
"Aku akan menyandera anak buah kamu sekarang!" tegas Erra.
"Apa maksud kamu?" tanya Simon lagi.
""Karena kamu tidak ikut kami!" tegas Garda.
"Beriklan satu alasan agar aku ikut dengan kami?" tanya Simon.
"kamu pasti tahu tentang pengiriman obat-obatan itu secara mendetail?" tanya Lee dengan serius.
"Ya... aku tahu semuanya. Bahkan aku sendiri yang juga ikut mengawal,'' jawab Simon dengan jujur.
"Baguslah. Kamu sudah membantu Black Lotus,'' sindir Lee.
"Kalau aku tidak membantu bagaimana keluargaku?" tanya Simon.
"Aku enggak tahu. Aku bisa saja menelepon seseorang untuk mengembalikan keluarga kamu ke rumahnya. Cepat atau lambat keluargaku yang akan menjadi korban berikutnya,'' ucap Erra.
Bagai petir di pagi menjelang siang ini. Simon semakin bingung dengan semuanya. Simon sebenarnya tidak mau ikut terlibat di dalam dunia mafia. Namun ia sangat terpaksa. Karena hidup keluarganya yang menjadi taruhannya. Ia seakan menjadi orang bodoh hari ini. Apakah ia ikut Black Lotus atau ikut Lee?
"Kamu belum tahu kelicikan Black Lotus?" tanya Lee yang memandang wajah Simon sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Aku tidak tahu itu,'' jawab Simon jujur.
"Kalau kamu enggak tahu maka aku yang akan memberitahu kamu. Kerjasama maupun tidak kerjasama dengan Black Lotus nyawa kamu akan terancam. Kamu tahu bawahan kamu yang bernama Christian Sebastian dulu memiliki keluarga. Entah ada angin apa Candra yang menghabisi mereka dengan keji. Andai saja aku tahu soal itu malas akulah orang yang pertama menyelamatkan mereka. Apakah kamu paham!" tegas Lee dengan sorot mata yang menakutkan.
"Aku tidak tahu itu,'' jawab Simon.
"Karena kamu saat itu masih kecil. Untuk kasus seperti ini mana paham. Kasus itu sudah bergulir dua puluh dua tahun yang lalu. Maka kamu belum paham semuanya,'' jelas Lee.
"yang dikatakan oleh Lee benar apa adanya,'' tambah Garda. "Maka dari itu Candra adalah orang yang sangat licik sekali."
"Kamu ikut kami atau seluruh anggotamu yang akan kami sekap ramai-ramai karena sang atasan bekerjasama dengan mafia terkotor dan terkirim di dunia. Bahkan berta ini akan menjadi viral. Sangking viralnya Black Lotus akan memburu kamu!" tegas Garda yang membuat Simon frustasi.
Melihat Simon yang frustasi Lee hanya mengedikkan bahunya. Lee tidak akan memberikan sebuah option lagi. Karena option yang akan dilemparkan tidak berguna. Dalam hal ini Garda sangat pandai bernegosiasi. Jika sudah dipegang Garda maka Lee yang akan mundur alon-alon.
"Terpaksa aku ikut kalian,'' ucap Simon dengan lemah.
"Kalau begitu bereskan barangmu!" titah Lee.
hanya butuh waktu lima menit Simon sudah membereskan barang-barangnya hari ini. Kali ini Simon berharap kepada sang pencipta untuk menyelamatkan nyawa anak istrinya. Simon tidak mau kalau hidup mereka dalam bahaya. Karena kebahagiaan mereka berada di dalam dirinya.
__ADS_1
Setelah meninggalkan kantor polisi, mereka bergegas menuju ke markas Black Dragon. Entah kenapa Simon semakin ketakutan dekat dengan Garda. Bahkan Simon sendiri tidak bisa bernafas lega karena seluruh udara habis dikuasai oleh Garda. Jujur saja kamu dilihat Garda memiliki wajah imut seperti Andi. Namun Garda sangat menakutkan melebihi monster. Sekali berucap maka seluruh musuh takluk semuanya.
Lee tidak sengaja melihat Simon yang tegang seperti itu. Lee tahu kalau Simon takut sama Garda. Akan tetapi Lee tetap membiarkan saja. Lee belum tahu rencana apa yang akan dipakai kali ini. Lee sangat bingung memikirkan itu.
Jakarta Indonesia.
Di sebuah taman yang berada di kediaman keluarga Sebastian. Naomi sedang menikmati rujak manis bersama Caroline, Rani dan Feli. Mereka sengaja membuat rujak karena Naomi sedang ngidam.
"Naomi,'' panggil Rani.
"Iya kakak,'' sahut Naomi" Ada apa kak?''
"Sepertinya kehamilan kamu kali ini berbeda dari dulu?" tanya Rani.
"Bedanya?" tanya Naomi.
"Kamu sekarang bertambah montok. Kalau dulu kamu sangat kurus sekali,'' jawab Rani.
'Itu benar kak. Kak March juga berbicara seperti itu ketika aku memperlihatkan kehamilan pertamaku dengan Jake,'' jawab Naomi.
"Syukurlah. Kami doakan kamu sehat selalu. Aku berharap kehamilanmu kali kini tidak bersedih lagi,'' ucap Caroline dengan tulus.
"Amin,'' sahut mereka dengan serempak.
"Ya... kakak benar. Aku semakin mencintainya. Bahkan March semakin tua semakin tampan. Aku berharap semuanya akan baik-baik saja,'' ujar Naomi.
"Bagaimana dengan Jake? Apakah Jake sudah menemukan cintanya?' tanya Rani.
"Tenanglah... diam-diam Jake memiliki seorang kekasih. Aku enggak tahu kenapa gadisnya itu tidak mau publish ke seluruh penjuru dunia,'' keluh Naomi.
'Tenanglah. Jake masih memikirkan beberapa rencana yang harus dikerjakan. Mengingat Anders Groups sekarang merajai pangsa pasar dibidang teknologi,'' hibur Rani.
"Memangnya siapa sih pacarnya?" tanya Caroline.
"Felicia,'' tunjuk Naomi yang bangga dengan pilihannya sendiri.
Mata Rani membulat sempurna. Jujur saja Rani sangat terkejut dengan pengakuan yang telah diterima oleh Naomi. Meskipun begitu Rani dan Caroline sangat bahagia mendengarnya ketika anak angkatnya itu sudah memiliki pacar.
Bagaimana dengan tanggapan Feli. Feli sangat bahagia Jake mengakui dirinya seorang pacar. Memang hubungannya diam-diam telah menghasilkan berita baik.
"Syukurlah... akhirnya Jake sudah memiliki seorang pacar,'' ucap Caroline dengan bahagia.
__ADS_1
"Feli,'' panggil Caroline.
"Iya nyonya,'' sahut Feli yang wajahnya memerah karena malu.
''Aish... jangan panggil aku nyonya. Panggil aku mama. Kamu tahu seluruh enam pilar utama memanggil kami dengan sebutan nama. Aku harap kamu akan terbiasa dengan hal itu,'' ucap Caroline.
Beberapa saat kemudia datang Suci dan Widia bersama Raka. Suci melepaskan Raka dan membiarkannya bermain.
"Aku telat enggak ya,'' celetuk Widia.
"Kamu enggak telat. Ayo sini,'' panggil Caroline yang melambaikan tangannya.
"Baiklah,'' seru Widia yang segera mendekati mereka.
Kedua wanita berbeda generasi segera mendekati mereka yang sedang bersantai. Mereka duduk di kursi kosong sambil menikmati rujak manis. Tiba-tiba saja mata Suci berbinar melihat mangga muda yang masih utuh. Lalu Suci menahannya agar tidak mengambil mangga muda itu.
"Habis dari mana?' tanya Rani.
"Rumah sakit,'' jawab Widia.
"Rumah sakit?" tanya Naomi yang mengerutkan keningnya. "Apakah kamu sakit?'
"Enggak. calon menantuku sedari pagi muntah,'' jawab Widia.
"Apa?" pekik mereka secara bersamaan.
"Suci hamil lagi,'' jawab Widia yang kesal dengan Imam.
"Amazing,'' puji Rani.
"Amazing bagaimana?" rutuk Widia.
"Apakah kakak sedang hamil?" tanya Feli dengan polos.
'Iya... aku sedang hamil satu bulan,'' jawab Suci dengan sendu. "Itu juga gara-gara kak Imam.''
"Apakah kakak memperkosanya?" tanya Feli.
"Tidak. Kami melakukannya secara sadar,'' jawab Suci.
"Apa benar kamu memperkosanya?" tanya Rani.
__ADS_1
"kedengarannya kok kebalik ya? Seharusnya kamu yang diperkosa kok kamu malah yangmemperkosa Imam?" tanya Caroline yang bingung.