Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 34


__ADS_3

Shubuh yang dingin di kawasan New York City. Suci, Feli, Indah, Pita, Angela dan Lee sudah berkumpul di sebuah ruangan.


''Pita, apakah benar pria yang di tangkap malam tadi itu bekas pacarmu?'' tanya Lee.


''Iya. Tapi aku sudah tidak mencintainya.'' jawab Pita.


''Baiklah, Kita akan menginterogasinya.'' ujar Lee.


Kemudian mereka ke ruangan bawah tanah. Sesampainya di sana mereka di sambut oleh dua pengawal dengan berbadan tinggi besar.


''Salam kakak besar.'' sapa pengawal sambil membungkukkan badannya.


''Buka.'' titah Lee dingin.


Kemudian mereka masuk dan melihat mantan pacarnya Pita yang masih baik-baik saja dengan tangan terikat.


''Kenapa enggak di siksa?'' tanya Suci.


''Biarkan Pita yang menyiksanya.'' jawab Lee.


Kemudian Lee maju dan melihat Shuck Chin.


''Dari organisasi mana?'' tanya Lee dengan santai.


Entah kenapa, hawa ruangan yang biasa tiba-tiba saja menakutkan.


''Aku tidak tau.'' jawab Shuck Chin.


''Bener enggak tau?'' tanya Lee.


''Aku tidak tau.'' jawab Shuck Chin.


''Sekali lagi aku tanya enggak tau hidupmu tidak akan selamat.'' ucap Lee dingin.


''Aku tidak tau.'' jawab Shuck Chin.


''Angela baca semua datanya.'' seru Lee.


Kemudian Angela membaca datanya.


''Shuck Chin di lahirkan di Seoul pada tanggal 11 Mei 1990. Pria berkebangsaan Korea ini pernah bekerja di perusahaan SW Corporation Grup Internasional dengan jabatan manager keuangan. Shuck Chin di pecat tidak hormat membawa kabur uang perusahaan sebesar 12 M. Shuck Chin menikah dengan orang Indonesia dan memiliki 3 orang putra. Tapi Shuck Chin berselingkuh dengan Pita. Shuck Chin mengiming-imingi Pita kebahagiaan.'' ucap Angela.


''Ha... Jadi selama ini Oppa membohongiku. Oppa jahat, kejam dan tidak punya peri kemanusiaan.'' seru Pita sambil melepaskan sandalnya lalu melemparkannya ke arah Shuck Chin. Hingga terkena wajah tampannya.


Plakkkkkkkk.


''Astaga..... Pita....''


Seru mereka serempak.


''Biarkan saja. Kalau tidak ada kakak besar mungkin aku tidak bisa membalas dendam dengan pria sialan ini.'' seru Pita.


''Lanjutkan Angela.'' ujar Lee.


''Setelah di pecat dari perusahaan, Shuck Chin bercerai dari istrinya karena ketahuan selingkuh dengan janda bahenol. Setelah bercerai, Shuck Chin tidak pernah bertemu lagi dengan Pita selama 3 bulan. Setelah itu Shuck Chin bertemu lagi meminta putus dengan alasan tubuh Pita kaya triplek.'' ujar Angela sambil membaca informasi dari ponselnya.


''Enak saja badan gue di bilang kerempeng!'' seru Pita yang tidak terima.


Kemudian Pita mengambil sandalnya yang satunya lagi dan di lemparkan ke wajah Shuck Chin. Kedua pengawal yang berjaga di buat ngeri oleh Pita.


''Bro, kalau kamu mau selingkuh pikir-pikir dulu ya.'' ucap pengawal 1.


''Hufth... Nona Pita sangat ganas. Aku mau jadi kekasihnya bahkan aku ingin mendaftarkan sebagai suaminya.'' ucap pengawal 2 yang kagum kepada Pita.


Sementara itu pengawal pertama melihat kelakuan Pita bergidik ngeri.


''Setelah bangkrut Shuck Chin di rekrut oleh orang yang tidak di kenal masuk kedalam organisasi bawah tanah yang bernama The Costra Dark Light. Meskipun begitu dia tidak cukup garang. Tidak bisa bela diri, tidak bisa menembak, memanah bahkan mengebom. Yang lebih parahnya lagi dia di jadikan kuli untuk mengirim paket bahkan membuat paket untuk sekarang ini.'' ucap Angela.


''Kamu mau mengelak lagi informasi apa yang di sampaikan dari nona cantik ini?'' ejek Lee.


''Cih, cantik darimana? Jelek gitu.'' ejek Shuck Chin.


''Angela... Lempar high heels kamu ke Shuck Chin.'' titah Lee.


''Jangan biar aku saja.'' seru Pita.


Kemudian Angela melepaskan kedua high heelsnya dan di berikan ke Pita. Sesaat Sam, Nanda dan Erra melihat interogasi ala Lee dan masuk kedalam ruangan tersebut.


''Terimalah pembalasanku!!!! seru Pita sambil memegang high heelsnya Angela.


Kemudian Pita melemparkan kedua high heels itu ke arah Shuck Chin. Wajah tampan Shuck Chin menjadi tidak karuan.


Ketiga pria yang masuk kedalam ruangan itu susah menelan ludahnya. Mereka memegang dadanya sambil menggelengkan kepalanya.


''Suruh siapa?'' tanya Lee sambil mendekati Shuck Chin.


''Aku tidak tau.'' jawab Shuck Chin.


''Suruh siapa?'' tanya Lee dengan penuh penekanan.


''Aku tidak tau.'' jawab Shuck Chin.

__ADS_1


''Baiklah. Gue tanya sekali lagi kalau lu enggak mau jawab berarti hidup lu berada di tangan Pita.'' titah Lee dingin.


Seketika ruangan yang pengap menjadi dingin sedingin salju. Mereka tau kalau Lee sedang menahan amarahnya.


''Suruh siapa?'' tanya Lee dengan tatapan membunuhnya.


''Aku tidak tau.'' jawab Shuck Chin sambil memalingkan wajahnya.


''Pita terserah kamu.'' titah Lee.


''Penjaga siapkan pedang dan pisau yang tajam.'' titah Pita.


Seketika Shuck Chin yang bungkam langsung bersuara.


''Baiklah akan aku katakan. Tapi jangan biarkan wanita gila itu menyiksaku.'' ungkap Shuck Chin yang takut akan kegilaan Pita.


''Apa? Kamu menyebutku wanita gila!'' seru Pita.


''Seenakya kamu bilang aku gila.'' tambah Pita.


Kemudian Pita mendekati Shuck Chin dan mengepalkan tangannya.


''Sabar say... Jangan keburu menghajar orang.'' ucap Lee lembut sambil menghadangnya.


''Cepat katakan.'' titah Lee.


''Seva. Seva sangat menginginkan kepala singa betina.'' ujar Shuck Chin ketakutan.


''Aish... Tua Bangka itu tak pernah menyerah. Baiklah Seva mari kita bermain.'' senyum Lee devil.


''Pita lakukanlah apa yang kamu mau.'' titah Lee.


Lee mundur dua langkah.


''Jangan biarkan dia lolos.'' bisik Lee ke Pita.


Kemudian salah satu penjaga itu memberikan pedang dan pisau.


''Kami pergi dulu. Pita selamat bersenang-senang ya.'' ucap Lee.


''Baik kakak besar.'' jawab Pita sambil tersenyum sumringah.


Kemudian mereka pun pergi meninggalkan Pita dan Shuck Chin. Pita mulai melakukan aksinya. Pita mulai memotong alat kelamin pria tersebut di lanjut dengan tangan, kaki. Pria itu berteriak kesakitan. Kedua pengawal melihatnya bergidik ngeri. Hingga akhirnya Pita menusukkan pedangnya ke jantung pria itu Akhirnya pria itu tewas di tempat. Pita tidak menyesali perbuatannya. Pita sangat lega karena bisa membalas dendam kepada pria itu.


Pagi yang cerah. Mentari pagi mulai menampakkan wajahnya. Seluruh anggota White Eragon dan Black Dragon sudah berkumpul di aula. Mereka sudah siap untuk menerima tugasnya masing-masing. Jake dengan cepat mengirimkan Email ke seluruh anggota mereka.


Sam dan Nanda lebih dulu berangkat ke hotel milik Seva bersama 50 anak buah mereka. Mereka memakai pakaian sehari-hari agar mereka tidak curiga sama sekali dan membaur sebagai pengunjung.


Setelah pembagian tugas, mereka bubar dengan sendirinya dan bersiap-siap. Lee dengan santainya membaca tugas itu, matanya membulat sempurna.


Isi tugas tersebut.


Ketua pasukan khusus White Eragon tidak boleh keluar dari area. Karena anda bergabung dengan pasukan khusus Secret Alibi (pasukan khusus yang menangani kasus cyber) di tangan Andi.


''Koq aku dapat tugas tidak boleh keluar dari markas?'' tanya Lee menyelidik dengan mata indahnya melihat Andi, Bayu dan Erra.


''Ikut papa membuat virus.'' titah Andi dingin.


''Papa...'' Lee menekuk wajahnya karena kecewa.


Tak lama kemudian March keluar dari toilet lalu melihat Lee.


''Syukurlah, Lee belum pergi.'' March menghela nafasnya.


''Huahaha.... Paman Tampan... Kenapa aku tidak boleh ke lapangan?'' tanya Lee sambil memasang wajah memelasnya.


''Jangan keluar dulu Lee, para mafia dan gangster dunia mencari kamu. Seva sudah buat sayembara.'' jawab March lalu duduk di samping Bayu


''Sedih sekali hidup saya di buat sayembara segala.'' ucap Lee tersenyum centil dan menggoda Erra sambil mendekati Erra.


Glek...


Suhu di ruangan yang hangat tiba-tiba saja berubah jadi aura kematian. Mata mereka langsung melihat Lee dengan penuh cemas. Erra yang biasanya sedang mode kulkasnya merasakan hawa pembunuh.


''Sabar ya... Sabar.... Bini lu lagi mode menyeramkan.'' Bathin Erra yang diam.


''Jake... Mau bantu aku tidak?'' tanya Lee tersenyum lucu.


''Apa itu adik kecil?'' tanya Jake balik dengan mode tak berdaya.


''Tolonglah saya... Cari skandal yang bisa menjatuhkan Strada grup. Papa yang tampan... Tolong bikin harga sahamnya anjlok sampe ke jurang neraka. Papa Bayu hmmp... Setelah harga saham anjlok tolong akuisisi atas nama kak Erra. Kak Erra mari kita bangun Strada grup dengan yang baru. Kita bangun sebagai pabrik mobil sport buat anak-anak kita kelak. Dan om March... kalau tidak ada pekerjaan menjadi mata-mata om March jago banget tuch desaign mobil. Jadi paman yang akan menyalurkan semua hobi paman. Dan kita akan merekrut orang yang membutuhkan pekerjaan.'' Lee tersenyum manis.


Erra akhirnya tersenyum bahagia. Erra mengakui Lee lebih kejam dari dirinya jika di dunia bisnis. Di sisi lain, Lee adalah gadis yang sangat baik dan memperhatikan kemakmuran pegawainya.


''Baiklah setuju. Om juga berencana menyalurkan bakat mendesign.'' jawab March dengan mata berbinar.


''Baiklah papa setuju.'' Andi akhirnya menyetujui permintaan Lee.


''Ok... Nanti papa akan membantu akuisisinya. Dan papa akan memberikan ke kamu. Anggap aja sebagai kado pernikahan kamu.'' ucap Bayu tersenyum lebar.


''Apakah itu tidak berlebihan pa? Aku ingin perusahaan itu milik Erra.'' tanya Lee.

__ADS_1


''Enggak perlu... Buat kamu saja. Aku sudah kebanyakan perusahaan. Sepertinya kamu harus memegang perusahaan kamu sendiri.'' jawab Erra.


''Aku kan sudah menikah. Bagaimana aku mengurus kalian jika aku sibuk sama perusahaan?'' tanya Lee.


''Kalian.''


Mereka yang berada di ruangan tersebut kaget.


''Iya... Aku ingin pengen punya anak banyak. Kurang lebih 6. Biar di masa tua kami tidak kesepian dan jika hari libur tiba. Rumah kami jadi rame.'' jawab Lee sambil melihat Erra.


''Syukurlah... Akhirnya Lee hamil juga.'' seru Bayu berteriak kegirangan.


''Papa....'' lirih Erra menatap Bayu dengan sendu.


''Kenapa?'' tanya Bayu melihat Erra yang sendu.


''Gimana bisa hamil? Jika aku belum unboxing singa betina ini.'' jawab Erra menekuk wajahnya yang masam.


Kemudian mereka tertawa terbahak-bahak hingga ruangan yang tadi sepi jadi rame.


''Kasian sekali dirimu Ra.'' jawab Bayu masih menertawakan Erra.


''Gimana unboxing pa? Di pulau ada kekacauan. Terus maunya disini eh... Datang bulan. Apes dech gue...'' lirih Erra hanya menghela nafasnya dengan kasar.


''Kamu mau di ajarin bagaimana caranya unboxing Ra?'' tanya Bayu.


Semuanya tepok jidat kecuali Erra, Lee dan Jake.


''Yu... Lu serius mau ngajarin unboxing ke Erra?'' Tanya March serius.


''Memang gue akan ajarin bagaimana cara memperlakukan wanita untuk pertama kalinya pas malam pertama.'' Jawab Bayu yang polos.


''Kayaknya ada yang enggak beres nih kak.'' Bisik Lee ke Erra.


''Memang... Aku sudah tau ceritanya malam pertama papa.'' jawab Erra sambil bisik-bisik.


Tak lama kemudian sinyal yang di kirim oleh Nanda dan Sam di terima oleh Jake. Jake hampir saja melemparkan laptopnya.


''Gawat... Seva sudah menyebar mafia dan gangster di kota ini.'' ucap Greg menghembuskan nafasnya secara kasar.


''Mari kita bekerja.'' senyum Lee devil.


Mereka akhirnya bekerja dengan serius. Lee berkolaborasi sama Andi dan Greg untuk membuat beberapa jenis virus yang mematikan. Feli dan Jake mencari skandal yang di buat oleh Seva yang belum pernah di ketahui oleh masyarakat dunia. Masyarakat tau bahwa Seva adalah orang yang sangat dermawan. Di balik kedermawanan itu menyimpan kekejaman Seva yang di buat. Bayu, March dan Erra tugasnya meretas setiap cctv dan menerima laporan dari anak buahnya yang ada di lapangan.


Mereka benar-benar khawatir jika program itu di luncurkan. Banyak orang yang tidak berdosa yang menjadi korbannya. Mereka berpacu dengan waktu. Mereka berharap ingin sekali menghentikan waktu agar Seva tidak jadi meluncurkan program tersebut.


Waktu berlalu begitu cepat. Erra di kejutkan oleh sayembara yang di buat Seva. Setiap media massa, media cetak dan media sosial di hebohkan memenggal kepala Lee lalu membawanya ke hadapan Seva dengan hadiah sebesar 3 juta dolar.


Amarah Erra memuncak sampai ke ubun-ubun. Erra akhirnya menggebrak meja dengan kuat hingga meja itu hampir remuk. Mata Erra yang tenang berubah menjadi amarah. Hatinya tidak tenang dan gusar. Erra ingin membunuh Seva.


Erra pria tenang dan berkharisma mempunyai jiwa iblis. Beberapa tahun terakhir ini, jiwa iblis tertidur sangat lelap. Baru kali ini jiwa iblis Erra terbangun. Ketika Bayu tau, Bayu berusaha menenangkan Erra. Bayu memanggil Jake, Feli, Lee, Andi, Greg dan March. Mereka meeting secara tertutup.


Saat rapat. Erra memancarkan aura dingin dan hanya menunduk. Lee yang tidak tau apa-apa langsung mendekati Erra.


''Lee... Jangan kamu dekati Erra.'' Titah Bayu ke Lee.


''Ada apa pa?'' tanya Lee.


''Menjauhlah...'' jawab Bayu.


Kemudian Lee menjauh. Lee merasakan aura kematian.


''Kok aku punya perasaan yang aneh gini?'' tanya Lee.


''Jiwa Iblis Erra bangkit dengan sendirinya. Sudah hampir 6 tahun jiwa itu tidur dengan lelap.'' ucap Bayu menjelaskan ke Lee.


''Jiwa Iblis?'' tanya Lee belum mengerti apa yang di maksud dengan Bayu.


''Sebentar lagi ada kekacauan. Seva sudah menyebar informasi sayembara tentang u. Imbalannya 3 juta dollar jika berhasil mendapatkan kepalamu.'' jelas March.


''Aku tidak akan membiarkan pria tua brengsek itu menyentuh istriku walau hanya seujung kuku.'' titah Erra berdiri sambil menendang kursi yang ada di depannya melayang mengenai pintu hingga retak.


Lee yang melihat kursi itu hancur dan juga pintunya terbelah jadi dua tercengang. Lee tidak percaya sama sekali.


''Apakah itu kakak?'' tanya Lee.


Bayu, Andi dan Jake menggelengkan kepalanya.


Kemudian Jake menemukan cctv di bar yang berada di jalan x. Jake melihat Seva masuk ke dalam dan di sana ada 30 orang yang entah darimana berkumpul.


''Aku sedang meretas CCTV di bar.'' Seru Jake.


Kemudian mereka berkumpul di depan laptop.


''Sedang apa mereka?'' tanya Bayu.


''Aku hampir lupa mau ngasih tau informasi itu. Seva sedang mengadu domba kelompok mafia dan gangster sama White Eragon.'' jawab March.


''Jadi paman March sudah tau semua sepak terjang Seva?'' tanya Lee.


''Sebelum kalian kesini. Papa sudah menyuruh March ke sini dulu untuk mengawasi gerak-gerik Seva.'' jawab Bayu.

__ADS_1


__ADS_2