Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 368


__ADS_3

"Nanda memberitahukan sesuatu kepada aku. Brenda akan bekerja sama dengan Clay Satoshi. Yang di mana Clay itu adalah teman sekolahnya Lee jaman dulu. Mereka akan merusak hubungan pernikahanku sama Lee. Itulah kenapa Nanda ke sini," jawab Erra.


"Parah sekali itu orang. Bisa-bisanya membawa sekutu untuk menghancurkan pernikahan orang seenaknya saja!" geram Arini sambil mengepalkan tangannya dan wajahnya langsung berubah menjadi sosok iblis yang menakutkan.


Garda sekilas menatap Arini sambil bergidik ngeri. Tak sengaja tangan kekarnya itu memegang kepala Arini. Pria itu mengelus-ngelus rambut Arini agar emosinya tidak terlalu meninggi.


Sementara Lee dan Erra hanya bisa menatapnya dan berpegangan tangan. Mereka sangat menikmati pemandangan itu. Mereka berharap kalau Garda dan Arini benar-benar menikah.


"Kalau gitu Kak Garda sama Arini menikah sajalah. Karena kalian adalah pasangan yang cocok sekali. Bagaimana itu Kak Erra?" tanya Lee.


"Ya sangat setuju sekali. Pokoknya kalian harus menikah. Dan kamu Garda, Aku tidak ingin kamu menikmati kesendirian di masa tuamu nanti," jawab Erra sambil memperingatkan Garda agar tidak menjomblo selamanya.


"Amin," sahut Garda sambil tersenyum menatap kedua adiknya itu.


"Apakah hari ini mau menjadi istrinya Kak Garda?" tanya Lee.


"A-Aku... Pikir-pikir dahulu," jawab Arini yang membuat Garda sendu.


"Ingatlah satu hal Arini! Sambel terong itu adalah favoritnya Kak Garda. Aku harap kamu bisa memasaknya tiap hari," ucap Lee.


Mendengar kata sambel terong, Garda tersenyum manis. Bagaimana tidak hari ini sangat pandai sekali membuat sambal terong itu. Jangankan Garda, Kakak besarnya sangat menyukainya. Biasanya makanya hanya sedikit. Ketika ada sambal terong Lee selalu menambah porsi makannya itu.


"Ish... Kakak?" pekik Arini.


"Ada apa memangnya? Sambel terongnya juara banget. Aku yakin kak Garda semakin betah sama kamu," puji Lee sambil tersenyum manis.

__ADS_1


Erra hanya tertawa melihat sang istri membuka aib pengawalnya itu. Yang dikatakan *** memang benar apa adanya. Kalau boleh jujur Arini memang jago sekali memasak. Beda dengan Lee, Lee tidak terlalu jago memasak. Apalagi memasak berat-berat. Ia lebih memilih masakan simple dan praktis.


"Kalau kita membahas sambal terong nggak ada kan habisnya. Lebih baik kita bekerja. Aku sudah lama tidak menjadi mata-mata seperti ini," ucap Arini yang pergi meninggalkan mereka.


Jujur hari ini sangat malu kepada Garda. Ia tidak menyangka kalau gada sangat menyukai sambel terongnya itu. Terkadang Garuda juga suka menambah porsinya itu.


Lalu, bagaimana dengan era? Pria itu tidak memperdulikan istrinya bisa memasak atau tidak. Ia lebih mementingkan kalau Lee sangat pandai di bidang apapun. Sebagai gantinya era akan menyewa seorang chef agar bisa menggantikan Lee untuk memasak.


Tepat jam delapan pagi, Garda mengambil alih pekerjaan Lee. Pagi ini Garda akan mengumpulkan seluruh karyawannya di aula. Di sana mereka akan melakukan apel bersama.


Beberapa hari terakhir Erra tidak pernah melaksanakan apel bersama. Erra rindu akan momen-momen seperti ini. Ia meminta Garda untuk memimpin apel pagi ini dengan hikmat.


Sebelum acara dimulai Bayu dan Rani datang. Mereka masih bekerja untuk memegang beberapa cabang di area Asia. Saat acaranya dimulai Rani mendekati Lee dan berdiri berdampingan.


Seluruh karyawan di sana sangat terkejut akan tindakan Rani. Mereka hampir mengeluarkan suara dan mengumpati Lee. Mereka sangat iri terhadap Lee. Karena Lee bisa mendekati sang permaisuri Asco.


Namun di mata Lee, Erra berubah drastis. Sifatnya yang dingin berubah menjadi hangat. Yang dirinya malu-malu diam-diam menjadi beringas. Bahkan Erra sendiri bisa berubah menjadi aneh. Itulah Erra. Diam-diam mendapatkan julukan es batu.


Setelah selesai melakukan apel di perusahaannya itu. Erra, Lee dan Garda memutuskan untuk kembali ke ruangan tersebut. Ketika masuk Garda mengajaknya ke lift sebelah.


"Memangnya lift itu bisa?" tanya Erra.


"Bisa," jawab Garda. "Aku sudah menyuruh teknisi untuk memperbaikinya. Agar kamu tidak bercampur dengan beberapa karyawan yang ke naik ke atas. Bukankah kamu memiliki lift pribadi?"


"Iya itu benar. Beberapa bulan terakhir lift ini rusak. Terpaksa Aku memakai lift di sebelahnya itu," jawab Erra.

__ADS_1


Lee menekan tombol lift itu. Namun dirinya tidak bisa. Ia menatap ke arah Garda sambil berkata, "Kok nggak bisa Kak?"


"Aku memang sengaja mengunci lift itu memakai kartu identitas perusahaan. Jadi yang bisa memasuki lift itu hanya ada beberapa orang saja termasuk kamu. Jika kamu masuk ke sana, kamu harus mengakses kartu itu untuk membuka lift ini. Bisa dikatakan live ini dikhususkan untuk kalian dan Papa dan Mama. Aku harap kamu mengerti," jawab kerja sambil menjelaskan Kenapa lift itu tidak terbuka.


"Jadi, bisa dikatakan Kakak memakai sistem hotel yang canggih itu ya?" tanya Lee.


"Yupz... Itulah kenapa Aku sengaja melakukannya. Jika tidak sang pelakor akan mengikuti kalian,"jawab Garda dengan berbisik.


"Ternyata oh ternyata kakakku ini memang hebat. Ada saja ide yang berada di dalam otaknya itu. Kenapa aku tidak terpikirkan seperti itu?" ucap Lee yang melihat Garda sedang mengakses lift tersebut.


Setelah pintu lift terbuka, mereka melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Namun sebelum pintu tertutup Brenda dengan cepat masuk ke dalam.


"Huhuhu!" ucap Brenda sambil tersengal-sengal. "Akhirnya sampai juga."


"Jam berapakah ini Brenda? Bukannya ini jam sudah masuk kerja? Seharusnya kamu sudah berada di kantor ini tepat jam delapan pagi. Tapi kenapa kamu terlambat masuk!" tegas Lee dengan nada dinginnya.


Mendengar suara rendah dari Lee, Brenda menoleh ke belakang dan melihat Erra dan Garda. Matanya membelalak sempurna dan senyumnya menyeringai. Ketika mendekati Erra, Lee segera membelakangi Erra sambil menatapnya nyalang Brenda.


"Jangan sentuh suami orang!" ucap Lee dengan nada yang menekan.


"Cih... Memangnya siapa istrinya? Setahu gue Erra tidak memiliki istri," geram Brenda.


"Ini tempat kerja woi. Pikir dulu napa. Kalau ini tempat orang cari duit. Bukan tempat cari pacar. Kalau mau cari pacar Pergilah ke klub malam. Gue yakin lu bakalan bisa dapetin dari yang aneh-aneh," saran Lee dengan menyindir. "Bukannya kamu sering ke sana? Jika tidak mendapatkan kasih sayang dari orang yang kamu incar?"


Brenda segera mengangkat tangannya. Lalu Brenda mendaratkan tangan itu ke pipi Lee. Tetapi Lee dengan cepat menangkisnya dan membanting Brenda hingga jatuh terlentang.

__ADS_1


"Yang namanya pelakor tetap pelakor ya. Udah gue bilangin baik-baik. Lu masih aja ngelawan. Oh iya sih gue lupa. Lu memang sudah dari dulu nggak punya harga diri. Lu bisanya ngancurin rumah tangga orang dengan seenaknya. Sekarang lu mau ngancurin rumah tangga bos lu sendiri? Sungguh hebat lu. Kalau gitu hadapi istri sahnya terlebih dahulu. Apa lu paham?" tanya Lee dengan suara lembut tapi menghanyutkan.


__ADS_2