Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 240


__ADS_3

"Kita enggak bisa membicarakan hal ini disini," jawab Christian.


"Mau kemana pak?" tanya Gilmore dengan serius.


"Kita harus pergi ke suatu tempat,'' jawab Christian. "Apakah kamu mau ikut?"


"Ya pak. Saya ikut,'' jawab Gilmore.


Di apartemen Adam memutuskan untuk pulang setelah memberikan perintah. Adam tertawa terbahak-bahak melihat kepolosan dua gadis kembar itu. Memang Adam memiliki rencana kalau si kembar akan dijadikan sebagai alat menghabisi pembunuh. Adam tidak akan membiarkan seluruh orang menyerangnya.


"Mereka sangat bodoh sekali,'' gumam Adam.


Adam segera membuka pintu itu dan melihat para pengawal berjaga. Adam segera memberikan perintah untuk mengantarkannya ke bandara. Namun belum sempat menjawab, ada seorang pria bertubuh tambun mendekatinya sambil menyapanya, "Tuan Adam.''


"Hey... Nic,'' sapa Adam yang sengaja dibuat ramah.


"Tuan... ada yang harus kita bicarakan,'' bisik Nicky.


"Mari kita masuk,'' ajak Adam.


Adam mengajak Nicky masuk ke dalam. Adam memandang wajah Nicky yang sepertinya ada masalah serius. Sebelum Nicky membuka suaranya, Adam mengambil air minuman untuk Nicky, "Sepertinya kamu ada masalah?"


"Itu benar tuan. Pihak interpol sudah mengendus pasar gelap tuan yang akan dilaksanakan di kota Bangkok hari Jum'at Minggu ini,'' jawab Nicky dengan suara bergetar.


"Bagaimana bisa bocor ke telinga interpol? Apakah kamu membocorkannya?" tanya Adam dengan suara datar.


"Saya tidak tahu tuan. Saya masih menyelidikinya,'' jawab Nicky.


"Selidiki dan kantongi siapa saja yang mendengar berita ini. Aku mau dua hari ke depan hasilnya. Jika tidak kamu orang yang pertama lenyap di tanganku!" titah Adam.


"Baik Tuan,'' balas Nicky.


Nicky membungkuk untuk memberi hormat. Lalu Nicky meninggalkan Adam sendirian. Setelah Nicky pergi, wajah Adam berubah menjadi muram. Tangannya mengepal dengan kuat dan berteriak dengan kencang.


Adam tidak menyangka kalau perhelatan pasar gelap bisa bocor. Bagaimana bisa berita itu menyebar? Yang paling ditakuti adalah berita itu sampai terdengar ke telinga singa betina. Singa betina akan menghancurkan acara itu dengan cara mudah. Sungguh ruarr biasa singa betina jika sudah hancur menghancurkan.


Sebelum Christian datang, Lee sengaja mengumpulkan para enam pilar utama di suatu tempat. Lee memiliki ide untuk menghabisi seluruh pengawal Adam yang berada di sekitaran hutan.

__ADS_1


"Kenapa kamu mengumpulkan kami di sini?" tanya Erra.


"Aku memiliki cara untuk melenyapkan para pengawal Adam yang berjaga di sini. Kita buat tim sebanyak lima orang. Lima orang itu dikomandoi oleh kalian masing-masing. Setelah itu kita habisi mereka,'' jawab Lee yang memiliki ide itu.


"Bukan ide yang buruk,'' ucap Garda.


"Kita kan enggak tahu kalau mereka berkumpul dimana?" tanya Erra.


"Itu gampang. Kan ada papa Andi, papa March, Papa Irwan dan Papa Joko. Mereka bisa jadi pemandu kita. Kan kata kak Jake di area hutan ini terpasang oleh CCTV jadinya bisa dilacak mereka berada dimana. Dengan panduan mereka kita bisa menghabisi mereka,'' ujar Lee dengan menceritakan ide tersebut.


"Ide bagus itu. Semacam mereka bermain game Free Fire. Mereka memberitahukan keberadaan sang musuh dan kita menghajarnya,'' kata Jake.


"Ya. Seperti itu. Tapi bedanya pada papa tidak bisa membunuh mereka secara langsung,'' tambah Lee.


"Aku paham,'' balas Imam yang selesai mencerna perkataan Lee.


Mereka tersenyum manis ketika Lee memiliki ide brilian. Kemudian mereka bubar untuk mempersiapkan dirinya masing-masing. Mereka juga akan memilih pengawal yang ikut dengannya.


Lee segera masuk ke dalam dan melihat para papa yang menikmati coklat panas. Lee mendekati Andi kemudian menghempaskan bokongnya di samping Andi.


"Apakah para papa mau bantu kami?" tanya Lee dengan serius.


Kemudian Lee menceritakan rencana tadi ke para papa. Akhirnya pada papa setuju dengan ide Lee. Mereka juga sangat geram kepada Adam. Namun mereka belum pernah menyentuhnya sama sekali.


"Bukannya dulu Jake pernah memasang CCTV?" tanya Bayu.


"Iya. Aku memang sengaja memasangnya untuk bisa memantau markas jarak jauh,'' sahut Jake yang baru saja masuk ke dalam.


"Ternyata enggak sia-sia menyuruh Jake kuliah di Harvard,'' celetuk March.


"Memang enggak sia-sia sih pa. Sebenarnya aku ingin kuliah di dalam negeri,'' ujar James.


"Ini lagi yang dikasih kuliah ke Harvard malah menolak,'' kesal Lee.


"Kenapa kamu kesal adik kecil?" tanya Jake.


"Sebenarnya aku ingin sekali kuliah di sana. tapi mama melarangku kesana. Mama ingin berdekatan denganku,'' ucap Lee dengan lemah.

__ADS_1


"Padahal papa sudah menggelontorkan dana untuk kamu untuk sekolah di sana. Ternyata yang membuat kamu kuliah di Helsinki adalah istriku,'' ujar Andi yang manggut-manggut.


"Ya gitu deh,'' balas Lee.


"Tempat kamu kuliah juga bagus. Papa juga setuju kamu kuliah di sana. Kamu juga memiliki cumlod yang bagus. Papa enggak marah sama kamu,'' ucap Andi dengan tulus. "Malah kamu mengambil tiga fakultas sekaligus.''


"Jangan pernah menyesal. Kamu pergi dari Helsinki pun enggak bakalan bertemu dengan kakak tampanmu itu,'' ledek Bayu.


"Semuanya adalah kakak tampan. Aku sangat mencintainya. Tapi agak nyebelin,'' ucap Lee dengan malu-malu kucing karena teringat tadi pagi.


"Cih, pakai malu-malu segala. Bukannya para perempuan senang jika pasangannya nyebelin,'' sahut March yang memancing Lee.


Blush.


Tiba-tiba saja wajah Lee berubah menjadi merah. Lee sangat malu sekali ketika diledek oleh March. Jujur saja Lee sangat menyukai Erra ketika menjadi menyebalkan.


"Kalau begitu kapan kita menghabisinya?" tanya Andi yang tersenyum melihat sang putri malu-malu.


"Dua jam lagi kita akan melaksanakan. Aku juga ingin mencari pasukan untuk menemaniku menghajar mereka,'' kata Lee.


"Pergilah! Persiapkan semuanya! Jangan lupa pakai rompi anti peluru!" titah Bayu.


"Baik,'' balas Lee yang berdiri meninggalkan mereka.


Lee sudah mengantongi nama lima orang pengawal untuk diajak bertarung. Lee memanggil mereka untuk berdiskusi taktik apa yang dipakai. Tak lupa juga Lee memperingatkan agar memakai rompi anti peluru.


Dua jam berlalu.


Para enam pilar utama sudah bersiap-siap untuk medan perang. Mereka sengaja berpencar untuk mencari pengawal Adam yang menyebar di seluruh hutan tersebut.


Para papa mulai bersiap-siap berada di laptop masing-masing. Mereka memilih anak-anaknya untuk menjadi komando. Begitu juga dengan Fendy yang tidak memiliki anak. Fendy juga turun tangan untuk memandu Garda.


Saat menjauh dari markas Para papa sudah mulai awas. Mereka sangat terkejut ketika melihat CCTV secara serempak. Ternyata para pengawal Adam sudah memasuki kawasan hutan. Para papa tidak bisa membiarkan ini terjadi. Mau tidak mau para papa menarik mereka kembali ke markas.


Seluruh anggota enam pilar utama pun akhirnya kembali. Mereka tidak kesal dengan perintah para papa yang menyuruhnya kembali. Mereka berpikir ada yang tidak beres dengan hutan ini.


"Kenapa papa menyuruh kami pulang?" tanya Erra dengan datar.

__ADS_1


"Jangan pasang wajah datar kamu!" perintah Bayu.


__ADS_2