
Naomi yang melihat Rani diserang langsung bermuka dua. Ia mendekati Rani lalu menatap wajah wanita itu. Seketika Naomi terkejut dengan wajah wanita itu. Naomi membisiki sesuatu ke Rani untuk memberitahukan siapa wanita itu?
"Dia adalah Elizabeth. Dia sangat menginginkan Erra menjadi pasangan hidupnya,'' bisik Naomi.
Mata Rani membulat sempurna. Ia baru tahu kalau wanita yang telah membentaknya adalah Elizabeth. Memang benar wanita itu adalah Elizabeth. Yang dimana Elizabeth sangat menginginkan putranya untuk dijadikan sebagai suaminya.
Namun Tuhan sangat adil kepada sang putra. Karena Tuhan telah menjodohkan Erra bersama Lee. Wanita macam begini apa pantas dijadikan istri? Tentu saja tidak. Jujur saja Rani menolaknya dengan mentah-mentah. Lebih baik Lee yang dijadikan menantu.
"Bukannya kamu Elizabeth Taylor?" tanya Rani dengan nada datar.
"Anda siapa bisa mengenal saya?" bentak Elizabeth.
"Apakah kamu enggak sadar kalau aku adalah Ibunda dari Erra? Yang dimana kamu sangat menginginkan putraku menjadi suamimu,'' jawab Rani sambil melipatkan dadanya.
Elizabeth itu langsung terkejut dan menatap wajah Rani. Ia baru sadar kalau wanita di depannya adalah Ibunda Erra. Lalu Elizabeth merubah wajahnya dengan lembut sambil mendekati Rani.
"Maafkan aku nyonya,'' ucap Elizabeth dengan terpaksa.
"Kenapa kamu meminta maaf jika dirimu terpaksa?" tanya Rani.
Elizabeth hanya bisa menghembuskan nafasnya sambil merutuki kebodohannya. Sedari dulu Rani bisa menilai orang yang meminta maaf secara tulus apa tidak. Rani hanya tersenyum miring sambil berkata dengan menohok, "Jangan pernah bermimpi jika kamu tidak bisa mendapatkannya! Karena jika kamu tidak bisa mendapatkannya maka ujung-ujungnya sakit. Permisi saya pergi dulu!"
Rani bersama lainnya langsung pergi meninggalkan Elizabeth. Rani tidak menyangka akan bertemu dengan Elizabeth di pusat perbelanjaan seperti ini. Entah kenapa semenjak Elizabeth hadir di rapat pemegang saham di Asco Rani tidak menyukainya.
Meskipun tidak bekerja Rani mengetahui seluk beluk Elizabeth. Diam-diam Rani adalah seorang hacker mafia. Rani juga sering membantu White Eragon untuk mencari data-data rahasia seseorang. Ia sangat tidak menyukai gaya hidup glamor dari Elizabeth.
Melihat kepergian Rani, Elizabeth langsung menyesal. Kemudian otaknya berpikir, kenapa dirinya menjadi bodoh dan tidak memperhatikan Rani? Dan satu lagi ia menyesali dirinya karena jik abertemu dengan orang selalu membentak.
"Bodoh kamu Elizabeth! Kenapa kamu membentak calon mertua!" kesal Elizabeth.
__ADS_1
New York USA.
Hampir dua hari Lee, Bayu, Nanda, Andi, March, Jake, Greg dan Garda telah membuat virus sebanyak dua ratus jenis. Mereka sengaja berkoloborasi agar cepat menyelesaikan pekerjaannya itu. Jujur saja bagi mereka ini sangat mengasyikan dan memiliki pengalaman yang benar-benar konyol.
"Ah... akhirnya selesai juga,'' celetuk Erra.
"Ternyata Kak Erra bisa membuat virus ya?" tanya Lee.
"Semenjak kamu mengotak-atik laptop para malam hari aku memperhatikannya. Aku mulai belajar diam-diam sama Jake dan Greg. Saat itu juga aku mulai mempraktekan bagaimana caranya belajar hacker,'' jawab Erra yang diacungkan jempol oleh Bayu.
Sungguh luar biasa Erra bisa mengimbangi ilmu Lee. Erra ingin membantu Lee untuk membuat virus. Namun Erra tidak sepenuhnya berpegang pada teknologi. Karena Erra pada fokus ada pekerjaan dan dunia bawah tanah.
"Apakah kita akan kembali sekarang?" tanya Lee.
"Iya. Kita akan pergi ke New York setelah kembali ke Jakarta,'' jawab Bayu yang membuat jadwal.
"Kalau begitu baiklah,'' balas Lee.
"Baiklah,'' balas mereka serempak.
Mereka akhirnya bersiap-siap membereskan peralatan lapotopnya. Setelah itu Lee pergi ke kamarnya dan membuka jaketnya.
"hari ini sungguh dingin sekali,'' gumam Lee yang didengarkan oleh Erra.
Erra mendekati Lee sambil berbisik, "Aku juga kedinginan.''
"Kamu mau kalau dingin ada maunya,'' celetuk Lee yang mengetahui akal bulus Erra..
"Kamu memang istri pengertian,'' ucap Erra yang menarik tubuh mungil Lee.
__ADS_1
"Kita tidak bisa sekarang melakukannya. Waktu kita hanya sedikit untuk beres-beres. Kamu tahukan sebentar lagi kita akan meninggalkan Los Angeles?' tanya Lee yang sebenarnya bersalah kepada Erra.
"Ya aku tahu. Tapi aku tidak memintanya sekarang. Aku hanya menggodaku saja,'' jawab Erra yang merenggangkan pelukannya lalu menatap Lee.
Erra terpesona dengan wajah imut Lee lalu mendekatkan wajahnya sambil mencium bibir sang istri. Tangannya mulai melepaskan tubuh Lee lalu meraba gunung kembar sang istri. Lee akhirnya menghentikan aksi Erra sambil tersenyum, "Maaf.''
"Baiklah. Setelah merayu paman Christian saku akan menyetubuhi kamu hingga tidak bisa bangun,'' sahut Erra tersenyum smirk.
"Aish... kenapa kakak sangat menyeramkan seperti itu ya?" tanya Lee yang buru-buru masuk ke dalam toilet.
Erra malah menggelengkan kepalanya. Ternyata Lee masih saja sama seperti yang dulu. Sifat polosnya ternyata masih mendominasi. Meskipun begitu Erra masih saja merasakan jantungnya berdetak kencang saat berdekatan dengan Lee.
"Meskipun pernikahan kami hampir setahun, aku merasakan perasaan yang sama. Ketika aku mencetaknya, mendekapnya, menciumnya bahkan memegangnya. Lee masih sama dengan yang dulu. Aku tidak mau Lee berubah sedikitpun. Biarkan Lee seperti ini menjadi wanita polos. Oh... Tuhan aku sangat mencintainya,'' ucap Erra dalam hati.
Lee yang berada di dalam toilet merasakan wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Bagaimana bisa Erra menggodanya habis-habisan seperti ini. Lee sangat malu kepada Erra. Jika ia bisa bersembunyi, maka dirinya akan bersembunyi di dalam tanah.
"Kak Erra sadari dulu memang tidak berubah. Meskipun dingin tetap saja cool. Ah... rasanya aku ingin menyembunyikannya. Jujur saja aku sangat marah sekali jika ada perempuan yang mendekatinya,'' gumam Lee.
Sedangkan di ruangan bawah Andi, Bayu dan March sedang duduk. Mereka sedang mencari ujung permasalahan ini. Mereka berpikir semakin lama kasusnya meruncing bagaikan pisau tajam.
"Aku sungguh lelah menghadapi ini semuanya. Kasus ini tidak akan selesai jika kita diam saja,'' ucap Bayu.
"Sabarlah Bayu. Kita enggak boleh gegabah sedikitpun. Kamu tahu kita tidak boleh membuat peperangan antar mafia. Jika ini terjadi kita yang akan mendapatkan dampak buruk di masyarakat. Anak-anak kita sedang mencari cara agar itu tidak terjadi,'' jelas Andi.
"Yang dikatakan oleh Andi benar. Kita harus menjaga image baik di amsyarakat. kan enggak lucu kalau kita jadi membantai sesama mafia,'' ucap March.
Beberapa saat kemudian ponsel ketiga pria baya itu mendapatkan motif dari para istri. Mereka segera membacanya sambil menghembuskan nafasnya dan mengusap wajahnya secara serempak. Mereka bercerita kalau bertemu dengan Elizabeth. Mereka saling memandang dan tersenyum licik dan tertawa terbahak-bahak.
Kalau dilihat sih mereka agak aneh. Kenapa juga mereka tertawa terbahak-bahak. Harusnya mereka mengkhawatirkan bagaimana nasib sang istri. Akan tetapi hal itu tidak berlaku pada mereka.
__ADS_1
"Prediksi Lee benar. Candra akan mengeluarkan Elizabeth dari penjara,'' celetuk Bayu.
"Apa yang akan dilakukan oleh Lee setelah musuh keluar?" tanya Bayu.