
Suci yang mendengar suara Lee langsung tersenyum manis. Ia tidak menyangka kalau mendengar suara kakak besarnya lagi. Ia memilih untuk bertatap muka secara langsung.
"Aku mau lihat kakak," ucap Suci.
"Baiklah," jawab Lee mengganti panggilan video.
Sangat terlihat jelas Suci berbaring di atas ranjang. Wanita bertubuh mungil itu pun terlihat pucat. Lee tidak tega melihat Suci. Namun mau apa lagi dirinya berada di Bangkok saat ini.
"Kakak," seru Suci dengan heboh.
"Hi... apa kabar?' tanya Lee.
"Aku baik-baik saja," jawab Suci. "Bagaimana kabar kamu?"
"Aku baik-baik saja," jawab Lee. "Congratulation ya... bentar lagi adiknya Raka segera launching."
"Kakak juga. Sembilan bulan ke depan akan launching adik bayinya Tuan Erra," ucap Suci yang memberikan selamat.
"Terima kasih banyak," balas Lee.
"Akhirnya kakak besar diberikan momongan," jawab Suci.
"Iya kamu benar. Setelah penantian panjang. Maafkan aku ya... aku belum bisa pulang. Di usia kandunganku yang masih muda aku enggak bisa kemana-mana."
"Tidak apa-apa. Aku hanya mengadakan akad nikah saja. Kalau resepsi menunggu kakak pulang saja. Kami sudah membicarakan semua masalah ini ke pihak keluarga dan kak Imam. Mereka sangat setuju sekali dengan pernyataan kami," ucap Suci.
"Oke... nanti aku hadir. Oh.. iya... kapan kamu akad? Nanti kakak kirimkan hadiah pernikahan buat kamu," tanya Lee.
"Masih belum dibicarakan dengan lanjut," jawab Suci. "Kakak tunggu saja."
"Siap," balas Suci.
Setelah itu Suci mengundurkan diri. Ia merasakan mual yang sangat parah sekali. Lalu Lee memberikan ponselnya ke Widya. Lee mengucapkan terima kasih atas kebaikan dari Widya. Widya pun tersenyum lembut sambil mengusap tangan Lee.
Jakarta Indonesia.
Angela yang mendapatkan berita tentang kehamilan Lee sangat bahagia. Ia tersenyum sambil memegangi perutnya sambil mengajak si calon bayinya berbicara. Jujur kehamilan pertamanya, Angela ditemani oleh Suci dan Lee. Bagaimana tidak ketiga wanita itu hamil secara bersamaan.
"Kalian balapan punya teman banyak nich dek. Tante Suci dan Tante Lee sedang mengandung. Mama harap kalian memiliki persahabatan seperti mama dan papa," ucap Angela dengan mata berbinar.
"Kak Angela," seru Feli.
Merasa namanya terpanggil Angela langsung melihat wajah Feli dengan mata berbinar. Bagaimana tidak dirinya sangat bahagia sekali? Lalu ia menepuk-nepuk sampingnya yang masih kosong.
"Duduklah disini," ajak Angela yang tidak sengaja melihat wajah Feli sendu.
Feli menghempaskan bokongnya di samping Lee sambil tersenyum paksa. Kenapa dirinya sangat merindukan Jake? Padahal beberapa jam sebelumnya dirinya sudah berhubungan melalui telepon.
"Kamu kenapa kok sendu begitu?" tanya Angela.
"Kakak," jawab Feli yang menahan tangisnya.
Angela segera merubah posisinya. Ia menarik tubuhku mungil Feli dan memeluknya. Ia menepuk-nepuk punggung Feli sambil menenangkannya.
"Ada apa?" tanya Angela.
"Aku benci diriku," jawab Feli.
__ADS_1
"Kamu benci kenapa?" tanya Angela.
"Kakak tahukan yang namanya Bruno?" tanya Feli.
"Iya tahu. Bukankah dia adalah adik sepupu kamu?" tanya Angela balik.
"Dia brengsek kak. Seluruh tanah dan sawah yang aku beli dari hasil keringatku sendiri diklaim. Emak dan bapak sudah enggak bisa apa-apa sekarang."
"Oh... jadi dia menguasai hak kamu?"
"Kenapa kamu enggak lapor ke polisi?"
"Aku takut kak kalau lapor polisi. Dia sudah mengancam emak dan bapak akan membunuhnya."
"Nggak ada kakak besar. Aku nggak bisa menangani kasus ini. Sementara aku sendiri sedang hamil."
"Aku juga tidak bisa diminta tolong ke Kak Suci. Kak Suci juga tidak bisa menolong. Kakak tahukan kalau Kak Suci itu mengalami morning sickness yang parah?"
"Aku tahu itu. Kalau begini caranya kamu harus menunggu dengan sabar."
"Terpaksa dech kak."
"Jangan terpaksa. Kamu harus banyak-banyak doa juga. Supaya dilindungi dari mata bahaya."
"Baik kak."
"Kamu tahu enggak kalau kakak besar sedang hamil."
Mendengar Lee hamil, Feli langsung tersenyum sumringah. Ia sangat bersyukur sekali kepada Tuhan. Karena diberikan berita yang cukup baik ini.
"Syukurlah kak," ucap Feli. "Akhirnya Tuan Erra berhasil menanamkan sahamnya di dalam perut Kakak Besar."
Sebuah tangan mungil mendarat tepat berada di pundak Feli. Bagaimana tidak Angela sangat kesal dengan omongan Feli tanpa disaring? Mana lagi yang dibicarakan itu adalah Erra. Pria yang memiliki sifat arogan dan tidak peduli di sekitarnya itu. Jujur Angela menjadi takut jika membicarakan Erra dengan asal.
"Kakak kenapa sih?" tanya Feli yang mengusap pundaknya.
"Aku enggak apa-apa. Lagian juga kamu ngomongin Tuan Erra secara asal," jawab Angela dengan kesal.
"Upz... maaf kak... aku baru sadar," sahut Feli sambil tersenyum manis.
"Lagian kamu juga sih, ngomongin Tuan Erra dengan asal. Aku harap kamu mengerti."
"Apakah Tuan Erra masih kejam?"
"Masihlah. Tuan Erra tidak akan merubah dirinya. Jika di sekitarnya ada banyak perempuan centil."
"Rasanya aku bukan wanita centil."
"Jangan kamu lakukan itu."
"Ya enggaklah. Aku centil sama Kak Jake kok."
Tiba-tiba saja Angela tertawa terbahak-bahak mendengar pengakuan dari Feli. Ia baru sadar kalau Feli adalah kekasih Jake? Ini sungguh keterlaluan buat dirinya. Karena hampir setiap hari dirinya sering diajak curhat.
"Maafkan aku yang lupa dengan kekasih kamu itu," ucap Angela.
"Tidak apa-apa kak. Aku juga jarang bahkan tidak pernah mempublish hubungan ini ke media."
__ADS_1
"Jangan kamu lakukan terlebih dahulu. Aku takut Kak Jake tidak nyaman dengan pemberitaan media. Apalagi kalau hanya gadis biasa. Yang dimana gadis biasa akan tertindas oleh kenyataan yang sangat menyakitkan."
"Aku tahu kak. Aku juga menjaga privasi keluarga besar Anderson dan keluargaku. Aku enggak mau media apapun yang mengekspos kehidupanku."
"Jangankan kamu. Aku pun juga merasakan hal yang sama."
"Maksud kakak?"
"Tentang kehamilanku ini. Aku hamil tidak memiliki suami. Aku takut masyarakat disini mencibirku."
"Ya itu benar. Mereka enggak tahu kalau kakak mengalami pelecehan."
Mata Angela membulat sempurna. Ia tidak menyangka kalau Feli berbicara tentang pelecehan. Ini rasanya sangat aneh sekali. Ia ingin berbicara tentang kenyataan yang sebenarnya. Namun dirinya masih bungkam tentang kenyataan sebenarnya.
"Kamu ini ada-ada saja," ujar Angela. "Kamu enggak rindu sama Kak Jake?"
"Kak Jake sekarang sedang membantu Kak Greg mencari keberadaan Papa Sheva. Dari Bangkok langsung terbang ke new York. Aku berharap mereka bisa menemukan Papa Sheva," jawab Feli
"Amin," ucap Angela dengan tulus.
"Kalau begitu kita tunggu kabar baiknya saja," balas Feli
Tiba-tiba saja ada seorang gadis datang dengan membawa paper bag. Wanita itu melihat Angela dan Feli yang sedang mengobrol.
"Apakah aku mengganggu kalian?" tanya gadis itu.
Sontak saja mereka terkejut atas kedatangan seseorang wanita cantik. Mereka tersenyum manis sambil menyambut kedatangan gadis tersebut.
"Ah... tidak... aku malah senang kamu datang kesini. Sudah lama kamu enggak kesini," sambut Angela dengan tersenyum sumringah.
"Syukurlah. Aku kesepian tinggal di apartemen. Biasanya aku mengunjungi kakak besar," ucap gadis itu sambil menaruh paper bag itu di meja. Lalu gadis itu menghempaskan bokongnya di sofa.
"Kakak besar sedang hamil," ucap Feli yang membuat gadis itu matanya berbinar. "Syukurlah... aku sangat senang sekali. Kapan Kakak besar akan pulang ke Indonesia?"
"Kakak besar akan pulang ke Indonesia setelah usia kandungannya sudah mencapai empat bulan. Tuan Erra, Mama Caroline dan Mama Rani mulai protektif. Mereka akan menjaga kakak besar seperti tawanan," jawab Angela.
"Ish... memang benar apa adanya. Mereka memang sangat sayang sama kakak besar. Mereka sangat menginginkan seorang cucu dari kakak besar," ucap gadis itu.
"Biasanya kamu tidur jam segini?" tanya Feli.
"Aku kesal sama seseorang," jawab gadis itu.
"Seseorang siapa?" tanya Angela yang mengerutkan keningnya.
"Dia adalah seorang pria bisa dikatakan pria itu sangat tampan tapi nyebelin," jawab gadis itu. "Hampir setiap hari aku sering berantem dengan dia."
"Masalahnya apa sih sampai berantem seperti itu?" tanya Feli.
"Biasa sih. Masalahnya sih... hanya sepele. Dia sering komen bajuku. AKu dilarang memakai rok jika pergi ke kantor," jawab gadis itu.
"Oh... Rina... masalah ini sudah menjadi bencana bagimu," ledek Angela.
"Sialan kamu," kesal Rina nama gadis itu lalu tertawa terbahak-bahak.
"Memang benar. Sedari dulu kamu suka memakai rok malah dilarang," ucap Angela.
"Sedari dulu aku memang menyukai memakai rok. Tapi baru kali ini ada orang yang melarangku. Bukankah seorang perempuan memakai baju perempuan?" tanya Rina.
__ADS_1
"Aku tahu itu," sahut Feli. "Memangnya kamu kerja dimana? Apakah kamu bekerja di Sebastian Groups?"