
"Aku belum makan ma," jawab Lee.
"Kalau begitu makanlah terlebih dahulu. jangan biarkan perut kamu kosong. Kasian bayimu nanti," pesan Widya.
"Terima kasih ma. Atas perhatiannya. Aku sangat tersanjung sekali. Karena mama telah memberikan peringatan kepadaku," sahut Lee yang membuat Widya tersenyum manis.
"Kalau begitu makanlah," ajak Widya.
Lee menganggukan kepalanya sambil tersenyum manis. Ia sangat berterima kasih kepada Mama Widya. Meskipun jarang bertemu Widya sering mengirim pesan kepada Lee. Begitu juga sebaliknya. Mereka saling menyayanginya.
Teringat jaman dahulu, ketika pergi ke pusat perbelanjaan. Lee saat itu sedang menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
Ketika berada di lobi Lee bersama temannya saling menatap. Entah kenapa dirinya mendengar teriakan dari seorang wanita dari jauh.
Lee segera meninggalkan teman-temannya. Dirinya berlari menuju ke asal teriakan itu. Ternyata di sana Widya sedang dikepung oleh banyak preman. Lee hanya menatap mereka dengan malas.
__ADS_1
Dengan cepat Lee berteriak dan meminta mereka melepaskan Widya. Namun mereka tidak melepaskan mereka. Mereka tertawa terbahak-bahak dan mengelilingi Lee.
Akan tetapi Lee mulai mengepalkan tangannya. Lee langsung mengajak mereka berantem di bawah terik matahari. Para preman itu malah tertawa terbahak-bahak. Mereka meremehkan Lee dan mencoba melemahkannya.
Lee tidak gentar melawan mereka. Justru dirinya merasa tertantang melawan mereka. Akhirnya Lee menantang mereka keroyokan. Hingga akhirnya mereka sepakat untuk menghajar mereka.
Dalam sepuluh menit para preman terkapar. Mereka menyesal karena salah pilih orang. Mau tidak mau mereka memutuskan meninggalkan Lee dengan terbirit-birit.
Melihat kepergian para preman lari terbirit-birit, Widya terkejut dengan apa yang dilihatnya. Gadis bertubuh mungil itu yang telah menyelamatkannya. Ia langsung mendekati Lee sambil memeluknya. Dirinya tidak menyangka kalau sang malaikat penyelamatnya adalah putri angkatnya sendiri.
Widya semakin panik dan melepaskan Lee. Ia mulai memeriksa keadaan Lee bolak-balik untuk memastikan ada luka tidak di tubuhnya itu secara teliti. Alhasil Widya tidak menemukan luka apapun. Widya mengucapkan syukur dan membawanya pulang.
Semenjak itulah hubungan mereka semakin dekat seperti tali yang diikat dengan kuat. Widya bersyukur ketika mendengar kehamilan Lee. Bagaimana tidak dirinya sangat menginginkan cucu. Tapi Widya memintanya ke Lee. wanita paruh baya itupun malah bahagia dan mendoakan Lee.
"Kamu mau makan apa?" tanya Widya.
__ADS_1
"Mama kok repot sekali sama Lee?' tanya Lee balik yang membuat Widya tersenyum.
"Tidak apa-apa. Mama jarang sekali berjumpa dengan kamu," jawab Widya.
"Terima kasih ma," ucap Lee yang berhambur ke pelukan Widya,
Lee sangat terharu sekali. Ia sangat diperhatikan sekali sama sang mama angkatnya. Sebenarnya dirinya tidak mau melihat orang lain repot. Tapi Widya dan lainnya senang ketika Lee meminta sesuatu.
Beberapa saat kemudian ponsel Widya berdering. Ia segera meraih ponselnya dan melihat nama yang tertera di layar ponselnya itu. Lalu Widya tersenyum lebar dan mengarahkan ponselnya ke arah Lee, "Lee... Suci sedang mencarimu."
"Apakah itu benar ma?" tanya Lee yang mendapatkan anggukan dari Widya.
Leememakai ponsel itu dan mengusap lambang hijau itu. Ia segera menyapa seseorang yang berada di sana.
"Selamat siang,' sapa Lee dengan lembut.
__ADS_1
"Selamat siang," sapa seorang wanita yang sedang berbaring di ranjang.
"Suci," panggil Lee.