Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 434


__ADS_3

"Amin," ucap Rani yang membuat era bernafas lega.


''Kalau begitu aku ke kamar dulu ya ma. Aku pengen membersihkan tubuhku ini," pamit Erra meninggalkan Rani yang masih berdiri di situ.


Rani pun mengangguk dan masuk ke dalam kamar. Untung saja Erra tidak mengamuk. Coba kalau mengamuk, Rani sudah tidak bisa menghalaunya lagi.


Helsinki Finlandia.


Fendi yang selesai latihan fisik memutuskan untuk beristirahat. Tiba-tiba saja ponselnya berdering. Iya langsung meraih ponselnya itu dan mengangkatnya, "Halo."


Ketika Fendi menyapanya tidak ada orang yang satu pun menjawab. Ia mematikan ponselnya itu dan memutuskan untuk pergi ke dapur. Saat pergi ke dapur, Fendi melihat Ita yang sedang duduk termenung. Lalu Fendi mendekatinya sambil bertanya, "Ada apa kamu diam seperti itu? Biasanya kamu suka sekali berbicara. Kenapa kamu diam seperti itu?"


Ita terkejut dengan suara Fendi. Ita menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Tidak ada apa-apa Tuan."


"Jika kamu nggak sanggup memikirkan masalah kemarin. Nggak usah dipikirin. Jika kamu mengambil tawarannya Adam Itu terserah kamu. Lagian juga Adam itu masih pamanmu sendiri. Memang kamu sering mendengarnya kalau Adam itu sangat jahat sekali. Ada kalanya manusia jahat bisa berubah menjadi baik. Kalau bisa kamu Maafkan pamanmu itu. Jika kamu tidak memaafkannya, hidupnya selalu bersalah. Itu sih yang bisa aku utarakan," pesan Fendi.


"Hidup di sini saja saya sudah terima kasih Tuan. Apalagi Tuan Fendi menampung ku. Saya tidak menyangka bisa ke negara ini dan bekerja sebagai pelayan Tuan. Saya tidak meminta permintaan yang sangat tinggi sekali. Saya tidak tahu siapa ayahku sebenarnya. Tapi Biarkanlah.. aku tidak memperdulikannya lagi. Terima kasih Tuan yang sudah menampung saya di sini," ucap Ita yang penuh dengan kesedihan.


"Apakah kamu nggak mau kuliah? Tujuan kamu ke sini hanya mencari uang untuk biaya kuliahmu. Lagi ada pamanmu Kenapa nggak kuliah? Siapa tahu setelah lulus kuliah Kamu bisa kerja di tempat lain. Aku tidak pernah memberatkan seluruh pelayanku tetap setia Di sini. Justru aku hanya membantunya saja demi mendapatkan impiannya," sahut Fendi.


"Tidak tuan. Saya sudah berjanji pada ibu saya untuk tidak berhubungan lagi dengan keluarga Malik. Di saat ibu saya sedang sakit. Saya mencoba hubungi Chandra untuk pertanggungjawabkan. Namun Candra tidak pernah bertanggung jawab atas perbuatannya itu. Mau tidak mau saya sudah menutup hati buat keluarga Malik. Saya tidak akan dendam sama mereka. Saya ingin hidup normal seperti yang lainnya," jelas Ita.


"Itu terserah kamu. Aku nggak akan memaksamu lagi. Soalnya kamu itu harus memiliki prinsip hidup. Tapi kalau kamu begini ya sudah," ujar Fendi yang meninggalkan Ita sendirian.

__ADS_1


Jujur Ita tidak mau dendam sama keluarga Malik. Ia sudah menelan pil pahit atas kesombongan ayahnya. Pernah sekali mencoba menghubunginya ketika sang Ibu sedang sakit. Namun jawaban dari Chandra itu sangat menyakitkan. Bahkan ayahnya tidak mau bertanggung jawab sama sekali. Semenjak itulah Ita tidak pernah mau berhubungan dengan keluarga Malik sama sekali.


New York city Amerika.


Adam yang sedang merenung di balkon menatap langit biru yang dihiasi oleh bintang. Andai saja ia tidak pernah melakukan kesalahan. Kemungkinan besar hidupnya akan bahagia. Lalu ia teringat sang keponakan perempuannya itu. Ia berharap kalau Adam bisa mengajaknya tinggal bersama.


Ada masih ragu atas keputusannya itu. Bukan ragu atas keputusannya. Akan tetapi Adam takut kalau Ita menolaknya. Adam tahu kalau sang keponakannya merasakan sakit hati yang luar biasa. Andai saja jika Chandra bercerita. Kemungkinan besar Adam akan membantunya. Sekedam-kidangnya Adam pasti memiliki hati yang baik. Ia juga tidak akan menghabisi keluarganya sendiri. Yang penting dirinya bisa hidup bahagia bersama keluarganya itu.


Beberapa saat kemudian ada tangan yang melingkari pinggangnya. Adam memegang tangan itu sambil tersenyum manis. Lalu dirinya tidak menoleh ke belakang.


"Kenapa kamu resah seperti itu?" tanya Yoona.


"Aku memang ingin mengajak Ita hidup bersama kita. Tapi Ita menolaknya. Seandainya kalau aku mengajak keponakanku tinggal di sini. Apakah kamu mau?" tanya Adam.


"Memang. Aku sudah menelusurinya. Bahkan aku sudah mendapatkan informasinya dengan utuh. Yang menjadi Ita membenci aku karena Chandra. Dulu pernah Ita menghubungi Chandra waktu sang Ibu sedang sakit. Tapi Chandra tidak menggubrisnya. Malahan memakinya. Itulah yang membuat Ita sakit hati kepadaku."


"Maafkanlah Aku. Sedari dulu Candra memang tidak berniat untuk menikah bahkan memiliki anak. Dia ngomong sendiri seperti itu. Jadi wajarlah jika Ita sangat membenci keluarga Malik."


"Andai saja waktu itu aku mengetahuinya. Aku tidak akan pernah membuatnya sedih seperti itu. Kemungkinan besar aku yang menanggung rumah sakit untuk sang ibu."


"Sudahlah. Yang berlalu biarlah berlalu. Janganlah kamu ingat lagi. Karena jika kamu ingat kemungkinan besar rasa sakit itu semakin melebar."


"Bagaimana dengan surat wasiat itu? Chandra telah memberikan sebagian hartanya untuk Ita?"

__ADS_1


"Lebih baik kamu berikan aja surat itu ke Fendi biar ditandatangani oleh Ita. Kemungkinan besar Fendi bisa membantu kita untuk memberikan uang milik Chandra ke Ita."


"Beberapa hari ke depan aku akan pergi ke Indonesia. Aku ingin membicarakan sebuah bisnis kepada enam pilar utama. Semoga saja mereka mau menerima aku dan berbisnis denganku. Aku tidak akan berbuat curang lagi. Kalau aku berbuat curang maka Lee akan berubah menjadi singa betina yang mengerikan. Diam-diam anak itu memiliki kekayaan bertubi-tubi. Mana lagi dirinya sudah dinobatkan sebagai pemilik BL Company. Yang di mana BL company itu adalah sebuah perusahaan yang memproduksi Diamond dengan kualitas sangat bagus sekali. Ditambah lagi Lee adalah seorang perancang Diamond itu."


"Memang dia berbakat soal bisnis. Aku mengakuinya itu. Biarkanlah Lee berkembang hingga sukses. Dengan otak cerdasnya Lee pantas mendapatkan acungan jempol dan banyak penghargaan."


"Kamu salah besar. Lee tidak mau mendapatkan penghargaan secara bertubi-tubi. Jika dirinya masuk nominasi untuk penghargaan bisnisnya. Maka dirinya langsung menghubungi perusahaan tersebut dan menolaknya secara mentah-mentah. Karena itulah Lee seorang pembisnis yang sangat aneh."


"Seharusnya Anak itu tidak boleh menolaknya. Jika Lee mendapatkan penghargaan itu. Maka ia harus menerimanya."


"Tidak aku katakan kalau Lee itu sangat berbeda sekali. Banyak orang tergila-gila untuk mendapatkan pengakuan dunia. Kalau dirinya itu memang hebat. Aku tidak tahu kenapa bisa terjadi?"


"Jujur saja aku sangat mengaguminya. Meskipun kami sering musuhan. Aku sering mencuri ilmunya untuk memasarkan para artis untuk menjadi bintang terkenal."


"Apakah kamu mau menjadi owner perusahaan yang bergerak di bidang entertainment?"


"Apakah kamu mengizinkan aku? Jika kamu tidak mengizinkanku. Maka aku tidak akan menjadi owner perusahaan tersebut."


"Sepertinya boleh. Kita bangun lagi saja sebuah perusahaan cabang yang bergerak di bidang entertainment."


"Aku akan meminta Caroline Riu untuk bekerja sama."


"Tidak... Sepertinya kamu salah mengajak orang. Caroline sudah tidak aktif lagi di bidang entertainment. Sekarang Sang Putri akan menggantikan posisinya."

__ADS_1


"Memangnya siapa putrinya itu? Setahuku Caroline tidak memiliki anak maupun suami," tanya Yoona yang mengerutkan keningnya.


__ADS_2