Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 450


__ADS_3

"Biarkan saja. Bukankah kita dulu pernah kabur setelah bertugas? Tahu-tahunya kita berada di negara lain untuk menikmati liburan tanpa diketahui oleh ketua Bayu," jawab Lee.


"Ah... kita hampir melupakan soal ini," ucap Suci.


"Kapan-kapan kita bawa Raka ya?" tanya Lee.


"Kita tidak bisa membawanya. Raka sekarang lengket banget sama neneknya," jawab Imam yang mendengar apa yang dibicarakan oleh Lee.


"Lha... kita bisa membawanya jalan-jalan," ujar Angela.


"Tetap tidak bisa. Bisa pun kita harus mengajak Mama Widya," jelas Imam.


"Ngapain juga kita tidak membawa para Mama jalan-jalan?" tanya Lee.


"Ide kakak edar sangat bagus sekali," puji Suci.


"Kita tidak bisa mengajak Mama Naomi," celetuk Angela.


"Ah... itu dia. Nunggu adik bayi kita besar dulu," sahut Suci.


"Kenapa kalian enggak membawa para suami? Kenapa kalian mengajak mereka?" tanya Erra.


"Memangnya kalian mau ikut?" tanya Lee.


"Ya... mau," jawab Nanda.


"Nanda," panggil Erra.


"Ada apa?" tanya Nanda.


"Apakah kamu sudah menghapus jejak kita ketika sedang kabur?" tanya Erra balik.


"Sudah. Mereka tidak akan melacak kita selama beberapa hari ke depan. Karena pesawat Imam yang satu ini tidak didaftarkan ke satuan pasukan pesawat di White Eragon," jawab Nanda.


"Baguslah. Kita bisa melanglang buana pergi jauh," puji Imam.


"Memangnya kamu sengaja melakukannya?" tanya Erra.


"Iya... aku memang sengaja tidak mendaftarkan kepada mereka. Agar aku tidak dilacak jika sedang liburan kemanapun aku mau," jawab Imam yang membuat mereka berpikir sejenak.


"Ada benarnya cara Imam seperti ini. Apakah aku harus membeli pesawat pribadi tanpa harus aku daftarkan ke White Eragon?" tanya Erra.

__ADS_1


"Jujur aku tidak menyarankan soal ini. Aku tidak ingin kita terjadi kenapa-kenapa," jawab Imam.


"Maksud kamu apa?" tanya Erra yang semakin bertanya-tanya.


"Karena aku tidak menyarankan kalau terjadi kenapa-kenapa. Jika terjadi kemungkinan besar mereka tidak bisa melacak keberadaan kita," jawab Imam dan menjelaskan apa yang akan terjadi.


"Kalau begitu? Kenapa kamu beli?" tanya Nanda.


"Aku memiliki dua profesi. Yang dimana dua profesi ini terkadang saling berbenturan satu sama lain. Saat aku menjadi pasukan untuk Black Dragon. Maka aku tidak memakai pesawat pada umumnya. Aku sering memakai pesawat ini," jelas Imam.


"Masuk diakal. Karena kamu adalah pasukan khusus Black Dragon. Kamu juga tidak tunduk di bawah bendera White Eragon," ucap Erra yang membenarkan penjelasan Imam.


"Kok aku baru paham dengan Imam ya?" tanya Nanda.


"Beda tempat," celetuk Imam.


"Bukan beda tempat. Tapi beda organisasi saja," tambah Erra.


"Bagaimana jika para papa mengetahui kalau kita kabur?" tanya Lee.


"Kita tidak boleh menjadi pecundang sejati. Kita harus menghadapinya bersama-sama," jawab Erra.


"Tenang saja. Bukankah bayi kita bisa dijadikan sebagai senjata karena ingin sekali coklat asal Belgia?" tanya Imam tersenyum manis sambil membuat Lee paham.


"Bagaimana caranya aku bisa menghadapinya? Sementara kalau papa sangat seram sekali jika sudah mengeluarkan hukuman," tanya Imam yang mulai berkeringat.


"Ternyata Kak Imam orangnya penakut jika berhadapan dengan Papa Irwan?" tanya Imam.


"Ya... iyalah. Papa Irwan kalau marah sangat menyeramkan. Bahkan aku sering mendapatkan hukuman yang tidak masuk akal dari papa Irwan," jawab Lee yang sedang membayangkan massa lalunya ketika terkena hukuman dari Irwan.


Ketiga wanita itu langsung bergidik ngeri. Jujur mereka pernah merasakan hukuman konyol yang telah diberikan oleh Irwan. Mau tidak mau mereka harus menelan salivanya dengan susah payah.


"Apakah kalian pernah mendapatkan hukuman dari Papa Irwan?" tanya Erra.


"Aku yang sering mendapatkan hukuman gila dari bapak Irwan," jawab Lee.


"Istrimu itu dari gadis sudah membuat masalah besar. Kalau kamu satu kelompok sama kita. Kamu akan dibuat geleng-geleng kepala. Aku sendiri sebagai ketuanya saja sering angkat tangan. Jika Lee membuat kesalahan aku terpaksa melepaskan untuk dihukum," sahut Nanda.


Lee pun menganggukkan kepalanya tanda setuju. Yang dikatakan Nanda itu benar. Andai saja Lee tidak pernah nakal. Maka Lee tidak akan pernah mendapatkan hukuman gila itu.


Jakarta Indonesia.

__ADS_1


Garda yang selesai melacak keberadaan Lee dan lainnya hanya bisa menghembuskan nafasnya secara kasar. Jujur ketika dirinya sedang melacak, Garda mendapatkan sebuah peringatan dari satu web rahasia yang dibuat oleh Nanda. Ketika dibuka laptopnya langsung terkena virus. Jujur virus ini sangat mematikan dan membuat laptopnya rusak parah.


Bagaimana jadinya dengan Jake? Pria berambut pirang itu pun sedang mencari antivirusnya. Ia ingin menghubungi adik kecilnya itu. Namun sambungan teleponnya dijawab oleh operator. Dengan kesal Jake mengurungkan niatnya untuk menghubungi Lee.


"Bagaimana mereka?" tanya Bayu.


"Nggak bagaimana-bagaimana. Sistem laptopku hancur semua. Untung saja laptop ini jarang aku gunakan untuk pekerjaan umum. Aku harus membuang laptop ini dan membelinya dengan yang baru," jawab Garda.


Tiba-tiba saja Bayu teringat akan virus tersebut. Nama virus itu adalah petok-petok. Yang di mana virus itu diciptakan dan dikembangbiakan oleh Lee dan Nanda. Jujur Jake dan Garda tidak bisa mengendalikan virus itu.


"Aku tahu siapa pemilik virus itu. Dan nama virus itu sangat aneh sekali," ucap Bayu yang membuat kedua pria itu menoleh ke arahnya.


"Memangnya siapa pemilik virus itu? Kok aku nggak bisa melacak keberadaannya?" tanya Jake yang mulai prestasi dengan virus itu.


"Pemiliknya adalah Nanda. Nama virus itu adalah petak-petok. Jika Nanda sudah mengamuk. Virus petok-petok itu pun keluar dan bisa menghancurkan seluruh sistem keamanan dalam waktu beberapa detik saja," jelas Bayu.


Mendengar nama virus petok-petok, mereka tertawa terbahak-bahak. Jujur mereka selama ini menganggap Nanda orang yang sangat unik sekali. Sangking uniknya Nanda menamai virusnya dengan nama-nama aneh.


"Bukankah sedari dulu anakku sangat unik sekali?" tanya Joko.


"Memang sangat unik. Kadang keunikannya membuat aku tidak habis pikir," jawab Bayu.


"Sudahlah. Nggak usah dilacak lagi. Nanti kalau pulang aku akan memberikan mereka hukuman," ucap Irwan yang membiarkan mereka menghilang.


"Memangnya kamu mau memberikan hukuman apa kepada mereka?" tanya Joko.


"Membuat bom yang akan dipasarkan untuk para mafia bawah tanah. Aku yakin mereka tidak akan bisa melakukannya. Karena aku sudah menuliskan beberapa bahan-bahannya tapi tanpa takaran apapun," jelas Irwan.


"Mending kamu jangan mengajak ketiga anak perempuan kita. Mereka sudah pandai untuk membuat bom seperti itu. Biarkanlah ketiga pria itu yang membuat bom. Aku ingin bagaimana suara bom yang diciptakan oleh mereka," saran Bayu kepada Irwan.


"Sepertinya ide kamu sangat bagus sekali. Ayo kita pulang!" ajak Irwan yang mulai memiliki otak licik.


Garda dan Jake malah tertawa semakin keras. Mereka berdua membayangkan, bagaimana Erra, Imam dan Nanda membuat bom. Soalnya kedua pria itu mengetahui, kalau mereka tidak bisa membuat bom.


Tidak sengaja Bayu melihat Garda dan Jake tertawa. Bayu mengerti apa yang ditertawakannya itu. Memang calon anggota enam pilar utama selanjutnya memiliki kelemahan masing-masing. Untung saja Bayu sudah mengantongi kelemahan mereka.


"Lihatlah Garda dan Jake. Mereka sangat senang sekali melihat ketiga temannya menderita," ucap Joko.


"Aku mengerti apa yang ditertawakan oleh mereka berdua. Erra, Nanda dan Imam tidak bisa membuat bom. Jujur mereka tidak pernah memegang bahan-bahan bom itu. Ditambah lagi mereka juga tidak paham Apa nama bahan-bahan tersebut. Rasanya aku sangat tertantang sekali melihat mereka membuat bom," ujar Bayu.


"Rasanya itu sangat mengerikan sekali," sahut Garda.

__ADS_1


"Apa maksudmu mereka sangat mengerikan?" tanya Irwan.


__ADS_2