Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 152


__ADS_3

Selesai makan siang Lee dan Erra menuju ke kantor. Di dalam perjalanan Lee melihat video CCTV yang diambilnya. Lalu Lee mendapatkan pemandangan tiga pemegang saham sedang berdiskusi ingin menggulingkan Erra dari kursi CEO.


Flashback On.


Setelah memesan menu Elizabeth, Jarot dan Delon mulai berdiskusi. Mereka tidak sadar kalau tempat yang dijadikan diskusi adalah restoran milik Sam. Mereka tidak tahu kalau Sam adalah salah satu anggota enam pilar utama. Untung saja Sam saat ini tidak tahu apa yang dilakukan oleh mereka.


"Jarot," panggil Elizabeth.


"Ada apa memangnya pagi-pagi sudah menghubungi kami?" tanya Jarot.


"Kamu tahu apa yang kita lakukan sekarang?" tanya Elizabeth.


"Maksudnya?" tanya Delon yang tidak paham apa maksudnya.


"Kita harus menggulingkan Erra dari kursi CEO. Jika kita tidak menggulingkan Erra dari kursi CEO. Nasib perusahaan kita tidak bisa berkembang dan bisa mati," jawab Elizabeth yang menjelaskan apa maksudnya.


"Maaf... Aku tidak berani melakukannya. Aku tidak ingin perusahanku hancur di tangan Erra," tolak Jarot.


"Kalau begitu kamu tidak ingin perusahan kamu berkembang?" tanya Elizabeth yang berusaha meyakinkan Jarot.


"Ingin. Tapi bukan cara seperti ini," jawab Jarot.


"Delon, bagaimana menurutmu?" tanya Elizabeth.


"Aku setuju. Kamu tahu perusahaanku kalah saing sama Asco. Aku selalu kalah tender sama Erra. Ingin rasanya aku menghajar mereka satu persatu," jawab Delon.


"Kalau begitu, apakah kamu mau ikut misi menggulingkan Erra dari jabatan CEO?" tanya Elizabeth.


"Jika aku ikut menggulingkan kekuasaan Erra, bagaimana dengan perusahaanku?" tanya Delon.


"Tenang... Nanti aku hubungi temanku untuk menjamin perusahaan kamu yang tidak hancur di tangan Erra. Kamu tahu Candra Malik orang yang memiliki perusahaan Malikz Groups di Istanbul Turki?" tanya Elizabeth yang mulai serius.


"Ya... Aku tahu itu. Perusahaan itu hampir menyamai Asco. Jika kamu ingin bergabung dengan Malikz bisa dipastikan perusahaanmu bisa berkembang pesat dan melebarkan sayapnya ke luar," jawab Elizabeth.


"Apakah kamu yakin?" tanya Jarot yang mulai tergiur dengan rayuan Elizabeth.


"Ya... Aku yakin. Jika kamu tidak yakin dengan apa yang aku katakan sudahlah. Aku tidak memaksamu," jawab Elizabeth.


"Aku juga mau. Aku rencana ingin memperlebar sayapku ke Asia dan Eropa," balas Delon.

__ADS_1


Mereka sepakat untuk menggulingkan Erra dari kursi jabatan CEO. Mereka tidak mau kalau Erra berkuasa. Mereka sedang mencari alasan yang tepat agar Erra turun. Namun mereka tidak menyadari bahwa yang bisa menggulingkan Erra adalah Bayu, Andi, Rani, Garda dan Lee. Mereka yang sering mengevaluasi cara kerja Erra dan memiliki saham di atas mereka.


Flashback Off.


Erra tersenyum smirk dan memandang wajah Lee. Sebelum turun Erra memegang wajah Lee dan berkata, "Hanya kamu yang bisa memecatku!"


"Aku tidak akan memecat kamu. Jika aku memecatmu, lalu bagaimana nasibku?" tanya Lee yang pura-pura memelas.


"Jangan memelas begitu. Aku akan memberikan mansionku atas nama kamu. Jika kurang aku akan memberikan seluruh uangku buat kamu," jawab Erra yang menghentikan mobilnya karena sudah sampai di lobi kantor.


Lee menjatuhkan tubuhnya ke tubuh Erra. Lalu Lee memeluk Erra dan mengendus aroma maskulin dari tubuh sang suami agar dirinya menjadi semangat. Erra tersenyum manis dan mengelus punggungnya Lee sambil berkata, "Meskipun kamu memecat aku. Aku jamin kamu tidak membuat kamu kekurangan."


Apa yang dikatakan Erra ada benarnya juga. Pria kalau sudah menikah harus bertanggung jawab kepada istrinya. Biarpun pria itu harus terjatuh dan terseok-seok. Sama seperti Erra yang akan bertanggung jawab atas hidup Lee sepenuhnya. Lalu apakah Lee akan meninggalkannya? Tidak... Lee tidak akan meninggalkannya Erra walau keadaan terbalik sekalipun.


"Turun yuk!" ajak Erra.


Mereka akhirnya keluar dari mobil. Beberapa pengawal sudah sigap mengawal mereka hingga ke dalam. Ketika Erra melihat pengawalnya sudah bersiap-siap, Erra menyuruhnya kembali dan berjaga. Erra masuk ke dalam sambil diikuti Lee di belakangnya.


Saat masuk ke dalam seluruh karyawan mulai masuk ke dalam kantor terkejut karena big bossnya sudah kembali. Mereka terdiam menatap Erra yang semakin tampan dan mempesona. Tak terkecuali kaum adam yang tidak mau melirik Erra. Karena mereka serempak sangat membenci Erra yang bisa dikatakan duka tebar pesona.


"Thor... Kok lu nyebut gue tebar pesona sih?" tanya Erra yang kesal.


"Aish... Enggak tahulah... Aku memang lagi menulis tebar pesona kok," jawab Author yang kesal karena ketampanan Erra.


"Salah lagi," keluh Author yang mulai menghilang dari peredaran.


Sebelum masuk ke dalam lift ada seseorang perempuan yang bernama Brenda sambil membawa berkas-berkas mendekati Erra dan Lee. Brenda sengaja menempelkan tubuhnya ke arah tubuh Lee sambil berbisik, "Jangan dekati Pak Erra atau kamu yang akan menjadi bulan-bulanan aku!"


"Kamu sudah berani mengancamku!" gertak Lee.


"Ya... Aku sudah berani mengancammu! Karena kamu adalah wanita yang gatal terhadap pak Erra!" tegas Brenda.


"Oh... Jadi kamu belum tahu kalau Pak Erra sudah menikah?" tanya Lee yang menjebak Brenda.


"Apakah itu benar?" tanya Brenda yang serius.


"Ya itu benar. Kamu belum tahu siapa istrinya?" tanya Lee yang tersenyum devil.


"Siapakah dia? Aku harus merebutnya karena Pak Erra adalah milikku," jawab Brenda yang berapi-api.

__ADS_1


Ting.


Pintu lift terbuka.


Mereka masuk ke dalam tanpa terkecuali Brenda. Brenda menekan tombol dan menatap wajah Erra. Namun Erra tidak bergeming dan sengaja memegang tangan Lee dengan erat. Tak sengaja mata Brenda melihat tangan Erra yang sedang memegang tangan Lee membuat dirinya semakin panas.


"Awas saja kamu! Sebentar lagi kamu akan menderita!" ancam Brenda dalam hati.


"Ancam saja terus! Aku tidak akan membiarkan Pak Erra jatuh ke dalam pelukan pelakor!" tegas Lee dengan suara lantang.


Brenda terkejut apa yang dikatakan Lee. Darimana Lee tahu kalau dirinya sedang mengancam. Benda hanya menghembuskan nafasnya secara kasar dan wajahnya mendadak pias. Sementara itu Lee tersenyum puas mengerjai Brenda. Lalu bagaimana dengan Erra? Erra bangga terhadap sang istri.


Tak lama pintu lift terbuka. Mereka keluar bersama dan Erra mengajaknya ke ruangan CEO. Sementara itu Brenda juga mengikutinya dengan hati dongkol. Sesampainya di ruangan CEO, Erra membuka pintunya dan menyuruh Lee masuk. Lee akhirnya masuk ke dalam kemudian mengucapkan terima kasih. Erra tersenyum mengangguk langsung masuk lalu menutup pintu. Sedangkan Brenda hanya diam menganga tidak percaya dengan kejadian baru saja dilihatnya.


"Kenapa kamu kaya gitu Pak Erra? Padahal aku sangat cantik ketimbang Lee. Aku juga pintar dan bisa melakukan apa saja. Apalagi soal ranjang aku malah lebih pengalaman. Aku suka bermain dengan pria yang memiliki tubuh kekar sepertimu," ucap Brenda dalam hati.


Tanpa mengetuk pintu Brenda masuk ke dalam dan tidak sengaja melihat para petinggi-petinggi yang sedang duduk di sofa. Selang beberapa menit Bayu menegur Brenda dengan sikapnya dingin seperti salju. Hingga membuat Brenda terdiam.


"Sepertinya kamu harus masuk mengetuk pintu! Jagalah sopan santun kamu terhadap atasan! Apakah kamu mengerti?" tanya Bayu dengan menegur Brenda.


"Ya... Saya mengerti tuan," tegas Brenda.


"Jangan kamu ulangi lagi. Kalau tidak, kamu akan mendapat surat peringatan atau pemecatan!" tegas Bayu dengan wajah dingin.


"Maafkan saya tuan," ucap Brenda.


"Kemarikan berkas yang aku minta!" tegas Bayu. "Apakah kamu sudah menyelesaikannya!"


"Su... Su... Su... Sudah tuan," jawab Brenda yang ketakutan.


"Berikan pada asisten Lee!" titah Bayu.


Mau tidak mau Brenda memberikan berkas itu ke Lee dengan membuang muka. Lee hanya menatap wajah Brenda yang seperti membuang muka. Tak lama Lee menegur Brenda yang tidak menatap wajahnya.


"Kamu itu ya... Lihatlah sama orang yang akan kamu ajak bicara! Jangan langsung membuang muka! Jagalah kesopananmu, Brenda!" tegas Lee.


Brenda segera menatap Lee dan menatap wajahnya. Meskipun Brenda sangat membenci Lee namun harus melakukannya demi profesionalitas pekerjaannya.


"Ini asisten Lee," ucap Brenda.

__ADS_1


Lee mengambilnya dan menyuruh Brenda keluar dari ruangan itu. Dengan cepat Brenda keluar dari ruangan sangat panas. Karena menurutnya ruangan itu sangat panas dan juga menimbulkan rasa sesak nafas. Itu hanya menurut Brenda sama teman-temannya.


"Rasanya aku ingin menyemprotkan obat asma ke dalam tenggorokan saja! Sepertinya asmaku kambuh karena melihat tuan Bayu yang menyeramkan itu!" ucap Brenda yang segera berlari ke lift.


__ADS_2