
"Kamunya sih yang kurang update," jawab Joko sambil melirik Mama Yi.
"Kamu tahu dari mana Kalau aku menjodohkan Nanda dengan Angela?" tanya Mama Yi.
"Kamu nggak bilang saja aku sudah tahu. Apalagi Nanda. Diam-diam sudah menjalin cinta dengan pasukan khusus milik Lee. Aku sudah mengetahuinya tanpa sepengetahuan Nanda. Tapi Nanda sendiri saja ya nggak tahu. Kalau aku sering membuntutinya," jawab Joko.
"Terus, nasib Angela?" tanya Mama Yi.
"Aku yakin bayi yang dikandung Angela adalah cucu kita. Aku memang sengaja diam," jawab Joko.
"Apakah kamu merestuinya untuk dijadikan istri dari Nanda?" tanya Mama Yi lagi.
"Menurutmu bagaimana? Kalau aku merestuinya. Karena mereka saling mencintai satu sama lain. Kita nggak boleh memisahkan orang seenaknya saja. Biarkanlah mereka bersama," jelas Joko yang membuat Mama Yi tersenyum.
"Kalau begitu setelah Imam menikah. Kita harus menikahkan Nanda dan juga Angela. Rasanya aku sudah tidak sabar memiliki menantu barbar seperti Angela," ucap Mama Yi sambil tersenyum manis.
"Kamu ini aneh. Seharusnya kamu memilih wanita yang anggun. Lalu bagaimana dengan geng sosialitamu itu?"
"Aku nggak peduli itu. Mereka hanya memikirkan kesenangan sesaat. Sering sekali aku berkumpul bersama mereka. Aku merasakan jenuh. Mereka sering pamer tentang perhiasan yang baru dibelinya."
"Kenapa kamu tidak meminjam milik Lee?"
"Memangnya boleh?"
"Boleh. Lalu kamu simpan di lemari ya."
"Itu mah bukan pinjam. Itu beli tahu."
"Ya memang. Kamu ambil dari sana aku yang membayarnya."
"Aku nggak mau. Bener-bener nggak mau memiliki banyak perhiasan. Aku bingung mau memakainya. Lebih baik aku pilih berkumpul sama Kak Rani atau Kak Caroline."
"Tapi kamu jangan meninggalkan mereka. Nanti mereka berpikiran yang enggak-enggak. Aku nggak mau kamu dikatakan kalau saing sama mereka. Jika mereka mengatakan seperti itu biarkan saja. Tapi ingat jangan berlebihan membelanjakan uangmu hanya untuk memamerkan apa yang kamu punya? Biarkan saja kamu dibilang miskin atau gimana. Aku nggak marah. Bukankah kita seharusnya sama di mata tuhan?"
__ADS_1
"Iya juga. Aku juga merasa begitu. Udahlah jangan bahas begituan. Setelah aku memiliki cucu. Aku tidak akan pergi meninggalkannya. Kemungkinan besar aku yang merawatnya. Bisa jadi waktu yang ku habiskan bermain bersama cucu."
"Kamu itu. Terserah apa katamu. Pokoknya kamu harus merestui Nanda dan Angela."
"Aku memang merestuinya. Tapi kenapa Nanda nggak bilang. Kalau dirinya berpacaran dengan Angela?"
"Soal asmara Nanda tidak pernah terbuka kepadaku. Kalau soal bisnis atau mafia. Nanda selalu mengobrol denganku. Kemungkinan Nanda malu sama aku."
"Malu kenapa?"
"Apakah kamu pernah ingat zaman SMA dahulu?"
"Apa itu?"
"Aku pernah memergoki Nanda sedang berpacaran dengan seorang perempuan. Lalu aku memarahinya habis-habisan. Aku nggak mau sekolahnya Nanda menjadi berantakan. Saat itulah Nanda nggak mau cerita lagi soal asmaranya."
"Kamunya salah. Nggak usah dimarahi. Dibilangin saja. Ada positif dan negatifnya kan. Ditambah lagi dengan penjelasan agar mudah dimengerti. Aku nggak mau Nanda menjadi pria dingin yang tidak kenal sama perempuan."
"Itu memang salahku. Kenapa juga aku tidak menjelaskannya."
"Agak sedikit. Tapi semenjak perusahaan dipegang oleh Nanda. Perusahaan menjadi sangat besar sekali. Meskipun dia sniper. Aku nggak tahu ada apa dengan otaknya itu."
"Kalau begitu Jangan marah lagi. Kita ngomongin baik-baik yuk sama Nanda. Kalau aku memang menerima Angela."
"Semoga saja Nanda tidak marah sama kita. Kalau sampai marah aku yang remuk."
Kemudian mereka memutuskan untuk berdiri dari tidurnya. Sepasang suami istri itu pun pergi ke balkon dan melihat Nanda yang sendu. Lalu Mama Yi mendekati Nanda sambil menghempaskan bokongnya di depan Nanda dengan dibarengi oleh Joko.
"Jika Angela hamil. Kamu mau ngapain?" tanya Mama Yi.
"Aku ingin menikahinya. Tapi, aku nggak mau tinggal serumah dengan kalian," jawab Nanda yang sudah mengambil keputusan.
"Kenapa? Kenapa kamu nggak mengajak Angela tinggal bersama kita?" tanya Mama Yi lagi.
__ADS_1
"Aku takut nanti kisah rumah tanggaku seperti drama ikan terbang. Di saat aku bekerja Mama akan menindas Angela," jawab Nanda jujur dengan dibarengi Joko tertawa terbahak-bahak.
Melihat Joko tertawa, Nanda mengurutkan keningnya sambil bertanya, "Kenapa Papa tertawa? Seharusnya Papa membelaku bukan membela mama."
Seketika Joko berhenti sambil menatap Nanda. Entah kenapa siang-siang begini Nanda berubah menjadi pelawak.
"Sebelum papa ngomong tentang Angela. Papa ingin tanya sesuatu kepadamu," ucap Joko.
"Tanya apa lagi? Kan sudah jelas. Ketika aku bekerja. Mama akan menindas Angela," jawab Nanda datar.
"Sepertinya kamu kebanyakan menonton drama ikan terbang. Makanya kamu berpikiran yang nggak-nggak," ujar Joko.
"Memang kenyataannya. Coba saja seorang pria menikahi wanita yang tidak direstui oleh orang tuanya. Maka orang tua perempuan menindasnya agar tidak betah di rumah dan meninggalkannya," jelas Nanda.
"Kenapa kamu berpikiran seperti itu? Kenapa kamu nggak cerita semuanya kepada Mama? Seharusnya kamu cerita," ucap Mama Yi.
"Maafkan aku ma. Aku memang nggak pernah jujur soal ini. Kalau aku jujur nanti mama kecewa. Mama tahu kan kalau Angela itu adalah pengawal Lee," kata Nanda yang menyesali perbuatannya.
"Mama nggak masalah kamu berhubungan dengan siapa. yang jadi masalah adalah Jika kamu berhubungan dengan bini orang. Itulah yang membuat Mama akan menjadi malu. Apalagi kamu seorang ahli waris Setiawan. Banyak orang yang membicarakan tentang kamu. Terutama kebaikanmu. Masa... Kamu sudah berbuat baik tapi kelakuanmu yang nggak baik. Kamu bisa mencoreng harga diri keluargamu sendiri," jelas Mama Yi yang memberikan pengertian kepada Nanda.
"Aku juga salah telah menghamili Angela sebelum menikah," ungkap Nanda dengan jujur.
"Kenapa kamu nggak bilang? Kalau kamu ingin menikah? Kenapa juga kucing-kucingan seperti ini? Jika kamu jujur mama dan papa akan memberikan Restu kepadamu. Terus kamu ingin bilang terhalang karena strata sosial?" Tanya Mama Yi.
"Aku takut membuat keluarga malu," jawab Nanda.
"Memang... keluarga besar pasti akan mencibirmu karena menikah dengan seseorang yang gak punya asal-usulnya. Mama sudah tahu asal-usulnya Angela bagaimana? Jika kamu mencintainya, Kenapa tidak? Jika kamu menyayanginya, Kenapa tidak? Mama nggak jadi masalah soal strata sosial. Jika jodohmu sama orang miskin. Apakah kamu menolaknya? Jangan sampai kamu menolak jodoh yang sudah diberikan oleh Tuhan. Jita gadis itu baik kenapa nggak," jelas Mama Yi.
"Bagaimana dengan mereka yang bertanya tentang Angela?" tanya Nanda.
"Nggak usah dipikir. Biarkanlah saja orang berkata tentang Angela. Kamu lindungilah istri dan calon anakmu itu. Dan mama harap... Kamu nggak boleh membawa Angela keluar dari Mansion. Kamu paham kan Apa maksud Mama?" tambah Mama Yi.
"Jadi, Mama sudah merestuiku?" Tanya Nanda lagi.
__ADS_1
"Iya. Mama sudah merestuimu. Habis ini kita pulang dan menjemput Angela," jawab Mama Yi.
"Bagaimana dengan Feli? Bukankah Feli tinggal satu rumah sama Angela?" tanya Nanda.