat sup daging.
''Tidak Paman. Angela yang masak,'' jawab Nanda.
''Menikahlah dengan Angela. Supaya Angela bisa memasakanmu tiap hari. Jangan terus-terusan menjadi jombloh!!'' seru Bayu.
''Nunggu lampu hijau, paman,'' ucap Nanda.
''Aish, bilang sejujurnya pada Joko. Atau aku bantu ngomongin sama Joko,'' ujar Bayu.
''Tidak usah paman... Jika Angela positif hamil baru aku bilang,'' sahut Nanda dengan polos.
Bayu hanya terdiam. Hatinya ingin menangis atau tertawa melihat kelakuan Nanda yang sudah menyentuh Angela. Kemudian Bayu menggelengkan kepalanya.
''Anak bapak sama saja kelakuannya,'' gerutu Bayu yang mengingat Joko yang seperti itu.
Selesai makan, Bayu dan Nanda berdiskusi tentang penangkapan Fendi, Erra, Garda dan Lee.
Kemudian Sam membuka pintu apartemen Nanda. Sam melangkah kakinya dengan santai.
''Hey... apakah kita harus bawa pasukan?'' tanya Sam.
''Tidak perlu,'' jawab Bayu.
__ADS_1
Kemudian datang March dan Andi.
''Kami datang untuk membantu kalian,'' jawab mereka serempak.
''Baguslah,'' ucap Bayu.
''Paman Andi bukannya paman ke Surabaya untuk melihat cabang baru,'' sela Sam.
''Aku kesini untuk mencari Caroline Riu,'' jawab Andi.
''Caroline Riu?'' tanya Bayu.
''Maksudnya?'' tanya Nanda balik.
''Aku ingin memesan perhiasaan 1 set untuk Lee. Lee sekarang sudah menikah dengan bocah tengil itu. Aku belum memberikannya kado,'' jawab Andi. ''Sebelum menangkap aku mau beli perhiasaan.''
''Baiklah... belilah dulu. Nanti malam kita tangkap bersama,'' ujar Bayu.
''Ok,'' sahut mereka serempak.
Mereka akhirnya bubar. Andi langsung menancap gasnya ke BL Company. Lee yang sedari tadi sudah berada di BL bersama Erra menemukan kejanggalan dalam perusahaan Caroline.
''Mama... Lee boleh lihat enggak keuangan BL?'' tanya Lee.
''Boleh... Lagian ini juga perusahaan kamu sama Brucce,'' jawab Tika.
Kemudian Lee membuka laporan keuangan BL Company. Erra yang selesai berkeliling langsung masuk ke dalam dan melihat Caroline dan Lee.
''Ah... Maaf,'' ucap Erra.
Caroline yang melihat Erra lalu menatap lekat wajah Erra hanya tersenyum manis.
''Hey.. kamu tidak ingat aku?'' tanya Caroline.
Erra tiba-tiba saja terkejut. Karena Caroline bisa memakai Bahasa Indonesia dengan lancar.
''Nyonya bisa berbahasa Indonesia?'' tanya Erra.
''Bisalah... Aku asli Surabaya,'' jawab Caroline.
''Masa Kak Erra enggak tau kalau pemilik BL Company adalah saya,'' ujar Lee sambil mengangkat kepalanya.
Erra semakin kaget karena pengakuan Lee. Erra malah di buat bingung oleh Lee.
''Memang perusahaan ini milik aku kakak. Yang kamu ajak bicara adalah Bunda Tika. Mama kandung aku,'' jelas Lee.
Mata Erra membulat sempurna ketika menatap Caroline. Erra langsung memeluk Caroline dengan manja.
__ADS_1
''Bunda!!!'' seru Erra.