Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 201


__ADS_3

"Nanti aku tanya sama Papa Andi terlebih dahulu," jawab Angela.


"Apakah masalah kakak besar sudah selesai?" tanya Angela.


''Yang berada di Tottenham sudah selesai. Tinggal di Jakarta yang belum selesai," jawab Nanda. "Masalahnya semakin besar. Kamu tahukan masalah besar yang sedang terjadi?" 


"Ya aku tahu kak," jawab Angela sambil melepaskan Nanda. "Aku melihat kakak besar rumah tangganya dalam bahaya. Aku enggak mu kakak besar bercerai dari Tuan Erra. Aku tahu Kakak Besar sangat mencintai Tuan Erra. Begitu juga sebaliknya."


"Kakak besarmu tidak akan bercerai dari Tuan Erra. Mereka sangat kompak sekali dalam melakukan apapun. Bahkan mereka merencanakan ingin memiliki anak-anak yang banyak dan lucu-lucu," ucap Nanda.


"Jika aku hamil, apakah kakak akan meninggalkanku?" tanya Angela.


Nanda menyunggingkan senyumnya sambil menjawab, "Aku akan membawamu pulang ke mansion. Meminta izin kepada Mama papa untuk menikah."


"Jika aku tidak hamil?" tanya Angela lagi dengan wajah serius.


"Aku akan tetap membawamu pulang ke mansion dan meminta izin untuk menikahimu,'' jawab Nanda dengan serius.


"Kamu mau kemana malam-malam begini? Apakah ada tugas mendadak dari Kakak besar?" tanya Nanda.


"Tidak… aku tidak kemana-mana. Aku ingin membeli obat," jawab Angela yang jawab asal.


"Bukankah kamu sudah memiliki obat herbal yang diberikan oleh kakak besar?" tanya Nanda yang mengerutkan keningnya.


Seluruh pengawal, anggota rendah maupun anggota tertinggi White Eragon sering mengkonsumsi obat herbal. Bayu memutuskan untuk memakai obat herbal yang diracik langsung dari tangan Saga. Obat herbal sangat baik buat kesehatan. Selain itu bahan-bahan yang didapatkan lebih mudah. 


"Aku tinggal dulu ya ke apotek," pamit Angela. 


"Aku ikut!" seru Nanda.


Angela menganggukan kepalanya tanda setuju. Angela mengambil kunci rumah lalu mereka keluar. Setelah itu mereka menuju ke apotek dengan berjalan santai. Saat berjalan santai, sontak saja mereka terkejut karena mendengar suara anak kecil yang menangis kencang. Mereka pun menghentikan langkahnya dan melihat siapa yang menangis.


"Kenapa dengan Lala ya?" tanya Angela.


"Apakah kamu mengenal anak kecil itu?" tanya Nanda balik.


"Ya… aku mengenalnya. Bahkan aku sama Feli sering mengajaknya jalan-jalan. Jika kakak tidak mengajakku kencan. Begitu juga dengan Kakak Besar yang sering kesini," jawab Angela.

__ADS_1


Ketika Angela ingin mendekatinya, ada seorang wanita mendekati anak kecil itu. Angela sengaja bersembunyi di bawah rimbunnya pepohonan yang tidak ada cahayanya. Mereka terdiam dan memperhatikan wanita itu.


"Sepertinya aku mengenal wanita itu," ucap Angela.


"Apakah kamu tahu wajahnya?" tanya Nanda.


"Ya… aku mengenal wajahnya," jawab Angela yang mengetahui wajah Elizabeth.


"Bukankah itu Elizabeth Taylor? Wanita yang selama ini ingin menghancurkan rumah tangga kakak besarmu?" tanya Nanda.


"Apakah kakak mengenalnya?" tanya Angela balik.


"Ya… aku mengenalnya dari internet. Kamu tahukan kalau wajahnya terpampang di semua media. Dia bangga mengakui hubungan gelapnya bersama tuan Erra. Bahkan dia berharap ingin menjadi istrinya," jawab Nanda.


Plak!


Plak!


Plak!


Plak!


Elizabeth yang melihat Lala berada digendongannya Angela langsung murka dan memaki Angela, "Hey… jangan ikut campur dalam urusanku dengan anak yang tidak berguna itu! Hidupnya selalu menyusahkan!" 


Nanda segera datang dan mendekati Angela sambil berkata dengan nada datar, ''Jika kamu melakukannya lagi… bisa dipastikan hidupmu dalam penjara. Karena kamu sudah menganiaya anak ini."


Elizabeth terkejut melihat Nanda yang mengeluarkan kata-kata ancaman. Bahkan mata Elizabeth pun membola karena pria yang berdiri adalah anggota enam pilar utama. Siapa sih yang tidak mengenal Ananda Setiawan yang berhasil membawa perusahaannya di bidang makanan kaleng dan snack semakin mendunia? Bahkan Nanda bekerjasama dengan lainnya memiliki perusahaan cadangan yaitu properti. Yang dimana perusahaan itu di tangan Erra.


"Apakah kamu adalah anggota enam pilar utama?" tanya Elizabeth yang tidak tahu malu itu.


Seketika Nanda mulai mengaktifkan mode penyamaran. Karena Nanda banyak mengetahui tipe-tipe wanita baik maupun sangat nakal seperti Angela.


"Bukan. Anda salah orang. Aku bukan anggota enam pilar utama dunia yang anda bicarakan. Tapi aku bisa menuntutmu jika kamu menyakiti anak kecil itu," ucap Nanda dengan dingin.


Elizabeth memutar bola matanya dengan malas karena salah menebak. Bahkan Elizabeth sendiri malu atas jawabannya itu. Lalu bagaimana jika Elizabeth tahu kalau Nanda adalah enam pilar utama? Elizabeth akan meminta bantuan kepada Nanda untuk melancarkan aksinya. Kemungkinan besar Elizabeth akan mendapatkan Erra dengan mudah.


Sedari tadi Angela mendiamkan Lala sambil mengelus-elus pipi gadis itu dengan lembut. Lala yang mendapatkan perlakuan lembut berhenti menangis sesenggukan. Lala masih merasakan pipinya yang masih sakit.

__ADS_1


"Sakit kak," ucap Lala.


Nanda sangat kesal harus menghadapi Elizabeth. Lalu Nanda menatap wajah sang kekasih yang sedih. Akhirnya Nanda memerintahkan Angela untuk pergi dan membawa Lala ke klinik. Angela pun menuruti kemauan Nanda. Sedangkan Elizabeth menatap kepergian mereka. Elizabeth sangat kesal dan memaki Lala, "Dasar anak tidak tahu diri!"


Angela yang mendengar makian Elizabeth akhirnya sakit hati. Angela meminta Nanda menolongnya. Namun Nanda tidak mau menolong Angela. Nanda berjanji tidak akan mencampuri urusan ini. Biarkan Lee yang akan mengurusnya.


Nanda mengajak Angela pergi ke klinik terdekat. Mereka akan mengobati Lala setelah itu mengantarkannya pulang. Sembari menunggu Nanda melihat berita-berita Elizabeth yang semakin panas. Bahkan Elizabeth sudah mengatakan kalau dirinya sah menikahi Erra. Nanda hanya bisa menghela nafasnya dengan panjang. Berharap adik kecilnya itu kuat menghadapi serangan demi serangan.


Ketika Lala dirawat, Angela pergi meninggalkan Nanda. Angela memutuskan untuk membeli beberapa alat tes kehamilan. Angela ingin tahu dengan keadaan tubuhnya itu. Setelah membeli alat kehamilan itu, Angela kembali kemudian duduk di samping Nanda.


"Kak," panggil Angela.


"Ada apa?" tanya Nanda. "Dari mana kamu?"


"Aku habis dari apotek membeli alat tes kehamilan," jawab Nanda Angela yang jujur. 


Terpaksa Angela jujur dengan pertanyaan Nanda. Angela tidak bisa berbohong jika berada di depan Nanda. Jangankan orang lain, semua orang pun yang berdekatan dengan Nanda tidak bisa berbohong. Bahkan Nanda ditakdirkan untuk menjadi detektor lie yaitu bisa mendeteksi kebohongan. 


"Ah… rasanya aku ingin melihat hasil tes itu. Jika perutmu sudah besar aku akan membawa kamu di hadapan kedua orang tuaku," celetuk Nanda.


Malam ini Nanda memiliki rencana licik. Nanda akan menikahi Angela ketika perutnya sudah membesar. Bahkan Nanda akan meminta restu kepada orang tuanya. Apakah Nanda mengetahui, kalau Mama Yi sudah mengetahui hubungannya dengan Angela? Bahkan hampir setiap hari Angela bertemu dengan Mama Yi? Ah… rasanya lucu jika Nanda terkejut. Bahkan Mama Yi akan bekerjasama dengan Lee untuk membuat kejutan.


''Kak," panggil Angela yang sengaja memegang tangan Nanda.


"Ada apa?" tanya Nanda.


"Apakah kakak percaya kalau kasus yang sedang bergulir ini ada campur tangan dari orang lain? Bahkan aku merasa orang itu ingin menghancurkan Tuan Erra," jawab Angela yang mulai serius.


"Sepertinya sih aku berpikiran begitu. Bahkan Sam sendiri merasa ada yang janggal dengan kasus ini. Sam ingin menghubungi Goerge untuk datang ke Indonesia mengurus kasus ini," jawab Nanda. "Tapi kakak besarmu menolaknya. Kakak besarmu sudah menyiapkan pengacara yang bernaung di bawah enam pilar utama."


"Lama-lama jadi merembet kemana-mana. Elizabeth belum tahu juga kalau singa betina sedang marah," kesal Angela.


"Jangankan marah… mengaumpun sangat mengerikan," ucap Nanda yang bergidik ngeri.


Tak selang berapa lama dokter yang menangani Lala keluar. Mereka berdiri sambil mendekatinya. Namun sebelum dokter mengeluarkan suaranya, dokter itu pun memandang wajah mereka dengan sinis. Akan tetapi Nanda paham akan situasi seperti ini. Akhirnya Nanda menjelaskan siapa Lala sebenarnya.


"Gadis kecil itu bukan anak kami," ucap Nanda secara terang-terangan.

__ADS_1


__ADS_2