
"Nanti kamu akan tahu bedanya bucin sama cinta sejati," jawab Andi sambil menepuk bahu Erra agar mencari jawabannya sendiri. "Kalau begitu ayo kita samperin istrimu."
Beberapa saat kemudian Lee bersama para mama mendekati Erra. Kemudian ketika para pria itu pun saling melihat dan tersenyum bahagia.
"Kita kembali ke hotel dulu ya. Kita akan bayar di sana enaknya bagaimana?" Perintah Bayu.
"Baiklah," balas Lee.
Setelah itu mereka memutuskan untuk kembali ke hotel. Di dalam perjalanan menuju hotel, Erra memegangi tangan Lee. Di dalam mobil Erra tidak mau melepaskan Lee sekalipun.
"Kamu kok nggak mau melepaskan tanganku?" tanya Lee.
"Bukannya aku nggak mau melepaskan tanganmu. Aku takut kehilangan kamu," jawab Erra.
"Kamu ini. Aku nggak kemana-mana kok. Kamu jangan seperti itu," ucap Lee.
"Apakah kita harus membeli sebuah rumah?" tanya Erra.
"Kenapa kita nggak memesan satu kamar hotel untuk kita tinggali selama empat bulan ke depan?" tanya Lee balik.
"Aku malas tinggal di hotel. Kalau boleh memilih aku ingin tinggal di rumah biasa saja tanpa perlu pengawalan dan pelayanan dari orang-orang," jawab Erra.
"Terus kamu melupakan kami?" Sahur Bayu yang tiba-tiba saja kesal dengan sikap Erra.
__ADS_1
"Nggak sih Pa. Maksudku aku nggak pengen punya pelayan atau pengawal. Aku pengen jadi orang biasa saja. Karena aku rindu pada kehidupanku yang dulu tanpa ada pengawalan ketat," ucap Erra.
"Kalau begitu ya sudahlah. Papa akan mengabulkannya. Papa juga sudah muak dengan banyak orang. Kita akan tinggal serumah," ujar Bayu.
"Aku memiliki rumah di pinggiran kota Bangkok. Semoga saja kamu menyukainya. Rumahnya tidak terlalu mewah sama sekali. Aku memang sengaja membelinya," sahut Andi.
"Kalau begitu tidak apa-apa. Aku ingin menjadi orang biasa bukan orang penting di kota ini," ujar Erra. "Bagaimana menurutmu sayangku?"
"Aku sih mau-mau saja. Ya sudah deh. Kita akan tinggal di sana dan menikmati hari-hari biasa seperti sedia dulu kala," jawab Lee.
"Bagaimana para mama?" tanya Erra.
"Kami lebih baik ngikut saja. Yang penting kalian bahagia. Begitu juga dengan Mama," jawab para mama serempak.
Baju yang menyetir itu pun langsung membelokkan mobilnya ke suatu tempat. Mereka sangat senang sekali dengan rencana baru Erra. Rencana baru Erraakan mengajarkan mereka untuk hidup normal tanpa adanya pengawal dan pelayan. Erra harap mereka bisa mengikuti alur hidup sebenarnya.
POV Erra.
Hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan buatku. Aku tidak bisa membayangkan, jika dokter memberitahukan di dalam perut Lee ada tiga benih sekaligus yang tumbuh. Aku merasa mereka adalah anugerah yang terindah. Entah kenapa aku sangat protect sekali kepada Lee.
Di sisi lain, aku harus mengorbankan pekerjaanku dan kehidupanku untuk sementara waktu. Karena aku tidak mau anak dan istriku terjadi apa-apa. Aku dengan ikhlas memutuskan untuk hidup di Bangkok selama empat hingga lima bulan ke depan. Sungguh aku sangat bersyukur sekali karena hatiku langsung menerimanya.
Terkadang aku harus bergumul dengan perasaanku sendiri. Jujur saat bergumul hatiku seakan tidak rela melepaskan kehidupanku. Namun kali ini sungguh luar biasa. Terima kasih Tuhan engkau telah meringankan beban hatiku. Rencanamu akan indah pada waktunya.
__ADS_1
Aku melihat wajah istriku yang memiliki aura yang berbeda. Sekarang wajah istriku terlihat dewasa. Ditambah lagi wajah imut itu menjadi wajah keibuan. Inikah rasanya kami yang sebentar lagi menjadi orang tua? Dan aku semakin mencintainya. Aku berharap tidak akan ada lagi para pelakor yang mendekati rumah tanggaku.
Di dalam hatiku ini. Aku berharap tidak akan ada lagi orang yang merusak rumah tanggaku. Sudah cukup dengan kejadian yang kemarin. Hingga Aku ingin diculik oleh seseorang perempuan. Jika aku bersamanya tapi hatiku tidak. Karena hatiku ini sudah ada penjaganya.
Tiba-tiba saja mataku melirik ke arah perut istriku sendiri. Aku menyunggingkan senyumku dan memegangnya. Baru kali ini aku mendapatkan hadiah besar dari Tuhan. Sungguh Aku sangat sangat bahagia sekali.
Teringat akan pernikahanku ini. Memang ini lucu buatku. Kenapa juga aku tidak melamarnya dengan baik-baik? Kenapa aku memaksanya untuk menandatangani berkas-berkas pernikahan di kantor catatan sipil saat itu? Alasannya sangat kocak sekali. Dan terlalu kocak menurut aku sendiri.
Di usiaku yang menginjak tiga puluh dua tahun, mama menyuruhku menikah. Namun saat itu aku tidak memiliki calon istri. Jujur Aku sangat bingung sekali dengan keadaanku itu. Sudah berulang kali mama memintaku menikah dan memberikan satu calon cucu saja. Akhirnya aku putuskan untuk bersekongkol dengan sekretarisku itu.
Ternyata oh ternyata sekretarisku adalah wanita yang akan dijodohkan oleh mamaku. Tapi aku tidak sadar akan hal itu. Aku membiarkan saja perjodohan itu. Lalu bagaimana dengan tanggapan kedua orang tua kami? Otomatis mereka sangat kesal kepadaku. Ujung-ujungnya mereka ingin menggantung ku di atas menara Asco.
Seiring berjalannya waktu, aku teringat pada gadis kecilku. Gadis kecilku itu memiliki mata yang indah dan lembut. Wajahnya selalu teringat di dalam otakku. Bahkan ketika mau tidur, gadis kecilku selalu menari-nari dan memanggilku dengan sebutan Kakak tampan. Kedua kata itu selalu terngiang di telingaku.
Ketika aku tinggal di Amerika, Ananda Setiawan sering mengirimkanku foto gadis kecilku. Dia telah bermetamorfosa menjadi gadis cantik sekali. Tidak hanya sekali dua kali. Tetapi Nanda sering mengirimkannya berkali-kali. Lalu aku meng-copy-nya berulang kali. Hingga foto-foto itu sengaja aku tempel di markas Black Dragon di Amerika maupun di negaraku sendiri.
Tapi ini sangat konyol sekali buat aku. Selama ini gadis kecil bermata indah itu pun selalu berada di sisiku. Dia menjadi seorang sekretaris. Namun aku sering menindasnya. Untung saja gadis itu tidak pergi dari hidupku. Malah aku yang terkena tindas olehnya. Terkadang gadis kecilku membalasnya lebih sadis lagi. Ketika aku mengadu kepada papa. Papa hanya tertawa dan membiarkan gadis kecil itu melakukannya berulang kali.
Seiring berjalannya waktu kami memiliki misi penting. Puisi yang di mana untuk mengejar para musuh yang ingin menghancurkan enam pilar utama. Sebenarnya kamu tidak ada masalah sama sekali. Akan tetapi aku dan kawan-kawanku seakan tidak rela melepaskannya. Diam-diam mereka melakukan berbagai cara agar tidak melepaskan perusahaannya.
Akhirnya aku bersama dengan lainnya kami sepakat untuk melindungi perusahaan. Hal ini dikarenakan banyak orang-orang yang bergantung pada kami untuk menyambung hidup. Itulah kenapa kami selalu membuat para musuh kelimpungan. Ditambah lagi dengan hadirnya gadis kecilku itu. Ya... Gadis kecilku sangat berani sekali melawan mereka. Ditambah lagi gadis kecilku adalah seorang anggota mafia dengan julukan singa betina.
Memang julukan itu sangat jelek sekali buat gadis kecilku. Aku tidak tahu bagaimana gadis kecilku mendapat julukan seperti itu? Kemudian aku sengaja bertanya pada asistenku. Asistenku menjelaskan kalau gadis kecilku ada yang menjuluki nama seperti itu. Karena sepak terjangnya menghancurkan markas para mafia sangat kejam sekali dengan cara dibakar. Akhirnya para mafia di dunia ini sepakat memberikan julukan seperti itu.
__ADS_1
Apakah aku bangga gadis kecilku dengan sebutan seperti itu? Apakah aku bangga dengan prestasi gadis kecilku yang didapatkan? Apakah aku bangga memiliki seorang Istri yang sangat pemberani sekali?