Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 206


__ADS_3

"Sepertinya iya," jawab Erra. "Hey bukannya kamu yang menawarkan secara langsung?"


"Bagaimana bisa aku menawarkan seperti itu?  Rasanya kakak tampan salah dengar apa yang aku katakan," ucap Lee yang mulai berkilah.


"Nggak. Aku nggak salah dengar. Apakah kamu mau melihat rekaman CCTV yang berada di kamar ini?" tanya Erra yang tersenyum licik.


"Huaha…. kakak tampan sangat licik sekali!" teriak Lee yang mulai ketakutan.


Erra hanya tersenyum manis melihat sang istri ketakutan. Erra sangat puas mengerjai istrinya. Erra memutuskan untuk berbaring di samping Lee, "Ternyata kamu sangat ketakutan."


"Nggak. Aku nggak takut sama kakak. Aku tidak mau terjebak dengan akal bulus kakak," kilah Lee.


"Masa sih. Aku merasakan kamu sangat takut," ledek Erra.


"Aku hanya terdiam saja," jawab Lee.


Erra terdiam dan memegang tangan Lee. Erra terdiam sambil memegang tangan Lee sambil berkata, "Tenang saja disini tidak ada CCTV. Buat apa aku pasang CCTV di dalam kamar?"


"Mungkin saja kakak ingin buat skandal sama seperti mama dan papa," jawab Lee.


"Memangnya kamu mau?" tanya Erra.


"Tidak," jawab Lee.


Di tempat lain Angela sedang dihadapkan masalah dengan hasil alat tes kehamilan. Matanya membulat sempurna karena melihat dua garis yang berada di tes kehamilan itu. Angela hanya tertunduk lesu dan tidak bisa berkata apa-apa.


Beberapa saat kemudian datang Nanda yang masih memakai baju casual. Nanda masuk ke dalam ke kamar sambil menatap wajah Angela. Dengan penuh senyum merekah Nanda memanggilnya, "Sayang."


Ketika mendengar suara Nanda, Angela terhenyak kaget dan cepat-cepat menyimpan tes kehamilan itu, "Ka… ka… ka… kakak?'


Angela benar-benar terkejut dengan kedatangan Nanda. Angela merasakan jantungnya berdetak dengan kencang. Sedangkan Nanda mengerutkan keningnya sambil mendekati Angela, "Ada apa?"


"Tidak ada," jawab Angela yang berbohong.

__ADS_1


"Hmmp… kamu bilang tidak ada?" tanya Nanda yang tersenyum smirk.


Angela langsung merasakan tubuhnya bergetar ketika melihat senyuman Nanda. Angela menatap wajah Nanda sambil menggelengkan kepalanya, "Aku memang tidak ada apa-apa."


"Jujurlah padaku. Aku tidak marah sama kamu," pinta Nanda.


Angela masih bungkam dengan dua garis tersebut. Angela mencoba mengalihkan pembicaraan agar Nanda tidak menanyakan keterkejutannya itu, "Apakah kakak tidak ikut meeting dengan para petinggi?"


"Meetingnya ditunda nanti malam. Karena Imam mengantarkan Marvin ke Malang," jawab Nanda.


"Apakah Marvin ketua mafia Red Devils?" tanya Angela.


"Iya itu benar. Marvin akan ditugaskan untuk merawat perkebunan milik Pradipta bersama Dennis," jawab Nanda.


"Mereka adalah orang-orang yang berbahaya. Bisa saja mereka menyerang kita sewaktu-waktu," jawab Angela.


"Tidak sayang. Sekarang Marvin menjadi orang biasa. Begitu juga dengan Dennis. Kamu tahu kenapa mereka menjadi orang biasa? Karena dirinya telah ditipu oleh Candra. Seluruh aset yang dimiliki oleh Marvin diambil semuanya. Begitu juga dengan seluruh pengawal Red Devils," jelas Nanda. "Aku tahu berita itu dari Garda."


"Ya begitulah. Itulah kenapa kerajaan Candra bisa menjadi besar dan semakin besar," tambah Nanda. "Sudahkah kamu mengalihkan pembicaraan?" 


"Maksudnya?" tanya Angela.


"Aku sangat penasaran sekali dengan benda yang berada di tangan kamu itu," jawab Nanda yang masih penasaran dengan benda yang masih berada di genggaman Angela.


"Aku sangka kamu lupa dengan testpecku. Ah… rasanya aku ingin membuangnya saja," batin Angela.


"Ayolah... aku ingin tahu dengan benda itu," ucap Nanda.


Terpaksa Angela menyodorkan tangannya yang penuh ketakutan. Angela membuka tangannya dengan tubuh berkeringat. Bagaimana dengan reaksi Nanda? Nanda bingung dengan benda tersebut. Akhirnya Nanda mengambil benda tersebut sambil melihat ada garis dua. Nanda paham apa yang dimaksud dengan garis tanda dua tersebut "Akhirnya… kamu hamil juga."


Nanda sangat bahagia mengetahui kalau Angela sedang mengandung benihnya. Nanda berharap agar Angela mau menjaga kandungannya tersebut.


Melihat Nanda bahagia, Angela juga bahagia. Angela masuk ke dalam pelukan Nanda sambil berkata, "Aku akan setia menjaga buah cinta kita."

__ADS_1


Nanda mengangguk dan merasakan kebahagiaan yang tidak dapat digambarkan. Lalu Nanda mencium Angela sambil berkata, "Aku sangat mencintaimu."


Di ruangan lab komputer Greg dan Jake sedang berbicara tentang kasus yang semakin bergulir. Tak lama Garda masuk ke dalam ruangan sambil melihat Jake dan Greg. Lalu Garda menghempaskan bokongnya sambil berkata, "Syukurlah… hari ini dingin. Rasanya aku ingin tidur."


"Da… Apakah kamu tidak mengerti dengan kasus yang bergulir saat ini?" tanya Greg.


"Aku sedang menyelidiki kasus yang menimpa adikku ini. Harusnya kalian tahu adikku sangat santai menanggapi kasus ini. Mereka malah bertambah mesra dan saling mencintai satu sama lain," jawab Garda.


Mereka mengangguk paham dan mulai menertawa kasus yang sedang bergulir itu. Bahkan mereka menggelengkan kepalanya secara serempak.


"Apakah Erra akan lengser dari kursi CEO?" tanya Jake.


"Tidak. Jika Erra lengser dari kursi CEO bisa dipastikan Asco menjadi gonjang-ganjing. Bakalan ada perang terjadi di dalam perusahaan untuk merebutkan kursi tersebut'" jawab Garda. "Papa Bayu juga tidak akan mungkin menduduki jabatan tersebut."


Jake hanya manggut-manggut mengerti. Namun Jake menatap Garda lagi dan bertanya, "Kenapa enggak orang lain?"


"Para papa kecuali papamu tidak akan pernah mau memberikan jabatan kursi CEO ke sembarang orang. Mereka menginginkan keturunan-keturunan yang akan menjadi pewaris selanjutnya. Begitu juga dengan Sebastian… Yang meneruskan kursi CEO kalau enggak aku ya Lee," jawab Garda.


"Apakah kamu tidak keberatan jika Lee yang akan naik ke kursi CEO" tanya Greg.


"Aku tidak keberatan jika Lee menjadi ahli waris. Aku tidak mempermasalahkan itu semuanya. Aku bisa bekerja lainnya. Tapi Lee menolaknya karena lebih memilih fokus pada Erra," jawab Garda.


Memang Garda adalah kakak yang baik hati. Garda tidak mempermasalahkan siapa yang akan menjadi ahli waris Sebastian. Namun Garda juga mengagumi kemampuan Lee yang membuat Asco menjadi besar. Akan tetapi Garda harus menjadi ahli waris Sebastian. Ini adalah takdir Garda yang harus dijalankan.


Setelah itu Garda penasaran dengan yang namanya Elizabeth. Garda berpikir kalau Elizabeth terus-terusan menyerang Erra. Dalam benak Garda ada sesuatu yang tidak beres. Garda berpikir kalau ada dalang dibalik ini semuanya. Dengan penuh penasarannya Garda mulai membobol nomor ponselnya Elizabeth. Garda memeriksa orang-orang yang terkait dengan Elizabeth. Garda sangat teliti sekali melihat nama-nama orang tersebut.


Tak sengaja Garda menemukan nama Candra, Adam dan Yoona. Matanya membulat sempurna karena tidak percaya dengan apa yang dilihatnya itu. Bahkan Garda menemukan riwayat panggilan dan mereka.


"Sepertinya kalian tidak akan percaya dengan semua ini," celetuk Garda yang meraih ponselnya untuk mencari nama Lee.


"Apa itu?" tanya Jake.


"Tunggu Lee datang. Lee juga harus tahu siapa saja dalang dibalik ini," jawab Garda yang menghubungi Lee.

__ADS_1


__ADS_2