Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 234


__ADS_3

"Kakak mau apa?" tanya Lee yang mulai kebasahan.


"Mau mandiin kamu," jawab Erra.


"Tapi kenapa?" tanya Lee yang merasakan ada sesuatu yang menonjol di bawah. "Ular piton kakak langsung bangun?"


"Ah... Iya... Aku lupa. Aku sedang berdekatan dengan sarangnya," jawab Erra dengan polos.


"Lalu?" tanya Lee.


"Sepertinya kita harus melakukan di sini," jawab Erra dengan konyol.


"Aish... Kakak tampan. Bisa-bisanya kakak memikirkan itu," kesal Lee.


"Ayolah sayang. Kita lakukan ya," ucap Erra yang memohon.


"Kalau begitu baiklah. Aku akan melakukannya," sahut Lee dengan lembut.


Pagi itu juga pasangan suami istri itupun melakukan hubungan di dalam toilet. Mereka sangat menikmati hingga dua jam lebih. Sementara itu James dan Arthur yang selesai berolahraga langsung menuju dapur. Di sana mereka tidak menemukan Lee dan Erra.


"Kemana Kak Erra?" tanya Arthur.


"Ya kamu enggak tahu saja kalau Kak Erra sudah berkeluarga. Biasalah mereka berdua ngapain," jawab James.


"Apakah Pak Christian mau kesini?" tanya Arthur.


"Kita tanyakan saja nanti ke Kak Erra. Dimana bertemu dengan Christian," jawab James.


Tepat pukul delapan pagi mereka turun ke bawah. Mereka mencari keberadaan James dan Arthur. Namun sebelum menemukan mereka, Lee mendapat pesan dari Andi. Andi memintanya untuk waspada. Karena pergerakan musuh sudah kelihatan.


"Kak," panggil Lee sambil menyentuh punggung Erra.


"Ada apa?" tanya Erra.


"Ada pemberitahuan dari papa kalau kita harus berhati-hati," jawab Lee sambil memperlihatkan isi pesan tersebut.


"Apakah kamu bisa mendeteksi mereka?" tanya Erra.


"Ya baiklah aku akan deteksi terlebih dahulu," jawab Lee.


"Bukankah ini daerahnya Adam Malik?" tanya Arthur.


"Maksudnya?" tanya Lee balik.


"Adik kecil aku memberikan kamu clue," jawab Arthur.


"Yang dikatakan oleh Arthur benar. Amerika adalah daerah kekuasaan Adam. Mau tidak mau kamu harus meningkatkan keamanan," jawab Erra.


"Aish... Kenapa juga ada musuh di sini? Siapa yang memiliki nomor telepon Adam? Aku ingin menghubunginya," tanya Lee dengan kesal.

__ADS_1


"Nanti aku cariin. Jika ada nomornya kamu mau apa?" tanya Erra.


"Mau melawan dia. Aku malas sekali kucing-kucingan seperti ini," jawab Lee.


"Ok. Aku kasih sebentar lagi. Tapi kamu harus makan terlebih dahulu. Setelah itu kita pergi ke mansion milik Seva," ucap Erra.


"Baiklah. Tapi jangan lupa ya nomor telepon Adam," ucap Lee yang berubah menjadi anak kecil imut dan menggemaskan.


"Iya," balas Erra yang gemas ketika melihat berubah menjadi anak kecil.


Sementara itu Adam sudah menginjakkan kakinya ke New York. Mereka disambut oleh si kembar yang bernama Lu dengan Tung. Mereka sangat antusiasme menyambut kedatangan Adam.


"Apakah kalian menemukan tempat persembunyian singa betina?" tanya Adam.


"Tidak tuan. Tapi kami akan memeriksa seluruh CCTV yang berada di kota," jawab Lu.


"Tidak perlu. Kita akan mengadakan sayembara untuk menemukan singa betina," ucap Adam yang menghentikan aksi Lu.


"Kalau begitu kita akan menyebar seluruh para pengawal untuk mengejar singa betina itu," jawab Adam.


Tak lama kemudian Adam mendengar ponselnya berdering. Lalu Adam segera mengambilnya dan melihat nomor yang tertera di layar ponselnya itu. Namun beberapa saat kemudian Adam mengangkat ponselnya itu sambil menyapanya, "Hallo."


"Selamat pagi pak tua yang masih ganteng tapi jones alias jomblo ngenes," ejek seorang perempuan yang memiliki nyali besar.


"Siapa itu?" tanya Adam.


"Apakah kita pernah bertemu?" tanya Adam lagi.


"Sering. Tapi kamunya enggak sadar kalau sedang bertemu," jawab perempuan itu lagi.


"Kalau begitu siapa nama kamu?" tanya Adam.


"Nama enggak penting buat aku. Ah... Iya... Katanya Candra kamu ingin menghabi singa betina?" tanya perempuan itu lagi dengan nada menggoda.


Deg.


Jantung Adam seakan berdebar kencang. Bagaimana bisa ada seseorang yang mengetahui kalau dirinya akan menghabisi nyawa Lee. Ingin rasanya Adam menangis.


"Kalau begitu kamu siapa?" tanya Adam.


"Aku adalah singa betina yang menjadikan kamu musuh utama. Jika kamu ingin menghabisiku maka kamu persiapkan diri peti matimu. Karena aku tidak akan membiarkan orang sepertimu hidup dengan tenang!" jawab wanita itu yang bernama Lee dengan suara menggelegar.


Jederrrrrr.


Bagai petir di pagi hari. Entah kenapa rencana ingin menghabisi singa betina sudah terendus. Bagaimana bisa semuanya tahu?


"Adam, jomblo ngenes," panggil Lee.


"Ah.. iya rasanya aku ingin menyerah menghadapi kamu," ucap Adam dengan lemah.

__ADS_1


"Wait," pekik Lee. "Menyerah. Eh... Menyerah."


"Ah.... Kenapa aku mengatakan menyerah. Bagaimana bisa aku melemparkan kata-kata itu di depan singa betina," rutuk Adam dalam hati.


"Eh... Adam apakah kamu mau bertarung sama aku? Jika kamu mau bertarung aku akan memberikan penawaran yang menarik. Kamu bisa mendapatkan sebuah mobil mewah. Jika kamu kalah aku pastikan markas besar Black Lotus akan terbakar hebat!" ucap Sascha dengan nada menekan.


"Aku tidak akan mau bertarung sama kamu. Karena aku tahu kamu akan kalah," ucap Adam.


"Cih.... Kalah. Belum dicoba sudah kalah. Kalau begitu kirimkan orang-orang terhebatmu untuk bertarung sama aku!" ejek Lee hingga membuat sang suami tersenyum lucum


"Aku akan mengirimkan Lu dan Tung. Aku pastikan mereka membawa kepalamu ke hadapanku," ejek Adam.


"Ah... Apakah kamu serius?" tanya Lee.


"Iyalah. Aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Cepat atau lambat kamu akan mati di tanganku," jawab Adam.


"Ah... Baiklah. Aku tunggu nanti malam," sahut Lee. "Berikan aku tempatnya."


"Ok," balas Adam.


Sambungan terputus.


Adam tersenyum bahagia mendengar suara Lee. Lalu Adam menatap mereka berdua dengan penuh arti. Adam akhirnya memanggil mereka dan menyuruhnya duduk di depan.


"Jadi begini. Persiapkan pedang kamu lumuri dengan racun mematikan. Nanti malam ada pertandingan melawan singa betina. Jika kalian berhasil membawa kepala singa betina ke hadapanku, aku pastikan kamu mendapatkan jabatan baru dengan gaji yang fantastis," ucap Adam.


"Baiklah tuan," balas Adam.


Lee yang selesai telepon hanya bisa menghela nafasnya. Lee melihat Erra yang sedang duduk. Kemudian James dan Arthur datang dengan membawa pistol dan menaruhnya di meja.


"Buat apa?" tanya Lee.


"Buat nanti malam," jawab Arthur.


"Enggak perlu," ucap Lee dengan menyelidiki siapa itu Lu dan Tung. "Yang aku hadapi adalah kaki tangan Adam yang namanya Lu dan Tung.


"Apa?" teriak mereka secara bersamaan.


"Lu dan Tung namanya. Katanya jago bermain pedang," jawab Lee.


"Apakah kamu bisa bermain pedang?" tanya Arthur.


"Apakah kamu mau coba sabetan pedangku?" tanya Lee dengan serius.


"Jangan kamu kira kalau istriku ini hanya bisa pegang pistol," jawab Erra.


"Aku dulu sering berlatih pedang sama ayah Fendy," celetuk Lee. "Bahkan aku sendiri bisa memakai jurus ilmu kuno dari negeri Tiongkok."


"Apakah itu benar?" tanya James yang baru tahu.

__ADS_1


__ADS_2