Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 473


__ADS_3

"Aku serius melakukannya. Aku tidak mau mereka mencibir Raka. Sebab mereka tidak tahu kenapa Raka hadir ke dunia ini?" jelas Lee.


"Berapa hari kita terkena badai seperti ini?" tanya Suci.


"Hanya malam ini saja. Untung saja aku menghubungi kalian terlebih dahulu. Agar tidak berangkat ke sana," jawab Lee.


"Syukurlah," ucap Angela yang mengucap rasa syukur.


Di ruangan keluarga, ketiga pria itu bercanda habis-habisan. Mereka bercerita sambil mengingat masa kecilnya. Yang lebih parahnya, Nanda meledek Erra. Namun Erra tidak marah sama sekali. Bahkan dirinya tertawa lepas.


"Aku nggak bisa membayangkan. Jika Erra saat itu sangat jahil dan menyesatkan. Tapi kenapa gede-gedenya kok jadi pria dingin dan super dingin? Inilah yang menjadi pertanyaan kita selama ini. Aku tanya ke Garda. Garda juga tidak menjawab apapun. Aku sempat berpikir kalau kamu berubah drastis hanya karena gadis bermata indah itu," tanya Nanda.


"Nggak ada urusannya dengan gadis permata Indah itu. Memang aku sudah memiliki sifat itu dari papa. Sebab sifat itu tidak akan bisa dihilangkan begitu saja. Beda lagi dengan Garda. Semenjak Garda belum terkena amnesia. Garda memang sangat kocak sekali. Bahkan dia selalu membuat masalah dan melemparkannya ke orang lain. Sebenarnya dia itu mampu menyelesaikannya. Kita tahu kan dia seperti apa?" tanya Erra balik.


"Pas zaman dulu, kamu kok nggak merasa kalau itu Brucce? Dari sifatnya saja sudah ketahuan kalau itu Brucce. Tapi aku memilih diam dan takut salah," jawab Imam.


"Kalau aku nggak tahu. Jujur saja aku nggak pernah berkumpul dengan Black Dragon. Jadi kalau mendeteksi Brucce, aku angkat tangan deh. Soalnya aku lupa dengan sifat-sifatnya itu," jelas Imam.


"Aku sendiri tidak pernah memperhatikannya. Yang penting pekerjaannya selesai dan Garda bisa menikmati harinya. Sebab Black Dragon tidak terlalu mengekang para anggotanya. Mereka bisa melakukan liburan sepuasnya. Tapi dengan satu syarat, pekerjaan semuanya harus beres sebelum mengajukan liburan," tambah Erra.


"Sebentar. Ini buat Imam. Sekarang aku tanya, Kenapa kamu tidak masuk ke dalam White Eragon? Kamu lebih memilih Black Dragon saat itu," tanya Nanda yang sangat penasaran sekali. Kenapa Imam tidak masuk ke dalam White Eragon?

__ADS_1


"Pertanyaan cukup sulit. Sebenarnya semenjak lulus sekolah. Aku sudah mendapatkan tawaran masuk ke dalam White Eragon sama papa Irwan. Lalu aku mikir, Kenapa juga harus berkumpul dengan papa? Hampir setiap hari kita berkumpul dan berantem satu sama lain," jelas Imam.


"Istilahnya bosen melihat bapaknya sendiri?" tanya Nanda yang membuat Erra tertawa.


"Oh iya aku baru sadar. Sedari dulu bapak Irwan dan Imam memang tidak cocok sama sekali. Mereka kerjaannya hanya berantem. Aku sendiri sampai bingung sama mereka berdua. Bisa-bisanya anak dan bapak berantem habis-habisan," jelas Erra.


"Apakah itu benar?" tanya Nanda.


"Ya itu benar. Aku sendiri saja sudah terkejut melihatnya. Bahkan papaku yang dingin itu tidak pernah mengibarkan bendera peperangan. Tapi ini sangat aneh sekali bagi mereka berdua," jawab Erra.


"Oh jadi itu masalahnya? Jika kalian bersatu di White Eragon. Bisa-bisa dunia persilatan terkejut dan membuat gempar," sahut Nanda.


"Nah itu dia maksudku. Para papa sudah mengetahuinya dan membiarkan Imam pergi terlebih dahulu. Bahkan Lee sendiri sudah mengetahuinya," jelas Erra yang sedang memakan popcorn.


"Ketahuan apa ya. Sepertinya ngedate sama Gisel dan hampir melakukan olahraga di atas ranjang. Untung saja kalau nggak ketahuan teleponku bunyi. Malahan aku sendiri yang terkena setan," jawab Imam.


"Kalau aku ketahuan merokok. Jujur saja di Amerika aku tidak pernah minum sama sekali. Jika aku butuh kehangatan. Aku lebih memilih konsumsi air hangat atau teh hijau selama di apartemen. Di sana banyak sekali bungkus rokok yang bertebaran di mana-mana. Seluruh para pengawal datang ke apartemen hanya untuk merokok saja. Kamu pasti tahu siapa mereka sebenarnya? Mereka adalah seorang pengawal yang diutus oleh papa untuk melindungiku. Pas saat menghisap rokok tersebut. Papa Bayu datang bersama Papa Andi. Di sinilah aku dihukum habis-habisan. Papa mencabut seluruh fasilitasku selama tiga bulan ke depan," jelas Erra.


"Kamu sudah keterlaluan sekali belajar merokoknya sampai di dalam apartemen segala. Jujur papamu sangat kesal sekali karena keadaan itu. Untung saja kamu tidak digantung di patung Liberty sana," ucap Nanda.


"Masalah aslinya bukan begitu. Semenjak Erra mengkonsumsi rokok. Diam-diam aku tes bahan-bahannya. Aku terkejut sekali karena dari bahan itu terseliplah obat-obatan terlarang. Aku kaget dan memberitahukannya kepada bapak Bayu. Jika diteruskan maka bisa jadi tubuhmu hancur seketika," tambah Imam yang membuat Erra kaget.

__ADS_1


"Apakah itu benar?" tanya Erra yang penasaran sekali.


"Ya itu benar. Awalnya aku nggak curiga kamu belajar merokok. Dulu ada anak kecil yang mati karena memakai rokok itu dan menghisapnya. Aku sangat penasaran sekali dengan kasus tersebut. Makanya aku memutuskan untuk turun dan meminta sampel darah anak itu. Ini ceritanya si adik itu memiliki kakak yang kuliah bareng aku dalam satu fakultas. Terpaksa aku mengambilnya dan mengecek seluruh bahan utama yang dijadikan rokok," jelas Imam.


"Aku saranin saja pada kalian. Sejak dini lebih baik hidup sehat saja. Kalau kalian ingin mengkonsumsi alkohol. Aku persilahkan saja. Tapi jangan kebanyakan. Jaga semuanya agar gelap kamu bisa melihat cucu dan cicit mu selama berada di dunia ini," pesan Nanda.


Yang dikatakan Nanda itu benar. Nanda berharap di lingkungannya banyak sekali hidup sehat. Jika mereka hidup sehat. Urusan dalam hidup akan menjadi mudah.


Di bandara.


Garda bersama Arini sudah sangat kedinginan. Untuk saja mereka sudah keluar dari pesawat. Jika belum keluar, mereka akan terjebak di dalam pesawat.


"Untunglah kita sudah berada di sini. Coba saja kalau kita nggak berada di sini sedari tadi?" Ucap Garda sambil membisiki Arini.


"Sudah aku bilang tentang cuaca tadi. Aku nggak bisa main-main dengan cuaca itu. Soalnya cuaca itu sangat mendung sekali dan parah. Semoga saja mereka dilindungi oleh Tuhan," ucap Arini sambil berdoa.


"Semuanya akan baik-baik saja. Sepertinya kamu tidak pernah ke sini?" tanya Garda sambil memandang wajah Arini.


"Sering ke sini tapi tidak terkena badai salju. Yang lebih spesifikasinya aku ke sini pas bertepatan musim semi atau musim panas. Kami menghabiskan waktu liburan bersama kakak besar. Itulah kenapa aku nggak pernah sama sekali ke sini pas musim dingin. Lebih baik aku berpikir ulang untuk berkunjung ke sini tepatnya musim dingin," jelas Arini.


"Tapi kan ini tugasmu untuk mengikutiku," celetuk Garda tanpa berdosa sama sekali.

__ADS_1


"Maksud kamu apa?" tanya Arini yang bingung dengan ucapan Garda.


__ADS_2