Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 388


__ADS_3

"Ada-ada saja. Kenapa juga mintanya di kutub utara maupun selatan? Untung saja airnya tidak memintanya memasak di bulan sana," jawab Bayu.


"Ternyata Papa memberikan aku ide yang bagus. Rasanya aku ingin mengajak istriku terbang ke bulan. Kalau begitu kita persiapkan semuanya untuk memasak nasi kuning di bulan," sahut Erra sambil tersenyum memamerkan gigi putihnya itu.


Kedua wanita berbeda generasi itu pun langsung terdiam. Bisa-bisanya Erra membuat pernyataan yang sungguh aneh itu. Perasaan ketika Rani mengandung Erra atau Bayu maupun dirinya tidak meminta hal-hal yang aneh. namun kenyataannya sekarang berbeda.


Kenyataannya adalah Erra menginginkan hal yang ekstrem.


"Kenapa kau bilang bulan segala? Rasanya ini sangat aneh sekali. Bagaimana aku harus memukul Putraku itu?" kesal Bayu.


"Sepertinya putramu itu sedang mengidam dengan kata aneh. Aku tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menghentikan darah ngidam aneh itu," ucap Rani dengan datar.


"Lalu aku harus bagaimana? Aku tidak bisa membendung perasaanku ini," sahut Erra yang kesal terhadap Bayu.

__ADS_1


"Jangan kesel seperti itu. Kalau kamu kesel sama aku. Nanti anak-anakmu akan mirip denganku. Padahal aku tidak ikut membuatnya," ledek Bayu sambil tertawa terbahak-bahak hingga membuat Erra menjadi lebih kesal lagi.


"Kalau begitu aku pamit pulang. Aku ingin merasakan sensasi memakan nasi kuning buatan pak Bram di Surabaya. Setelah mendapatkan nasi kuning itu, Aku ingin mengajak Lee naik perahu di Kenjeran. Rasanya aku ingin sekali melakukannya," ucap Erra sambil menatap Lee dengan mata berbinar.


"Terserah kamu. Aku tidak akan ikut campur soal ini. Tapi aku akan menasehati istrimu itu! Jika Erra nakal kembalikan saja padaku. Kamu bisa menjadi video lain. Karena Erra sudah berbuat brengsek kepadamu," pinta Bayu yang membuat Rani tertawa terbahak-bahak.


"Okelah kalau begitu. aku sanggup untuk mengembalikan Kakak tampan ke Papa. Jika Kakak tampan berbuat ulah lagi seperti ini," ucap Lee sambil menatap wajah era dengan tersenyum kemenangan.


"Bisa nggak sih? Papa nggak usah memprovokasi istriku ini?" tanya Erra.


"Kalau begitu kami pamit pulang Ma," pamit Lee.


"Apakah kalian tidak pulang bersama kami?" tanya Rani yang menawarkan pasangan itu agar pulang bersama.

__ADS_1


"Tapi kami ingin ke Surabaya," jawab Lee.


"Nggak apa-apa. Sekalian kita main di sana. aku juga sudah lama nggak ke sana. Akhir-akhir ini terlalu sibuk mengejar mafia gila itu," ucap Bayu.


"Malau begitu Ayolah. Kamu nggak boleh bermalasan seperti itu Bayu," seru Rani.


"Tidak apa-apa kami satu pesawat dengan kalian. Jujur saja aku sangat senang sekali pulang bersama kalian," jawab Erra. "Papa... ada yang harus aku ceritakan kepada papa. Mama dan Lee boleh ikut bergabung di sini saja."


"Ada apaan sih? Kok sepertinya ada yang tidak beres," kesal Rani.


"Enggak ma. Aku ingin berbicara tentang Adam," sahut Erra.


"Kenapa kamu ingin membicarakan Adam?" tanya Rani.

__ADS_1


"Ternyata Adam tidak menyeramkan jika memiliki dan mau bergabung dengan orang-orang yang tidak mampu. Aku sangka Adam tidak tidak sejahat yang aku kira," jawab Erra.


__ADS_2