Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 86


__ADS_3

"Tidak ada yang tahu dengan siapa Alicia berkerjasama. Semuanya masih membagongkan," ucap Garda.


"Lalu bagaimana selanjutnya?" tanya Fendy.


"Kita tidak bisa memaksa mereka. Kita harus memakai cara yang lembut," jawab Garda dengan smirk.


"Apakah kita harus membunuhnya?" tanya Greg.


"Kita bisa membunuhnya sekarang. Tapi bagaimana dengan Lee? Lee juga harus berhak tahu siapa yang membunuh bayinya?" jawab Garda.


Mereka menghela nafasnya sambil menggelengkan kepalanya. Mereka saling memandang satu sama lain.


"Jika kita memberitahukan kalau Alicia membunuh bayinya, apa yang akan dilakukan Lee? Pastinya Lee kecewa berat. Seorang gelandangan yang hidup di jalanan. Lee mengangkatnya sebagai seorang mama. Tapi Andi tidak merasa ada perasaan apa pun ke Alicia. Ketika dia tahu kalau Lee bisa tersenyum lagi," jelas Fendy.


"Kita tunggu pulihnya singa betina terlebih dahulu. Kita tidak bisa memutuskan untuk membunuhnya," Garda menengahi masalah ini.


"Baiklah," sahut Greg.


Beberapa saat kemudian datang March dengan membawa beberapa kertas. March langsung menaruhnya di meja.


"Info tentang Alicia," kata March.


"Apakah kamu sudah menemukan informasi tentang wanita gila itu?" tanya Fendy yang mengerutkan keningnya.


"Ya... Ternyata dia disuruh sama Candra Malik," jawab March.


Garda dan Greg terdiam dan saling menatap March. Bagaimana bisa Alicia mengenal Candra Malik yang seorang pembisnis yang kotor sekali.


"Disuruh atau kerja sama?" tanya Garda.


"Apa bedanya?" tanya Fendy yang mengetes kepintaran Garda.


"Beda jauh lagi. Kalau kerjasama adalah Candra meminta bantuan ke Alicia dan juga sistemnya bagi hasil. Kalau disuruh ya Candra memang menyuruhnya," jawab Garda yang kesal karena jebakan Fendy.

__ADS_1


"Disuruh," kesal March.


"Yang jadi pertanyaan bagaimana Alicia bisa mengenal Candra?" tanya Garda yang mengerutkan keningnya.


"Jawabannya simpel. Sebelum Alicia ke sini dan menjadi gelandangan. Alicia adalah tunangannya Chandra," jawab March.


Mereka langsung terdiam tanpa kata. Mereka mengira-ngira kalau Candra sengaja memasukkan Alicia ke Keluarga Sebastian. Garda menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Mungkin saja Candra sengaja memasukkan Alicia ke keluargaku."


"Analisisku sama dengan kamu," celetuk Greg.


"Apakah kita harus bertanya kepada Lee secara langsung tentang peristiwa masa lalu ketika menemukan Alicia," usul March ke Garda dan Greg.


"Kalau begitu aku setuju. Ketimbang kita mengira-ngira. Aku tidak yakin apakah Lee ingat atau tidak?" tambah Garda.


Mereka menghela nafasnya sambil menunduk. Mereka berharap Lee tidak berlarut dari kesedihan yang mendalam. March sangat mengerti sekali. Karena dulu Naomi pernah keguguran anak keduanya.


"Aku berharap sekali Lee tidak terpuruk atas kehilangan calon bayinya itu," lirih March yang sedih.


"Bagaimana dengan Erra?" tanya Greg.


"Aku berharap Erra dan Lee bisa tegar menghadapi ini semuanya," ujar Garda yang menghela nafasnya.


"Kalau begitu kita berdoa bersama agar mereka segera mendapatkan seorang bayi lagi," ucap Greg dengan tulus.


"Amin," sahut Garda dan March dengan tulus.


Di kamar rumah sakit. Lee yang masih memegang perutnya meneteskan air matanya. Lee terdiam dan mengambil bantal. Lalu Lee menutupi wajahnya dan menangis. Malam ini Lee ingin menangis secara terus menerus. Lee yang termasuk wanita tangguh menunjukkan sifat lemahnya.


Sementara itu Erra yang keluar dari toilet melihat Lee. Akhirnya Erra diam di tempat sambil merasakan dadanya sesak. Erra segera mendekati Lee dan menarik bantal itu, "Berhentilah menangis."


"Sakit kak," ucap Lee terisak.


"Apanya yang sakit?" tanya Erra dengan suara serak.

__ADS_1


"Hatiku kak," jawab Lee yang menghapus air matanya.


Erra akhirnya duduk di tepi ranjang. Mata Erra yang mendung memeluk Lee sambil membisiki kata-kata yang membuat Lee sesenggukan.


"Hatimu sakit. Aku juga sakit. Hatimu teriris begitu juga aku. Kamu bahagia aku juga bahagia. Kamu tersenyum aku juga tersenyum. Kamu sedih aku juga sedih. Dengarkan aku... Bagaimana kalau saat itu kamu pergi bersama anakku? Aku tidak bisa membayangkan bagaimana dengan hidupku?" ucap Erra yang sangat sedih sekali. "Aku bisa mati Lee."


"Apakah kakak mencintaiku?" tanya Lee.


"Ya aku sangat mencintaimu. Meskipun aku tidak pernah mengatakannya kepadamu," jawab Erra.


"Kalau begitu kakak jangan sedih ya," pinta Lee.


"Sekarang aku tanya ke kamu. Apakah kamu akan bersedih terus seperti ini?" tanya Erra.


Lee melepaskan Erra dan menatapnya dengan sendu, "Apakah kakak tidak menginginkan seorang bayi?"


"Lee... Dengarkan aku ya. Pria mana yang tidak ingin memiliki anak dari wanitanya? Pria mana jika istrinya hamil lalu sang pria tidak bahagia? Pria mana yang tidak ingin menjadi sempurna dalam hidupnya ketika sudah menciptakan seorang anak?" tanya Erra. "Kamu pikir aku tidak bahagia jika kamu hamil? Kamu pikir aku tidak ingin memiliki seorang anak? Kamu pikir aku tidak ingin menjadi seorang pria yang sangat sempurna? Itu salah... Aku memang sangat menginginkan itu semua Lee. Aku ingin menjadi pria yang bahagia ketika kamu hamil... Menjagamu... Aku rela kamu repotkan dengan meminta ini itu. Aku rela menjadi suami siaga ketika kamu akan melahirkan. Bahkan aku ingin sekali mengelus perut besarmu."


"Maafkan aku yang tidak bisa mempertahankannya," ucap Lee dengan lirih hingga terdengar ke telinga Erra.


"Mulai saat ini kamu tersenyumlah. Ikhlaskan semua. Suatu hari Tuhan akan menggantinya dengan lebih baik lagi. Jika kamu mengandung lagi. Aku akan menjagamu," tutur Erra dengan lembut. "Semangatlah untuk hidup. Jangan pernah menyerah."


Erra segera menghapus air mata Lee sambil tersenyum walau hatinya sangat perih sekali. Erra memegang tangan Lee sambil tersenyum dan berkata, "Lee jadilah wanita tangguhku. Walau kamu dihadang oleh badai besar sekalipun. Aku tidak mau melihat kamu terpuruk. Aku ingin melihat kamu yang sering menghiburku dengan jokes-jokes yang aneh. Dan menghibur banyak orang. Kamu tahu seluruh orang telah kehilangan kamu. Kehilangan senyummu. Kehilangan kekonyolan kamu. Mereka bersedih melihat kamu yang berbaring tidak berdaya. Lee kembalilah kamu setelah kehilangan anak kita. Kembalilah kamu menjadi seperti yang dulu lagi. Aku.. Erra suamimu akan selalu mencintaimu hingga akhir hayat," tambah Erra.


Lee yang mendapatkan pencerahan dari sang suami memutuskan untuk mengakhiri kesedihan. Lalu Lee memutuskan untuk tetap tersenyum.


"Setelah kamu pulih. Aku berjanji akan menggelar acara pernikahan. Kita ulang lagi pernikahan kita dengan mengikat janji suci. Setelah itu kita berbulan madu. Kamu ingin berbulan madu ke mana?" tanya Erra.


"Aku ingin berbulan madu ke Jogjakarta," jawab Lee.


"Apakah kamu tidak ingin ke Eropa?" tanya Erra.


"Tidak. Aku sudah bosan ke sana. Setiap aku mendapatkan tugas selalu ke sana," kesal Lee yang mengingat banyaknya kasus yang berada di Eropa.

__ADS_1


"Kalau itu mau kamu baiklah. Sesuai permintaan kamu," bisik Erra.


"Kak, mama papa ke mana?" tanya Lee.


__ADS_2