
Tepat pukul sebelas siang mereka berkumpul di ruangan khusus. Mereka akhirnya berdiskusi tentang Candra dan Adam. Lee yang memimpin jalannya rapat membuat semua orang terkejut ketika mendapatkan informasi dari Greg. Bagaimana bisa Candra yang sudah hancur dalam beberapa jam akhirnya bisa bangkit kembali. Akhirnya mereka berspekulasi kalau Candra memang memiliki aset yang cukup dan bisa disamakan oleh Irwan.
Ketika ingin berdiskusi Christian seorang ketua interpol dari Amerika menghubungi Bayu. Bayu segera meraih ponselnya dan mengusap lambang hijau itu. Kemudian Bayu memperbesar volume suaranya agar mereka bisa mendengar.
"Halo," sapa Bayu.
"Halo... Bayu," sapa Christian yang berada di sana.
"Ada apa kamu menghubungiku?" tanya Bayu yang sebenarnya senang dihubungi teman kuliahnya dulu.
"Aku ingin meminta bantuan kamu. Aku ingin mengajak kalian bekerjasama untuk menangkap Candra dan Adam," jawab Christian yang to the point.
"Apakah mereka membuat ulah?" tanya Bayu.
"Ya... Candra membuat ulah dengan cara membobol penjara. Yang di mana orang berada di penjara itu adalah gembong obat-obatan terlarang," jawab Christian.
"Siapakah dia paman?" tanya Lee yang bersemangat.
"Dia adalah seorang Tiagio Alpavhile," jawab Christian. "Bukannya dia adalah buruan kamu Lee?"
Mata Lee membulat sempurna dan mengepalkan tangannya. Lee tidak menyangka kalau buruannya lepas. Erra yang berada di samping sang istri untuk memegang tangannya, "Tenanglah.. nanti kita akan memburunya lagi."
"Kalau sudah lepas begini, bagaimana bisa diburu? Lagian si Tiagio sialan itu seperti belut yang sangat licin sekali," kesal Lee yang ingin melemparkan sesuatu.
"Maafkan paman yang tidak tahu, kenapa Tiagio lepas begitu saja? Sampai sekarang kami masih menyelidikinya agar bisa menemukan sesuatu yang bisa dijadikan barang bukti," jawab Christian.
"Tenanglah Chris... Cepat atau lambat Lee bersama Erra akan pergi ke Amerika untuk mencari sesuatu," hibur Bayu yang merasakan penyesalan Christian.
"Itu benar Paman. Jadi paman harus bersabar," tambah Lee.
"Ya sudah kalau begitu aku pamit terlebih dahulu. Kalau ada perkembangan lebih lanjut aku akan menghubungimu lagi," pamit Christian.
"Siap," balas Lee.
__ADS_1
Sambungan terputus.
Lee mengusap rambutnya secara kasar. Lee sangat marah ketika perburuannya lepas begitu saja. Lee tidak akan membiarkan Tiagio hidup tenang dan bisa menghirup udara segar. Semua orang yang berada di ruangan khusus mulai merasakan ada sesuatu dari dalam Lee. Cepat atau lambat Lee akan melakukan aksinya. Namun Saga mengingatkan Lee agar dirinya beristirahat terlebih dahulu untuk memulihkan keadaannya. Lee pun menyetujuinya permintaan Saga.
Mereka akhirnya meneruskan pembicaraan ini. Dengan bijak Erra meminta Jake untuk memperkuat sistem keamanan jaringan di setiap perusahaan yang ada. Jake juga mengusulkan kalau sistem jaringan keamanan dijadikan satu. Mereka menyetujuinya agar lebih mudah dilacak. Disamping itu Jake akan dibantu oleh Garda, Lee, Greg dan Andi. Mereka diberi tugas oleh Bayu agar semakin memperketat pengawasan terutama para hacker yang dikirim oleh Candra bisa dihancurkan.
Namun disisi lain mereka tidak boleh lengah sedikitpun. Sebab Candra akan memakai banyak ide untuk menghancurkan dari manapun. Bisa jadi Candra memasukan orang ke dalam perusahaan lalu mengambil aset mereka. Atau juga Candra akan melakukan bukti kecurangan sehingga enam pilar utama yang akan menanggungnya.
Selesai pertemuan itu selesai Lee keluar dari ruangan khusus itu. Tak sengaja Naomi mendekatinya dan memegang tangan Lee sambil memamerkan puppies eyesnya. Lee tersenyum manis dan memapahnya duduk.
"Mama," sapa Lee yang membantu Naomi duduk.
"Lee," panggil Naomi dengan mata yang berbinar.
"Mama ada apa?" tanya Lee.
"Aku ingin kamu membuatkan jus jeruk yang sangat asam sekali," jawab Naomi.
"Hmmp... Mama lagi ngidam?" tanya Lee dengan lembut.
"Ya... Ma... Jeruknya habis. Para pelayan belum ada yang ke pasar," jawab Lee.
"Kalau begitu kamu beli dulu," jawab Naomi sambil memberikan black card.
Naomi lupa kalau Lee menyukai uang cas ketimbang kartu hitam itu. Meskipun begitu Naomi tetap menyodorkan kartu hitam itu. Lalu Lee menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Maaf ma... Aku tidak bisa menerimanya. Karena di pasar tidak ada yang membayar memakai kartu hitam seperti itu."
Naomi langsung tepok jidatnya. Semenjak hamil Naomi sering lupa. Lee memaklumin kesalahan Naomi dan sambil berkata, "Aku sudah memiliki uang cash. Sebaiknya kita pergi terlebih dahulu sebelum pasarnya tutup."
"Sebentar," ucap Naomi. "Di mana Jake?"
"Aku disini ma. Aku ingin berangkat ke kantor," jawab Jake.
"Kamu enggak usah ke kantor. Mari ikut mama ke mansion Sebastian!" ajak Naomi.
__ADS_1
Glek.
Ada perasaan yang aneh dalam dirinya. Jake merasakan ada kecurigaan terhadap Naomi. Karena Naomi memiliki sebuah rencana untuk menjahili Jake dan March.
"Jake... Mintalah sama papamu untuk ikut sama," pinta Naomi.
"Ok," balas Jake.
Jake segera mencari keberadaan March. Lalu Jake melihat March yang sedang mengobrol bersama Bayu dan Fendy. Setelah itu Jake mendekatinya sambil berkata, "Pa... Dicari mama."
Glodaaakkkkk.
March sangka Naomi akan lupa dengan ngidamnya itu. Mau tidak mau March mendekatinya sambil berkata, "Papa kira mamamu sudah lupa dengan ngidamnya itu."
"Memangnya ngidamnya Naomi apa hingga membuat wajahmu lesu seperti itu?" tanya Bayu.
"Disuruh ke mansion Andi. Naomi meminta Lee membuatkan jus jeruk. Lalu aku disuruh mengambilkan kelapa muda dari pohonnya," jawab March.
Bayu terkekeh mendengar pernyataan March. Lalu Bayu menimpali March sambil mengingatkan saat Naomi hamil Jake, "Kamu harus tahu sesuatu ketika Naomi sedang hamil Jake."
March tertunduk lesu dan mengingat ketika Naomi hamil. Saat itu March belum mencintai Naomi sama sekali. Hingga Naomi ngidam tak pernah diturutinya. Jika Naomi ngidam Rani dan Carolinelah yang menurutinya. Sering sekali para pengawal membantu mencarinya makanan yang diminta oleh Naomi.
"Baiklah kalau begitu. Aku tidak akan menyia-nyiakan momen ini. Aku sangat menyesal ketika Naomi hamil Jake. Aku malah membiarkan dan meninggalkannya," ucap March dengan sendu.
"Semangat bro... Kamu pasti bisa menjadi papa yang baik buat Jake dan kedua calon anakmu lagi," ucap Fendy yang memberikan semangat.
March menganggukan kepalanya sambil tersenyum, "Thanks bro."
Jake pun tersenyum melihat sang papa sangat semangat. Jake juga tidak marah sama March ketika tahu masa lalu kedua orang tuanya yang belum saling mencintainya. Setelah itu mereka pun mendekati Lee dan Naomi. Namun sebelum pergi Erra mendekatinya sambil bertanya, "Sepertinya kalian akan pergi. Kalian mau kemana mengajak Lee?"
"Mama ingin mengajak Lee pergi ke pasar. Mama meminta jus jeruk," jawab Naomi.
"Kalau begitu aku juga ikut. Aku sudah lama tidak merasakan jus jeruk buatan Lee," ucap Erra.
__ADS_1
Mereka menganggukan kepalanya sambil berdiri. Lalu mereka keluar dari markas. Tak lama Andi dan Caroline mendekatinya, "Kalian mau kemana?"