Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 143


__ADS_3

Joko, Sam, Saga dan Greg hanya bisa menghela nafasnya secara kasar. Di saat genting ini masih saja memamerkan keindahan tubuhnya. Ingin rasanya mereka ingin membuang anak bapak itu ke Planet Merkurius. Tak lama datang Garda dan Jake yang membawa si pelaku utama. Garda berteriak dan memanggil Lee.


"Lee," panggil Garda.


Mata Lee membulat sempurna dan menatap wajah Garda. Senyumnya merekah sambil memuji sang kakak telah berhasil menangkap sang pelaku, "Wah... Kakak hebat! Bisa menangkap pelaku yang ingin menghabisi Kak Sam."


"Itulah kakakmu. Makanya jangan terlalu mengkhawatirkan," ucap Erra.


"Tapi kenapa ya? Si pelaku itu kepalanya benjol?" tanya Lee yang melihat wajah penjahat itu benjol.


"Kamu tahu kakakmu yang memukul kepalanya hingga benjol," jawab Jake.


"Hebat banget kak Garda. Setiap kali aku menangkap pelaku kejahatan, kenapa penjahat itu kabur?" tanya Lee.


"Entahlah. Papa juga bingung dengan kamu," ucap Bayu dengan lesu.


"Atau juga kamu adalah singa betina yang menakutkan," celetuk Erra.


"Terserahlah apa kata kalian," balas Lee dengan kesal.


"Ayo kita pulang!" ajak Erra.


Mereka akhirnya pulang ke markas. Di dalam perjalanan menuju ke markas pria yang bersama Garda, Erra dan Lee bergidik ngeri. Pria itu sangat ketakukan melihat Lee. Jujur saja pria itu sangat terpesona memandang wajah Lee dengan malu-malu. Bahkan pria itu ingin ingin menembak Lee untuk dijadikan kekasihnya. Sungguh terlalu!


Sering sekali Lee dihadapkan situasi seperti ini. Para penjahat sangat terpesona dengan Lee. Namun para penjahat itu tidak bisa menyentuhnya. Bahkan pria bertopeng itu pun langsung menghajar sang pelaku hingga babak belur.


Tak lama ponsel pria itu berdering. Lee dengan sigap langsung mengambil ponsel itu dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Lee tersenyum devil dan mengangkat benda pipih itu sambil menyapa seseorang yang berada di seberang sana, "Hallo Candra."


Jederrrrrrrrr.


Bagai petir di malam hari untuk sang musuh. Betapa bahagianya hati Lee ketika sang musuh menghubunginya. Lalu bagaimana dengan Candra sendiri? Apakah Candra akan terkena serangan jantung lagi? Entahlah kita lihat percakapan antara Lee dan Candra bisa dibilang konyol itu.


"Hallo Candra Malik. Musuhku di balik awan yang tidak pernah muncul di hadapanku," sapa Lee yang konyol.


Uhukkkk! Uhukkkk!


Garda langsung terbatuk-batuk mendengar apa yang dikatakan Lee. Tak lama tangan Erra mulai memukul punggung Garda sehingga mata Garda membulat sempurna. Saat ini Garda hanya berakting batuk hanya untuk Lee. Sebenarnya Garda tidak terkejut dengan Lee. Malah Garda sudah biasa dengan sikap Lee yang suka merayu pihak musuhnya. Namun kali ini lain, Lee merayu Candra yang notabenenya adalah musuh bebuyutan.


Sedangkan Candra mendengar suara Lee yang bisa dikatakan kruncy. Sangking kruncynya seperti gorengan yang masih hangat. Keringat dingin mulai mengucur deras di tubuhnya. Tubuhnya mulai bergetar hebat. Candra tidak bisa berkata apa-apa. Sepertinya mulutunya terkunci. Ah... Candra adalah musuh yang sangat aneh sekali.

__ADS_1


"I... I... I... Ini siapa ya?" tanya Candra dalam mode ketakutan.


Sebenarnya Candra tahu itu suaranya Lee. Berbuhung Candra selalu mengancam Lee di belakang, sehingga membuat Lee menjadi jengkel.


"Candra... Aku tahu itu kamu. Apakah kamu tidak rindu kepadaku?" tanya Lee yang segera blak-blakan hingga membuat Erra matanya membulat sempurna.


"A... A... A... Aku tanya siapa ini?" tanya Candra dengan terbata-bata.


"Apakah kamu tidak mengenalku?" tanya Lee balik yang membuat Candra kelabakan.


"Kamu pasti Lee ya si singa betina," jawab Candra yang mulai mengelap keringat.


"Gitu aja kok enggak tahu," kesal Lee.


"A... A... A... Apa mak.... Sud kamu?" tanya Candra.


Lee langsung menelan salivanya secara kasar. Entah kenapa Lee ingin menghajar Candra saat ini juga. Lee tidak pernah menyangka kalau sang musuh ternyata ketakukan. Ini sangat aneh binti ajaib. Bahkan sang author pun dibuat kebingungan.


"Thor... Kamu yang membuat aku begini! Kenapa kamu bingung sih?" tanya Candra yang didengar oleh Lee.


"Sudah jangan salahkan Author. Author enggak salah apa-apa sama kamu. Kamunya sih berani di belakang enggak berani di depan," kesal Lee.


"Apa?" pekik Lee yang baru mengetahui kalau Candra memang takut sama dirinya.


Tak lama Garda mendekati Lee sambil berbisik, "Lee... Tantang itu Candra. Ajak bertarung di lembah terkutuk."


Lee mengacungkan jempolnya ke arah Garda. Yang dikatakan oleh Garda benar apa adanya. Sedari dulu Garda memang ingin mengajaknya bertarung. Namun niatnya diurungkan karena belum ada waktu yang pas.


"Kalau begitu aku menantagmu untuk bertarung di lembah terkutuk!" ajak Lee.


Mata Candra membulat sempurna dan hanya bisa menganga. Entah kenapa dirinya sangat ketakutan jika Lee sudah menantangnya. Dengan cepat Candra memutuskan untuk mengakhiri sambunga teleponnya.


Sambungan terputus.


Lee hanya bisa menepuk jidatnya. Lee hanya bisa menghela nafasnya secara kasar. Kemudian Lee memandang wajah sang musuh, "Mau-maunya lu jadi kaki tangan Candra sialan itu. Mending lu nikah sama cewek dan membuat keluarga yang sakinah mawadah warahmah."


"Apakah aku boleh menikahimu?" tanya pria itu.


Pletakkkkk.

__ADS_1


Erra memukul wajah pria itu dengan kencang. Rasanya Erra ingin menghajarnya. Namun Lee menahan tangan Erra agar tidak menghajarnya.


"Janganlah kamu pukul orang ini. Biar aku saja menghajarnya," ucap Lee dengan lembut.


Erra menganggukan kepalanya sambil berkata, "Baiklah kalau itu mau kamu. Sekarang lakukanlah!"


Plak!


Plak!


Plak!


Plak!


Lee membalas pria itu dengan sebuah tamparan yang cukup keras. Pria itu menganga tidak percaya. Apa salahnya jika pria itu mengajaknya menikah? Lagian itu hal yang wajar.


"Kenapa kamu menamparku? Apakah ada yang salah?" tanya pria itu yang tidak mempunyai dosa sama sekali.


"Dia istriku!" bentak Erra demam mata menyalang.


"Apa?" pekik orang itu.


Sam sudah menghentikan mobilnya karena sudah sampai markas. Lalu mereka turun dan Garda segera menarik pria itu dan memberikan ke pengawal, "Taruh dia ke ruangan bawah tanah!"


"Baik tuan," jawab pengawal itu.


Pengawal itu akhirnya pergi meninggalkan Garda sambil menarik pria itu. Garda sudah menunjukkan jamnya yang sudah hampir pagi. Lalu Garda memutuskan untuk pergi beristirahat.


Istanbul Turki.


Candra yang tubuhnya menjadi normal kembali akhirnya menghubungi Gerry. Candra meminta Gerry untuk mencari pembunuh bayaran yang bisa menghabisi nyawa Lee. Gerry pun mendapatkan si pembunuh bayaran yang kejam dan bengis. Di sinilah mereka akhirnya bertemu dan berdiskusi.


"Apakah kamu bisa menghabisi nyawa seseorang dengan cepat?" tanya Candra.


"Bisa bos," jawab Lamiri.


"Kalau begitu bunuh orang yang berada di foto ini!" titah Candra yang memberikan foto itu.


Lamiri langsung meraih foto itu dan menatap wajah Lee yang sangat cantik sekali. Namun sebelum pergi dari sana Lamiri bertanya, "Kenapa bos ingin menghabisi nyawa perempuan ini?"

__ADS_1


__ADS_2