Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 75


__ADS_3

"Kamu dari tadi belum sarapan. Kamu mau makan apa? Biarkan Office Boy membelikanmu makanan," ucap Erra.


"Belikan aku roti sobek dan susu kedelai. Aku ingin makan itu saja," ujar Lee dengan tubuh lemas.


"Baiklah," sahut Erra.


Kemudian Erra melakukan intercom untuk memesan roti sobek dan susu kedelai. Sambil menunggu Erra melihat Lee yang lemas.


"Apakah kamu benar-benar hamil singa betinaku?" tanya Erra dalam hati.


Erra berjalan mendekati Lee dan menghempaskan bokongnya di sofa. Tangan Erra memegang perutnya Lee.


"Aish... kakak. Kenapa tangannya ada di perutku?" tanya Lee.


"Aku harap kamu hamil singa betina," jawab Erra.


"Aku aja belum cek up ke dokter. Apa benar aku hamil apa tidak? Kak.. aku ingin ke divisi marketing," pamit Lee.


"Ya udah sana. Hati-hati ya!" perintah Erra.


Lee beranjak dari tempat duduknya. Kemudian Lee bergegas menuju ke ruangan divisi pemasaran.


Mata Erra membulat sempurna melihat banyak berkas bertumpuk. Erra membuang nafasnya dengan kasar.


"Baru di tinggal sebulan pekerjaan sudah tinggi begini. Hufth... ini semua karena Aldy sialan itu dan program sialan. Andaikan tidak ada kasus seperti ini sudah selesai," keluh Erra.


Sebelum menyentuh pekerjaannya, Erra pergi ke divisi pemasaran dengan aura dingin untuk menyusul Lee. Sepanjang perjalanan seluruh karyawati perempuan tubuhnya mendadak lemas dan mulai berbisik satu sama lain. Mereka sangat mengagumi ketampanannya sang CEO. Tapi mereka belum sadar bahwa sang CEO menikah diam-diam dengan sang sekretarisnya.


"Semakin hari Pak Erra semakin tampan. Rasanya aku ingin melamarnya untuk menjadi suamiku," ucap Nindy dengan penuh percaya dirinya.


"Gue mau one night stand sama Pak Erra. Gue ikhlas tanpa harus di bayar sepeserpun," ujar Riri dengan girang.


Erra tidak menanggapi perkataan mereka. Ia segera berlalu meninggalkan mereka. Sesampainya di sana Brenda tidak memberikan berkas dan membiarkan Lee berdiri.


"Brenda! Berikan aku berkas yang aku minta!" seru Lee.

__ADS_1


"Aku tidak akan memberikan jika Pak Erra yang minta sendiri," ketus Brenda.


"Aku juga atasanmu! Tolong berikan aku berkas itu! Karena aku harus mengecek!" titah Lee dingin.


Ruangan di divisi pemasaran yang semula hangat menjadi dingin bahkan menjadi seperti Kutub Utara. Kemudian Brenda berdiri dan mengambil berkas itu lalu membuangnya ke lantai sehingga berhamburan di lantai.


Wina selaku ketua divisi pemasaran yang baru hanya melihat Lee dan menghinanya. "Cih! Dasar j*l*ng! Sok cari perhatian ke Pak Erra!"


Pagi ini Lee sedang di uji kesabarannya. "Siapa yang bilang aku mencari perhatian? Hey... Nona Wina aku katakan sekali lagi aku hanyalah seorang sekretarisnya Pak Erra! Aku disini hanya ingin mengambil beberapa berkas-berkas penjualan apartemen!"


"Cih, ambil sendiri j*l*Ng!" geram Brenda.


Seluruh karyawan divisi keuangan langsung mengelilingi Lee dengan wajah garang. Mata Lee memutar bolanya malas. Ia tidak mungkin membalas mereka dengan kekerasan.


Divisi pemasaran 8 adalah divisi yang sepenuhnya pemegang penjualan unit apartemen dan rumah mewah yang berada di seluruh Asia. Mereka berada di bawah naungan Lee dan Erra. Mereka terdiri dari wanita-wanita yang sangat cantik sekali dan tergila-gila ketampanan Erra. Brenda dan Wina sudah mengincar Erra dari 8 tahun lalu.


Sebelum Lee masuk Brenda dan Wina sudah melakukan berbagai cara agar Erra jatuh hati kepadanya. Tapi apa boleh buat Erra tidak melirik mereka. Di hati Erra ada satu nama yang tersemat yaitu Lee.


Saat Lee masuk menjadi sekretaris Erra. Mereka langsung membenci Lee. Sebelum Lee masuk, Sam sudah meminta ke Erra agar mengajarkan tentang bisnis. Mau tak mau Erra mengajarkan Lee. Dalam waktu yang singkat Lee sudah bisa menguasai ilmu perbisnisan. Di sisi lain, Erra memberikan wewenang untuk mengurusi segala kebutuhan Erra.


Tanpa di sadari oleh Erra. Gadis yang selama ini ia cari sudah ditemukan. Gadis kecil berusia 3 tahun dengan mata indahnya. berada di sekitarnya. Setiap Lee mendekat, Erra selalu saja merasakan nyaman. Perlahan pertahanan tubuhnya mulai runtuh. Hingga akhirnya ular pitonnya mulai bereaksi. Erra yang mempunyai sifat dingin dan cuek hanya membiarkan saja perubahan pada tubuhnya. Hingga Imam, Nanda dan Sam membocorkan rahasia Lee. Erra langsung menikahinya dan merahasiakan tanggal pernikahannya kepada siapapun. Bahkan orang tuanya juga tidak tau. Itulah Erra bos gila menurut Lee dan juga author yang penuh misteri dan dingin seperti es batu.


"Lebih baik kamu ke rumah sakit!* perintah Erra.


"Saya baik-baik saja Pak. Tenanglah saya hanya mual saja," ucap Lee yang menghibur Erra.


"Pokoknya kamu harus ke rumah sakit!" titah Erra yang dingin.


"Aku janji setelah pulang dari kantor ke rumah sakit," ucap Lee dengan lembut.


Erra hanya mengangguk tanda setuju. Seluruh karyawan divisi pemasaran 8 melihat Erra yang memperhatikan Lee. Mereka sangat geram sekali terhadap Lee.


Andai mereka tau siapa Aleeyach yang sebenarnya. Hukuman bahkan pemecatan langsung diturunkan. Mereka akan menangis darah bahkan meraung. Karena gaji di Asco sangat menggiurkan. Itu kata Author.


"Cih.. Author nyahut saja jika dengar gaji gede," sindir Erra.

__ADS_1


"Ya nyahutlah. Memang siapa yang enggak mau di gaji gede Pak Erra," ucap Author yang melemas ketika berhadapan dengan Erra.


Ah... sudahlah balik lagi ke cerita singa betina dan Pak Bos yang dingin kaya es batu.


Mereka memutuskan untuk kembali ke kantor untuk membereskan pekerjaannya.


Erra mencium aroma tubuhnya yang berbau maskulin. Erra menjadi bingung dan berkata.


"Kenapa setiap dekat sama aku. Lee tidak mual apalagi muntah? Apakah Lee benar-benar hamil? Kalau benar-benar hamil aku sangat bahagia. Oh... singa betinaku. Aku semakin mencintaimu," batin Erra bersorak kegirangan.


Lee masuk ke dalam dan melihat Erra yang sangat ceria sekali. Ia mendekati Erra yang sedang kegirangan.


"Pak Erra maaf. Hari ini ada pertemuan dengan Pak Jake membahas tentang keamanan sistem jaringan. Pertemuan dilaksanakan pada jam 10.00 di Anders Corporation Group International. Setelah dari Anders Bapak harus pergi ke Cikarang untuk meninjau ulang pembangunan rumah tipe 36 dan pembebasan lahan. Sorenya ada meeting dengan perusahaan Tristan Corporation Group International membahas tentang menu makan siang untuk para karyawan. Malam hari Pak Imam mengundang anda untuk peresmian mall baru di Bekasi. Sekian dan terima kasih," ucap Lee yang membaca jadwal Erra di ponsel pintarnya.


"Bukannya itu semua jadwalnya wakil CEO ya?" tanya Erra.


"Iya Pak. Pak Bayu hari ini mendadak ingin berdua dengan Ibu Rani," jawab Lee.


"Waduh. Semua pekerjaan semua diserahkan ke aku," gerutu Erra dengan kesal.


 


Lee: Thor... Kenapa ketemu dengan Pak Erra langsung melemas?


Author: jujur aja ya... Pak Erra gantengnya tidak ketulungan. kalau saya ketemu Pak Erra memang begitu.


Lee: Oh... gitu. Kalau Author mau ambil saja. Saya ikhlas kok.


Author: tidak terima kasih. Bagaimana dengan kamu Lee?


Lee: jodohkan aku dengan yang lain.


Author: enggaklah. Kamu itu sudah aku kasih jodoh. Tuh Pak Bos Erra.


Lee: terima kasih Author yang baik🤗🤗🤗🤗

__ADS_1


Hi.... Para Readers... tetap semangat dan selamat beraktifitas.


Salam dari Author 😘😘😘


__ADS_2