Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 305


__ADS_3

"Sepertinya kamu ada masalah ya?" tanya Caroline sambil memandang wajah Rani.


"Aku tidak ada masalah sedikitpun. Jujur aku baik-baik saja," jawab Rani dengan jujur.


"Rasanya aku mencium sesuatu yang tidak enak," jawab Caroline


Rani tersentak karena perkataan Caroline. ia berharap sang besan itu tidak mengetahui siapa pelaku utamanya. Lalu Rani memasang wajah standar.


"Sepertinya ada udang dibalik rempeyek?" tanya Caroline.


"Tidak ada yang aku sembunyikan itu ya. Sepertinya kita nggak usah membahas, siapa yang menyimpan majalah porno itu" jawab Rani.


"Aku harus mencari pelakunya sampai ketemu. Aku takut jika nanti Raka atau lainnya menemukan majalah seperti itu di rak," ucap Caroline dengan berapi-api.


"Baiklah akan aku katakan. Sebenarnya yang menyimpan majalah itu adalah Erra sendiri," aku Rani.

__ADS_1


Sontak saja Caroline terkejut mendengar pernyataan dari Rani. Bisa-bisanya Erra menyimpan majalah itu di rak buku. Setahu Caroline, Erra itu anaknya pendiam dan tidak banyak macam-macam. Namun setelah diteliti, Caroline baru sadar kalau kejelekan sang ibu menurun ke putranya itu. Lalu Caroline menoyor kepala Rani. Iya tidak tahu harus bagaimana menghadapi Rani dan Erra berotak mesum.


"Akhirnya sang tersangka ketemu. Aku baru tahu Erra yang terkenal alim ternyata memiliki sifat buruk darimu," puji Caroline kepada Rani.


"Apakah kamu tahu jika buah itu tidak jauh jatuh dari pohonnya?" tanya Rani.


"Ya aku tahu itu. Tapi kenapa dia memiliki hobi sama sepertimu? Seharusnya dia memiliki hobi yang bisa membuatnya menjadi positif. Setelah ini kalau pulang akan aku peringatkan. Jika tidak mau... akan aku lemparkan ke kolam buaya milik kak Andi," kesal Caroline.


"Sepertinya ide kamu bagus menghukum anak nakal itu. Bagaimana kalau kita memberikannya tugas yang berat sekalian biar dia kapok?" tanya Rani yang membuat mata Caroline membulat sempurna.


"Sepertinya sih. Aku nggak tahu kenapa ingin mengerjai Erra hingga menangis," ucap Rani secara blak-blakan.


Caroline hanya bisa menggelengkan kepalanya. Melihat sang Besan ingin mengerjai anaknya membuatnya bergidik ngeri. Bagaimana tidak. Rani kalau mengerjai putranya seperti serius.


"Kamu itu ada-ada aja. Kamu nggak pernah berubah dari dulu. Selalu saja membuat onar dan kehebohan keluarga Drajat," puji Caroline.

__ADS_1


"Apakah kamu masih mengingat tentang kejadian di mana Erra menunggu kelahiran putrimu itu?" tanya Rani.


"Ya aku memang mengingat itu. Dan Erra berantem sama Brucce kala itu. Entah kenapa gara-gara Lee mereka berantem hebat," jawab Caroline yang membuat Rani tertawa terbahak-bahak.


"Ya kamu memang benar. Aku juga nggak habis pikir dengan sikapnya itu. Ketika dia tertidur Erra akan berubah menjadi anak yang manis dan menggemaskan," ucap Rani secara terang-terangan.


Menggemaskan sih menggemaskan. Jujur kalau era itu diam-diam suka jahil kepada Brucce dan Kak Bayu," ujar Caroline yang berhasil membuat Rani tersenyum bahagia.


"Apakah kamu sudah mempersiapkan peralatan dan perlengkapan untuk menggempur perelatan pasar gelap yang akan diselenggarakan beberapa hari lagi?" tanya Rani.


"Aku sudah mempersiapkannya semua. Apakah ada yang kurang tentang peralatan kita?" tanya Caroline kepada Rani serius.


"Sudah semuanya. Tinggal kamu memilihnya mana yang bagus mana yang tidak. Perasaan aku sudah membeli senjata yang cukup mumpuni. Jujur hingga saat ini aku belum mencobanya sama sekali senjata itu, "jawab Rani.


"Kalau begitu kita cek terlebih dahulu. Bagus enggaknya kita akan meminta pendapat Lee," usul Caroline kepada Rani.

__ADS_1


"Apakah itu tidak bahaya kalau kita bertanya kepada Lee?" tanya Rani.


__ADS_2