Lee Adalah Wanita Tangguhku

Lee Adalah Wanita Tangguhku
BAB 98


__ADS_3

"Racun yang dipakai Alicia sangat mematikan. Secara perlahan bisa melumpuhkan fungsi jantung dan hati. Sekarang papa Saga sedang membuat penawarnya. Mudah-mudahan bisa berhasil," jawab Erra.


"Bahan apa saja yang dipakai itu?" tanya Lee.


"Hingga saat ini para ilmuwan belum bisa memastikan bahan apa yang dipakai. Mereka sedang mencari bahan dasar itu," jawab Erra.


"Apakah itu sianida?" tanya Garda.


"Bukan. Racun ini bisa ditempelkan di benda-benda mati. Ketika benda itu ditempelkan racun. Kalau kita tidak memakai sarung tangan. Bisa dipastikan racun itu bisa meresap ke dalam kulit dan menyebar secara cepat," jawab Erra.


"Tambahan dari papa racun itu tidak dijual bebas di pasaran. Melainkan dijual di bawah tanah,"tambah Bayu.


"Kalau begitu?" tanya Lee.


"Racun itu memang sengaja diciptakan oleh Candra," jawab Bayu.


"Hmmp... Baiklah. Aku sudah lama tidak mencari laboratorium. Aku ingin menghancurkannya," jawab Lee.


"Tunggulah kamu sembuh. Jika tidak, aku akan meminta Garda borgol," ucap Erra.


"Terserahlah," balas Lee dengan memutar bolanya dengan malas.


"Good girls," puji Erra yang mengelus-elus rambut Lee.


Beberapa saat kemudian datang Jake dan Imam. Mereka masuk ke dalam dan melihat Erra. Tak lama Erra dan Garda berpamitan untuk mengajak mereka ke ruangan kerjanya. Sedangkan Feli dan Suci bersama Lee.


Sesampainya di sana Erra mengutarakan sesuatu tentang penggabungan Black Dragon dan White Eragon menjadi satu. Imam langsung menyetujuinya. Karena sedari dulu Imam sangat menginginkan kedua kelompok itu bersatu. Lalu bagaimana dengan Jake? Jake menganggukan kepalanya sambil mengucapkan kata terserah.


Berarti pertemuan siang ini menandakan Erra untuk menggabungkan Black Dragon dan White Eragon sudah disetujui. Erra akan membicarakan rencana ini lebih lanjut ke para papa lainnya. Sementara itu Lee yang masih berada di dalam kamar bermain dengan Raka. Lee sangat senang bisa mendengar celotehan Raka yang semakin menggemaskan itu. Begitu juga dengan Caroline dan Rani. Mereka berdoa di dalam hati agar Lee bisa menyusul memiliki putra.


"Bagaimana dengan Kak Imam?" tanya Lee ke Suci.


"Kami baik-baik saja. Tuan Imam akan menyematkan nama Pradipta ke Raka," jawab Suci.

__ADS_1


"Itu sangat bagus menurut aku. Rasanya aku berharap kalian bersatu. Lalu bagaimana dengan kamu Feli? Apakah kamu akan tetap menjomblo?" tanya Lee.


"Kamu tahu ada fakta yang penting. Diam-diam Jake naksir abis sama Feli," jawab Rani.


"Ah... Benarkah itu? Rasanya Kak Jake akan melepaskan masa lajangnya," ucap Lee dengan bahagia.


"Itu tidak benar ma," sanggah Feli.


"Itu benar. Mama mendengar semua ceritamu bersama Jake ketika di mansion Anders. Bahkan mama Naomi ingin sekali kamu yang mendampingi Jake," jawab Feli.


"Syukurlah kalau begitu. Akhirnya Kak Jake sudah memiliki pasangan," sahut Lee dengan menyungginkan senyumnya. "Jadi tinggal Kak Garda, Kak Nanda dan Kak Sam. Aku berharap mereka akan segera menyusul."


Feli memutar bola matanya dengan malas. Bagaimana tidak Feli sangat ketakutan jika Jake sangat menggila. Belum menjadi pacar Jake sudah menggila. Namun baguslah menurut Lee. Ternyata Jake bisa memiliki calon pendamping. Lalu bagaimana dengan Nanda yang notabenenya menutupi hubungannya dengan Angela. Apakah Nanda akan berterus-terang? Kita tunggu saja kabar dari Nanda.


Sore pun tiba. Imam mendekati Raka dan menggendongnya. Namun sebelum mereka berpamitan ponsel Suci berdering. Dengan cepat Suci mengangkatnya dan menyapa seseorang yang berada di sana.


"Halo," sapa Suci.


"Halo nona," sapa seseorang.


"Rumah anda terbakar," Jawab seseorang.


"Apa! Rumahku terbakar!" teriak Suci.


"Itu benar," jawab seseorang.


Mata Suci membulat sempurna. Airmatanya mulai menetes dan menjatuhkan tubuhnya di lantai. Suci menunduk dan menangis. Mereka yang masih berada di dalam kamar Lee terkejut. Bagaimana bisa rumah Suci terbakar?


Lee yang mendengar berita itu langsung bangun dan bersiap. Namun Erra mencegahnya agar tidak kesana. Dengan mata yang melotot Lee mencoba untuk memarahi Lee melalui. Tetapi tidak ada guna sama sekali. Akhirnya Lee menggelengkan kepalanya sambil memohon. Erra pun menganggukan kepalanya.


Mereka akhirnya menuju ke sana. Di dalam perjalanan Lee memegang tangan Suci sambil berdoa. Agar rumah Suci tidak dilalap si jago merah. Otak Lee mulai berpikir kalau rumah yang ditempati oleh Suci bukan konsleting listrik. Melainkan ada seseorang yang membakar rumah.


Sesampainya di tempat kejadian mobil pemadam kebakaran sudah dikerahkan. Api itu mulai menjalar ke rumah sebelahnya. Suci yang melihat rumahnya terbakar hanya bisa menangisi kejadian itu.

__ADS_1


"Kak Imam... Firasatku mengatakan kalau rumahnya Suci ada yang membakar," ucap Lee.


"Bagaimana kamu berpendapat seperti itu?" tanya Erra.


"Kalau konsleting listrik itu tidak mungkin. Sementara itu aku selalu meminta Kak Regan untkk mengecek listrik tiap bulan," jawab Lee.


"Yang dikatakan kak Lee benar. Bagaimana bisa rumahku terbakar seperti ini?" tanya Suci.


Erra dan Imam berpikir sejenak. Lalu mereka membenarkan apa yang dikatakan oleh Lee. Bagaimana bisa rumah anggota inti White Eragon terbakar? Dengan cepat Lee menghubungi Feli untuk membentuk tim. Lee meminta untuk menyelidiki kebakaran rumah Suci.


"Sekarang kamu tinggal di apartemen! Ini sudah final dariku! Jangan membantah perintahku!" titah Imam.


"Lalu bagaimana dengan baju Raka?" tanya Suci.


Imam segera mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang untuk membelikan seluruh perlengkapan milik Raka dan Suci. Kemudian mata Suci melotot dan tidak percaya apa yang didengarnya itu. Tak lama Imam menutup sambungan teleponnya itu dan mengatakan beres. Lee tersenyum lega karena Imam bertindak dengan cepat.


"Tunggu dua jam lagi. Kita akan mendapatkan berita ini dari Feli," ucap Lee.


Mereka menganggukan kepalanya dan Imam menancapkan gasnya menuju ke apartemen yang dituju. Sepanjang perjalanan Erra baru sadar kalau sang istri pantas dicintai oleh siapapun. Jiwa penolongnya selalu berkobar membakar semangatnya. Meskipun Lee sedang sakit namun tetap melakukannya.


Di markas besar White Eragon. Tak sengaja Irwan mendengar kalau rumah calon menantunya terbakar hebat. Irwan mengepalkan tangannya sambil memukul meja dengan kencang. Hingga meja itu langsung roboh karena ulah Irwan.


Tak selang berapa lama Feli datang bersama Jake. Feli melihat meja kerjanya yang sudah ambruk itu membulatkan matanya. Feli bertanya kenapa bisa mejanya ambruk? Jake yang melihat Irwan sudah seperti orang kerasukan hanya bisa menghembuskan nafasnya. Jake segera menarik tangan Feli agar tidak berurusan dengan Irwan. Feli akhirnya menurutinya.


Namun ketika Feli melangkah, Irwan berseru hingga membuat Feli berhenti, "Feli!"


Kemudian Feli membalikan badannya sambil bertanya, "Ada apa Paman?"


"Apakah kamu tahu berita tentang rumah calon menantuku terbakar?" tanya Irwan balik.


"Sudah paman. Kami sudah membentuk tim khusus untuk menyelidiki kasus ini," jawab Feli.


"Baguslah. Apakah Suci tahu atas kejadian ini?" tanya Irwan lagi.

__ADS_1


"Sudah paman. Kami sudah menengok ke sana. Tidak hanya rumahnya Suci saja. Melainkan rumah tetangga Suci yang ikut terbakar," jawab Feli.


"Kalau begitu urus semua kerugian mereka. Lalu laporkan semuanya ke aku!" titah Irwan.


__ADS_2