
"Ah... Iya kamu benar Mam. Mereka sengaja melakukan kecurangan demi kecurangan agar mengejar mimpi mereka. Lalu mereka mencari bos yang mumpuni agar bisa melindungi dirinya. Mereka membuat perjanjian dengan salah satu bos mafia terkejam di dunia," ujar Garda.
"Bukannya Erra adalah bos mafia terkejam?" tanya Imam yang tahu Erra paling kejam.
"Mana ada Erra melakukan penjualan organ tubuh manusia! Yang ada Erra itu memproduksi senjata," kesal Garda.
"Berarti Adam," celetuk Imam.
"Iyalah siapa lagi. Disinilah mereka mulai membangun bisnis kecil hingga besar sampai sekarang. Tapi mereka dikendalikan oleh Adam agar bisa menipu para pembisnis besar. Untung saja adik kecilku terlebih dahulu menyelidiki kasus itu. Jadi ya aku bisa terlepas," kata Garda yang mengingat Lee berbicara empat mata dengannya ketika berada di sebuah restoran Jepang.
"Adik kecil penuh dengan kejutan," puji Imam.
"Teguh Priyanto... Sebenarnya nama kamu itu bagus bisa berpegang teguh pada kejujuran. Tapi ini malah terbalik. Kamu berpegang teguh dengan kejahatan di muka bumi ini. Untung saja saat itu kamu kabur dari hadapanku! Jika kamu enggak kabur kita tidak akan bertemu lagi seperti ini. Kamu sangat bodoh. Kenapa kamu mengusik kedamaian kami. Maka sekarang aku akan menjadikanmu sebagai korbanku selanjutnya!" tegas Garda yang menatap tajam.
"Kamu tidak memberikan aku dia?" tanya Imam.
"Oh... Boleh... Silakan tuan Imam terhormat. Kita akan melakukannya," sahut Garda yang mempersilakan Imam.
Teguh baru sadar kalau dirinya masuk ke dalam perangkap Garda. Orang yang selama ini tidak ingin ditemuinya akhirnya bertemu. Teguh sangat takut pada Garda yang telah menjebaknya. Namun sebelum melakukan transaksi Lee membatalkannya. Lee memberikan sejumlah bukti kepada Garda tentang kejahatan Teguh.
Untung saja waktu itu Teguh bisa lolos dari maut. Teguh bersama istrinya lari ke belahan Utara bumi ini. Mau tidak mau akhirnya Garda melepaskan Teguh dan membiarkannya hidup. Siang tadi sebelum melakukan penyerangan Teguh menemui seseorang. Orang itu meminta untuk menghabisi nyawa Bayu dan Erra. Namun naas sebelum menghabisi nyawa Bayu, kaki panjang milik Bayu telah melumpuhkan aset berharga milik Teguh. Hingga akhirnya Teguh tertangkap.
Setelah tertangkap Garda yang masih berada di tempat sungguh terkejut. Mau tidak mau Garda turun tangan untuk menyelidiki Teguh. Melalui tangan kekarnya yang menekan tombol-tombol di tab, Garda menemukan jejak digital milik teguh. Lalu Garda menemukan sebuah fakta kalau Teguh pernah menipu Asco. Garda pun tersenyum smirk sambil meraih pedang kesayangannya.
__ADS_1
Malam ini juga Garda dan Imam mulai mengambil pedangnya. Garda mempersilakan Imam terlebih dahulu mengeksekusi para musuh. Ketika mengangkat tangannya para musuh yang sedari tadi diam langsung menjerit ketakutan dan memohon agar tidak dibunuh.
Garda memberikan kode agar Imam menurunkan pedangnya. Lalu Garda mendekati Teguh sambil memegang pipinya.
"Saat kami mengeksekusimu kok malah teriak ketakutan seperti itu. Bukannya kamu adalah seorang eksekutor?" tanya Garda yang mengejek.
"Ma... Ma... Ma... Maafkan aku!" teriak Teguh.
"Kenapa kamu meminta maaf sama aku! Aku tidak melakukan kesalahan! Kamulah yang melakukan kesalahan! Sekarang aku tanya sudah berapa orang yang telah kamu ambil nyawanya ketika mereka tidak mau menyerahkan usahanya ke kamu?" tanya Garda dingin.
Teguh langsung tercekat pada tenggorokannya. Teguh tidak bisa menjawab pertanyaan dari Garda, berapa banyak orang yang tidak bersalah harus merasakan kematiannya secara kejam. Ada yang dikuliti hidup-hidup, ada yang dibakar hidup-hidup. Atau juga dibantai dan dimutilasi.
"Berapa banyak orang yang kamu bunuh!" bentak Garda.
Garda menghembuskan nafasnya secara kasar. Lalu Garda mengusap wajahnya secara kasar. Bagaimana bisa Teguh mengatakan kalau membunuh orang satu.
"Orang yang kamu bunuh itu lebih dari satu. Orang yang kamu bunuh hampir tiga ratus kurang satu. Lu pintar apa bego! Apa lu pura-pura!" bentak Garda.
"Apa! Dua ratus sembilan puluh sembilan! Jadi dia mengatakan sisanya! Wah hebat lu mau ngeprank gue ya! Hahaha... Gue sebagai eksekutor enggak sebanyak itu!" seru Imam.
"Lu lain! Lu mah sibuk sama sayur-sayuran premium lu!" kesal Garda.
"Ah... Iya. Aku lebih suka dengan sayuran premium. Jadi ingat sama selada premiumku di Bandung," celetuk Imam yang melangkahkan kakinya pergi sambil membuang pedangnya.
__ADS_1
Prang!
"Imam balik! Eksekusi semuanya!" teriak Garda dengan penuh penekanan.
Imam membalikkan tubuhnya dan langsung mengambil pedangnya. Saat Imam mendekat, Garda langsung mundur. Tak lama Imam mendekati salah satu Pengawal milik Teguh. Tangannya mulai mengayun ke depan sambil menebas kepala pengawal itu. Hingga kepalanya menggelinding keluar sel.
Dua Pengawal yang berjaga di depan sel tidak sengaja melihat kepala menggelinding ke arahnya. Matanya membola sempurna lalu menggelengkan kepalanya. Mereka sudah tahu sifat-sifat ahli waris enam pilar utama.
Lalu di dalam sel mereka yang belum dieksekusi berteriak memohon. Mereka langsung mengucapkan kalimat sakti agar Garda melepaskannya. Namun Garda tidak terpengaruh oleh mereka. Dengan cepat Garda langsung menusuk jantung sang pengawal selanjutnya.
Mereka yang tersisa hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Lalu mereka menunduk dan memasrahkan hidupnya. Bagi Garda dan Imam itu semuanya percuma. Mereka seenaknya menghabisi nyawa orang sambil tertawa terbahak-bahak.
Dengan penuh kekejaman akhirnya Garda membantai semuanya tidak tersisa. Garda memotong tubuh mereka menjadi beberapa bagian. Malam itu adalah malam yang menyayat bagi Teguh. Melihat pengawalnya dihabisi secara kejam dan membabi buta Teguh hanya diam. Meminta maaf pun percuma. Garda adalah Garda seorang pshycho yang sangat kejam. Wajah tampan, kulit putih, rahang tegas dan tubuh atletis merupakan salah satu ciri khasnya.
Sementara di sudut lain ada Bayu dan Andi sedang memperhatikan Garda beraksi. Kedua pria paruh baya itu hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Benar apa yang dikatakan oleh Erra, Garda adalah seorang psikopat. Namun Garda bisa mengendalikan jiwa itu. Jadi tidak setiap hari Garda mengeksekusi orang. Itu semua tergantung mood. Jika moodnya bagus Garda tidak akan melakukannya. Ia lebih memilih untuk menikmati konser-konser musik metal di home theatrenya. Jika moodnya buruk maka ia menyuruh Erra untuk memberikan musuhnya agar dieksekusi olehnya.
Bayu dan Andi langsung meninggalkan tempat itu. Mereka langsung keluar dan melihat ada Joko dan Irwan. Mereka memutuskan untuk bergabung. Sebelum mengeluarkan suara Bayu mengambil wine milik Joko dan menuangkannya.
"Gue baru tahu kalau Garda itu memiliki jiwa psikopat?" tanya Andi yang menatap langit.
"Maaf gue enggak pernah cerita soal itu," ucap Bayu dengan lemah.
"Lu enggak salah. Lu tahu istilah like father and like son," ujar Andi.
__ADS_1
"Memang benar apa adanya. Garda itu mirip sama lu. Cara membantainya juga sama kaya lu. Jadi kalimat itu memang pantas diucapkan," sambung Bayu yang meminum wine.