Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 408


__ADS_3

"Kenapa juga kamu nggak melakukannya sebelum menjadi istri Erra?" tanya Rani sambil cekikikan.


"Masalah itu aku nggak terpikirkan sama sekali. Jika terpikirkan bisa-bisa teman-temanku tak suruh datang," jawab Lee sambil melihat sang ibu mertua tertawa.


"Saran dari mama. Kenapa juga Kamu memanggil teman-temanmu datang ke Indonesia?" tanya Caroline. "Bukankah para pengawalmu sangat tampan sekali? Kamu bisa memakainya salah satu."


"Aku pernah memakai salah satu pengawalku yang paling tampan sedunia. Tapi hatiku meringis. Sampai Mansion aku dimarahin oleh Kakak tampan. Hingga Kakak tampan nggak mau ngomong sama aku selama seminggu. Yang lebih parahnya lagi Kakak tampan menyuruh Kak Garda menjadi penyambung lidah kami," jawab Lee dengan jujur.


"Rasanya kamu itu sangat sial sekali," ledek Rani.


"Aku nggak sial Ma. Kakak tampan saja yang membuat ulah. Aku kan sudah cerita awal muasalnya kenapa aku bisa jalan sama pengawalku? Eh dianya tidak mau terima. Malah marah-marah nggak jelas seperti itu. Apes kali hidupku saat itu juga," jawab Lee sambil mengusap wajahnya berkali-kali.


"Oh jadi itu... Masalahnya. Kamu tahu Kakak tampanmu itu tidak bisa mengutarakan perasaannya kepadamu. Coba saja kamu lihat sehari-harinya bagaimana? Dirinya tidak pernah mengucapkan kata-kata romantis. Apalagi jika sudah sakit hati dia hanya diam saja. Mama sendiri juga bingung sama kelakuannya itu," jelas Rani.


"Begitulah anak laki-laki. Jarang sekali menceritakan masalahnya ke keluarga. Seperti Garda... Dia lebih memilih diam dan bermain game hingga melempar ponselnya ke sembarang arah. Ditambah lagi Garda itu memiliki sifat yang tidak bisa ditebak. Aku harap yang menjadi calon istrinya kelak mengerti dan paham," ucap Caroline.


"Kak Garda itu memiliki sifat yang di mana semua orang tidak bisa mengenalnya sama sekali. Jangankan mama, Kakak tampan pun nggak paham dengan sifatnya begitu. Kemungkinan besar sang calon istrinya itu mudah-mudahan tahu. Tapi Kak Garda itu orangnya baik sekali dan lembut kepada perempuan. Yang di mana perempuan itu memiliki norma tata krama dan kesopanan yang tinggi. Justru Kak Garda sangat menghormati wanita seperti itu. Nggak peduli usianya lebih muda maupun tua," jelas Lee.


"Syukurlah kalau begitu. Mudah-mudahan ada seorang gadis yang mau bersamanya," harap Caroline.


"Ada kok Ma," sahut Lee.


"Siapa? Kok mama jadi penasaran," tanya Rani.


"Dia adalah gadis yang sangat tangguh sekali. Dia juga adalah anggota dari kelompokku. Namanya Arini. Wajahnya sangat imut dan suaranya lembut bisa membuat orang-orang mengira kalau hari ini itu masih anak kecil. Tapi usianya sudah dua puluh tiga tahun. Jujur aku sangat menyukai gadis itu untuk menjadi istrinya Kak Garda," jawab Lee.


"Amin," balas para mama yang membuat Lee tersenyum manis.


"Aku mulai mengantuk ma," ucap Lee yang mulai mengantuk.


"Tidurlah," suruh Caroline.


"Tidurlah di tengah-tengah. Biar mama yang tidur di pinggir," ucap Rani.


Setelah itu Lee membenarkan bantalnya. lalu ia menghempaskan tubuhnya di atas ranjang sambil memegang perutnya, "Tidurlah sayang. Mama mengantuk sekali."

__ADS_1


Melihat Lee yang sangat menyayangi calon bayinya, para mama tersenyum manis. Mereka tidur di pinggir sambil mengapit Lee.


Sementara itu Erra sedari tadi duduk di depan rumah. Ia bingung dengan apa yang dilakukan oleh para mama. Sudah sejam Erra menunggu para mama keluar. Namun para mama tidak keluar sama sekali. Lalu ia memutuskan berdiri dan masuk.


"Kamu belum tidur?" tanya Bayu.


"Belum pa. Para Mama sekarang berada di kamar,' jawab Erra yang membuat Bayu menahan tawanya.


"kamu tahu Lee itu adalah primadona para mama. Jika Lee sudah bersama para mama. Kamu tidak bisa memblokade ya. Kamu lebih baik mengalah saja," ucap Bayu yang memberikan saran kepada Erra.


"Memang pa... secara Lee semenjak menjadi sekretarisku, mama sudah sangat menyukainya. Bahkan aku sendiri sering iri melihatnya. Tapi tidak apa-apa, kalau Lee bisa membuat Mama tersenyum manis," sahut Erra yang menghempaskan bokongnya.


"Rencana kamu apa selanjutnya?" tanya Bayu.


"Memiliki keluarga yang utuh. Menjadi papa yang terbaik buat anak-anakku," jawab Erra. "Tapi apakah aku bisa menjadi papa yang baik buat anak-anakku?"


"Kenapa enggak bisa? Seharusnya kamu belajar satu hal yang jarang diketahui oleh seseorang. Saran papa rubahlah sikapmu itu," jawab Bayu.


"Apakah papa dulu pernah berpikir? Kalau papa ingin memiliki seorang bayi," tanya Erra.


"Ya... itu benar," ucap Erra.


"Perbaiki saja dirimu," usul Bayu.


"Thanks pa... sudah memberikan solusi yang baik buatku," ucap Erra yang terharu.


"Sama-sama son. tetap semangat," balas Bayu.


"Besok Gerry bekasnya asistennya Candra akan menikah," ujar Erra.


"Papa sudah mengirimkan beberapa hadiah buat Gerry," sahut Bayu.


"Apakah papa akan dendam dengan mereka?" tanya Erra.


"Tidak perlu dendam sama mereka. Yang berlalu biarlah berlalu. Papa tidak ingin memperpanjang masalah ini. Kalau kita menyerang lagi, masalah enggak ada habisnya," jawab Bayu. "Bijaklah menjadi orang dengan sesuai umurmu."

__ADS_1


Erra menganggukan kepalanya tanda setuju. Lalu Erra tersenyum manis sambil menyandarkan punggungnya di sofa.


"Besok... para Mama dan papa akan meninggalkan Bangkok. Mereka akan kembali ke kantor masing-masing," ucap Bayu.


"Aku ingin pulang pa," pinta Erra.


"Kalau begitu kita cari dokter kandungan yang lainnya. Bisa enggak Lee pulang? Menurut papa kandungan Lee sangat kuat," ucap Andi yang sedari tadi mendengar percakapan Erra dan Bayu.


"Memangnya bisa?" tanya Erra.


"Papa memiliki kenalan dokter. Yang dimana dokter itu paham dengan masalah kandungan seorang wanita," jawab Andi.


"Ujung-ujungnya enggak bisa pulang pa?" tanya Erra.


"Bisa. Perjalanan Bangkok ke Jakarta kurang lebih lima jam. Sewaktu mamamu hamil Garda bisa kok jalan-jalan. Malah ngidam hot dog buatan orang Jerman. Padahal saat itu Mama kamu sedang hamil tujuh Minggu," jawab Andi.


"Baiklah pa," ujar Erra yang mulai tersenyum manis yang memiliki harapan pulang Ke Jakarta.


"Atau juga kita mengajaknya ke Jakarta buat mengawal Lee," jawab Lee.


"Ah... ide bagus itu," balas Erra yang sudah mengantuk. "Apakah para papa tidak tidur?"


"Bagaimana bisa tidur?" tanya Andi.


"Kenapa?' tanya Erra.


"kamu enggak tahu kamar sebelah tidak ada ranjangnya. Bagaimana bisa kami tidur?" tanya Bayu balik.


Mata Erra membulat sempurna. Bagaimana bisa para papa tidak memiliki ranjang sama sekali? Sedangkan para papa sangat menginginkan tidur. Lalu Erra teringat sama para mama sambil mengerutkan keningnya, "Oh... jadi para mama mengusirku."


Andi dan Bayu langsung tertawa terbahak-bahak. Erra baru sadar kalau dirinya dikerjai oleh para mama.


"Sepertinya aku dikerjai oleh para mama," ucap Erra.


"Kamu baru sadar sekarang?" tanya Andi.

__ADS_1


__ADS_2