
"Tidak, Lee memang sengaja membuat mereka membuka matanya kalau suaminya seperti ini. Bahkan mereka yang lemah pun ikut-ikutan menjadi tangguh. Kemudian menyerang para suami dengan sadis," jelas Rani yang membuat Caroline meringis.
"Aku tidak bisa membayangkan, bagaimana mereka merasakan kekejaman para istri. Bahkan mereka akan berteriak kesakitan. Tapi dengan cara itulah para pria akan memikirkan untuk yang namanya selingkuh. Entah kenapa diriku melihat putriku tidak seperti aku," ucap Caroline.
"Bukannya dulu kak Andi pernah mengatakan, kalau putrimu itu sangat mirip sekali dengan ibu mertuamu. Bahkan sepak terjangnya membuat semua orang ketakutan," puji Rani sambil tersenyum manis.
"Benarkah itu? Kok aku baru sadar ya?" tanya Caroline dengan tersenyum manis.
Beberapa saat kemudian, ada seseorang memakai baju serba hitam mendekati mereka. Orang itu membungkukkan badannya sambil menyapa, "Selamat pagi nyonya."
"Ya ada apa?" tanya Caroline.
"Di depan ada seorang pria yang bernama Pak Dwi," jawab pria itu lagi.
__ADS_1
"Usir saja keluar! Saya malas bertemu orang!" perintah Caroline.
"Baik nyonya," balas pria itu sambil meninggalkan mereka.
Melihat kepergian sang ajudannya, Caroline sangat males sekali bertemu dengan Pak Dwi. Hal ini sudah sering terjadi ketika berada di perusahaannya. Bisa-bisanya Pak Dwi datang meminta Lee menceraikan Erra.
Seperti kita tahu kalau Erra sangat mencintai Lee apa adanya. Tanpa ada campur tangan dari orang lain. Cinta mereka tumbuh ketika masih kecil.
Jujur mereka adalah orang kepercayaan Caroline yang memiliki ilmu mumpuni. Mereka sengaja belajar menjadi mata-mata melalui kepolisian interpol maupun lokal. Bisa dikatakan mereka sangat ahli sekali.
Tak butuh waktu lama Caroline mendapatkan sebuah informasi. Ia membaca informasi itu sambil tertawa terbahak-bahak. Jujur saja sedari dulu Pak Dwi ingin menguasai aset Asco. Pak Dwi memiliki seribu cara agar lebih menyingkir dari hidup Erra.
Namun Pak Dwi tidak mampu melakukannya. Karena Lee adalah orang yang berpengaruh di dunia bisnis maupun bawah tanah. Akan tetapi Pak Dwi seakan orangnya tidak ada tentang pemberitaan tersebut.
__ADS_1
Jika Pak Dwi merebut Erra, bisa dipastikan singa betina akan mengamuk sejadi-jadinya. Tidak bisa dibayangkan bukan, jika Lee benar-benar mengamuk. Jangankan menghancurkan rumah, gedung pencakar langit pun bisa dihancurkan. Markas mewah milik Adam pun hancur seketika. Lalu apakah Pak Dwi tahu kalau kedua orang itu sangat berpengaruh di dunia.
Setelah mengusir Pak Dwi, pengawal itu hanya bisa menghembuskan nafas yang secara kasar. Jujur saja pengawal itu murah sekali ketika memanggil Nyonya mudanya dengan kasar. Mau tidak mau akhirnya pengawal itu pun memakai Pak Dwi.
"Aku tahu kedatangan Pak Dwi ke sini apa?" tanya Caroline.
"Karena Pak Dwi masih menginginkan putraku. Tapi Putraku tidak pernah mau atau terikat dengan siapapun. Selama Lee tidak berada di sampingnya.
"Yang kamu katakan benar apa adanya.sepertinya Pak Dwi sangat ambisi sekali mendapatkan Erra. Sedari dulu sebelum Erra bertugas sebagai wakil CEO, Pak Dwi sangat gencar sekali melakukan perjodohan itu. Jujur saja aku sangat muak dengan itu. Aku langsung menolaknya mentah-mentah di hadapan Kak Bayu," ucap Rani dengan serius.
"Aku nggak tahu bagaimana lagi. Aku juga tidak akan memisahkan mereka yang sedang dimabuk cinta," ucap Caroline dengan tulus.
"Apa yang akan kamu lakukan?" Tanya Rani yang cemas dengan kelakuan Pak Dwi.
__ADS_1