Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 122


__ADS_3

"Ya itu benar. Seharusnya perusahaan milik Marvin sudah besar dan bertahan di atas udara. Namun sekarang perusahaan itu hancur di tangan Candra," jawab Lee.


"Dapat darimana info itu?" tanya Erra.


"Dapat dari Marvin sendiri. Saat itu aku pernah bertemu dengan Marvin bersama ayah. Kami mengobrol di sebuah kafe di Helsinki," jawab Lee.


Flashback On.


Malam itu Lee sedang santai duduk di ruangan keluarga. Lee memutuskan untuk menyalakan televisi untuk melihat serial Meteor Garden. Tak lama datang Fendy sambil membawa ponsel. Fendy menghempaskan bokongnya lalu duduk di sofa singel.


"Kamu ada acara malam ini?" tanya Fendy.


"Tidak ada paman," jawab Lee yang sedang serius melihat Sancai.


"Kalau begitu ikut paman!" ajak Fendy.


"Kemana?" tanya Lee.


"Bertemu dengan seseorang," jawab Fendy.


"Kalau begitu baiklah," balas Lee.


Lee mematikan televisi itu dan berdiri. Lee meminta izin terlebih dahulu untuk mengganti pakaiannya dan memakai bedak saja. Meski memakai bedak Lee sudah sangat menggemaskan. Setelah itu Lee turun ke bawah dan menemui Fendy.


"Aku sudah siap," ucap Lee.


Fendy segera berdiri dan mengambil kunci mobil yang berada di meja. Mereka bergegas keluar dari mansion. Setelah itu Fendy menancapkan gasnya ke sebuah klub malam. Fendy sudah terlanjur membuat janji pada seseorang. Yang di mana Lee sangat membenci orang itu.


Sesampainya di klub malam. Fendy menyebarkan pengawalnya hanya untuk mengawal Lee. Fendy tidak mau kalau Lee terkena jebakan dari musuhnya. Maka dari itu Fendy memilih orang yang cukup berpengalaman dan memiliki sepak terjang dibidangnya.


"Kenapa paman mengajakku ke sini?" tanya Lee.


"Temanku mengajakku kesini," jawab Fendy.


Lee hanya menganggukkan kepalanya dan menurut apa yang dikatakan oleh Fendy. Kemudian mereka berdua turun dari mobil sambil melangkahkan kakinya masuk ke dalam klub tersebut. Dentuman musik disko era sekarang sedang menggema. Banyak muda-mudi memadu kasih di sana. Ada yang berjoget, ada yang duduk terdiam dan banyak perempuan-perempuan yang memakai baju kurang bahan menawarkan dirinya ke pria hidung belang. Ketika Fendy didekati oleh gadis-gadis muda nan seksi. Fendy langsung menepis tangan gadis itu dari bajunya. Fendy tidak menyukai bahkan Fendy sangat membenci mereka.


Fendy memegang tangan Lee untuk menariknya ke ruangan VVIP. Sesampainya di sana Fendy disambut oleh beberapa pengawal Red Devils. Mereka mempersilakan masuk ke dalam sambil membuka pintu. Sedangkan Lee mengerutkan keningnya dan menatap wajah mereka. Lee bertanya-tanya dalam hati. Siapa mereka?

__ADS_1


Fendy menarik tangannya Lee agar masuk ke dalam. Setelah masuk ke dalam Lee terkejut melihat ada Marvin yang wajahnya kusut. Lalu Lee bertanya-tanya kepada Fendy. Namun belum sempat diutarakan Fendy menyuruhnya duduk terlebih dahulu.


"Duduklah! Paman berjanji Marvin tidak akan menyakitimu," ucap Fendy.


Lee memutar bola matanya dengan malas. Entah kenapa Lee sangat jengkel dengan Marvin. Namun apa daya Fendy menatap Lee dengan tajam agar tidak membuat keributan. Akhirnya Lee mengalah dan melihat Marvin. Setelah menjinakkan Lee, Fendy duduk di sebelah Lee.


"Kenapa kamu menyuruhku kesini?" tanya Fendy melihat Marvin.


"Apakah kamu mau menolongku?" tanya Marvin balik.


"Sepertinya kamu ada masalah berat," celetuk Fendy.


"Ya... Mulai hari ini perusahaanku disita oleh Candra," ucap Marvin yang to the point.


"Maksudnya?" tanya Lee yang mulai peduli terhadap Marvin.


"Perusahaanku di akuisisi diam-diam oleh Candra. Nama perusahaanku diganti," jawab Marvin yang menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Apa-apaan ini. Kamu punya perusahaan tapi kamu menyerahkannya kepada orang?" tanya Lee dengan geram.


"Aku juga enggak tahu. Kenapa ini bisa terjadi. Sekarang aku tidak memiliki perusahaan," jawab Marvin.


"Ya... Aku memang berteman dengan Candra," jawab Marvin.


Lee mulai menganalisis keadaan dan mengambil kesimpulan. Sebelum mengeluarkan suaranya Lee menatap Marvin, "Kamu tahu resiko berteman dengan Candra?"


"No," jawab Marvin.


"Kamu harus tahu Candra memiliki sifat licik. Di kamusnya Candra tidak ada yang namanya pertemanan. Candra menganggap kamu adalah musuhnya. Cepat atau lambat kamu akan dibinasakan dari bumi ini," jawab Lee dengan mode serius.


"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Marvin.


"Aku yakin kamu tidak memiliki kekuatan untuk menghajarnya," jawab Lee.


"Apakah kamu mau membantuku?" tanya Marvin.


"Maaf aku tidak bisa janji," jawab Lee dengan lesu.

__ADS_1


Sebenarnya Lee ingin membantu Marvin. Namun apa daya Lee tidak bisa melakukannya. Lee masih belum mengetahui kelemahannya Candra. Saat Lee menunduk Marvin memberikan sebuah informasi tentang Erra.


"Jika kamu tidak mau menolongku tidak apa. Tapi aku punya informasi yang sangat penting buatmu," ucap Marvin yang menghembuskan nafasnya secara kasar.


"Apa itu?" tanya Lee yang mengangkat kepalanya.


"Aku tahu kamu mempunyai seseorang yang sangat berarti buatmu. Kamu sering menyebutnya kakak tampan," jawab Marvin.


"Lalu?" tanya Lee.


"Kakak tampanmu adalah ahli waris Asco Corporation Groups International. Cepat atau lambat Candra akan memburu kakak tampanmu," jawab Marvin.


"Maksudnya apa?" tanya Lee.


"Kakak tampanmu dalam bahaya. Cepat atau lambat Candra akan membunuhnya. Selain kakak tampan... Enam pilar utama lainnya akan terbunuh," jawab Marvin.


Mata Lee membulat sempurna. Lee mengepalkan tangannya di bawah meja. Ingin rasanya Lee membunuhnya. Namun apa daya Lee saat ini usianya masih tujuh belas tahun. Mau tidak mau Lee menahan itu semuanya.


"Apa yang kamu katakan Marvin?" tanya Fendy dengan geram.


"Apa yang aku katakan itu semuanya benar. Candra ingin membunuh enam pilar utama. Kamu tahu yang menyebabkan kecelakaan kematian istri Andi. Candra sengaja membunuh Brucce kakak kamu. Cepat atau lambat Candra akan memburu keturunan-keturunan enam pilar utama," jawab Marvin yang serius.


Tubuh Lee mulai merasakan ada hawa pembunuh. Lee hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar hanya untuk menetralisir di dalam tubuhnya. Lee sekarang paham dengan kondisi Caroline Riu. Lee akan bersabar untuk menunggu ketika usianya sudah dewasa.


Sedangkan Fendy hanya bisa menghela nafasnya secara kasar. Fendy tidak bisa berbuat apa-apa. Karena Fendy sedang mengemban tugas dari Bayu untuk menjaga Lee. Seandainya Brucce tidak bisa ditemukan kemungkinan besar Lee yang akan menjadi ahli waris Sebastian Corporation Groups International yang utuh. Jujur saja Lee menolaknya dan tidak mau mempunyai kontrak yang terikat.


"Apakah kamu mempercayaiku?" tanya Marvin.


"Ya... Aku mempercayai kamu," jawab Fendy.


"Maaf aku tidak bisa menghabisi Candra saat ini. Karena usiaku masih terlalu kecil. Aku masih menyelesaikan sekolah," ucap Lee yang benar-benar ingin membantu Marvin.


"Tak apa. Aku paham akan kondisinya," ujar Marvin yang menganggukan kepalanya.


"Lalu bagaimana dengan Dennis?" tanya Fendy.


"Dennis... Gara-gara Candra, Dennis membenciku. Candra berhasil menghancurkan hubunganku dengan Dennis," jawab Marvin.

__ADS_1


"Di mana Dennis berada sekarang?" tanya Fendy.


__ADS_2