
“Memang dari tadi aku sudah menunggumu. Apakah kamu nggak sadar juga?” tanya Erra kembali.
“Terus Aku disuruh ngapain?” tanya Lee.
“Balik lagi ke ruangan itu. Mereka masih ada di sana dan menanyakan keputusanmu itu. Mereka sedang menyerahkan keputusan itu ke tanganmu,” jawab Erra.
“Kalau begitu ya sudahlah. Kita ke sana yuk. Aku sudah selesai tinggal memasukkan ke dalam mobil ajak Lee.
Mereka akhirnya kembali ke ruangan itu. Saat perjalanan menuju ke sana Li bingung mau mengutarakan perasaannya kepada para kakak. Kemudian era memegang tangan sang istri untuk membuatnya tenang. Kemudian Erra membisiki sesuatu, “Nanti kalau mereka tidak terima keputusanmu, kamu nggak boleh marah. Karena mereka berhak untuk menghabisi sang musuh dengan kejam.”
“Aku tahu itu tapi di sisi lain hatiku berkata selamatkanlah keluarga mereka,” sahut Lee. “Tiba-tiba saja kok aku kepikiran ya.”
“Kepikiran apa?” tanya Erra.
“Bisa nggak sih aku pergi ke Turki lalu mengunjungi markas Adam?” tanya Lee yang memohon.
“Buat apa kamu ke sana?” tanya Erra curiga.
“Aku memiliki ide yang tiba-tiba saja muncul. Sepertinya aku harus menghabisi dan meluluhlantakkan markas Adam. Bagaimana ide saya ini?” tanya Lee kembali hingga membuat Erra terdiam.
“Tapi nggak boleh sekarang? Kamu tahu waktu kita sudah semakin dekat. Setelah perhelatan besar kita akan ke Turki dan menghabisinya,” Ucap Erra.
“Baiklah, aku akan menurutimu. Ah... Rasanya sudah lama tidak membuat prahara di dunia bawah tanah,” celetuk Lee yang membuat Erra menggelengkan kepalanya karena ulah usilnya itu.
“Kakak nggak boleh kaget. Sebelum aku menikah dengan kakak, aku sudah sering sekali membuat dunia mafia bergetar. Kemungkinan besar rencanaku ini akan menjadi sejarah baru. Terutama untuk Adam yang merasa dirinya sok penguasa,” ujar Lee yang membuka pintu lalu masuk ke dalam.
“Apakah kamu memiliki rencana baru?” tanya Imam.
“Iya... Rencana kali ini adalah mengajak kerjasama Nicky dan Thiagio,” jawab Lee dengan serius.
“Kenapa kamu mengajaknya kerjasama? Bukannya mereka adalah musuh? Bisa nggak kita menghabisinya?” tanya Garda kesal.
“Sebenarnya aku ingin menghabisinya. Tapi ada yang harus diselamatkan. Mereka berdua adalah kepala keluarga buat keluarganya masing-masing. Jika aku menghabisinya maka Bagaimana dengan keluarganya itu? Coba Kakak pikir, kalau seandainya Kakak di posisi mereka? Mereka memiliki anak dan istri. Mereka juga ingin hidup bahagia. Jika aku menghabisinya kasihan keluarga mereka yang masih membutuhkannya. Apa Kakak paham dengan ini?” tanya Lee yang membuat Garda tersenyum.
__ADS_1
“Aku sudah mengoreknya dan mencari informasi itu dari Simon. Simon berkata kalau Nicky masih memiliki anak dan istri. Nicky sangat menyayangi keluarganya terutama putrinya itu. Jika aku membunuhnya kasihan anaknya yang masih kecil,” tambah Lee.
“Lalu dia menjadi jahat?” tanya Nanda.
“Sebenarnya Nicky adalah seorang polisi yang berprestasi. Banyak kasus sulit sering terpecahkan bersama paman Christian. Semenjak dia berkenalan sama Chandra dan Adam, dirinya mendapat pengaruh yang kuat. Sering sekali mereka mengancam Nicky karena orang-orang terbaiknya tertangkap polisi. Jadi ya gitu... Nicky terpaksa menjadi orang jahat demi menyelamatkan keluarganya,” jawab Lee yang menjelaskan semuanya.
“Lalu rencanamu?” tanya Sam.
“Aku akan mengkoordinir salah satu orang kepercayaanku untuk menyelamatkan keluarga mereka. Mereka akan berangkat ke Indonesia untuk bersembunyi di pedesaan. Selama bersembunyi aku ingin melibatkan Nicky dan Thiagio,” jawab Lee.
“Baiklah kalau itu mau kamu. Aku tidak keberatan dengan rencanamu,” ucap Garda.
“Di mana para pengawal?” tanya Lee yang dari tadi tidak melihat pengawal berkeliaran.
“Di lantai ini pengawal dilarang berkeliaran,” jawab Garda. “memangnya ada apa?”
“Suruh pengawal melepaskan Nicky dan Thiagio,” jawab Lee yang ketakutan.
Garda meraih ponselnya dan menghubungi pengawal untuk melepaskan kedua tawanan itu. Setelah selesai Garda menyuruh Li duduk. Pria bertubuh kekar itu menatap sang adik yang tiba-tiba saja ketakutan.
“Aku takut kalian marah,” jawab Lee. “Entahlah. Sepertinya perasaanku tidak enak.”
“Coba kamu tarik nafas terlebih dahulu lalu buang secara perlahan. Setelah ini kamu tetap tenang,” suruh Imam.
Lee mengikuti saran Imam dan mencoba untuk tenang sejenak. Tiba-tiba saja dirinya teringat akan keluarga kedua tawanan itu. Ia merasakan kalau keluarga kedua tawanan itu sedang dalam bahaya.
Beberapa saat kemudian kedua pengawal yang disuruh Garda membawa tawanan tersebut. Salah satu dari mereka membuka pintu dan mendorong kedua tawanan itu masuk ke dalam.
“Ada apa kalian menyuruhku ke sini?” tanya Nicky.
“Apakah kamu ingat dengan anak istrimu itu?” tanya Erra.
“Kenapa kamu tanya mereka? Apakah kamu ingin tertawa melihat mereka sebentar lagi dibantai oleh Adam?” tanya Nicky.
__ADS_1
“Jangan berburuk prasangka terlebih dahulu. Aku nggak ingin menyulut permusuhan ini secara berkelanjutan. Apakah kalian tahu? Kenapa kalian bisa di sini?” tanya Garda dengan nada dingin.
“Kamu itu masih sama saja ya? Nggak bisa ngomong baik-baik sama kita. Bisa nggak sih kamu berbicara lembut kepadaku?” kesal Lee yang membuat Nicky ketakutan.
“Aku harus bagaimana? Kalian sudah menangkapku selama dua hari. Bagaimana anak istriku di luar sana? Jika aku tidak keluar dari sini, cepat atau lambat orang kepercayaan Adam akan membunuh mereka. Aku menyerah... Bener-bener menyerah dalam keadaan ini. Biarkanlah aku dibunuh sama Adam asalkan jangan mereka. Mereka berhak hidup bahagia di bumi,” jelas Nicky.
“Para pengawal sudah mengamankan mereka dengan dikomandoi oleh Mama Yi dan mama Haruka. Mereka sudah berangkat ke Indonesia. Kamu tenang saja jangan terlalu tegang jika kita berhadapan. Aku bisa menjamin keselamatan mereka. Tapi aku meminta satu dari kamu. Apakah kamu mau membantu kami?” tanya Lee sambil menatap kedua tawanannya.
“Apakah itu benar?” tanya Garda.
“Memang itu benar. Para mama yang menyelamatkan mereka terlebih dahulu. Jika kamu nggak percaya telepon saya aja,” jawab Lee.
“Astaga.... Jujur kali ini aku kalah cepet sama singa betina. Kalau begini singa betina pantas menjadi ketua mafia White Eragon. Aku tidak bisa membayangkan jika singa betina menjadi ketua? Tanpa sepengetahuan siapapun pekerjaan beres hanya mengedipkan matanya,” keluh Nanda.
“Aku nggak mau jadi ketua mafia. Aku pengen jadi orang biasa tanpa ada sangkut pautnya dunia bawah tanah,” ujar Lee yang meraih ponselnya dan melihat pesan dari Haruka. “Lihatlah ini.”
Wanita bertubuh ramping itu memberikan ponselnya ke Nicky. Iya memang sengaja memberitahukan keberadaan keluarga mereka. Nicky langsung mengambil ponsel itu dan melihatnya. Ada rasa bahagia maupun sedih. Kedua perasaan itu bercampur menjadi satu di dalam hatinya. Ia bingung harus berkata apa. Kemudian Nicky menutup matanya sambil meneteskan air matanya. Ia tidak menyangka kalau selama ini telah berbuat jahat kepada Erra.
Sementara para enam pilar utama merasakan kesedihan yang mendalam. Mereka tidak rela melihat kedua tawanan itu pun menangis tersedu-sedu karena bahagia. Erra yang melihat sang musuh menangis hanya bisa memegang dadanya. Ia tak sengaja menatap wajah sang istri juga bersedih.
Beberapa menit kemudian kedua pria itu menatap wajah Lee seperti malaikat. Mereka tidak menyangka kalau Lee memiliki sifat sangat mulia.
“Sekarang katakanlah, apa mau kamu?” tanya Thiagio.
“Hai... Thiagio... Sepertinya kamu sangat membenciku?” tanya Lee yang mencium bau permusuhan.
“A... A... Aku tidak ingin membencimu. Kamu tidak pantas dibenci apalagi dimaki,” jawab Thiagio yang mulai tersenyum.
Melihat senyuman Thiagio, Lee sangat terkejut. Ia tidak menyangka kalau pria yang disebut musuh bisa menebarkan senyum yang manis. Ingin rasanya Lee melemparkan sang musuh ke kawah bumi terdalam. Jujur Lee sangat kesal sekali ketika sedang bertemu.
“Ternyata kamu bisa senyum ya?” tanya Lee sambil meledek Thiagio.
“Apakah kamu keberatan jika aku tersenyum?” tanya Thiagio balik.
__ADS_1