Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 97


__ADS_3

Bagai petir disiang bolong. Feli yang memegang berkas-berkas dokumen terkejut dan tidak sengaja membuangnya. Lalu mata Feli berubah menjadi sendu, "Kenapa tuan Jake ikut sama saya? Padahal saya ingin sekali mengikuti reuni sekolah."


"Kamu tahu perintah dari Nyonya besar padamu?" tanya Jake.


"Tak tahulah. Saya memang belum menerima tentang nyonya besar katakan," jawab Feli dengan mata indahnya itu.


"Cek email kamu sekarang!" titah Jake yang tersenyum devil.


Tak sengaja Feli melihat berkas-berkas dokumen yang berantakakan dengan mata membuka. Dengan kesalnya Feli merutuki kebodohannya yang mengambil berkas itu. Tak selang berapa lama ponsel Jake berdering. Jake segera mengambilnya dan mengusap lambang hijau itu sambil menyapanya, "Hallo."


"Temui aku di mansion. Aku ingin bertemu dengan kamu. Sekalian kamu ajak Feli!" titah Erra.


"Baik bos. Aku segera meluncur ke sana," balas Jake.


Sambungan terputus.


"Ikut bersamaku!" perintah Jake.


"Kemana pak?" tanya Feli.


"Jangan panggil aku bapak! Karena aku bukan bapakmu!' geram Jake.


"Bapak kan atasan saya. Kenapa juga saya harus panggil tuan?" tanya Feli.


Jake mendekati Feli dan tangannya mulai melingkar di belakang tubuh Feli. Lalu Jake mendekatkan dirinya kemudian menciumnya, "Jangan sekali-sekali kamu panggil bapak!"


Feli yang kesal terhadap Jake memberontak untuk segera lepas. Namun tenaga Jake lebih kuat dan tidak akan melepaskannya. Akankah Jake jatuh cinta pada Feli? Atau hanya... Ya sudahlah... Biarkan saja... Lagian Jake juga belum memiliki kekasih. Baguslah Jake sekarang memiliki kekasih.


Setelah itu Jake melepaskan Feli untuk segera bersiap. Hanya dengan polesan make up tipis. Kemudian mereka segera pergi meninggalkan kantor.


Lee yang selesai dibersihkan lukanya oleh para mama sangat bahagia. Bahkan Lee berterimakasih kepada mereka karena mau merawatnya. Baginya sang ibu kandung dan ibu mertuanya sangat kompak sekali. Dalam hati, Lee meminta kepada Tuhan agar diberikan bayi kembar. Karena jika satu Lee sangat kasihan kepada mereka.


"Ma," panggil Lee.


"Iya, ada apa?" tanya Rani.

__ADS_1


"Aku ingin hamil dech ma," jawab Lee dengan sendu.


"Syukurlah kamu enggak trauma," sahut Caroline.


"Kalau aku trauma, bagaimana dengan kak Erra?" tanya Lee.


"Kamu benar. Janganlah pernah trauma. Karena trauma bisa membuat kamu ketakutan. Kalau begitu semangatlah," ucap Caroline yang membakar semangat Lee.


Tak lama datang Garda sambil membawa pesanan Lee. Garda mendekati Lee lalu menghempaskan bokongnya di tepi ranjang. Mata Rani melihat Garda yang duduk bersama Lee. Rani teringat masa lalu. Yang di mana ketika Lee sakit selalu ditemani oleh Garda.


"Kok kita enggak kepikiran jika Garda adalah Brucce?" tanya Rani.


"Apakah itu benar? Jadi selama ini?" tanya Caroline.


"Setelah Erra selesai kuliah, Erra membawa Garda ke mansion. Erra secara resmi memperbesar Black Dragon dan Gardalah yang bekerja di sana. Garda sangat cerdik sekali ketika musuh ingin menghancurkan Asco. Namun tidak menutup kemungkinan Erra juga melindungi perusahaan yang lainnya," jawab Rani.


"Setelah pulang dari sini Kak Sam menyuruhku untuk menjadi sekretarisnya Kak Erra. Tiga tahun kami bersama di kantor. Mungkin aku merasa ada ikatan yang kuat," ucap Lee.


"Aku juga merasa begitu," sahut Garda.


"Saran dari aku," sahut Lee. "Lebih baik jangan dulu memakai nama asli. Biarkan kakak memakai nama Garda terlebih dahulu. Aku berencana ingin melihat enam pilar utama menjadi besar. Jika sudah besar kita akan mengumumkan ahli waris Sebastian sebenarnya."


"Apakah kamu enggak ingin memiliki Sebastian?" tanya Garda.


Lee menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Tidak. Aku tidak menginginkan aset Sebastian. Aku memiliki uang sendiri ketika bekerja. Ditambah lagi dengan uang bulanan dari Kakak Tampan. Aku tidak bisa menghabiskannya," jawab Lee.


"Tenang saja Garda. Setelah ini mama akan menyerahkan perusahaan BL Company ke Lee. Lee juga masih dapat penghasilan dari sana. Lee juga pandai mengelola dan membesarkan BL Company," tambah Caroline.


"Aku akan tetap membagi aset Sebastian ma. Bagiku Lee adik yang aku cintai," ucap Garda yang blak-blakan.


"Hey... Apakah kamu tidak mencintaiku?" tanya Erra yang berdiri di ambang pintu. "Kamu hanya mencintai dan menyayangi istriku."


"Dia adikku," kesal Garda.


"Dia istriku!" ketus Erra.

__ADS_1


"Kamu tahu kalau Lee adalah anaknya Pak Andi sama Ibu Caroline?" tanya Lee.


"Tahu, kenapa? Tapi dia istriku," jawab Erra.


"Kalian ini selalu saja bertengkar. Kenapa juga kalian memperebutkan aku? Kak Garda, selamanya Lee adalah adik kakak. Enggak mungkin akan menjadi orang lain. Dan kak Erra, bikannya kita saling mencintai. Kata cinta itu yang sudah mengikat tali pernikahan kita untuk selamanya. Jadi janganlah kalian memperebutkanku," kesal Lee yang lama-kelamaan bosan dengan pertengkaran kedua manusia aneh itu.


"Ah... Rasanya aku malas bertengkar sama raksasa ini," celetuk Erra tanpa bersalah.


Ketiga perempuan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya karena melihat Garda dan Erra bertengkar. Sejak di dalam kandungan Caroline mereka selalu memperebutkan Lee. Yang lebih parahnya lagi Erra mengatakan kalau Lee adalah jodohnya.


"Kalian ini selalu saja bertengkar. Bagaimana bisa dari kecil hingga sampai detik ini kebiasaan itu selalu terbawa?" tanya Bayu yang masuk ke dalam.


"Apakah itu benar pa?" tanya Lee yang menoleh kepada Bayu.


"Ya itu benar. Bahkan kamu masih berada di dalam kandungan. Kami para papa dan mama bahkan lainnnya kebingungan. Erra selalu mengklaim kalau kamu adalah jodohnya. Benar saja kalau kamu memang jodohya sekarang," jawab Bayu yang menggelengkan kepalanya. "Terkadang aku ingin melemparkan kedua orang ini ke Samudra Hindia!"


"Ngapain kita di sana?" tanya Garda tanpa merasa berdosa.


"Mengamankan airnya agar tetap tenang. Atau kalian kuras tuh pantai itu," jawab Bayu.


"Caranya?" jawab Garda yang sengaja mengerjai Bayu dan ingin membuatnya semakin kesal.


"Pindahkan saja seluruh air itu ke Samudera Pasifik pakai ember sampai habis," jawab Bayu semakin kesal.


Lee langsung menepuk jidatnya. Bagaimana tidak Lee baru tahu kalau sang papa mertua yang bawaannya dingin, kalem, cuek dan masa bodoh itu bisa menjadi pelawak dadakan. Rasanya Lee tidak percaya itu.


"Kamu harus bersabar menghadapi dua orang ini. Yang satu suami kamu yang sudah bucin setelah mati. Lalu kakak kamu itu yang sangat posesif sekali," ucap Bayu yang memperingatkan Lee.


Yang dikatakan Bayu benar adanya. Bagaimana dengan lainnya? Mereka juga sama berpendapat dengan Bayu. Mereka juga sangat kesal terhadap Garda dan Lee. Untunglah mereka tidak ikut-ikutan. Kalau mereka ikut-ikutan para papa akan merasakan kepalanya pusing. Bisa jadi Bayu akan memberikan titah tadi ke mereka. Yaitu menguras Samudera Hindia hingga kering. Jika tidak kering mereka tidak diperbolehkan kembali ke daratan. Bukannya ide itu bagus ya?


"Bagaimana dengan lukanya?" tanya Erra.


"Sudah mengering. Tapi aku boleh bekerja?" tanya Lee balik.


"No. Kamu harus bed rest dulu untuk memulihkan kondisimu. Kamu tahu racun yang di pakai Alicia yang sengaja melemahkan fisik kamu," jawab Erra.

__ADS_1


"Racun apa?" tanya Lee yang penasaran.


__ADS_2