
"Mau tahulah. Aku sangat penasaran sekali dengan bos gilaku ini," jawab Lee dengan tersenyum manis.
"Okelah aku akan bercerita tentangmu. Ketika kamu masuk ke dalam hidupku setelah dewasa. Kamu telah mengusik jiwaku ini. Kamu sering membuat ulah kepadaku. Selamat setahun bekerja dirimu telah mengusikku. Entah kenapa jiwa kepoku meronta. Aku ingin tahu siapa kamu sebenarnya. Jadi aku mencari tahu semuanya tentang kamu. Aku tidak perlu menyuruh Garda atau siapapun. Karena aku sendiri memiliki ilmu yang mumpuni di bidang IT. Hampir setiap malam aku mencari informasimu tetapi isinya nihil. Terpaksa aku mengejarmu hingga membuatku gila," jawab Erra.
"Selama ini memang identitasku tertutup dengan rapat. Aku tidak pernah membuka identitasku di mana saja. Sebab Papa mengalami trauma besar. Yang di mana Papa kehilangan Kak Brucce dan mama. Mau tidak mau papa menghapus identitasku di manapun berada," ucap Lee.
"Iya aku tahu itu. Memang papa sangat ingin melindungimu. Setahun kemudian aku mengejarmu dalam diam. Kamu pergi ke mana Aku selalu tahu. Kamu pergi ke markas besar aku mengikutimu. Kamu pergi ke luar negeri aku mengikutimu. Yang tidak pernah aku ikuti adalah ketika dirimu pergi ke toilet itu saja," ujar Erra yang membuat mata Lee membola sempurna.
"Ada-ada saja kamu. Kenapa kamu nggak ikutan masuk?" tanya Lee.
"Iya ya kamu benar. Kenapa nggak ikut masuk ke dalam? Lalu diam-diam menanamkan benih super di dalam perutmu itu?" tanya Erra.
"Kamu kalah sama anak muda zaman sekarang. Coba saja kamu lihat seluruh berita yang berada di internet maupun koran. Mereka masih kuliah atau masih sekolah sudah memiliki anak," ledek Lee.
"Bagaimana ya? Ah.... Kamu ini ada-ada aja. Memangnya kamu mau aku perkosa seperti Imam?" tanya Erra.
Blush!
Tiba-tiba saja wajah Lee menjadi merah. Bukan karena marah melainkan malu. Otaknya juga sudah ikut-ikutan kotor karena sang suami. Bisa-bisanya sang suami mengingatkan adegan ranjang yang sering dilakukannya.
Setiap bermain Erra melakukan dengan lembut. Lalu otak Lee travelling ke suatu kejadian, di mana dirinya merasakan diperkosa? Hatinya langsung meringis lalu menggelengkan kepalanya.
Jujur ular piton Erra itu sangat menyeramkan sekali. Apalagi ketika memasuki sarangnya. Rasanya Lee meringis kedua kalinya.
"Kamu tahu enaknya belah duren sesudah menikah?" tanya Erra.
"Apa itu?" tanya Lee balik.
"ada sensasi tersendiri yang tidak bisa aku ceritakan kepadamu. Bukan aku tidak bisa menceritakan. Tetapi aku tidak pandai merangkai kata-kata seperti pujangga.kamu tahu sendirikan enaknya bagaimana?" Jawab Erra sambil bertanya balik.
Lee menganggukan kepalanya sambil bertanya-tanya. Kenapa obrolan malam ini tidak ada yang benar. Apakah dirinya sedang oleng atau tidak ada pembicaraan lainnya. Sepertinya ia harus mencari bahan lagi.
Dengan terpaksa Lee menghentikan pekerjaannya dan kembali tidur. Belum sempat tidur ada orang mengetuk pintu. Dirinya lupa akan pesanannya. Lalu ia bangun dan mengambil pesanannya.
Markas besar White Eragon.
__ADS_1
Andi yang sudah sampai di markas langsung masuk mencari keberadaan Garda. Namun dirinya tidak menemukannya. Yang ada Irwan dan Joko sedang menikmati malam yang indah.
"Tumben di sini. Nggak pada pulang kalian?" tanya Andi.
"Sudah tadi. Yi sedang pergi ke Jepang bersama Haruka. Di sana Yi akan membuka toko kue sus di daerah Osaka. Istriku memang benar-benar ajaib. Mampu membuka toko itu sendiri tanpa bantuanku," jawab Joko.
"Dari dulu istrimu sudah memiliki bakat bisnis dan pandai melihat peluang. Itulah kenapa istrimu berani membuka banyak cabang di seluruh dunia. Begitu juga dengan aku. Telah terpisah jauh istriku memiliki usaha yaitu di bidang emas. Dan usaha itu jatuh ke tangan putriku. Jadi kamu harus bangga pada istrimu itu," ucap Andi.
"Aku setuju sama pendapatmu," sahut Irwan.
"Itulah kenapa para istri kita wanita mandiri dan tangguh. Tapi di sisi lain mereka juga meminta bantuan kita," celetuk Joko.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Beberapa saat kemudian Bayu dan Garda masuk ke dalam. Mereka menghamparkan bokongnya dan duduk berhadapan.
Garda yang dapat pesan dari Andi langsung menatap wajah papanya. Dirinya bingung sambil bertanya-tanya dalam hati.
"Ada apa pa? Tiba-tiba saja Papa kirim pesan. Padahal aku sedang tidur di kamar. Tinggal diketuk dan bangunkan saja aku," tanya Garda.
"Memangnya ada apa dengan Lee?" tanya Joko.
"Kamu tahu Brenda masih mengejar-ngejar Erra?" tanya Bayu ke Joko.
"Kan sudah dibilang, kalau Erra sudah memiliki istri. Cepat atau lambat Erra akan memiliki anak. Kenapa Brenda mengejar-ngejar Erra? Belum tahu nanti mode tinggal betina Lee hadir," jawab Irwan.
"Aku takut nanti ada korban lagi. Tapi mau bagaimana lagi. Jika diteruskan Brenda akan semakin menggila. Dirinya benar-benar berani untuk mendapatkan Erra. Baru saja datang dari Amerika kita disuguhi dengan lamaran dari Pak Dwi. Aku sendiri bingung mau bagaimana? Tidak mungkin aku akan merusak rumah tangga Putraku sendiri. Ini sungguh gila. Bukankah pria di dunia masih banyak? Brenda bisa memilih dari yang lokal maupun luar. Ada yang kaya maupun miskin. Ada yang jelek maupun tampan. Kenapa juga harus memilih Erra?" tanya Bayu yang membuat mereka bertanya-tanya.
"Sebentar, aku merasakan ada sesuatu yang aneh dari Pak Dwi. Dalam pikiranku Pak Dwi sedang merencanakan sesuatu. Yang aku lihat Mbak Dwi sangat ambisi terhadap Erra. Dengan kata lain Pak Dwi sengaja menjodohkan Erra untuk mengambil sedikit demi sedikit aset milik Asco. Itu sih firasatku yang kental. Kalau orang sudah ditolak maka tidak berani lagi untuk mengejar calonnya lagi," sahut Irwan.
"Aku juga merasakan seperti itu. Sepertinya Brenda dijadikan boneka untuk mengambil aset milikmu dan Erra. Ini sangat menarik sekali.kalau begitu biarkanlah singa betina turun tangan," sahut Joko.
"Apakah Brenda masih bekerja di Asco?" tanya Garda.
__ADS_1
"Sepertinya sih iya," jawab Bayu.
"Kebetulan sekali," kata Garda sambil tersenyum iblis.
"Memangnya kamu mau ngapain?" tanya Andi.
"Bisakah aku mengundurkan diri dari Sebastian selama setahun ke depan?" tanya kerja balik sambil melihat Andi.
"Sepertinya kamu memiliki rencana?" tanya Bayu.
"Memang. Aku akan masuk lagi ke Asco sebagai asisten Erra. Dan Lee Aku ubah posisinya menjadi sekretaris," jawab Garda.
"Jadi, kamu mengubah struktur organisasinya menjadi organisasi lama?" tanya Bayu lagi.
"Terpaksa aku melakukannya. Kemungkinan besar aku yang akan menjadi perisai mereka. Mau tidak mau aku akan stand by di kantor. Papa tahukan, kalau Brenda memiliki rencana yang licik. Diam-diam rencana itu akan membuat Erra terjebak. Ya bisa dikatakan Aku tidak terlalu memegang pekerjaanku. Kemungkinan besar mejaku sama meja Lee akan menjadi satu," jawab Garda.
"Bukankah kantor asisten berada di samping kantornya Erra?" tanya Irwan.
"Iya. Nanti aku akan meminta seseorang mengatur mejaku ditaruh di samping Lee. Di sana aku bisa memantau Brenda," jawab Garda sambil membuat rencana.
"Itu ide yang sangat bagus sekali.Kemungkinan besar kamu akan mendapatkan gaji seperti biasanya. Aku tidak mau mempekerjakan orang tanpa digaji. Karena aku bukanlah bos yang pelit," ucap Bayu.
"Oke, deal," balas Garda. "Oh ya Pa. Jika ada pekerjaan yang menumpuk berikan padaku. Suruh pengawal mengantarkan berkas-berkas ke Asco."
"Berarti kamu hanya numpang saja?" tanya Joko.
"Tidak apa-apa. Yang penting kamu bisa melindungi Erra dan Lee," jawab Bayu yang memohon kepada Garda.
"Yang namanya pelakor tetap saja pelakor. Banyak rumah tangga orang lain dirusak oleh Brenda. Aku tidak habis pikir," gerutu Garda.
"Nggak usah dipikirin. Kan sudah kamu bilang sendiri. Yang namanya pelakor tetap saja pelakor. Enak di dirinya nggak enak di orang lain. Kalau mau sadar nanti kena azab tuh kayak sinetron ikan terbang," kesal Joko yang mengutarakan isi hatinya secara blak-blakan.
"Sepertinya Papa Joko juga kesel yang namanya pelakor?" tanya Garda.
"Ya... Nggak kamu saja yang kesal. Semua orang juga kesal kepada pelakor. Bayangkan saja kalau rumah tangga dirusak sama pelakor. Bagaimana rasanya? Sedangkan kita sendiri tidak akan memberi celah kepada mereka," imbuh Joko.
__ADS_1
"Yang kamu katakan benar. Tapi ada kalanya seorang pelakor itu melakukan karena ada kesempatan terbuka. Yang utama adalah dari pihak kita sendiri. Contohnya saja kita sudah menikah lalu ada seorang wanita cantik. Tiba-tiba saja kita yang memperhatikan wanita itu. Diam-diam wanita itu menganggapnya sebagai pria perhatian," sahut Irwan.
"Maksudnya bagaimana ya?" tanya Joko.