
Setelah masuk ke dalam ruangan, Jake menghempaskan bokongnya di kursi kebesarannya. Jake menyuruh Jono duduk di hadapannya.
"Jono," panggil Jake.
"Ya tuan," balas Jono.
"Aku sudah mengetahui siapa dirimu sebenarnya. Kamu sudah menikah dengan pelayan restoran milik temanku. Kamu sudah memiliki seorang bayi berusia tiga bulan. Lalu kenapa kamu menggoda Feli?" tanya Jake secara blak-blakan.
"Aku tidak menggodanya. Aku hanya ingin menjadi kekasihku," jawab Jono yang jujur.
"Lalu jika Feli menjadi kekasihmu, bagaimana dengan istrimu?" tanya Jake.
"Aku akan menceraikannya. Karena aku tidak mencintainya," jawab Jono.
"Kenapa kamu tidak mencintainya? Kamu tahu Disya adalah wanita yang baik. Bahkan sangking baiknya banyak pria diluar sana memperebutkannya," ucap Jake. "Istrimu adalah seorang berlian yang harus kamu genggam. Jangan pernah kamu lepaskan. Aku sering memperhatikan kamu. Kamu sering menggoda Feli dan pegawai-pegawai perempuan di kantor. Bahkan dua wanita yang berada di kantor ini sudah kamu jadikan kekasihmu."
Sementara di luar March dan Greg mendengar pembicaraan mereka. Jake memang sengaja tidak memasang peredam suara. Jake berharap Feli bisa mendengar percakapan mereka. Kedua pria yang berbeda generasi itu hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Lalu bagaimana dengan Feli yang juga ikut-ikutan mendengar? Feli hanya terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Feli baru mengetahui kalau Jono sudah memiliki istri dan anak. Hati Feli berdenyut hebat karena merasa ditipu.
"Kenapa tuan bisa tahu? Apakah tuan dukun yang setiap malam membakar menyan dan menyerahkan seluruh pasukan hantu mengikuti saya?" tanya Jono yang mulai meledek Jake.
"Kalau saya dukun kenapa? Apakah ingin aku santet hingga muntah darah?" tanya Jake yang sengaja membuat Jono kelabakan.
"Ah… baguslah tuan kalau anda dukun. Kalau begitu santet saja istri saya hingga meninggal. Biar saya bisa menikmati banyak perempuan-perempuan yang di luar sana," jawab Jono yang membayangkan dirinya yang sedang dikelilingi banyak perempuan.
Jake memutar bola matanya dengan jengah. Lalu Jake hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Jake sangat terkejut sekali mendengar penuturan Jono. Bagaimana bisa dirinya disuruh menyantet orang hingga meninggal? Jake hanya menggelengkan kepalanya sambil memegang pulpen.
"Jono… aku belum pernah menikah. Aku tahu sifat playboy kamu itu. Jika kamu terus-terusan bermain cewek seperti itu. Bagaimana nasib kamu nanti di masa tua? Jika kamu sakit dan kenapa-kenapa, apakah mereka mau merawatmu? Mereka akan membuang kamu. Tapi lihatlah istrimu yang lemah lembut setia merawatmu. Apakah kamu tidak merasakan kelembutannya?" tanya Jake.
Seketika Jono terhenyak kaget mendengar Jake berbicara kelembutan sang istri. Darimana Jake tahu kalau sang istri lembut?
"Janganlah kamu cari wanita lain yang bisa menyalurkan hasrat. Menikah itu tidak hanya menyalurkan hasrat. Menikah itu harus dijadikan ibadah. Insyaallah suatu hari kamu akan memiliki kepuasan tersendiri," tambah Jake.
Kemudian Jono sadar akan nasihat dari Jake. Lalu Jono undur diri dulu untuk menghubungi istrinya. Namun sebelum undur diri dulu, Jake menegurnya kembali.
"Jono… besok jangan ajak Feli datang ke sekolah. Biarkan Feli datang bersamaku," tegur Jake.
__ADS_1
"Baik tuan," balas Jono.
"Setelah itu panggil Feli kesini!" perintah Jake.
Akhirnya Jono keluar dari ruangan. Tak lama Jono melihat March dan Greg. Jono membungkukkan tubuhnya untuk memberikan hormat, "Selamat siang tuan!"
"Siang," balas March.
Sebelum pergi dari ruangan itu Jono mendekati Feli, "Feli."
"Ada apa?" tanya Feli yang wajahnya berubah menjadi datar.
"Disuruh masuk ke dalam," jawab Jono.
"Baiklah," balas Feli yang berdiri lalu meninggalkan Jono yang masih berdiri di sana.
Lalu Feli berjalan mendekati Jake sambil berkata, "Tuan Jake."
"Apakah kamu sudah mendengar apa yang kita bicarakan?" tanya Jake ke Feli.
"Sudah tuan," jawab Feli dengan sendu.
"Tidak tuan. Aku ingin memiliki pria yang tidak memiliki istri untuk dijadikan suami," jawab Feli.
"Jika kakak besarmu dengar kalau kamu memiliki seorang kekasih yang sudah beristri kemungkinan akan marah," ucap Jake yang mendekati Feli.
"Apakah kamu tidak mau menerimaku sebagai kekasihmu?" tanya Jake.
"Aku memang suka sama tuan. Tapi aku tidak mau menyayangi tuan," jawab Feli dengan polos.
Jake memegang lengan Feli dan tersenyum. Jake mendekati Feli sambil menatap wajah sang asistennya itu, "Kenapa kamu tidak bisa menyayangiku?"
"Kasta kita memang berbeda tuan. Tuan adalah orang kaya. Sedangkan aku adalah orang miskin dan tidak punya apa-apa. Aku sendiri hanya anggota inti pasukan khusus di White Eragon," jawab Feli dengan jujur.
"Aku tahu kamu sudah menyukaiku saat bertemu pertama kali. Tetapi kamu tidak pernah bilang sama aku," ucap Jake dengan serius.
__ADS_1
"Itu benar tuan. Aku memang sudah menyukai tuan sejak awal ketemu," ucap Feli dengan wajah memerah.
"Kalau begitu kita jalani saja hubungan ini. Kita bisa berpacaran dan bekerja secara profesional," ajak Jake.
"Hmmp… bagaimana ya?" tanya Feli yang ragu.
"Enggak usah ragu. Aku ingin mengenalmu lebih dalam lagi," jawab Jake yang tersenyum bahagia.
Feli menganggukan kepalanya tanda setuju. Jake langsung memeluknya sambil mengelus-elus punggungnya. Sedangkan kedua orang itu yang sengaja mendengar Jake menembak Feli sambil tersenyum. Mereka sangat lega ketika Jake memutuskan untuk menjalin hubungan.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Mereka terkejut mendengar pintu terbuka. Jake melihat March yang datang bersama Greg segera melepaskan Feli. Sementara itu Feli melihat kedatangan March dan Greg merasa ketakutan dan membungkukkan badannya sambil berkata, "Maaf tuan."
"Tak apa," ucap March.
Feli bergegas meninggalkan mereka. Kemudian March mendekati Jake sambil berkata, "Candra berulah lagi."
"Maksudnya papa?" tanya Jake. "Bukannya Candra akan berulah di Asco?"
"Selesai berulah di Asco giliran Anders. Kamu harus bersiap-siap menghalau serangan-serangan yang ada," jawab March. "Bila perlu kamu ajak Lee dan Garda untuk membuat virus baru dan menghajar Candra."
"Pa… apakah kita tidak sebaiknya menghajar Black Lotus?" tanya Greg sambil memberikan saran.
"Ide bagus itu. Lebih baik kamu bicarakan pada Lee dan Erra," jawab March.
"Sebentar… rencana Lee dan Erra ingin menghancurkan Malikz Groups. Lee akan meminta Garda untuk menurunkan harga saham Malikz hingga ke jurang neraka. Setelah itu Lee akan membeli semuanya dan menguasai Candra," ujar Jake.
"Ada benarnya juga Black Lotus dihajar. Jika kita tidak menghajarnya secara bersamaan. Candra masih mempunyai kekuatan penuh. Yang dimana kekuatan itu bisa membuat Candra bangkit kembali," tambah March. "Kalau begitu pergilah ke Asco. Susul Lee dan Garda. Lalu ajak mereka membuat virus yang mematikan."
"Baik pa. Aku akan melakukannya," balas Jake.
Setelah itu Jake dan Greg pergi ke Asco. Mereka hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Mereka menggerutu dalam hati. Kok Candra tidak bosan ya membuat masalah.
__ADS_1
Istanbul Turki.
Candra yang selesai memeriksa laporan dari karyawannya merasa lega. Tak lama Yoona datang dengan memakai baju kurang bahan. Setelah itu Yoona mendekati Candra sambil bertanya, "Apakah kamu sudah siap mendengar Erra turun jabatan?"