
"Keadaannya Suci baik-baik saja. Kemungkinan besok pagi ataupun siang tak suruh ke sini. Suci sering kirim pesan ke aku. Kalau Dia sangat merindukanmu," jawab Imam kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam.
"Memangnya kamu tidak berkomunikasi dengan Suci?" tanya Erra.
"Kamu itu bagaimana sih Kak? Hampir setiap hari ponselku Kakak sita. Bahkan aku sendiri Tidak bisa memegang ponselku. Ada kabar apa di Jakarta aku pun nggak tahu," jawab Lee yang kesal pada suaminya itu.
"Kayaknya nomor kamu sudah ke sabar deh kemana-mana. Jadinya setiap orang menghubungi kamu dan berbahasa-basi yang nggak penting itu. Ditambah lagi yang menghubungi kamu kebanyakan pria. Mereka langsung memasang tarif dengan harga mahal," sahut Erra yang membuat mata Lee membulat sempurna.
"Apakah itu benar Kak?" tanya Lee.
"Iya itu benar. Kakak sampai pusing meladeni pesan tersebut. Lama-lama kakak ingin mendatangi mereka dan menghajarnya satu persatu. Enak saja kamu yang sudah memiliki suami kok diganggu," kesal Erra.
Tiba-tiba saja Lee tertawa karena melihat Erra cemburu. Dirinya memang sering dijadikan rebutan banyak pria.
"Ini sangat aneh sekali. Kenapa mereka selalu menggangguku? Aku kan sering posting fotomu secara jelas di akun sosial mediaku. Dan yang lebih parahnya lagi. Aku memposting kamu sedang tidur. Aku kasih caption begini, pangeranku sedang tertidur pulas," ucap Lee.
"Aku nggak peduli soal itu. Aku sangat kesal sekali pada mereka. Kalau mereka masih mengganggumu. Akulah yang akan menantang mereka untuk berduel di atas ring," kesal Erra yang meninggalkan Lee.
Lee hanya bisa menepuk jidatnya. Entah kenapa Erra tiba-tiba saja sangat sensitif sekali. Padahal yang mengganggu Lee adalah teman kuliahnya dulu. Ditambah lagi mereka adalah berjenis kelamin perempuan. Memang mereka sengaja menggoda Lee habis-habisan.
"Aku nggak tahu kalau Kak Erra bisa cemburu seperti itu. Aku sangka Kak Erra adalah suami yang cuek sekali. Lihat saja gelagatnya yang super dingin itu. Ternyata bisa cemburu buta. Apakah aku harus menjelaskannya kalau mereka perempuan? Memang teman-temanku memiliki bakat penggoda. Bahkan sering sekali mereka saling goda menggoda. Seperti diriku dan mereka," ucap Lee dalam hati.
Beberapa saat kemudian datang Garda dan merangkul Lee itu. Kemudian Garda menatap pada sang adik sambil bertanya, "Kamu kenapa? Kok diam saja di sini. Bagaimana kabar keponakanku?"
__ADS_1
"Aku ingin tertawa melihat Kak Erra sedang cemburu. Tiba-tiba saja Kak Erra sangat lucu sekali. Wajahnya berubah menjadi boneka. Kabarku baik-baik saja kak. Jujur Aku mengantuk sekali. Rasanya aku ingin tidur," jawab Lee.
"Nih aku kasih saran yang bagus. Kalau suamimu sedang marah. Kamu pakai saja lingeri. Tapi kamu jangan memakai warna hitam. Pakailah warna merah menyala. Lalu kamu dekati deh. Ujung-ujungnya suamimu itu nggak akan marah lagi," saran Garda.
"Kalau begitu aku akan melakukannya sekarang juga. Terima kasih Kak atas sarannya," balas Lee lalu masuk ke dalam dan langsung menuju kamarnya.
Melihat kepergian Lee, Garda tersenyum manis. Memang saran itu adalah yang saran sangat baik sekali. Bahkan setiap masalah bisa diatasi di atas ranjang. Lalu bagaimana dengan Garda? Rasanya Garda ingin menikahi Arini.
Di dalam kamar Erra sangat boring sekali. Lalu link membiarkannya saja. Ia segera menuju ke walk in closet untuk mencari lingerie warna merah menyala. Setelah menemukannya Lee dengan cepat pergi ke toilet. Di sana ia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Setelah itu ia memakai lingerie itu sambil melihat tubuhnya di kaca besar. Rasanya hati Lee meringis. Apakah ini yang dinamakan sebagai jebakan dari Garda? Atau sebaliknya. Entahlah kita tidak tahu apa yang akan terjadi nanti.
Erra yang sedang asyik dengan ponselnya tidak tahu kalau sang istri sudah masuk. Erra sedang mengecek saham perusahaannya itu tersenyum manis. Bagaimana tidak saham yang dimiliki oleh Asco ternyata melesat tinggi. Ia ingin mengecek status perusahaannya itu. Namun tidak disangka waktu sudah malam. Akhirnya Erra mengurungkan niatnya.
Beberapa saat kemudian Lee keluar memakai lingerie merah menyala. Kemudian wanita itu mendekati sang suami. Dengan tangan lentiknya, Lee langsung memegang pipi Erra. Lalu tangannya itu mencari titik kelemahannya.
Kondisi badannya yang semula dingin, berubah menjadi panas. Ular piton yang tertidur pulas langsung bangun dan menyeruak ingin keluar. Dengan cepat Erra menarik tubuh Lee kemudian membaringkannya di ranjang.
Lee yang belum siap memasang wajah pasrah. Sangking pasrahnya ia hanya bisa mengikuti keinginan Erra. Tak lama Lee teringat akan saran dari sang kakak. Sungguh dirinya sekarang terjebak karena saran sang kakak itu. Hingga malam panas pun terjadi.
Pagi yang cerah di suasana kota Bayu dan Rani sangat bahagia sekali. Pasangan suami istri itu pun sedang berbaring di atas ranjang. Mereka sangat bersyukur sekali dan mengingat kejadian beberapa waktu lalu. Hari ini adalah hari yang baru buat mereka. Mereka ingin menjalani hari tanpa ada peperangan. Mereka akan memutuskan menyebarkan kedamaian di muka bumi ini.
"Aku sangat bersyukur sekali bisa sampai ke Jakarta. Aku sangka ada pergesekan antara kamu dengan Adam. Kami para Mama sengaja ke sana untuk menghentikan pergesekan itu. Tapi semuanya tidak terjadi," ucap Rani yang memegang tangan Bayu.
"Aku pun sudah siap menghabisi mereka semua. Tapi Adam mulai menyerah dengan keadaan. Jujur ini adalah hari terindah kita. Aku harap tidak akan ada pergesekan dengan anggota mafia lainnya. Adam sudah mengikrarkan diri tidak akan mengganggu dunia bawah tanah. Aku pun sama. Aku akan berhenti dari dunia bawah tanah. Jika putra-putri kita ingin melanjutkannya terserah. Entah yang menjadi ketuanya itu akan aku berikan kunci utamanya. Semoga saja mereka yang masih di dunia bawah tanah tidak akan membuat ulah seperti dulu. Terutama Erra dan Lee," jelas Bayu.
__ADS_1
"Lee pernah ngomong begini sama aku. Lee sudah capek menjadi anggota mafia. Dia akan fokus dalam kehidupan nyata. Mengurusi Erra dan anak-anak sekaligus keluarga. Tapi jika ada yang mengusik, Lee dengan cepat akan menjadi Garda terdepan dan menghajar mereka. Ia sudah membuat geng perempuan bersama pasukan khusus lainnya," ucap Rani yang di mana Lee pernah curhat kepada dirinya.
"Kamu benar. Aku harap Lee tidak melakukan kesalahan dalam hidupnya lagi. Yang sudah berlalu biarlah berlalu. Mari kita membuka lembaran baru dan menunggu ketiga cucu kita lahir ke bumi ini," jelas Bayu. "Bagaimana ya kabar Fendi? Kembaranku itu belum menikah sama sekali. Aku takut tidak ada yang merawatnya. Karena di usia itu harus ada wanita yang mendampinginya."
"Sepertinya Fendi harus dicarikan seorang Istri. Yang jadi pertanyaannya sekarang, apakah dia mau kalau kita carikan jodoh yang terbaik buatnya? Jujur saja aku memiliki banyak teman-teman perempuan. Ada yang janda di usiaku karena suaminya sudah meninggal."
"Itulah yang menjadi pertanyaanku. Aku belum tahu apa masalahnya yang dialami oleh Fendi. Sampai saat ini Fendi belum menikah sama sekali. Seharusnya Fendi menikah dan memiliki anak. Di usia emasnya itu Fendi akan menunggu cucunya lahir ke dunia."
"Yang aku tahu. Seorang pria yang sudah berusia paruh baya jika belum menikah pasti ada masalah berat. Masalahnya itu hanya satu. Yaitu disakiti oleh wanita. Inilah yang membuat aku bertanya-tanya pada saudara kembarmu itu. Maafkan aku yang telah mencampuri urusan Fendi."
"Kamu nggak salah kok. Aku sangat berterima kasih kepada kamu yang sudah peduli dengan Fendi. Aku juga berpikir seperti itu. Tapi Fendi orangnya sangat tertutup sekali. Meskipun kita memiliki ikatan batin. Namun Fendi tidak pernah bercerita."
"Apakah kita harus menyelidiki kebiasaan Fendi?"
"Kebiasaan Fendi ya biasa. Seperti manusia normal lainnya. Di mata menantu kita, Fendi itu termasuk pria yang sangat baik sekali. Bahkan menurutnya Fendi itu bisa menjadi Ayah yang hangat buat dirinya. Aku yakin Lee sangat betah tinggal bersama Fendi pas di Finlandia."
"Maksud aku bukan begitu. Aku ingin menyelidiki masa lalunya."
"Sebenarnya aku sangat keberatan sekali mengusik masa lalu orang. Soalnya aku nggak pernah ingin tahu masalah orang lain. Meskipun Putraku sendiri aku tidak akan mau melakukannya. Jujur saja aku memang menjaga privasi setiap orang. Jika aku tahu, aku nggak akan bilang dan menegurnya. Soalnya jika kehidupanku diusik. Aku sendiri tidak akan nyaman."
"Aku juga begitu. Tapi ini demi kebaikan Fendi. Jujur saja selama ini aku memikirkannya. Bahkan aku sering berdiskusi sama Caroline. Caroline pun nggak tahu apa yang terjadi pada Fendi. Padahal di Finlandia mereka sangat dekat dan sering bertegur sapa."
"Kalau demi kebaikan ya sudah. Aku memang ingin tahu penyebab sebenarnya. kalau begitu aku mengijinkanmu untuk menyelidiki masa lalu Fendi. Tapi kamu nggak usah bilang Fendi. Kalau bisa kamu ajak Lee. Jika dia tidak keberatan," ucap Bayu yang memberikan perintah kepada Rani.
__ADS_1