Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 148


__ADS_3

Sementara di Taipei seorang pria yang sudah bersiap memakai baju casual merasakan perutnya sedang diaduk-aduk. Pria itu memegangi perutnya dan menahan mual. Tak lama pria itu pergi ke toilet dan memuntahkan isi perutnya. Beberapa pengawal yang melihat sang tuan mengerutkan keningnya. Mereka bertanya-tanya dalam hati, "Ada apakah ini?"


"Ada apa dengan tuan muda Nanda? Apakah tuan muda Nanda sedang sakit?" tanya salah satu pengawal yang mengkhawatirkan keadaan Nanda.


"Apakah tuan muda salah makan?" tanya pengawal lainnya.


Pria itu adalah Nanda yang ditugaskan Erra untuk mengurusi Tristan Corporation Groups International. Yang di mana Sam saat itu mendapatkan masalah besar. Nanda segera mendekati beberapa pengawalnya dan bertanya, "Ada apa?"


"Apakah tuan baik-baik saja?" tanya Yono nama sang pengawal itu.


"Sedikit tidak enak dengan perutku. Semoga tidak apa-apa sampai masalah selesai," ucap Nanda.


Mereka menganggukan kepalanya dan menunduk hormat. Lalu mereka membuka jalan agar Nanda berjalan terlebih dahulu. Ketika ingin masuk ke dalam ruangan meeting Nanda melihat beberapa perwakilan orang yang menunggunya. Setelah itu Nanda memberikan hormat kepada mereka dan mengawali meeting dengan baik. Meskipun begitu Nanda masih menahan perutnya yang masih tidak enak.


Di dalam perjalanan Lee dan Erra sedang sibuk dengan benda pipih masing-masing. Mereka mengecek harga saham Asco yang menjulang tinggi. Lee tersenyum puas dan bahagia. Lee menatap Erra sambil berkata, "Kalau aku menjual setengah persen sahamku. Aku bisa membeli mobil sport keluaran terbaru."

__ADS_1


"Apakah kamu itu?" tanya Erra.


"Ya... Aku ingin membeli mobil sport Ferrari keluaran baru," jawab Lee.


Lalu Erra menghubungi pengawalnya yang berada di Italia. Erra menyuruhnya untuk membeli Ferrari keluaran terbaru dan langsung dikirimkan ke Indonesia. Sedangkan Lee mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Apakah kamu membeli mobil sport?"


"Ya... Aku membelinya. Hanya untuk kamu sayangku," jawab Erra.


"Buat apa kamu membelinya?" tanya Lee.


"Ya... Tapi enggak sekarang," jawab Lee.


"Ah... Beli sekarang juga bisa. Aku tahu kamu sangat menginginkan mobil itu. Tetapi kamu belum sempat membelinya," jawab Erra yang menarik tubuh mungil Lee dan mengendus aroma lembut. "Jangan kamu tolak pemberian aku. Sudah saatnya aku mulai memberikan apapun yang kamu inginkan."


Jujur saja Lee ingin menolaknya. Karena Lee sendiri tidak ingin membuang-buang uang hanya karena mobil mewah. Akan tetapi Erra memaksanya supaya Lee mau menerimanya. Mau tidak mau Lee menerima pemberian dari Erra.

__ADS_1


"Terima kasih sayang," ucap Lee dengan tulus.


Mendengar panggilan sayang dari Lee, Erra tersenyum merekah. Erra segera menghujani ciuman bertubi-tubi ke wajah Lee. Hingga membuat wajah sang istri memerah karena malu. Dengan cepat Lee berontak dan tidak ingin melanjutkan ciuman itu. Tak lama Erra mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Ada apa memangnya?"


"Apakah kamu tidak melihat kalau sopir kamu sedang jomblo?" tanya Lee secara asal.


Citttt!!!!


Sang sopir menghentikan mobilnya itu sementara. Hingga akhirnya pasangan suami istri pun hanya bingung. Mereka saling memandang dan bertanya-tanya. Tak lama sang sopir pun bersuara, "Tuan Muda dan Nyonya muda... Maafkan saya yang berhenti mendadak. Alangkah baiknya tuan dan nyonya jangan memamerkan kemesraan di depan umum. Cepat atau lambat musuh akan mengetahuinya."


Pasangan suami istri pun terdiam dan membenarkan apa kata sang sopir menghadap ke belakang Lee terkejut sambil berseru, "Kak Greg!"


"Iya ini aku," jawab Greg yang tersenyum puas mengerjai Lee dan Erra hanya terbengong dan tidak mengatakan apa-apa.


"Kenapa kamu nongol seperti itu?" tanya Erra.

__ADS_1


__ADS_2