
"Buat bukti jika kakakmu mengelak. Kamu tahu kan kalau kakakmu itu hobi mengelak? Sampai-sampai aku bingung sama kakakmu itu," jawab Erra yang membuat lebih mengangguk setuju.
"Kalau begitu baiklah. Nanti kalau tidak ada pekerjaan akan aku ambil video tersebut," balas Lee.
Ting.
Pintu terbuka.
Pasangan suami istri itu melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kerjanya. Mereka melihat suasana masih sangat sepi belum ada orang sama sekali. Namun dirinya tidak menyangka Nanda sudah menunggunya di ruangannya.
Ketika masuk Erra melihat Nanda sudah duduk dengan santai. Pria bertubuh kekar itu mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Tumben... pagi-pagi sudah ke sini. Memangnya ada apa?"
"Ada informasi penting tentang Brenda. Wanita ular itu bekerja sama dengan Clay Satoshi. Mereka akan memisahkan pernikahan kalian. Mata-mataku mendapatkan informasi dari seseorang yang menempati kamar sebelah apartemen milik Brenda," jawab Nanda yang memberitahukan ulah Brenda dengan Clay.
"Siapa itu Clay?" Tanya Erra.
"Bukannya kamu sudah tahu tentang Clay? Clay itu adalah temannya Lee. Dia adalah teman sekolahnya semasa SMA. Namun saat itu Clay memiliki masalah berat dalam hidupnya. Dia sering kena bully, penindasan di keluarganya itu ditambah sifat murungnya dan pendiam yang tidak bisa membaur dengan teman-teman lainnya. Jadinya Clay orangnya agak tertutup. Di saat SMA Clay memilih Lee untuk menjadi temannya. Tapi Clay menganggap Lee adalah cinta pertamanya," jelas Nanda.
"Lalu, Apakah kamu juga menganggap Clay sebagai kekasihmu?" tanya Erra ke arah Lee.
"Dia bukan kekasihku. Dia juga bukan cinta pertamaku. Aku hanya menganggapnya sebagai teman saja. Jujur aku nggak suka jika orang-orang membullynya. Hingga akhirnya aku terpaksa membelanya habis-habisan di depan mereka," jawab Lee dengan serius.
"Yang dikatakan Lee benar apa adanya. Wanitamu tidak pernah bermain di belakangmu. Lee memang sengaja mengajak Clay berteman. Bahkan pertemanan itu menjadikan Clay bisa memupuk rasa percaya dirinya. Selain itu juga Clay bisa menjadi orang normal lagi. Itulah kisah Clay, Kenapa dirinya bisa jatuh cinta kepada sama istrimu?" jelas Nanda.
"Pelakor kok ada di mana-mana. Aku bingung harus menanggapinya bagaimana? Bisa nggak sih kita berumah tangga tanpa ada beban seperti itu?" Lee mengeluh atas banyaknya pelakor berada di mana-mana.
"Sepertinya orang-orang seperti itu harus mencari yang lain. Mereka tidak perlu mengganggu rumah tangga orang lain," tambah Nanda.
"Mungkinkah aku terlalu tampan untuk diperebutkan?" tanya Erra yang membuat Lee menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
__ADS_1
"Anda terlalu percaya diri sekali tuan," kesal Lee yang melihat Erra penuh dengan percaya diri.
"Memang aku sangat tampan kan? Sudah aku bilang kepadamu. Kalau aku memiliki darah Jawa, Jepang dan Belanda. Kenapa kamu tidak paham itu?" kesal Erra sambil mendekati Lee lalu menatap tajam wajah sang istri itu.
"Iya iya... Aku percaya dengan ketampanan kakak. Gara-gara ketampanan kakak aku tidak berani selingkuh dan menatap wajah pria lain," jawab Lee sambil membuang wajahnya itu ke bawah.
"Erra, bantu aku dong mengungkap kasus di perusahaan. Jujur aku tidak pandai mengungkap kasus di perusahaanku sendiri," pinta Nanda.
"Baiklah kalau itu mau kamu. Tinggal urus aja apa yang kamu curigai, kamu bisa memberikan bukti itu kepadaku," sahut Erra.
"Thanks... Kalian memang berdua sahabat terbaikku," puji Nanda.
"Jangan kamu memujiku seperti itu," kesal Erra yang tidak suka dipuji.
"Ya sudah deh. Aku pergi ke kantor dulu. Pagi-pagi begini ada meeting. Meeting inilah yang membuat aku muak," pamit Nanda sambil beranjak berdiri dan meninggalkan mereka.
Ketika keluar Nanda berpapasan dengan Garda dan Arini. Nanda pun menyapa Garda sambil bertanya, "Tumben di sini. Ada gerangan apa kalian di sini?"
"Aku ada urusan sebentar. Jika kamu tahu kenapa aku di sini? Tanyakan saja pada mereka yang berada di dalam," jawab Nanda sambil melambaikan tangannya dan menjauh.
"Baiklah kalau begitu. Hati-hatilah kalau begitu," balas Garda.
Garda dan Arini masuk ke dalam ruangan Erra. Mereka melihat pasangan suami istri itu sedang sibuk menyiapkan bahan meeting siang nanti.
"Kenapa kalian tidak pulang?" tanya Garda.
"Pas aku pulang, aku melihat Pak Dwi membawa seserahan. Yang aku dengar dari penjaga Pak Dwi ingin melamarku untuk dijadikan istri untuk Brenda," jawab Erra.
"Parah sekali itu orang. Bisa-bisanya dia memaksakan kehendaknya," sungut Arini yang sedari itu dulu tidak menyukai Pak Dwi.
__ADS_1
"Sepertinya kamu sangat marah sekali?" Tanya Lee ke Arini.
"Memang aku tidak menyukainya Kak. Sedari dulu Pak Dwi pernah mengincarku untuk dijadikan istri sahnya. Tapi Aku menolaknya secara kasar. Aku tidak tahu mengapa Pak Dwi memintaku untuk dijadikan istrinya. Padahal aku sendiri tidak menyukai orang tua seperti itu," jawab Arini yang kesal terhadap Pak Dwi.
"Okelah aku paham perasaanmu. Jadi kenapa kalian di sini?" tanya Lee.
"Aku disuruh sama ketua Bayu. Aku di tempatkan di divisi 3 pemasaran sebagai mata-mata Brenda. Jadi terpaksa aku menjadi karyawan Asco untuk sementara waktu," jawab Arini lagi.
"Lalu kak Garda?" tanya Lee.
"Aku disuruh menjadi asistennya suami kamu itu. Dan kamu menjadi sekretarisnya lagi. Posisi ini akan berlangsung kurang lebih beberapa bulan ke depan," jawab Garda.
"Ini pasti karena Brenda sialan itu kan?" tanya Lee lagi.
"Ya itu benar. Kami sengaja ditempatkan di Asco untuk menjadi perisai kalian.cepat atau lambat wanita ular itu pun akan melancarkan aksi serangan demi mendapatkan Erra. Yang lebih parahnya lagi wanita ular itu akan menjalankan aksinya dengan cara licik maupun kotor," tambah Garda.
"Sudah aku tebak," celetuk Erra.
"Kalau begitu posisi kita akan berubah menjadi awal lagi. Seharusnya Lee menjadi asistenku sekarang turun jabatan menjadi sekretarisku. Lalu Bagaimana dengan pekerjaanmu itu?" tanya Erra.
"Pekerjaan tetap pekerjaan.kata papa nanti ada pengawal dari white Eragon bolak-balik mengantarkan pekerjaan. Di meja dekat Lee aku mengerjakannya semua. Jadi bisa dibilang kalau aku hanya numpang saja. Semoga kamu tidak menjadi risih dengan pekerjaanku itu," jelas Garda.
"Iya aku paham maksud Papa bagaimana? Jadi Papa menyuruh kakak kerja di sini demi menjadi asisten bohongan. Semua pekerjaan tentang Sebastian kakak tetap mengerjakannya. Istilahnya kakak itu hanya numpang saja. Benarkah begitu?" tanya Lee.
"Bisa dikatakan benar.karena aku di sini hanya untuk menjalankan misi dari Papa Bayu. Semakin lama Brenda akan semakin kurang ajar terhadap kalian. Makanya kenapa aku ditaruh di sini lagi?" Jawab Garda.
"Aku setuju soal itu. Aku juga sedang memikirkan soal itu. Kamu tahu kenapa Nanda ke sini?" tanya Erra ke Garda.
"Pasti urusan dengan kantornya?" tanya Garda balik.
__ADS_1
"Salah satunya itu. Di kantornya ada masalah sepertinya. Tapi tujuan utamanya bukan itu. Ada sesuatu yang disampaikan oleh Nanda," jawab Erra.
"Apakah itu?" tanya Garda.