Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 197


__ADS_3

"Kakak kalau mau pulang… pulang dulu. Aku akan merayu bapak ini untuk ikut bersamaku. Kakak tahukan kalau sebentar lagi pernikahan Suci akan diadakan. Suci ingin bapak Margo yang menjadi wali pernikahannya itu," jawab Lee yang memelas. 


Erra teringat permintaan Suci. Lalu Erra berinisiatif mengambil ponselnya sambil mencari nomor Imam. Lalu Erra menghubungi nomor tersebut. Beberapa saat kemudian Erra melihat ada sebuah warung makan. Erra menatap Lee dan memintanya mengajak Pak Margo. 


"Aku lapar. Lebih baik kita mampir ke warung itu," ucap Erra sambil menunjuk warung itu. "Ajaklah Pak Margo kesana. Aku menunggumu."


Lee menganggukan kepalanya tanda setuju. Lalu Erra segera pergi meninggalkan Lee.


"Begini saja pak. Bapak kan tiap hari digaji. Bagaimana kalau saya meminta atasan bapak untuk bekerja setengah hari saja. Jadi ini jam dua belas siang. Sorenya tidak bekerja hingga menunggu pagi. Kalau soal gaji biar saya yang mengganti," tutur Lee dengan lembut. 


Akhirnya Pak Margo menyetujui usulannya Lee. Pak Margo sangat senang bisa bertemu dengan Lee. Selain itu juga Lee adalah wanita yang sangat lembut dan sopan. Lalu Lee membawa peralatan kebersihan milik Pak Margo.


"Non, biar saya saja. Bapak takut nanti kalau tangan nona kotor," ucap Pak Margo yang tidak enak hati.


"Ndak apa pak. Biar saya saja," pinta Lee.


Lee mengajak Pak Margo ke warung itu. Sedangkan Erra sudah menunggu kedatangan Lee sambil berbalas pesan bersama Imam. Sesampainya di warung itu Lee melihat Marvin dan Erra bersama dengan sang sopir.


"Duduklah pak," pinta Lee.


Lalu Pak Margo duduk sendirian di pojok. Lee yang melihat Pak Margo duduk di pojok mendekatinya, "Lho… bapak kok duduk di sini?" tanya Lee dengan lembut. "Bapak duduk bersama kami saja." 


"Tidak nona. Saya duduk disini saja. Tidak enak sama mereka yang memakai baju yang bagus. Mereka sangat bersih. Begitu juga dengan nona yang pakaiannya bagus. Saya memakai baju yang kotor dan tidak layak dilihat," ucap Pak Margo yang ketakutan sekali ketika dekat dengan orang kaya.


"Kita semuanya sama. Kita adalah ciptaan Tuhan. Yang dimana derajat kita sama di mataNya. Lebih baik bapak ikut gabung bersama kami," pinta Lee.


Mau tidak mau Pak Margo menuruti kemauan Lee. Erra yang sedari tadi melihatnya hanya bisa tersenyum simpul. Erra sangat bangga terhadap sang istri yang mau membaur dengan orang kecil. Erra sangat berterima kasih kepada Tuhan yang telah mengirimkan seorang bidadari sangat baik sekali.


Ketika Pak Margo berhadapan dengan Marvin, mulut Pak Margo bergetar. Pak Margo sangat terkejut melihat Marvin yang sedang duduk bersama Erra. Begitu juga sebaliknya Marvin juga sangat terkejut sekali melihat Pak Margo. Marvin berdiri lalu berjalan mendekatinya sambil memanggil nama Pak Margo dengan lirih. 


"Margo," panggil Marvin. 


"Marvin," panggil Margo. 


Kedua pria paruh baya itu berpelukan sambil melepaskan rindu. Lee mendekati Erra sambil tersenyum dan memegang tangan kekar suaminya sambil menghempaskan bokongnya di kursi. 

__ADS_1


Mereka memperhatikan Pak Margo sama Marvin sedang berpelukan haru. Sepertinya mereka sedang melepas rindu. Hal ini membuat mereka tersentuh. Lee tidak menyangka kalau dirinya yang ingin membuat kejutan buat Suci malah menjadikan moment pertemuannya sangat unik sekali. Bahkan Lee sendiri baru tahu kalau Marvin dan Pak Margo adalah adik kakak. Bahkan wajah mereka sangat mirip sekali. 


Setelah melepaskan pelukannya Marvin tersenyum melihat wajah Lee. Marvin mengajak Pak Margo duduk di sampingnya. Lalu Marvin melihat wajah Lee dan Erra. 


"Sepertinya kalian saling mengenal? Siapakah kalian sebenarnya?" tanya Lee. 


"Aku sama Margo adalah saudara kembar. Kami terpisah jarak dan waktu. Setelah SMA kami terpisah. Kami disuruh memegang perusahaan bersama. Tapi Margo mengundurkan diri. Kemudian aku melanjutkan sekolah lebih tinggi lagi. Di situlah kami terpisah. Setelah aku selesai dari luar negeri nama Margo telah dicoret dari nama keluarga. Penyebabnya adalah Margo telah menikah dengan seorang perempuan yang tidak memiliki sanak keluarga. Itulah kabar yang aku dengar," jawab Marvin yang menjelaskan semuanya. 


"Apakah perempuan itu adalah ibu dari ibunya Suci?" tanya Lee. 


"Iya kamu benar. Kami memang hidup bahagia. Namun gara-gara seorang wanita kehidupan kami hancur seketika. Wanita itu selalu mempengaruhi kehidupanku untuk bermain judi dan mabuk. Saat itulah keluarga kecilku hancur," jawab Margo. "Dan yang lebih sialnya lagi wanita itu memang sengaja dijodohkan aku semenjak kuliah."


Kemudian Lee menceritakan apa yang telah menimpa Suci hingga mendetail. Hingga akhirnya Pak Margo dan Marvin sangat paham. Pak Margo menjadi sangat bersalah sekali kepada Suci. Pak Margo masih berharap untuk meminta maaf kepada Suci. 


Tak lama datang Imam yang sendirian. Imam mendekati Erra sambil bertanya, "Ada apa?"


 


"Duduklah," pinta Erra. 


"Kenapa wajah kalian sangat mirip sekali? Apakah kalian kembar?" tanya Imam yang mengerutkan keningnya. 


"Aku jelasin dahulu, begini ternyata papanya Dennis dan bapaknya Suci adalah saudara kembar," jawab Lee. 


Imam tersenyum melihat pria paruh baya itu dengan lusuh. Imam memandang wajah Pak Margo yang penuh penyesalan. Imam bersyukur karena bapaknya Suci telah ditemukan. Imam berharap bapaknya Suci mau menerimanya. 


Setelah pertemuan dengan Pak Margo, Lee dan Imam sepakat untuk menyembunyikan keberadaan Pak Margo. Imam menyuruh Pak Margo berhenti dari pekerjaannya lalu memberikannya yang baru. Sedangkan Marvin diizinkan tinggal di mansion Sebastian. Lalu Lee menyuruhnya istirahat. 


Mansion Drajat. 


Bayu yang telah sampai ke mansion melihat banyaknya wartawan sudah berjejer. Bayu memukul setirnya sambil kesal, "Apa-apaan ini! Sore-sore begini banyak sekali wartawan."


"Ada masalah apa?" tanya Rani yang mulai menenangkan Bayu. 


"Entahlah. Aku tidak tahu," jawab Bayu. 

__ADS_1


Beberapa saat kemudian beberapa pengawal keluar dari mansion lalu melihat mobil Bayu. Mereka langsung mendekati Bayu dan memberikan pengamanan agar Bayu bisa masuk. Setelah masuk para pengawal itu segera menutup pintu gerbang. 


Kemudian Bayu memutuskan untuk keluar dari mobil. Bayu memanggil salah satu pengawalnya untuk meminta jawaban, kenapa banyak sekali wartawan?


"Ada apa?" tanya Bayu. 


"Tuan mereka meminta konfirmasi dari Tuan Muda Erra soal pernikahannya bersama nyonya Elizabeth. Mereka kesini atas suruhannya nyonya Elizabeth," jawab Riko nama pengawal itu. 


"Elizabeth Taylor?" tanya Rani. 


"Iya nyonya," jawab Riko. 


"Kamu jangan pernah sekali-kali memanggil Elizabeth nyonya! Karena Elizabeth bukan nyonyamu!" titah Rani. 


"Tapi nyonya, Elizabeth sangat memaksa sekali dipanggil nyonya," ucap Riko. 


"Siapa bosmu disini?" tanya Bayu dengan dingin. 


"Tuan Bayu, Tuan Fendy, Tuan Muda Erra dan Nyonya Rani," jawab Riko yang ketakutan. 


"Tambah lagi satu. Disini akan ada dua nyonya yang sah!" perintah Bayu. 


"Siapakah itu bos?" tanya Riko. 


"Lee Sebastian. Dia adalah nyonya muda disini," jawab Bayu. 


"Jadi Elizabeth bukan istrinya tuan muda Erra ya?" tanya Riko. 


"Bukan. Lee Sebastianlah istri dari tuan mudamu. Kalau begitu angkatlah semua barang-barangku!" titah Bayu yang menarik tangan Rani masuk ke dalam mansion.


Setelah masuk ke dalam mansion Bayu mengajak Rani ke ruangan kerja. Bayu sangat pusing sekali melihat wartawan dan pengakuan dari pengawalnya. Bisa-bisanya Elizabeth membuat ulah di kediaman mansion Drajat.


"Aku pusing!" kesal Bayu yang memegang kepalanya.


"Apakah kita harus menghubungi Erra untuk segera pulang?* tanya Rani. 

__ADS_1


"Lakukanlah! Lee juga suruh kesini! Lee harus mengetahui kabar ini!" titah Bayu. 


__ADS_2