
Pasangan suami istri itu pun segera meninggalkan Rio. Rio sangat berterima kasih kepada Lee karena telah memperhatikan Lala. Sekarang dirinya harus berjalan di jalannya sendiri.
Bayu yang melihat keberadaan Lee dan Erra sambil memperhatikan di sekelilingnya. Bayu merasakan ada yang tidak aman. Akhirnya Bayu meminta mereka masuk ke dalam mobil.
"Masuklah ke dalam mobil! Nanti aku kirim email!" titah Bayu yang melihat sejumlah wartawan yang sudah berkumpul.
Mereka menuruti kemauan Bayu. Lalu Bayu menyuruh sang sopir pribadinya segera menyuruhnya ke markas terlebih dahulu. Masalah semakin banyak membuat kepalanya hampir pecah. Bayu bertanya-tanya dalam hati kenapa masalah ini bisa terjadi?
"Aku yakin semua wartawan yang berada di area pemakaman dikerahkan. Aku tahu ini ulah Elizabeth. Semakin hari Elizabeth semakin melunjak. Diberi kesabaran agar Lee tidak menyerang. Tapi Elizabeth tidak pernah mengindahkan itu. Pagi ini aku akan melepaskan singa betina dengan penuh kegilaan. Sekarang kamu nikmati hidupmu dengan bayang-bayang singa betina itu!" ucap Bayu dalam hati.
Bayu meminta beberapa pengawal untuk mengawal mereka sampai ke markas. Bayu mewanti-wanti mereka tidak boleh kebobolan. Karena setiap sudut kota Elizabeth sudah memberikan mata-mata.
Di tempat terpisah Garda, Jake dan Greg masuk ke dalam satu mobil. Garda merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Garda mendapatkan pesan dari March langsung membacanya. Sungguh terkejut apa yang dilihatnya. Garda tidak menyangka kalau Lee dan Erra dalam bahaya.
"Jo," teriak Garda.
"Iya tuan," sahut Jo dalam mode serius.
"Ganti posisi aku yang menyetir," pinta Garda.
"Baik tuan," balas Jo.
Jo segera menghentikan mobilnya. Kemudian Jo keluar dari mobil itu. Setelah posisi pengemudi kosong Garda berpindah tempat. Garda menyuruh mereka ambil senjata.
"Jo… Greg… ambil senjata! Bersiaplah untuk berperang! Jake segera retas ponsel Erra! Cari dimana keberadaan mereka! Aku yakin ada yang tidak beres sepanjang perjalanan tadi!" perintah Garda.
Mereka berteriak tanda setuju. Mereka segera melaksanakan perintah Garda. Jake segera melacak keberadaan mereka melalui ponselnya.
"Da… mereka menuju ke markas!" teriak Jake.
Garda segera menancapkan gasnya menuju kesana. Namun Jake terkejut karena Lee diikuti oleh beberapa mobil berwarna hitam secara terpisah.
"Garda! Segera susul Lee! Ada banyak mobil yang mengikutinya!" teriak Jake.
__ADS_1
Sementara di apartemen Elizabeth tersenyum puas melihat beberapa mobil yang sedang mengikuti Lee dan Erra. Rencana kali ini Elizabeth akan menculik Erra lalu membawanya ke Black Lotus. Elizabeth akan mengancam Erra untuk segera menikahinya jika ingin masalah ini selesai. Elizabeth tertawa terbahak-bahak membayangkan pernikahan mereka yang meriah. Lalu Elizabeth mengukuhkan dirinya sebagai istri yang sah buat Erra.
Lee yang berada di dalam mobil mulai curiga. Lee merasakan ada firasat yang tidak mengenakkan. Bahkan hati Lee berkecamuk karena Erra.
"Pak Dahlan, bisakah anda minggir sebentar?" tanya Lee kepada sopir.
"Maaf nona… saya suruh mengantar kalian ke markas," jawab Dahlan.
"Ya… saya tahu itu. Bisakah anda minggir sebentar? Karena ada beberapa mobil yang misterius mengikuti kami. Jika tidak minggir bisa dipastikan bapak dalam ancaman tuan Bayu," ucap Lee.
Pak Dahlan terdiam lalu menganggukkan kepalanya. Pak Dahlan segera berpindah dengan cepat. Lalu Lee maju ke depan dan mulai mengendalikan mobil itu yang hampir oleng.
"Kak," panggil Lee.
"Iya," sahut Erra.
"Pak Dahlan," panggil Lee.
"Iya nona," sahut Pak Dahlan.
"Apa?" pekik mereka yang benar-benar terkejut.
Mereka sangat terkejut ketika Lee ingin melakukan balapan mobil ala Fast and Furious. Mereka hanya bisa menutup matanya sambil komat-kamit membaca mantra. Eh… salah doa.
Lee segera memutar mobilnya dan memecah pengawal milik Bayu dengan berjalan di tengah-tengah mereka. Lee melihat mobil hitam itu sambil tersenyum devil. Akhirnya Lee memberikan lampu kedip agar mereka mengikutinya. Lalu mereka mengikuti Lee dengan cara beriringan.
Lee segera menancap gasnya dengan kecepatan tinggi. Hingga membuat kedua pria itu sungguh ketakutan. Lee mencari jalan yang sepi untuk melemparkan mereka.
Akhirnya Lee memutuskan untuk pergi ke kaki gunung Salak. Namun sebelum memasuki area sana, Lee mengecoh mereka agar tidak mengikutinya.
"Kak," teriak Erra yang masih terfokus mengendarai mobil. "Ambil ponselku yang satunya lagi! Aku ingin meminta bantuan menghajar mereka!"
Erra segera mengambil ponsel rahasia Lee. Erra mencari kode rahasia agar meminta bantuan. Namun sebelum itu Garda sudah berada di depan mereka. Akhirnya Lee langsung menghentikan mobilnya dan berkata, "Hampir saja."
__ADS_1
Kemudian Garda keluar dari mobil dan mendekati Lee. Garda mengetuk pintu sambil berkata, "Aku menemukan bom di bagasi belakang!"
Garda tersenyum devil sambil membuka pintu mobil itu. Kemudian Garda mengulurkan tangannya sambil berkata, "Pinjam istrimu bro!"
Erra hanya memutar bola matanya dengan malas. Lalu Erra membuka pintunya sambil berkata, "Mentang-mentang kamu kakak iparku seenaknya saja membawa adikmu pergi!"
"Kalau begitu ayolah kita bermain lempar-lemparan bom," ujar Garda.
Lee segera keluar dari mobil sambil memegang tangan Garda. Dengan senyum sumringahnya Lee menyanggupi permintaan Garda.
Ada satu fakta tentang Garda. Dahulu sebelum bertemu dengan keluarganya Garda adalah orang gila. Sedari dulu Garda sering menciptakan bahan peledak yang bentuknya sangat aneh sekali. Bahkan Erra hanya bisa menepuk jidatnya karena bentuk bom milik Garda. Untung saja Erra tidak membuang bom itu lalu menyimpannya dengan baik. Erra mengumpulkan semua bom itu agar dikemudian hari bisa terpakai.
"Apakah kakak meminta bom dari Papa Irwan?" tanya Lee.
"Tidak. Kakakmu sering membuat bom dengan berbagai macam bentuk yang aneh. Bahkan Garda sering membentuk wajah artis yang tidak disukainya ketika ada di televisi," jawab Erra.
Mereka segera mendekat ke mobil milik Garda. Lalu Garda membuka bagasinya sambil beberapa tas yang sudah ditumpuk-tumpuknya.
Garda membuka tas itu lalu menunjukan bom itu. Lee hanya memutar bola matanya dengan malas. Bagaimana bisa bentuk kue tart bisa dibuat bom? Apakah Garda saat itu gabut atau kreatif?
"Mereka sudah masuk ke area ini!" teriak Jake.
"Okelah kalau begitu," balas Garda. "Ambilah adik kecil!"
Lee segera mengambil bom yang berbentuk molen. Lee memang sengaja memiliki bom itu karena bisa menggelinding. Lalu Lee melihat wajah Garda sambil bertanya, "Bagaimana cara pakainya?"
"Kepalanya kamu gigit lalu lemparkan ke bawah mobil," jawab Garda.
"Berarti sama dengan bom nanas?" tanya Lee yang memegang bom itu.
"Iya… tapi bedanya aku memakai bubuk peledak terlalu over. Jika kamu sudah melempar," jawab Garda yang menggantung sambil melihat Lee yang melemparkan bom itu ke arah mobil musuh yang baru saja datang.
Tanpa aba-aba terlebih dahulu Erra kabur melupakan sang istri. Lalu Garda segera menarik baju Lee dengan kencang hingga melarikan diri bersama.
__ADS_1
"Tiarap!" teriak Garda dengan kencang sambil melindungi Lee agar bertiarap.